BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.4 Sistem Basis Data
Menurut Laudon (2012) basis data merupakan kumpulan dari data-data yang diatur dan dipusatkan untuk memberikan informasi secara efisien pada suatu perusahaan atau instansi dalam batasan tertentu. Sistem basis data adalah kumpulan basis data dalam suatu sistem yang mungkin tidak berhubungan satu sama lain, tetapi secara umum mempunyai hubungan sistem.
2.4.1 Hierarki Data
Hirarki data merupakan urutan tingkatan penyusun data dari yang terkecil hingga menjadi sebuah basis data. Berikut merupakan tingkatan data dalam susunan basis data (Laudon, 2012) :
a. Basis data
Basis data adalah kumpulan bermacam-macam tipe record yang mempunyai hubungan antar record, agregat data, dan field terhadap satu objek tertentu.
b. File
File adalah kumpulan record sejenis secara relasi. file yang sederhana memiliki
jumlah field yang sama pada masing-masing recordnya, tetapi file yang lebih kompleks mungkin mempunyai variasi jumlah field yang berbeda-beda pada
recordnya. c. Record
16
Record merupakan kumpulan field atau agregat data yang saling berhubungan
dengan suatu objek tertentu.
d. Field
Field merupakan unit terkecil yang disebut data, item atau elemen data. e. Byte
Bagian kecil yang dialamatkan pada memori. Byte adalah kumpulan bit secara konvensional dari 8 bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter dalam memori.
f. Bit
Bit adalah sistem angka biner yang terdiri dari angka 0 dan 1. Sistem angka biner merupakan dasar yang dapat dipakai untuk komunikasi antar manusia dan mesin. 2.4.2 Model Data
Model data adalah sekumpulan cara untuk mendeskripsikan data-data, hubungannya satu sama lain, serta batas konsistensi. Untuk memperlihatkan konsep dari model data, dalam penelitian ini menekankan pada dua konsep data yaitu Data Flow Diagram (DFD),
Entity Relationship Diagram (ERD). a. Data flow Diagram
Proses bisnis biasanya terlalu kompleks untuk ditunjukkan dalam 1 DFD. Dekomposisi adalah proses untuk menggambarkan sistem dalam hirarki dari DFD. Diagram anak menggambarkan proses yang lebih detail dibandingkan dengan diagram induk. Adapun hirarki dari suatu DFD dapat dilihat pada gambar berikut ini.
17
Gambar 2. 2Hirarki DFD sesuai simbol Gane dan Sarson Sumber : (Dennis,Wixom & Roth, 2012)
1. Context Diagram
DFD pertama dalam proses bisnis. Menunjukkan konteks dimana proses bisnis berada. Menunjukkan semua proses bisnis dalam 1 proses tunggal (proses 0). Context Diagram juga menunjukkan semua entitas luar yang menerima informasi dari atau memberikan informasi ke sistem.
2. Level 0 Diagram
Menunjukkan semua proses utama yang menyusun keseluruhan sistem. Level ini juga menunjukkan komponen internal dari proses 0 dan menunjukkan bagaimana proses-proses utama direlasikan menggunakan data flow. Pada level ini juga ditunjukkan bagaimana proses-proses utama terhubung dengan entitas eksternal. Pada level ini juga dilakukan penambahan data store.
18 3. Level 1 Diagrams
Umumnya diagram level 1 diciptakan dari setiap proses utama dari level 0. Level ini menunjukkan proses-proses internal yang menyusun setiap prosesproses utama dalam level 0, sekaligus menunjukkan bagaimana informasi berpindah dari satu proses ke proses yang lainnya. Jika misalnya proses induk di pecah, katakanlah menjadi 3 proses anak, maka 3 proses anak ini secara utuh menyusun proses induk.
4. Level 2 Diagrams
Menunjukkan semua proses yang menyusun sebuah proses pada level 1. Bisa saja penyusunan DFD tidak mencapai level 2 ini. Atau mungkin harus dilanjutkan ke level berikutnya.
Data Flow Diagram (DFD) disebut juga dengan Diagram Arus Data (DAD). DFD
adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan aliran informasi, membagi sistemkedalammodul-modul untuk menggambarkannya secara detail (Laudon, 2012). Adapun simbol DFD yang digunakan adalah sesuai dengan simbol DeMarco dan Yourdon, seperti pada tabel 2.1 :
Tabel 2. 5
Simbol Data Flow Diagram (DFD)
No Simbol Keterangan Fungsi
1 entitas Entitas luar/ terminator. Simbol ini menunjukkan orang, organisasi, atau sistem yang berada di luar sistem tetapi berinteraksi dengan sistem
2 Arus Data Arus data diberi simbol panah. Simbol ini menunjukkan suatu data tunggal atau kumpulan logis suatu data, selalu diawali atau diakhiri pada suatu proses.
3 Proses Proses ini dilambangkan dengan simbol lingkaran. Proses adalah aktivitas atau fungsi yang dilakukan untuk alasan bisnis yang spesifik, biasanya berupa manual maupun terkomputerisasi.
4 Data store Data store adalah kumpulan data yang disimpan
dengan cara tertentu. Data yang mengalir disimpan dalam data store. Alirandata di up-date atau ditambahkan ke data store.
19
b. Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Dennis, Wixom, & Roth (2012) Entity Relationship Diagram (ERD) adalah diagram dari sistem yang memberikan informasi mengenai bagaimana informasi itu dibuat, disimpan dan digunakan dalam sistem bisnis.. ERD menyediakan bentuk untuk menunjukkan struktur keseluruhan dari data user. Dalam ERD data-data tersebut digambarkan dengan menggunakan simbol entity. Dalam perancangan sistem ini terdapat beberapa entity yang saling terkait untuk menyediakan data-data yang dibutuhkan oleh sistem. Adapun simbol dari ERD sesuai dengan simbol Peter chen adalah sebagai berikut.
Tabel 2. 6
Simbol Entity Relationship Diagram
No Simbol Keterangan Fungsi
1 entitas Persegi panjang menyatakan himpunan entitas adalah orang, kejadian, atau berada dimana data akan dikumpulkan.
2 Relasi Merupakan hubungan antar entitas.
3 Atribut Atribut merupakan informasi yang diambil tentang sebuah entitas.
4 Link Garis sebagai penghubung antara himpunan, relasi, dan himpunan entitas dengan atributnya.
Sumber : Dennis, Wixom, & Roth (2012)
2.4.3 Tujuan Basis Data
Tujuan pembuatan database atau basis data adalah untuk memudahkan dalam mengakses data mempercepat pemrosesan data.
2.4.4 Normalisasi Basis Data
Normalisasi data adalah suatu teknik menstrukturkan data dalam cara-cara tertentu untuk membantu mengurangi atau mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan pengolahan data dalam basis data. Normalisasi membantu menganalisis memvalidasi data agar model yang dibuat merepresentasikan data secara tepat. Harianto (1994) menjelaskan ada beberapa langkah dalam normalisasi tabel, yaitu :