• Tidak ada hasil yang ditemukan

Center For Training Program Development And Fostering

Dalam dokumen FILE DI SINI (Halaman 38-41)

Reformasi sistem Diklat Kepemimpinan dan Prajabatan telah efektif dilaksanakan sejak tahun 2014 setelah kebijakan baru yang mengatur Pedoman Penyelenggaraan Diklat Prajabatan dan Kepemimpinan (Pola Baru) dikukuhkan dalam Peraturan Kepala LAN.

Workshop Coaching dan Penguji merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mendukung penerapan reformasi Diklat tersebut khususnya terkait proses penyusunan dan penjaminan kualitas produk pembelajaran berupa Proyek Perubahan (Diklatpim) dan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar (Diklat Prajabatan). Workshop Coaching dan Penguji ditujukan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kediklatan terkait penguasaan metoda coaching dan pengujian produk pembelajaran. Pada saat penyiapan tenaga pengajar workshop, P3D dengan difasilitasi GIZ melakukan pelatihan level dasar dan lanjutan dengan menghadirkan Certiied Coach dari Jerman. Workshop Coaching dan Penguji yang dilakukan masih sebatas 2 angkatan di tahun 2015 (bulan Oktober, November, dan Desember). Kegiatan ini merupakan upaya penting yang berikutnya harus dilanjutkan oleh lembaga diklat lainnya.

Leadership training system and Pre-service training reforms have been effectively implemented since 2014 following a new policy governing the Guidelines for Pre-service and Leadership Training Implementation as stipulated in NIPA Chairman Regulations.

Coaching Workshop and Evaluators is one of the activities undertaken to support the implementation of training reforms speciically related to preparation and quality assurance process of learning products in the form of Project Change (for Leadership Training) and Actualization of Core Values (for Pre-service Training). Coaching and Evaluators Workshop was intended to improve the competence of training personnel related to mastery of coaching method and evaluating learning product. For preparation of workshop trainer, the center was facilitated by GIZ to conduct basic and advanced level training by presenting a certiied coach from Germany. Coaching and Evaluators Workshop was conducted in 2 batched in 2015 (October, November, and December). This initiative is a good start that should be followed by other training institutions.

Sebagai instansi Pembina Diklat, LAN berkewajiban melakukan penjaminan kualitas penyelenggaraan diklat di seluruh Indonesia melalui kegiatan akreditasi lembaga diklat pemerintah. Untuk meningkatkan kualitas dan akuntabilitas kegiatan akreditasi lembaga diklat, LAN telah melakukan upaya penyempurnaan sistem akreditasi secara komprehensif. Pembaharuan sistem akreditasi tersebut secara keseluruhan diatur dalam Peraturan Kepala LAN Nomor 25 tahun 2015 tentang Akreditasi Lembaga Diklat Pemerintah yang harus diacu oleh semua pihak yang terkait dengan proses akreditasi lembaga diklat pemerintah. Pengajuan proses akreditasi baru dan reakreditasi yang mencapai lebih dari 40 lembaga diklat sepanjang tahun 2015 telah dapat diproses dengan baik dengan tetap mengacu pada ketentuan baru tersebut. Penggunaan aplikasi akreditasi berbasis elektronik semakin memudahkan para lembaga diklat, para assessor maupun sekretariat dalam merencanakan dan melaksanakan proses akreditasi sehingga penyelesaian proses akreditasi untuk setiap lembaga diklat dapat memenuhi target penyelesaian maksimal 2 bulan.

As the training fostering agency, NIPA has responsibility to guarantee the quality of education and training throughout Indonesia by conducting accreditation of government training institution. To improve the quality and accountability of training institutions accreditation, LAN has made efforts to improve the accreditation system in a comprehensive manner. Renewal of the accreditation system as is set within NIPA Chairman Regulation No. 25 of 2015 on Accreditation of Government Training Institutions. This regulation guide the process of government training institutions accreditation. In 2015, more than 40 training institutions have submitted application for new accreditation and reaccreditation that have been managed in line with the new regulations. The use of electronic-based accreditation application facilitate the training institutions, the assessors and the secretariat in planning and carrying out the accreditation process so that the completion of the accreditation process. Through online accrediatation system, as targetted, accreditation process can be accomplished maximum in two months.

Pedoman Penyelenggaraan Diklat yang telah ditetapkan oleh LAN menjadi basis bagi lembaga diklat pemerintah dalam melakukan operasional penyelenggaraan diklat di lapangan. Meskipun lembaga diklat terakreditasi telah dinyatakan layak menyelenggarakan diklat namun peran LAN untuk memastikan pemenuhan standar-standar penyelenggaraan di lapangan tetap dijalankan sebagai bentuk dari fungsi pembinaan kediklatan. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan instrument yang dikembangkan berdasarkan standar-standar yang telah ditetapkan dalam pedoman penyelenggaraan yang meliputi unsur organisasi maupun pengelolaan programnya. Untuk mendapatkan data yang komprehensif dan valid maka monev dilakukan melalui observasi langsung, wawancara serta survey kepada pihak terkait.

Sebagai bentuk akuntabilitas dan proses pembinaan lebih lanjut kepada lembaga diklat maka hasil monev akan diberikan berupa feedback kepada setiap lembaga diklat yang telah dilakukan monev. Disamping itu, hasil tersebut juga akan digunakan sebagai input bagi proses reakreditasi selanjutnya.

Training Implementation Guidelines set by NIPA becomes the reference for government training institution in conducting training. Although an accredited training institution is capable to organize training, NIPA has to to ensure its compliance with the standards. Monitoring and evaluation is carried out by using an instrument that wasdeveloped based on the standards set out in the implementation guidelines, which include organization and programs management aspects. To obtain comprehensive and valid data, monev employed several methods including direct observation, interviews and surveys to related parties.

As a form of accountability and for further improvement of the training institution, the results of monitoring and evaluation will be

Monitoring dan Evaluasi Monitoring and Evaluation Penyerahan sertiikat

akreditasi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden

aaaaaaaaaaaaaaa

Contoh kegiatan monev dengan locus Balai Diklat Pemprov Bangka Belitung

01

Semua Lembaga Diklat telah menerapkan kurikulum Diklat Pola Baru

02

Pengakuan kemanfaatan diklat: dari alumni, instansi pengirim (testimoni sekjen/sesmen/ sestama, gubernur/walikota/bupati)

03

Mayoritas peserta cukup puas dengan pola penyelenggaraan, materi dan kualitas fasilitator

01

Vasiasi praktek penyelenggaraan team teaching, pembiayaan, evaluasi pasca diklat, monitoring saat off campus

02

Variasi pemaham widyaiswara tentang materi

03

Kreativitas fasilitator untuk pengkayaan dan pendalaman materi masih rendah

01

Proses coaching belum efektif, peran mentor & coach belum optimal

02

Penyelenggara belum pahami perbedaan aktivitas visitasi & benchmarking

03

Standar Penilaian Penguji belum seragam

04

Lembaga Diklat terlalu asyik

menyelenggarakan, mengabaikan perlunya evaluasi pasca diklat

01

Pemahaman penyelenggaraan Diklat terhadap proses penyelenggaraan (penyiapan dan pelaksanaan 5 tahap penyelenggaraan dalam Diklatpim dan 3 tahap dalam Diklat Prajab) sudah cukup baik

02

Tenaga fasilitator sudah cukup memahami arah perubahan materi diklat

03

Peserta temotivasi dengan tantangan baru “unjuk kinerja” lahirkan inovasi & perbaikan kinerja unit/organisasi

01

All training institutions being monitored have implemented reformed leadership training curriculum

02

Testimonies from alumni, local governments, and

other agencies indicate positive advantages from the trainings

03

Majority of participants satisied with the method of training, training substance, and quality of facilitators

01

Reducing variation of training implementation particularly in team teaching, fund, post training evaluation, off campus monitoring

02

Reducing variation of widyaiswara (trainers) understanding of the substance

03

More creativity for enrichment in substance delivery

01

Lack of effectiveness in Coaching process, improvement on the role of mentors and coaches

02

Lack of training organizer understanding on the difference between visitation and benchmarking

03

Standardization of evaluator assesment

04

Training organizer should conduct Post training evaluation

01

Training organizers have satisfactory level of understanding in term of training process

02

Training organizers have satisfactory level of understanding in term of training process

03

Facilitators satisfactory level of understanding on the new training curiculum

Positif

Positive

Positif

Positive

Dalam dokumen FILE DI SINI (Halaman 38-41)