• Tidak ada hasil yang ditemukan

dan perak.” (“Report of Committee on Bank Acts, 1857”).

Demikian sejauh suatu krisis di Inggris diperhebat dengan legislasi perbankan, legislasi ini juga suatu alat untuk menipu/mencurangi negeri-negeri pengekspor gandum pada waktu-waktu kelaparan, pertama-tama dari gandum mereka dan kemudian dari uang untuk gandum mereka. Suatu larangan atas ekspor gandum pada masa seperti ini, dalam kasus negeri-negeri yang sendiri menderita hingga batas lebih banyak atau lebih sedikit karena kenaikan harga-harga, dengan demikian adalah suatu pertahanan yang sangat rasional terhadap rencana dari

Bank of England ini, “untuk memenuhi perjanjian-perjanjian” untuk impor gandum “dengan kegagalan pembayaran.” Jauh lebih baik jika para produsen dan spekulan gandum mesti kehilangan sebagian laba mereka untuk kebaikan negeri mereka sendiri daripada kehilangan kapital mereka bagi kebaikan Inggris. Kita menyimpulkkan dari yang telah dikatakan di sini bahwa kapital komoditi sebagian besar kehilangan kapasitasnya untuk mewakili kapital uang potensial dalam masa krisis, dan pada umumnya manakala bisnis macet. Hal yang sama berlaku mengenai kapital fiktif, kertas (berharga) penghasil-bunga, sejauh-jauh ini sendiri beredar sebagai kapital uang di bursa saham. Dengan naiknya tingkat bunga, harganya jatuh. Ia jatuh lebih lanjut, dikarenakan kekurangan umum akan kredit, yang memaksa para pemilik kertas berharga ini untuk menumpahkannya di pasar dalam suatu skala massal untuk mendapatkan uang. Dalam kasus saham- saham, akhirnya, harganya jatuh sebagian sebagai akibat suatu kemerosotan dalam pendapatan yang atasnya mereka adalah klaim-klaim dan sebagian sebagai akibat sifat penipuan dari perusahaan-perusahaan yang seringkali mereka wakili. Kapital uang fiktif ini luar-biasa berkurang selama krisis-krisis, dan dengannya daya para pemiliknya untuk menggunakannya meminjam uang di pasar. Penurunan nilai uang surat-surat berharga ini di atas daftar bursa-saham, namun, tidak mempunyai hubungan apapun dengan kapital tulen yang mereka wakili. Dibandingkan dengan ini, ia banyak berkaitan dengan kemampuan bayar para pemiliknya.

bab 31

KaPiTaL uang dan KaPiTaL TuLen: ii

(LanjuTan)

Kita masih belum selesai dengan persoalan hingga seberapa jauh akumulasi kapital dalam bentuk kapital uang untuk pinjaman bertepatan dengan akumulasi sejati, ekspansi proses reproduksi itu.

Transformasi uang menjadi kapital uang untuk pinjaman merupakan suatu masalah yang jauh lebih sederhana daripada transformasi uang menjadi kapital produktif. Namun di sini kita mesti membedakan antara dua hal yang berbeda; sekedar transformasi uang menjadi kapital pinjaman; transformasi kapital atau pendapatan menjadi uang yang ditransformasi menjadi kapital uang.

Hanya hal terakhir itu yang berhubungan dengan akumulasi sejati dari kapital industri, dan hanya ini dapat melibatkan suatu akumulasi positif dari kapital untuk pinjaman.

1. TRANSFORMASI UANG MENJADI KAPITAL PINJAMAN.

Kita sudah mengetahui bagaimana suatu bertumpuknya atau berlimpah- limpahnya kapital pinjaman, yang berhubungan dengan akumulasi produktif hanya dapat timbul dengan berada dalam perbandingan terbalik dengannya. Ini adalah kasusnya dalam dua tahapan siklus industri, pertama-tama pada waktu kapital industri dalam kedua bentuk kapital produktif dan kapital komoditi telah menciut, yaitu pada awal siklus setelah krisis itu; dan kedua pada waktu perbaikan telah dimulai namun kredit komersial masih belum banyak memerlukan kredit bank. Dalam kasus pertama kapital uang yang sebelumnya digunakan untuk produksi dan perdagangan tampak sebagai kapital pinjaman yang menganggur; dalam kasus kedua ia telah digunakan dalam suatu skala yang meningkat namun pada suatu tingkat bunga yang sangat rendah, karena kini adalah kaum kapitalis indiustri dan komersial yang menetapkan syarat-syarat pada kapitalis uang itu. Kelebihan (surplus) kapital pinjaman dalam kasus pertama menyatakan kemacetan kapital industri, dan dalam kasus kedua menyatakan ketidak-tergantungan relatif kredit komersial pada kredit bank, bersandar pada cairnya hasil-hasil, jangka pendek kredit dan operasi-operasi yang secara dominan dilakukan dengan kapital seseorang sendiri. Para spekulan yang menyandarkan diri pada kapital kredit orang lain masih belum muncul di lapangan; sedangkan orang-orang yang beroperasi dengan kapital mereka sendiri masih jauh dari sesuatu yang seperti operasi-operasi kredit murni. Pada fase pertama, surplus kapital pinjaman

menyatakan justru yang sebaliknya dari akumulasi sejati. Pada fase kedua ia bertepatan dengan ekspansi yang diperbarui dari proses reproduksi; ia menyertainya tanpa menyebabkannya. Surplus kapital pinjaman sudah dalam kemerosotannya dan hanya berhubungan dengan permintaan. Dalam kedua kasus itu ekspansi proses akumulasi yang sebenarnya dipromosikan, karena tingkat bunga yang rendah, yang bertepatan dalam kasus pertama dengan harga-harga yang rendah, dan dalam kasus kedua dengan harga-harga yang pelan-pelan naik, meningkatkan bagian laba yang ditransformasi menjadi laba usaha. Ini lebih-lebih lagi seperti itu manakala bunga naik pada tingkat rata-ratanya selama puncak periode kemakmuran; sekalipun ia telah naik, ia belum naik dalam hubungan dengan laba.

Di lain pihak kita telah mengetahui bagaimana suatu akumulasi kapital pinjaman dapat terjadi tanpa sesuatu akumulasi sejati, dengan alat-alat teknik semurninya seperti ekspansi dan konsentrasi sistem perbankan, penghematan pada cadangan sirkulasi atau bahkan pada dana cadangan individual perseorangan atau alat- alat pembayaran, yang dengan cara ini ditransformasi menjadi kapital pinjaman untuk jangka-jangka waktu singkat. Sekalipun kapital pinjaman ini, yang oleh karena itu juga dikenal sebagai kapital mengambang, yang hanya menerima bentuk kapital pinjaman untuk jangka-waktu singkat (dan dengan demikian mesti hanya digunakan untuk diskonto jangka-pendek), ia selalu mengalir pulang-pergi. Jika seseorang menariknya kembali, seseorang lain memasukkannya. Jumlah kapital uang untuk pinjaman (dan di sini kita sama sekali tidak merujuk pada pinjaman-pinjaman untuk sejumlah tahun, melainkan semata-mata pada pinjaman- pinjaman jangka-pendek terhadap surat-surat wesel dan deposito-dceposito) dengan demikian sesungguhnya bertumbuh tanpa bergantung pada akumulasi sejati.

Bank Committee, 1857. Pertanyaan 501. “Apa yang anda maksudkan dengan kapital mengambang?” – (Jawaban Mr. Weguelin, Gubernur Bank of Engkand:) “Yaitu kapital yang dapat diberlakukan untuk pinjaman-pinjaman uang untuk jangka-pendek ...” (502) “Surat-surat promes Bank of England ... sirkulasi bank daerah, dan jumlah koin yang berada di dalam negeri.” –(Pertanyaan:) “Ia tidak tampak dari hasil-hasil di depan Komisi, jika dengan kapital mengambang anda maksudkan sirkulasi aktif [dari surat-surat promesBank of England], bahwa terdapat sesuatu perbedaan yang sangat besar dalam sirkulasi aktif? [Sekalipun merupakan suatu perbedaan yang sangat penting mengenai siapa yang memajukan sirkulasi aktif itu, orang yang meminjamkan-uang atau kapitalis reproduktif itu sendiri. Jawaban Weguelin:] “Dalam kapitalmengambang aku masukkan cadangan-cadangan bank-bank, di mana terdapat suatu fluktuasi yang besar sekali.”