BAB V PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
5.3 Desain Sistem
5.3.3 Desain Database
yang berlaku di Garmen Jaya Bali. Berikut merupakan logika proses bisnis dan aturan dalam menjalankan sistem informasi pengendalian persediaan yang dijelaskan pada tabel 5.10.
Tabel 5. 10
Aturan Proses Bisnis Garmen Jaya Bali
Proses Aturan proses
Permintaan produk
1. Karyawan bagian penjualan harus memasukkan data produk terjual terlebih dahulu kedalam database Garmen Jaya Bali. 2. Jumlah permintaan diramalkan oleh pemilik berdasarkan data
historis penjualan.
3. Pemilik memasukkan data estimasi permintaan ke dalam sistem. Produksi 1. Bagian produksi melihat data estimasi permintaan produk, yang
sebelumnya telah dibuat oleh pemilik.
2. Bagian produksi akan memasukkan data BOM produk dan melakukan perencanaan MPS dan MRP. sehingga kebutuhan bersih untuk produksi dapat diketahui.
Persediaan Gudang
1. Karyawan gudang/pengadaan akan menerima daftar kuantitas komponen penyusun produk yang dibutuhkan berdasarkan MRP, yang sebelumnya telah ditentukan oleh bagian produksi.
2. Karyawan gudang/pengadaan akan menentukan kebutuhan bersih untuk bahan baku.
3. Kebutuhan bahan baku bersih ini akan diinformasikan ke bagian
accounting untuk dilakukan transaksi pembelian.
5.3.3 Desain Database
Desain database bertujuan untuk menjelaskan gambaran data-data yang digunakan dan dikembangkan didalam sistem. Desain basis data meliputi desain logis dan desain fisik.
5.3.3.1 Desain Database Logis
Desain database logis merupakan desain yang memudahkan pemahaman user mengenai bagaimana sistem informasi bekerja secara logika. Desain logis dapat digambarkan dengan menggunakan ERD. Adapun langkah-langkah dalam pembuatan ERD adalah sebagai berikut.
1. Daftar entitas
Identifikasi entitas perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum membuat ERD. Setiap entitas merupakan tabel yang nantinya akan dibuat dalam sistem informasi. Entitas yang akan dibuat pada sistem informasi pengendalian persediaan Garmen Jaya Bali akan dibuat seperti pada tabel 5.11.
57
Tabel 5. 11
Daftar Entitas dan Atribut
No. Entitas Atribut
1 BOM Kode_bom, level_bom, komponen_induk,
kode_komponen, kebutuhan
2 Komponen Kode_komponen, nama_komponen, warna,
ukuransatuan,lead_time, tempat
3 Ambil_komponen Kode_ambil_komponen, tanggal, kode_komponen, jumlah_ambil.
4 Tambah komponen Kode_tambah_komponen, tanggal, kode_komponen, jumlah_tambah
5 Stok opname komponen Kode_opname_komp, tanggal, kode_komponen, jumlah_opname
6 Stok_awal_komponen Kode_stok_awal_komponen, tanggal, kode_komponen, jumlah_awal
7 Produk jadi Kode_produk, nama_produk, warna, ukuran, harga_satuan,lead_time, rak
8 Ambil_produk Kode_ambil_produk, tanggal, kode_produk, jumlah_ambil.
9 Tambah produk Kode_tambah_produk, tanggal, kode_produk, jumlah_tambah
10 Stok opname produk Kode_opname_produk, tanggal, kode_produk, jumlah_opname
11 Stok_awal_produk Kode_stok_awal, tanggal, kode_produk, jumlah_awal 12 Karyawan Kode_karyawan, bagian, nama_karyawan, no_hp, alamat 13 Permintaan produk
SPARASI
Kode_permintaan, bulan, tahun, permintaan_aktual, peramalan_permintaan, XXL, XL, L,M,S
14 Permintaan produk STA Kode_permintaan, bulan, tahun, permintaan_aktual, peramalan_permintaan, XXL, XL, L,M,S
15 MPS
Kode_mps, tanggal, kode_produk,kode_bom, lot size, hari(1-30), aktual(1-30), available_balance(1-30), mps(1-30)
16 MRP Kode_mrp,bulan,kode_bom lot size, GR(1-30), SR(1-30), POH(1-30),NR(1-30),POREC(1-30),POREL(1-30) 17 Transaksi Bahan Kode_transaksi, tanggal, kode_bb, jumlah, satuan,
harga_satuan, total_biaya
Berdasarkan tabel 5.11 dapat dilihat bahwa terdapat 17 entitas yang akan dibuat dalam sistem informasi pengendalian persediaan Garmen Jaya Bali. Entitas dan atribut pada Tabel 5.11 akan digunakan untuk membuat prototype sistem informasi.
2. Entity Relationship Diagram (ERD)
ERD dibuat untuk menunjukkan objek/entitas data dan hubungannya dengan entitas lainnya. Sebelum melakukan penggambaran ERD, terlebih dahulu dibuat derajat relasi antar entitas, seperti pada tabel 5.12.
58 Tabel 5. 12
Identifikasi Relasi dan Entitas
No Entitas Relasi Entitas Jenis relasi
1 BOM Dibutuhkan MRP One to many
2 MPS Membutuhkan Permintaan STA One to one
3 Tambah produk Mempengaruhi produk jadi One to one
4 Ambil produk Memiliki produk jadi One to Many
5 Stok opname Terdiri dari Produk jadi One to Many
6 MRP Mengurang MPS One to one
7 komponen memiliki Ambil komponen One to many
8 komponen Mempengaruhi Tambah komponen One To many
9 MPS Membutuhkan Permintaan Sparasi One To one
10 Karyawan menangani Penjualan One to many
11 Karyawan menangani Pengambilan Produk One to many
Selanjutnya ERD akan digambarkan sesuai dengan entitas, atribut dan derajat relasi pada tabel 5.12. Gambar ERD dapat dilihat pada Lampiran 8
3. Normalisasi
Normalisasi adalah proses pengelompokan data kedalam tabel atau relasi atau file untuk menyatakan entitas dan hubungan mereka sehingga terwujud satu bentuk database yang mudah dimodifikasi. Tahap normalisasi tabel akan dijelaskan sebagai berikut:
a. Bentuk tidak normal, bentuk tidak normal merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak memiliki format tertentu, sehingga dapat terjadi data tidak lengkap atau data terduplikasi. Data dibuat apa adanya sesuai dengan saat menginput.
b. Bentuk normal ke satu, bentuk ini dilakukan penghilangan terhadap data yang dianggap tidak perlu, dengan penghilangan beberapa elemen yang berulang agar menjadi satu kesatuan tunggal yang berinteraksi diantara setiap baris pada suatu tabel. c. Tahap 2NF, merupakan sebuah bentuk data yang telah memenuhi kriteria bentuk
1NF dan setiap atribut non-primary key telah bergantung pada primary key.
d. Tahap 3NF, merupakan sebuah relasi dalam 1NF dan 2NF dan dimana tidak terdapat atribut non-primary key yang saling bergantung.
Berdasarkan syarat-syarat yang terdapat pada tahap normalisasi, maka data atau hubungan yang dibuat sejak awal tidak perlu dilakukan normalisasi tabel, karena data atau hubungan telah memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut(data atau hubungan sudah normal).
59
5.3.3.2 Desain Basis Data Fisik
Desain fisik merupakan langkah untuk mempresentasikan sistem secara aktual dari desain logis. Desain fisik dilakukan dengan perancanagn tabel sesuai dengan kebutuhan untuk penyimpanan data. Berdasarkan ERD yang telah dibuat sebelumnya, maka selanjutnya dilakukan perancangan tabel database. Perancangan beberapa tabel dapat dilihat pada tabel 5.13 hingga 5.15.
Tabel 5. 13
Spesifikasi dan Tipe Data Produk Jadi
Field Tipe Data Keterangan
Kode_produk Short text Primary key
Nama_produk Short text Nama dari produk ukuran Short text Size produk (xxl,xl,l,m,s)
warna Short text Jenis warna produk
Harga_satuan currency Harga per satuan produk
Lead_time Number Waktu antara mulai pembuatan produk hingga selesai
Rak Short text Tempat penyimpanan produk
Berdasarkan tabel 5.13, tabel persediaan produk jadi merupakan tabel yang berisi informasi mengenai produk jadi yang ada digudang, yang digunakan sebagai referensi penyusunan MPS dan untuk melakukan estimasi permintaan.
Tabel 5. 14
Spesifikasi dan Tipe Data komponen
Field Tipe Data Keterangan
Kode_komponen Short text Primary key
Nama_komponen Short text Nama dari komponen
ukuran Short text Ukuran komponen (XXL,XL,L,M,S)
warna Short text Warna dari komponen
tempat Short text Tempat penyimpanan komponen
Lead time Number Waktu dari komponen di pesan hingga tersedia
Berdasarkan tabel 5.14, tabel data komponen merupakan tabel yang berisi informasi mengenai WIP dan bahan baku yang ada digudang, yang digunakan sebagai referensi penyusunan MRP.
Tabel 5. 15
Spesifikasi dan Tipe Data Stok Awal
Field Tipe Data Keterangan
Kode_stok_awal Short text Primary key
Kode_produk Short text Foreign key
tanggal Date/time Tanggal input stok
Stok awal Number Jumlah stok awal
Berdasarkan tabel 5.15, tabel stok wal merupakan tabel yang berisi informasi mengenai jumlah stok diawal periode berdasarkan stok opname sebelumnya. Tabel
60