• Tidak ada hasil yang ditemukan

CITA-CITA DAN TUJUAN HAMAS

Dalam dokumen HAMAS kenapa dibenci Israel.pdf (Halaman 42-46)

HAMAS MENOREHKAN SEJARAH 1. BAGAIMANA HAMAS BERDIRI?

B. Ismail Haniyah

4. CITA-CITA DAN TUJUAN HAMAS

Secara gamblang tujuan dan cita-cita perjuangan Hamas tertulis di dalam Piagam Hamas (Mîtsâq Hamas/The Hamas Covenant) tahun 1988 yang bisa dibaca di bagian akhir buku ini. Secara umum sesungguhnya tujuan perjuangan Hamas tidak bisa dipisahkan dari tujuan perjuangan Ikhwanul Muslimin di seluruh dunia, yaitu ingin mewujudkan kekuasaan Islam di seluruh dunia. Namun, dalam konteks Palestina tujuannya lebih bersifat lokal untuk kawasan Palestina yang nantinya akan bersinergi dengan gerakan Ikhwanul Muslimin di belahan dunia lain untuk mewujudkan cita-cita besar Ikhwanul Muslimin. Bila diurut secara analitis, apa yang ingin dicapai oleh Hamas dengan berbagai gerakannya adalah sebagai berikut.

Tujuan Umum: Mendirikan Negara Islam di Palestina

Seperti yang disebutkan pada pasal sembilan Piagam Hamas, Hamas percaya bahwa berdirinya sebuah negara bagi rakyat Palestina adalah tujuan akhir dari gerakan pembebasan Palestina. Setelah Palestina bebas, maka yang harus terwujud adalah negara Islam. Oleh sebab itu, dengan berbagai cara Hamas mengarahkan seluruh gerakannya untuk mewujudkan negara Islam di Palestina merdeka. Bagi Hamas, adalah hak rakyat palestina untuk hidup dalam kemerdekaan dan memerintah diri sendiri di bawah payung Islam yang menjadi agama mayoritas warga Palestina. Tujuan ini, selain disebutkan dalam pasal 9, juga seringkali diulang-ulang dalam berbagai kesempatan.74

Tujuan Strategis: Memerdekakan Seluruh Tanah Palestina

Bagi Hamas, tanah milik rakyat Palestina adalah dari Laut Tengah di Selatan sampai Sungai Jordan di Utara. Oleh sebab itu, apa yang dilakukan oleh Zionis Yahudi sejak tahun 30-an hingga yang terakhir pada tahun 1967 terhadap beberapa daerah di kawasan ini adalah tindakan penyerobotan. Mereka tidak berhak sama sekali atas daerah-daerah tersebut, apalagi dengan mengusir penduduk yang sudah sejak lama mendiami daerah-daearah tersebut.

Oleh sebab itulah, Hamas menempatkan pembebasan tanah Palestina sebagai tujuan strategis yang mungkin dicapai dalam jangka waktu cukup panjang, mengingat penguasaan Israel atas daerah-daerah itu cukup kuat. Untuk mencapai tujuan ini, berdasarkan Piagam Hamas, harus dilakukan oleh tiga kekuatan, yaitu kekuatan rakyat Palestina sendiri, kekuatan negara-negara Arab, dan kekuatan seluruh umat Islam. Untuk mewujudkan tujuan itu, rakyat Palestina tidak bisa berjuang sendirian. Oleh karena itu, pada praktiknya Hamas selalu mengedepankan upaya kerja sama dan menjalin dukungan dari seluruh negara Arab dan negara-negara Islam di seluruh dunia.75

Tujuan Antara

74 Jawad Al-Hamd dan Iyad Al-Barghutsy (ed.). op. cit. hal. 61-62

Untuk mewujudkan tujuan umum dan tujuan strategis di atas secara bertahap, Hamas menggagas beberapa tujuan antara yang bisa dilakukan segera sebagai berikut. Inilah tujuan-tujuan operasional yang nantinya akan memandu peta gerakan Hamas di lapangan.

a. Membebaskan Tepi Barat dan Jalur Gaza

Tepi Barat dan Jalur Gaza dikuasai secara de facto oleh Israel setelah kemenangannya atas negara-negara Liga Arab pada perang tahun 1967. Sejak saat itu, Ikhwanul Muslimin yang menjadi cikal bakal Hamas terus berusaha agar kedua wilayah itu kembali ke tangan bangsa Arab-Palestina. Saat Hamas berdiri, maka salah satu yang menjadi target perjuangannya adalah membebaskan kedua daerah tersebut.

Sekalipun sudah ditandatangani Penjanjian Oslo atau Perjanjian Gaza-Ariha Pertama tanggal 13 September 1993 antara PLO dengan Israel yang meresmikan berdirinya pemerintahan Otoritas Palestina melalui pemilihin umum dan menyepakati akan diberikannya Jalur Gaza dan Tepi Barat kepada pemerintah Otoritas Palestina secara bertahap, namun Hamas melihat perjanjian itu belum benar-benar membebaskan Jalur Gaza dan Tepi Barat. Sebab, kesepakatan itu justru malah semakin memantapkan kedudukan Israel di wilayah-wilayah Palestina dengan diakuinya secara resmi keberadaan Israel oleh PLO dan kemudian oleh pemerintah Otoritas Palestina.76 Untuk itu, bagi Hamas Tepi Barat dan jalur Gaza masih harus terus diperjuangkan. Apalagi, Israel kelihatannya tidak serius dengan kesepakatan itu. Israel masih teruis melakukan serangkaian kekerasan terahapa rakyat sipil yang tidak berdosa. Di Hebron, tanggal 24 Februari 1994, terjadi pembantaian sadis terhdap warga Palestina yang tengah melaksanakan shalat subuh. Korban meninggal sebanyak 66 orang dan 300 lainnya menderita luka-luka.

b. Mengislamkan Masyarakat

Target lain gerakan Hamas adalah mengislamkan masyarakat Palestina. Bagi Hamas, ini adalah pra-syarat mutlak menuju kemerdekaan Palestina secara paripurna. Ini semacam kekuatan moral yang dapat menopang tegaknya negara Islam di Palestina. Tanpa itu, kemerdekaan Palestina tidak akan memiliki penopang yang kuat dan mudah digerogoti oleh kekuatan-kekuatan musuh.

Untuk mewujudkan itu semua, Hamas mengorganisir berbagai kegiatan dakwah, sosial, dan pendidikan yang diorientasikan untuk mewujudkan masyarakat Palestina yang menjalankan Islam secara kaffah. Sumbangan paling besar yang diberikan Hamas di lapangan ini adalah kegiatannya di bidang pendidikan. Pada saat gerakan-gerakan lain lebih berkonsentrasi pada gerakan politik dan militer, Hamas justru banyak memperhatikan masalah pendidikan yang sangat strategis untuk mempersiapkan kader-kader Palestina di masa yang akan 76 Ibid. hal. 63-65; Muhsin muhammad Shalih.Dirâsah Manhajiyyah fi Qadhiyyah

Al-Filisthîniyyah. (Kuala Lumpur: Fajar Ulung, 2003) hal. 471-477; Abu Ridha (ed.) op. cit. hal.

datang. Apa yang dilakukan Hamas di bidang ini sesungguhnya hanya melanjutkan apa yang sudah dirintis sebelumnya oleh Ikhwanul Muslimin.77

c. Memperkuat Legitimasi Sayap Militer

Hamas yakin bahwa melawan pendudukan Israel di Palestina adalah tugas yang legal, baik secara agama maupun undang-undang internasional. Oleh sebab itu, dengan penuh keyakinan Hamas terus mempromosikan gerakan-gerakan militernya agar mendapat pengakuan dan dukungan dari masyarakat Palestina sendiri, dari negara-negara Arab dan dari dunia Muslim internasional. Dengan legitimasi yang kuat, Palestina (dan terutama Hamas) akan memiliki kekuatan yang sangat besar untuk terus melakukan tekanan-tekanan terhadap Israel.78

d. Melanjutkan Gerakan Intifadhah

Sejak meletusnya Intifadhan Pertama tanggal 8 Desember 1987, Hamas selalu menyerukan untuk terus melancarkan perlawanan terhadap kesewenang-wenangan Israel. Hamas menganggap Intifadhah adalah salah satu cara jihad yang dapat mengantarkan pada tujuan utama, yakni membebaskan seluruh negeri Palestina dari cengkraman kezhaliman Yahudi-Israel. Bersama-sama dengan gerakan radikal lain seperti Jihad Islam, Hamas terus melancarkan Intifadhah terhadap Israel. Namun di lapangan, seringkali karena perbedaan tujuan akhir dari masing-masing organisasi, karena tekanan politik dan peroblem keuangan, gerakan Intifadhah I yang dilancarkan Hamas dan gerakan paramiliter lain selama enam tahun (1987-1993) terlihat sporadis dan tidak terlihat efektivitasnya dalam mengusir Israel.79 Namun kemudian, tahun 2000 Intifadhah yang dimotori Hamas kembali meletus sebagai respon terhadap berbagai pelanggaran dan kebiadaban tentara Israel yang diawali oleh kunjungan Ariel Sharon ke Masjid Al-Aqsha yang sangat menghina umat Islam.80 Dari sini terlihat bahwa Hamas memang sangat serius dengan proyek ―Intifadhah‖-nya.

e. Menjaga Kesatuan Nasional

Hamas secara aktif bekerja pada level bawah untuk mengusahakan terjaganya keutuhan nasional bangsa Palestina. Secara tegas Hamas melawan politik ―devide and rule‖ (memecah belah dan menguasai) yang dijalankan Israel. Hamas selalu menekankan komitmennya untuk tetap menghormati sesama warga Palestina sekalipun mereka non-Muslim dan menghargai keberadaan organisasi-organisasi gerakan lain. Sikap ini selalu dijadikan bukti oleh Hamas bahwa gerakan yang dilakukan Hamas adalah untuk semua warga Palestina, baik Muslim maupun Kristen.81

77 Jawad Al-Hamd dan Iyad Al-Barghutsy (ed.). op. cit. hal. 65-67

78 Ibid. hal. 67-69 79 Ibid. hal. 69-71

80 Harun Yahya. op. cit. hal. 3

f. Membebaskan para Tawanan dan Menghentikan Serangan Israel terhadap Rakyat Sipil Palestina

Tujuan antara yang lain yang ingin diwujudkan oleh Hamas adalah membebaskan seluruh tawanan yang ditawan oleh Israel dan mencegah terjadinya penyerangan tentara Israel terhadap warga sipil Palestina yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Hamas telah berkali-kali mengajukan permohonan kepada Israel agar tidak menyerang warga sipil. Hamas pun berkomitmen untuk tidak menyerang warga sipil Yahudi-Israel yang tidak bersenjata.

g. Menggali Dukungan Negera-Negara Arab dan Islam

Dukungan internasional, selain dibutuhkan untuk meligitimasi sayap militernya juga untuk mendukung isu-isu Palestina secara keseluruhan. Dengan dukungan internasional, terutama dari negara-negara Arab dan negara-negara Islam di seluruh dunia, isu-isu strategis Palestina akan dengan mudah dibawa ke dalam wacana internasional dan dapat segera diupayakan proses penyelesaiannya. Dukungan internasional seperti inipun dapat semakin memberikan legitimasi terhadap berbagai gerakan Hamas menentang Yahudi-Israel.

Tujuan Segera

a. Netralisasi Kekuatan Militer Israel

Ada dua tujuan yang harus segara diraih oleh Hamas. Salah satunya adalah netralisasi kekuatan militer Israel ini dilakukan Hamas sejak awal meletusnya Intifadhah. Para pemuda yang berjuang hanya dengan bersenjatakan batu-batu tentu saja sangat tidak seimbang dengan kekuatan pasukan Israel yang bersenjatakan lengkap. Namun, gerakan ini dimaksudkan oleh Hamas lebih sebagai salah satu taktik jangka pendek untuk menetralisasi kekuatan militer Israel agar tidak terlampau merasuk ke dalam jantung-jantung pertahanan rakyat Palestina.

b. Memantapkan Legitimasi Politik

Tujuan segera berikutnya adalah mendapatkan legitimasi politik dari reakyat palestina sendiri. Tujuan inilah yang mengantarkan Hamas pada berbagai kebijakan politik yang selintas terlihat agar berseberangan dengan gerakan-gerakan radikal yang selama ini dilakukannya. Bagi Hamas, perang bukanlah tujuan utama. Tujuan utamanya adalah terwujudnya negara Islam di negeri Palestina yang merdeka. Oleh sebab itu, selain gerakan militer, Hamas pun terus berusaha melakukan gerakan pada ranah politik.82 Tidak mengherankan bila kemudian Hamas memutuskan untuk ikut dalam pemilu kedua Palestina pada tahun 2006 setelah pada pemilu pertama tahun 1996 tidak ikut dalam pemilu berkaitan dengan masih ditahannya Syaikh Yasin.83 Ini adalah langkah politik yang cukup strategis untuk mendapatkan legitimasi dari rakyat Palestina.

82 Ibid. hal. 76-77

Dalam dokumen HAMAS kenapa dibenci Israel.pdf (Halaman 42-46)