Peraturan Lengkap PILKADA, diterbitkan oleh Sinar Grafika Jl. Sawo Raya No. 18. Jakarta 7 April 2008.
Fachruddin. Ahmad, Pilkada DKI 2007 Demokratisasi Civil Society. Jakarta: PT Nusa Utama 2008.
Sanit. Arbi, Swadaya Politik Masyarakat, telaah tentang keterlibatan Organisasi masyarakat. Jakarta: CV Rajawali 1985.
Soekanto. Soerjono, Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Grafindu Persada 2001.
S.H.Sarundajang, Pilkada Langsung Problem dan Prospek. Jakarta: Hasta Pustaka 2005.
Rahhardiansah P. Trubus, Pengantar Ilmu Politik. Jakarta: Universitas Trisakti 2006.
Nasuhi Hamid, dkk,. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis dan Disertasi). Jakarta: CeQDA Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah 2007,. Cet II
Pribadi. Toto, dkk, Sistem Politik Indonesia. Jakarta: Universitas Terbuka 2006.
Budiardjo. Miriam, Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama 2008.
Sjamsuddin. Najaruddin, Profil Budaya Politik Indonesia. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti 1991.
AD/ART, Dewan Pimpinan Pusat FORKABI.
Hadad. Ismid, Budaya Politik dan Keadilan Sosial. Jakarta: LP3ES, 1979. Mangkubumi, Kerangka dan Konsepsi Politik Indonesia. Yogyakarta: Mitra Gama Widya 1989.
Rumanti. Maria Assumpta, Dasar-dasar Public Relations Teori dan Rraktik. Jakarta: PT Grasindo 2002.
AD/ART Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (BAMUS BETAWI).
Data Organisasi Masyarakat Pendukung Bamus Betawi Periode 2008-2013.
Undang-Undang Dasar 1945 (Yogyakarta: Penerbit New Merah Putih, 2009).
UU 32 Tahun 2004, Tentang Pemerintah Daerah (Jakarta: Ramdina Prakasa, 2004).
Muhajir, Bahasa Betawi, sejarah dan perkembangannya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia 2000.
Jusuf. Gary Rachman, Birokrasi Dalam Masyarakat Modern (Jakarta: Universitas Indonesia 1987).
Thoha. Miftah, Birokrasi dan Politik di Indonesia (Jakarta: PT Raja Grafindo 2003).
Harmen, Rahmawaty, Diskriminasi Etnis Minoritas di Malaysia (Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti, 2002).
Majalah dan Internet.
Lili Romli, dkk. Jurnal Demokrasi dan HAM ( Jakarta : The Habibie Center, 2000).
Media cetak, Kompas.
http://www.bps.co.id, diakses pada tanggal 10 November 2010.
http://www.kpu.go.id, diakses pada tanggal 09 Desember 2010.
http://www.jakarta.go.id, diakses pada tanggal 15 Desember 2010.
http://www.disdikdki.net, diakses pada tanggal 15 Desember 2010.
http://www.daerah khusus ibukota jakarta. go.id, diakses pada tanggal 27 Desember 2010.
http://www.perspektif.net, diakses pada tanggal 04 Januari 2011.
http://.beritaindonesia.co.id, diakses pada tanggal 04 Januari 2011.
http://www.fauzibowo.co.id, diakses pada tanggal 07 Januari 2011.
http://kodepos.nomor.net, diakses pada tanggal 05 Februari 2011.
http://goslink.wordpress.com, diakses pada tanggal 10 Februari 20011.
http://dedipriandes.blogspot.com, diakses pada tanggal 12 Februari 2011.
http://betawi.blogsome.com, diakses pada tanggal 12 Februari 2011.
http://pmiijakarta.com, diakses pada tanggal 12 Februari 2011.
http://dpraulujami.blog.com, diakses pada tanggal 18 Februari 2011.
Hasil Wawancara.
Wawancara dengan Ketua Umum FORKABI, Husain Sani. Pada tanggal 3 Agustus 2010.
Wawancara dengan Sekjen FORKABI, A. Latif HM. Pada tanggal 1 Oktober 2010.
Wawancara dengan Ketua 1 BAMUS BETAWI, M. Arsani. Pada tanggal 1 Desember 2010.
Wawancara dengan mantan Ketua Umum FORKABI periode 2005-2010, Husain Sani. Pada tanggal 14 Januari 2011.
Wawancara dengan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FORKABI Jakarta Timur, M. Iwan. Pada tanggal 17 Januari 2011.
Lampiran.
Komparasi Janji-janji Calon Gubernur DKI Jakarta.1
Permasalahan Fauzi Bowo Adang Daradjatun
Kemacetan. 1. Perluasan
penambahan jaringan jalan.
2. Optimalisasi jaringan jalan yang ada. 3. Jalur khusus sepeda motor dan sepeda. 4. Rond princing untuk mengatasi kemacetan.
1. Membangun sistem transportasi missal, murah, cepat dan nyaman.
2. Mengendalikan Pertumbuhan kendaraan bermotor pribadi.
Banjir. 1. Penyelesaian banjir
timur dan normalisasi banjir kamal barat. 2. Normalisasi kali ciliwung, kali pesanggrahan, kali krukut dan lain-lain. 3. Penyelesaikan polder dan sistem drainase. 4. Pelestarian situ-situ diselatan Jakarta. 1. Mempercepat pembangunan banjir kamal timur. 2. Perbaikan sistem dranese kota. 3. Revitalisasi daerah aliran sungai kawasan hijau dan daerah resepan air.
Alat transportasi umum. 1. Peningkatan jaringan angkutan missal, berbasis rel, jalan dan kapal laut.
2. Peningkatan angkutan umum dari kepulawan seribu.
3. Peningkatan akses angkutan umum khusus ke bandara cengkareng. 1. Melanjutkan Pembangunan busway. 2. Revitalisasi angkutan kereta api. 3. Merintis non motorized transportation. 4. Bermitra dengan swasta.
Pendidikan. 1. Subsidi sekolah
kejuruan.
2. Perluasan kualitas pendidikan dasar dan menengah. 3. Pembatasan wajib belajar 12 tahun. 1. Pendidikan gratis sampai SLTA. 2. Peningkatan kesejahteraan guru. 3. Keterlibatan
pendidikan dan iptek 4. Revitalisasi balai latihan kerja.
Kesehatan. 1. Meningkatkan jumlah
dan mutu puskesmas. 2. Menetapkan tenaga kesehatan di kelurahan.
1. Gratis perawatan kelas III semua rumah sakit.
2. Meningkatkan mutu
1
3. Dana pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin. pelayanan kesehatan. Kemiskinan. 1. Pemberdayaan masyarakat kelurahan. 2. Pembentukan lembaga keuangan mikro di kelurahan. 3. Pembangunan rumah susun. 4. Perbaikan permukiman kumuh. 1. Penyedian perumahan sehat dan terjangkau untuk rakyat miskin. 2. Mendukung program pembangunan rusun oleh pemerintah pusat. 3. Menghapus kawasan kumuh. Ketenaga kerja/Pengangguran. 1. Pengembangan kesempatan kerja. 2. Perlindungan dan pengendalian tenaga kerja. 3. Penataan kawasan industri. 1. Pengembangan sektor informal.
Keamanan. 1. Program polisi
komunitas. 2. Peningkatan kepasitas aparatur. 1. Meningkatkan kerukunan anatar kelompok masyarakat. 2. Menekan kriminalitas. 3. Menegakkan supremasi hukum.
NAMA –NAMA GUBERNUR DKI JAKARTA 1945 - 2007
1. Suwiryo 1945-1947. 2. Daan Jahja 1948-1950. 3. Suwiryo 1950-1951. 4. Syamsurizal 1951-1953. 5. Sudiro 1953-1960. 6. Soemarno 1960-1964. 7. Henk Ngantung 1964-1865. 8. Soemarno 1965-1966. 9. Ali Sadikin 1966-1977.
10. Tjokropranolo 1977-1982. 11. R. Soeprapto 1982-1987. 12. Wiyogo Atmodarminto 1987-1992. 13. Soerjadi Soedirdja 1992-1997. 14. Sutiyoso 1997-1998. 15. Sutiyoso 1998-2007. 16. Fauzi Bowo 2007-2012.
Transkrip Wawancara dengan Ketua Umum Pusat Forkabi : Bpk. H. Husain Sani Selasa 03 Agustus 2010
P: Sejarah terbentuknya ormas Forkabi.
J: Berawal dari insitiatif Husain Sani yang sekarang menjabat menjadi Ketua Umum Ormas Forkabi dan sebelumnya ia menjabat sebagai Ketua II Bamus Betawi. Pada awal terbentuknya Forkabi ialah terjadinya keributan antara etnis yaitu etnis Betawi dengan etnis Madura, yang terjadi di Pasar Kebayoran Jakarta Selatan. Karena etnis Betawi sebagai masyarakat asli Jakarta tak rela kalau saudarah-saudarahnya ditindas oleh masyarakat pendatang pada saat itu (Madura).
P: Untuk sumber pendanaan Forkabi mendapatkan dari pihak mana saja.
J: Memang benar sebuah organisasi harus membutuhkan dana yang begitu besar untuk terciptanya Visi/Misi organisasi tersebut, tetapi dari semangat kawan-kawan pengurus Forkabi, demi terciptanya Visi/Misi setiap anggota dimintakan uang iuran sebesar yang tidak ditentukan. Disamping itu ada pula masyarakat Betawi yang tidak langsung membantu yang bersumber uang untuk pendanaan Forkabi, tetapi tidak ditentukakan pula untuk nominal uangnya.
P: Bagaimana pandangan Forkabi melihat Pilkada DKI Jakarta 2007.
J: Pandangan Forkabi mendukung penuh dengan diadakan Pilkada, karena masyarakat dapat memilih dan menentukan pemimpin yang mereka cita-citakan, untuk merubah keadaan DKI Jakarta menjadi aman dan terkendali.
P: Bagaimana peran Forkabi dalam Pilkada DKI Jakarta 2007.
J: Karena dari kandidat calon gubernur DKI Jakarta, ada yang berasal masyarakat Betawi (Fauzi Bowo) maka dari Visi/Misi Forkabi adalah untuk mengakat martabat masyarakat Betawi, Forkabi sepenuhnya mendukung dan berkerjasama dengan tim sukses dari calon gubernur untuk membantu memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2007.
P: Apakah dari pihak Forkabi sendiri ada kontrak politik dengan Fauzi Bowo.
J: Kalau dari kontrak politik dengan Forkabi sendiri, memang ada diantaran lainnya adalah harus ditingkatkan kebudayaan Betawi diantara kebudayaan lainnya yang berada di DKI Jakarta dan untuk dipermudahkan aspirasi-aspirasi masyarakat Betawi dalam politik.
P: Bagaimana hubungan Forkabi dengan ormas-ormas Betawi lainnya, seperti Forum Betawi Rempug (FBR).
J: Hubungan Forkabi dengan FBR baik-baik saja, mungkin kalau disana-sini ada keributan itu hanya ditingkat kecamatan saja, tetapi pimpinan dengan pimpinan baik-baik saja tak ada masalah yang berarti.
P: Pada tanggal berapa Forkabi mengambil keputusan untuk mendukung Fauzi Bowo.
J: Tadi saya sudah bilang, karena Fauzi Bowo adalah masyarakat Betawi Forkabi sepenuhnya untuk mendukung ia untuk menjadi gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012 dan dukungan dari Forkabi menujuh kepada Visi/Misi Forkabi adalah mengangkat orang Betawi, kalau pengambilan keputusan pastinya dalam rapat bersama anggota-anggota atau pengurus Forkabi dari tingkat RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan bermusyawarah/rapat kerja (RAKER) terlebih dahulu tetapi dengan satu pertemuan Forkabi dapat mengambil keputusan untuk mendukung Fauzi Bowo, dan pengambilan keputusan pada tanggal 7 januari 2007.
P: Bagaimana cara Forkabi untuk mendukung dan mensukseskan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Fauzi Bowo dan Prijanto.
J: Forkabi memulai bersosialisasi dari tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di DKI Jakarta sampai ditingkat Dewan Pimpinan Ranting (DPRt), melalui calon pasangan gubernur tersebut.
Transkrip Wawancara dengan Sekjen Forkabi : Bpk. A. Latif HM Jumat 01 Oktober 2010.
P: Apakah Forkabi dapat dikatakan sebuah ormas kelompok kepentingan di DKI Jakarta.
J: Forkabi adalah sebuah ormas Betawi yang berkediaman di DKI Jakarta. Forkabi juga mempunyai peran politik, hal ini untuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Betawi terhadap pemerintah yang dinilai menyimpang dari kinerja mereka, melalui massa yang begitu besar Forkabi diharapkan dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah agar berdampak positif.
P: Bagaimana pendapat Forkabi dengan dukungan FBR yang mendukung pasangan gubernur dan wakil gubernur, berlainan dengan Forkabi sendiri.
J: Ya, menurut Forkabi FBR sudah menyimpan dari Bamus Betawi, karena pada saat itu Fauzi Bowo adalah ketua umum Bamus Betawi, jadi sebagai masyarakat Betawi maupun ormas Bamus Betawi untuk mendukung sepenuhnya kepada putra Betawi (Fauzi Bowo) sebagai gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012.
Transkrip Wawancara dengan Ketua 1 BAMUS BETAWI : Bpk. M. Arsani Rabu 01 Desember 2010.
P: Sejarah Terbentuknya Bamus Betawi.
J: Pada tanggal 22 Juni 1982 Bamus Betawi menyatakan, membentuk dan mensahkan berdirinya Badan Musyawarah Masyarakat Betawi disingkat Bamus Betawi, yang menggunakan identitas ke-Betawian sebagai siasat untuk meraih ambisi perekonomian dan kuasa politik. Berdirinya Bamus Betawi tidak terlepas dari ormas Betawi lainnya, yang sebelumnya sudah berdiri di DKI Jakarta antara lainnya: Yayasan Mohammad Husni Thamrin dan Lembaga kebudayaan Betawi (LKB), Ikatan Warga Betawi (IWARDA), Persatuan Masyarakat Jakarta Muhammad Husni Thamrin (PERMAT), Ikatan Keluarga Besar Anak Jakarta (LKB ANDA), Ikatan Keluarga Jakarta (IKEDA), Ikatan Keluarga Jakarta Sejahtera (IKRAR), Keluarga Mahasiswa Betawi (KMB), Keluarga Pelajar Betawi (KPB), Yayasan Jakarta, Yayasan Rumah Sakit MH Thamrin, Ikatan Keluarga Jakarta (IKAB), Kerukunan Masyarakat Jakarta Asli (BETAWI KETIMUN) dan Pemangku Adat (MANGKURAT).
P: Didalam Bamus Betawi ada berapa ormas Betawi yang sudah menyatakan bergabung.
J: Sampai saat ini ormas Betawi yang sudah bergabung dengan Bamus Betawi ada sekitar 114 ormas Betawi.
P: Bagaimana pendapat Bamus Betawi pada saat Pilkada DKI Jakarta 2007, ada suatu perbedaan cara dukungan ormas Betawi antara Forkabi yang mendukung pasangan Fauzi Bowo dan Prijanto dengan FBR yang mendukung pasangan Adang Daradjatun dan Dani Anwar.
J: Sebagai Bamus Betawi sendiri, membebaskan kepada ormas Betawi untuk berpartisipasi politik didalam pemerintah pusat maupun daerah, perihal Pilkada DKI Jakarta bukan hanya Forkabi dan FBR saja yang berpartisipasi, tetapi ada juga ormas Betawi lainnya yang berpartisipai dikaranekan untuk memudahkan aspirasi-aspirasi masyarakat Betawi dalam politik.
Transkrip Wawancara dengan mantan Ketua Umum Pusat Forkabi 2005-2010 : Bpk. H. Husain Sani
Jumat 14 Januari 2011.
P: Menurut pendapat bapak, mengenai Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah apakah dinilai bermanfaat bagi masyarakat.
J: Ya, karena secara otomatis daerah mempunyai peran dalam pelaksanaan Pilkada, hal tersebut dikarenakan daerah-daerah lain tidak mau ikut campur dengan pelaksanaan Pilkada di luar daerah lainnya, disinilah momentum masyarakat dan ormas daerah dinilai juga mempunyai peranan dalam Pilkada.
P: Apakah dalam Raker Forkabi yang memutuskan dukungan Fauzi Bowo dan Prijanto untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur, apakah seluruh anggota Raker setuju atau tidak.
J: Didalam Raker tersebut, hadir semua pengurus Forkabi dari 6 (enam) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) antara lain ialah DPD Jakarta Pusat, DPD Jakarta Timur, DPD Jakarta Barat, DPD Jakarta Selatan, DPD Jakarta Utara dan DPD Kepulauan Seribu. Dalam keputusan raker tersebut ada 1 (satu) DPD yang tidak setuju untuk mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur tersebut, yaitu DPD Jakarta Timur. Pada saat itu saya menegaskan kepada Ketua DPD Jakarta Timur, kapan lagi putra Betawi menjadi gubernur DKI Jakarta kalau bukan sekarang. Saya juga menegaskan kepada anggota dan kader Forkabi maupun masyarakat DKI Jakarta khususnya masyarakat Betawi, untuk sepenuhnya mendukung dan mensukseskan pasangan Fauzi Bowo dan Prijanto untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2007-2012 dalam acara kampanye pasangan tersebut.
Transkrip Wawancara dengan Ketua DPD Forkabi Jakarta Timur : Bpk. M. Iwan. Senin 17 Januari 2011.
P: Pada saat keputusan Raker Forkabi, kenapa DPD Jakarta Timur sebelumnya tidak setuju dalam mendukung dan mensukseskan pasangan Fauzi Bowo dan Prijanto untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.
J : Forkabi ormas Betawi sebagian besar tempat untuk berkumpulnya masyarakat Betawi yang tidak berpolitik. Jadi perkumpulan ini jangan ikut campur pula dengan masalah-masalah politik, dari penegasan ketua umum kepada saya kapan lagi putra Beatwi bisa menjadi gubernur DKI Jakarta kalau bukan sekarang saatnya, dari penegasan tersebut saya akhirnya setuju untuk mendukung pasangan tersebut dengan bersama-sama DPD lainnya.