• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Materi

Dalam dokumen MODUL CETAK BAHAN AJAR EPIDEMIOLOGI (Halaman 14-0)

BAB I PENGANTAR EPIDEMIOLOGI

B. Deskripsi Materi

Bab ini disusun sedemikian rupa untuk membantu mahasiswa semester IV dalam memahami materi kuliah Epidemiologi dengan beban 1 sks teori. Bab ini menguraikan pokok bahasan atau topik yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu konsep dasar epidemiologi, distribusi penyakit dan masalah kesehatan, serta determinan terjadinya penyakit.

C. Kemampuan Akhir yang Diharapkan

Pembelajaran pada bab ini bertujuan untuk membantu mahasiswa mencapai Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), yaitumampu menerapkankonsep dasar epidemiologi.

D. Uraian Materi

Topik 1: Konsep Dasar Epidemiologi

Topik 2: Distribusi Penyakit dan Masalah Kesehatan Topik 3: Determinan terjadinya Penyakit

2 TOPIK 1

KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI Zulham Andi Ritonga, SKM.,MKM

A. Sejarah Perkembangan Epidemiologi

Epidemiologi tidak berkembang dalam ruang hampa. Aneka ilmu dan peristiwa, seperti kedokteran, kedokteran sosial, revolusi mikrobiologi, demografi, sosiologi, ekonomi, statistik, fisika, kimia, biologi molekuler, dan teknologi komputer, telah mempengaruhi perkembangan teori dan metode epidemiologi.

Demikian pula peristiwa besar seperti The Black Death (wabah sampar), pandemi cacar, revolusi industri (dengan penyakit okupasi), pandemi Influenza Spanyol (The Great Influenza) merupakan beberapa contoh peristiwa epidemiologis yang mempengaruhi filosofi manusia dalam memandang penyakit dan cara mengatasi masalah kesehatan populasi. Sejarah epidemiologi perlu dipelajari agar orang mengetahui konteks sejarah, konteks sosial, kultural, politik, dan ekonomi yang melatari perkembangan epidemiologi, sehingga konsep, teori, dan metodologi epidemiologi dapat diterapkan dengan tepat.

Dalam tahun-tahun 1790-an telah dibuktikan bahwa infeksi karena cowpox dapat memberikan kekebalan terhadap penyakit cacar (smallpox), tetapi baru 200 tahun kemudian prinsip ini diterima dan diterapkan diseluruh dunia sehingga penyakit cacar dapat dibasmi dari seluruh dunia (tahun 1978 sudah tidak ada lagi kasus cacar). Program pembasmian cacar ini dikoordinasikan oleh WHO dan dimulai pada tahun 1967 (suatu program pembasmian 10 tahun).

Epidemiologi terutama berperan dalam hal: menentukan distribusi kasus, dan model,mekanisma dan derajat penyebaran, dengan jalan pemetaan meletupnya penyakit tersebut, dan melakukan evaluation program penanggulangan. Faktor-faktor yang menunjang keberhasilan pembasman cacar adalah: kemauan politik, tujuan yang jelas, jadwal yang tepat, staf yang terlatih, dan strategi yang luwes, disamping itu juga terdapatnya vaksin yang tahan terhadap panas dan efektif.

Mercury atau air raksa adalah logam yan bracun dan telah dikenal sejak abadpertengahan, sekarang dia merupakan simbol tentang bahaya polusi lingkungan. Dalam tahun 1950-an diketahui bahwa air raksa dibuang dalam limbah pabrik di Minamata, Jepang, ke dalam teluk kecil. Ini mengakibatkan

3

bertumpuknya methilmercury dalam ikan yang kemudian menyebabkan keracunan yang hebat pada penduduk yang memakannya.

Epidemiologi berperan dalam mengidentifikasi penyebabnya dan dalam penanggulangannya, suatu epidemi penyakit yang disebabkan oleh polusi lingkungan.

Rheumatic fever dan rheumatic heart disease berhubungan dengan kemiskinan, khususnya dengan perumahan yang buruk dan overcrowding, yang memudahkan penyebaran streptococcus yang menimbulkan infeksi pada jalan pernafasan bagian atas. Di negara-negara maju penyakit ini sudah hampir lenyap, tetapi di sebagian negara-negara berkembang rheumatic heart disease merupakan penyakit jantung yang umum.

Epidemiologi membantu pemahaman tantang sebab rheumatic fever dan rheumaticheart disease dan pengembangan cara-cara pencegahan rheumatic heart disease. Epidemiologi juga mengungkapkan tentang peran faktor-faktor sosial dan ekonomi dalam timbulnya kejadian luar biasa (KLB) rheumatic fever dan penyebaran infeksi tenggorokan yang disebabkan oleh streptococcus. Jelas bahwa penyaebab penyakit ini kompleks bila dibandingkan dengan keracunan methilmercury, yang mempunyai satu penyebab.

Defisiensi yodium yang umumnya terdapat pada daerah pegunungan tertentu, menyebabkan hilangnya energi jasmani dan mental dihubungkan dengan tidak cukupnya hormon thyroid yang mengandung yodium. Goite dan cretinism telah digambarkan secara rinci kira-kira sejak 400 tahun yang lalu, tetapi baru di abad ke 20 diperoleh pengetahuan yang cukup untuk usaha-usaha pencegahan dan pemberantasannya. Dalam tahun 1915 endemic goitre disebut sebagai penyakit yang paling mudah dicegah, dan diusulkan untuk menggunakan garam yang diberi yodium untuk pemberantasannya. Tidak lama setelah itu dilakukan uji coba pertama yang berskala besar di Akron, Ohio, USA. Uji coba ini melibatkan 5000 gadis berusia 11 sampai 18 tahun. Efek profilaktik dan terapoetiknya sangat mengesankan dan pada tahun 1924 garam yang diberi yodium yang diberikan kepada komunitas dilakukan pada banyak negara.

Penggunaan garam beryodium dapat berhasil karena garam digunakan oleh semua kelompok masyarakat dengan kadar yang kira-kira sama sepanjang tahun. Keberhasilan usaha ini tergantung pada produksi yang efektif, distribusi garam dan pelaksaan peratura, pengendalian mutu dan kesadaran masyarakat.

4

Epidemiologi membantu mengidentifikasikan dan memecahkan masalah defisiensi yodium, mendemontrasikan tentang efektifnya usaha-usaha pencegahan yang dapat digunakan pada skala luas, dan cara-cara memantau program pemberian yodium namun demikian, masih terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan dinegara-negara berkembang dimana berjuta-juta orang menderita defisiensi yodium masih endemik.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah masalah kesehatan yang penting, di negara maju maupun negara berkembang; sampai 20% penduduk berumur 35-64 tahun yang mempunyai tekanan darah tinggi dari Amerika Serikat sampai bagian-bagian tertentu dari Republik Rakyat Cina. Epidemiologi menjelaskan besarnya masalah,menetapkan riwayat alamiah penyakit, dan akibatnya bila hipertensi tidak diobati, menunjukan kegunaan pengobatan, dan membantu menentukan pada tekanan berapa (yang tepat) pengobatan itu harus dimulai dan mengevaluasi berbagai strategi pencegahan. Ketentuan tentang tekanan darah ini akan mempengaruhi perkiraan jumlah yang diobati dan juga biayanya. Di Amarika Serikat bila digunakan batas di atas 140/190, maka akan ada 53% penduduk kulit putih berumur 65-74 tahun yang harus diobati, padahal bila digunakan ketentuan yang lebih konservatif, angka akan sama dengan 17%

(diatas 170/95).

Kanker paru biasanya jarang, tetapi sejak tahun 1930-an terjadi kenaikan yang mencolok terutama di negara-negara industri. Penelitian epidemiologi yang pertama yang mengkaitkan kanker dengan rokok dipublikasikan pada tahun 1950.

Hasil-hasil yang kemudian menyusul menunjang kaitan ini dan ini terjadi di populasi yang berbeda-beda. Telah banyak bahan yang diidentifikasi yang dianggap dapat menyebabkan kanker paru. Sekarang ini sudah jelas bahwa rokok dapat menyebabkan kanker paru, tetapi masih bantak bahan lain yang dapat juga menyebabkan kanker paru seperti debu asbestos dan polusi udara di daerah perkotaan. Rokok dan asbestos berinteraksi, sehingga mereka yang merokok dan juga exposed terhadap asbestos mempunyai resiko tinggi.

B. Pengertian

Epidemiologi berasal dari kata yunani dan secara harfiah yakni EPI: yang diantara, DEMOS : populasi, orang, masyarakat, dan LOGOS : ilmu.

5

Jadi epidemilogi secara bebas diartikan sebagai ilmu yang mempelajari sesuatu (penyakit) yang ada diantara (yang melanda) masyarakat/populasi.

Atau ilmu yang mempelajari epidemi/wabah dengan tujuan mengendalikannya dan mencegah terulangnya kembali.

Definisi ini digunakan pada saat dimana penyakit yang timbul atau mewabah adalah penyakit menular, yang penyebabnya adalah benda hidup.

C. Tujuan

Adapun tujuan epidemiologi antara lain:

• Menjelaskan etiologi (studi tentang penyebab penyakit) satu penyakit atau sekelompok penyakit, kondisi, gangguan, sindrom atau kematian melalui analiis terhadap data medis dan epidemiologi dengan menggunakan manajemen informasi sekaligus informasi yang bersasal dari disiplin ilmu yang tepat, termasuk ilmu sosial/perilaku

• Menentukan apakah data epidemiologi yang ada memang konsisten dengan hipotesis yang diajukan dengan pegetahuan, ilmu perilaku, dan ilmu medis terkait

• Memberikan dasar bagi pengembangan langkah-langkah pengendalian dan prosedur pencegahan bagi kelompok dan populasi yang berisiko, dan untuk pengembangan langkah-langkah dan kegiatan kesehatan masyarakat yang diperlukan yang semuanya itu akan digunakan untuk mengevaluasi keberhadilah langkah-langkah kegiatan dan program intervensi

• Mendapatkan informasi dan pengetahuan untuk dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam membuat perencanaan, penanggulangan masalah kesehatan, dan penentuan prioritas kesehatan masyarakat

• Untuk menerangkan penyebaran, riwayat rekam medis alamiah sebuah penyakit ataupun kondisi kesehatan masyarakat

• Meramalkan prediksi kejadian penyakit.

D. Kegunaan

Beberapa kegunaan dalam mempelajari epidemiologi antara lain:

• Bisa meneliti sebab suatu masalah kesehatan

• Bisa menjelaskan perkembangan alamiah suatu penyakit

6

• Bisa menjelaskan kondisi suatu masalah kesehatan

• Membantu optimalisasi pekerjaan administrasi kesehatan

E. Komponen

Meninjau dari defenisi epidemiologi untuk mencapai tujuan dan kegunaan, maka bisa dirumuskan komponen epidemiologi adalah:

• Frekuensi masalah kesehatan

• Penyebaran masalah kesehatan

• Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan

F. Ruang Lingkup Epidemiologi

Ruang lingkup epidemiologi dalam hal ini membahas berbagai aspek epidemiologi, antara lain:

1. Epidemiologi Penyakit Menular (PM)

• Memberikan peluang dalam usaha pencegahan dan penanggulangan PM

• Peranan epidemiologi survelans awalnya pada pengamatan PM secara berkala, dan ternyata telah memberikan hasil relevan dalam menanggulangi PM

2. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular (PTM)

• Usaha mencari berbagai faktor yang memegang peranandlm timbulnya PTM

• Banyak digunakan terutama saat meningkatnya masalah kesehatanyang berkaitan erat dengan gangguan kesehatan akibat kemajuan industri yang mempengaruhi keadaan lingkungan, seperti fisika, biologis, dan sosial budaya

3. Epidemiologi Klinis

• Penggunaan epidemiologi klinis, para petugas medis menggunakan prinsip-prinsip epidemiologi dalam menangani kasus secara individual

• Orientasi pada penyebab penyakit dan cara mengatasi pada kasus individu

• Pada epidemiologi klinis, tidak di arahkan pada analisis sumber penyakit, cara penularan, dan sifat penyebaran pada masyarakat

7 4. Epidemiologi Kependudukan

• Menggunakan sistem pendekatan epidemiologidalam analisis permasalahan terkait demografi dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan demografi di masyarakat

5. Epidemiologi Pengelolaan Pelayanan Kesehatan

• Sistem pendekatan manajemen dalam menganalisis masalaah, mencari faktor penyebab timbulnyamasalah, serta penyusunan rencana pemecahan masalah secara menyeluruh dan terpadu

• Peranan epidemiologi manajemen dalam menganalisis biaya pengobatan dan biaya pelayanan kesehatan

6. Epidemiologi Lingkungan dan Kesehatan Kerja

• Mempelajari dan menganalisis keadaan kesehatan tenaga kerjaakibat pengaruh keterpaparan pada lingkungan kerja

7. Epidemiologi Kesehatan Jiwa

• Pendekatan dan analisis masalah gangguan jiwa dalam masyarakat,analisis faktor yang mempengaruhi timbulnya gangguan jiwa dalam masyarakat

8. Epidemiologi Gizi

• Analisis masalah gizi masyarakat, faktor yang menyangkut pola hidup masyarakat, surveilans gizi

9. Epidemiologi Perilaku

• Pendekatan faktor risiko terhadap perilaku individuserta masyarakat, seperti: kebiasaan hidup sehat, dsb

10. Epidemiologi Genetika

• Pendekatan metode-metode analisis epidemiologi pada penelitian bidang biomolekuler

Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa:

• Epidemiologi mempelajari masalah kesehatan berupa penyakit yang bersifat komunitas/masyarakat

• Epidemiologi merumuskan penyebab masalah kesehatan berdasarkan data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan yang (jika diperlukan) didukung dengan uji statistik

8 G. Prinsip Epidemiologi

Adapun prinsip epidemiologi dalam proses perencanaan dan evaluasi yaitu:

1. Mengukur besarnya masalah/penyakit (burden of illness)

Burden of illness dapat diketahui dari angka prevalensi, angka insidensi, angka mortalitas atau ukuran-ukuran yang menggambarkan dari dampak penyakit seperti kecacatan atau penurunan kualitas hidup

2. Mengidentifikasi penyebab dari penyakit (causes of illness)

Setelah mengetahui besarnya masalah/penyakit, langkah berikutnya adalah mengidentifikasi penyebab (causes) dari penyakit yang dapat diinetrvensi serta menentukan bentuk intervensinya. Intervensi sebisa mungkin merupakan primary intervention

3. Mengukur efektifitas intervensi

Untuk menilai efektifitas suatu intervensi di masyarakat perlu diperhatikan beberapa hal seperti:

• Seberapa baik intervensi tersebut

• Kemampuannya untuk menyaring (screening) dan mendiagnosis penyakit secara akurat

• Intervensi tersebut memberi keuntungan bagi masyarakat, artinya intervensi ini harus tersedia (available) dan diterima (acceptable) oleh semua masyarakat

4. Menilai efisiensi dari sumber-sumber yang digunakan

Efisiensi adalah suatu ukuran yang menunjukkan hubungan antara hasil-hasil yang dicapai oleh suatu intervensi atau program terhadap sumber-sumber yang dikeluarkan (uang, tenaga, dan waktu). Ada dua pendekatan yang dilakukan untuk menilai efisiensi yaitu cost effectiveness analysis dan cost benefit analysis

5. Mengimplementasikan intervensi

6. Mengawasi (monitoring) pelaksanaan intervensi 7. Mengukur kembali burden of illness

H. Pendekatan Epidemiologi

Banyak prinsip pendekatan epidemiologi terhadap kegiatan pencegahan yang dikenal empat tahap dalam pencegahan dimana tahap-tahap ini dibedakan atas dasar perkembangan dari penyakit.

9 Empat tahap tersebut adalah

1. Primordial prevention

Primordial prevention berorientasi pada kondisi-kondisi yang melatarbelakangi timbulnya suatu penyakit. Tujuannya adalah bertujuan untuk mengetahui pola budaya, ekonomi, sosial dan sebagainya yang mempunyai peranan dalam meningkatkan kejadian penyakit. Target dari tahap ini adalah populasi secara keseluruhan atau kelompok tertentu.

Sebagai contoh: peraturan pemerintah mengenai larangan merokok.

2. Primary prevention

Primary prevention bertujuan untuk menekan insidensi penyakit dengan melakukan control terhadap penyakit dan faktor resikonya. Target utama dari tahap ini adalah populasi secara keseluruhan yang bertujuan menurunkan resiko (population strategy), kelompok tertentu yang mempunyai resiko tinggi terkena penyakit (the high risk individual strategy) dan individu-individu yang sehat. Sebagai contoh: penggunaan kondom untuk mencegah infeksi HIV. Program pendidikan agar masyarakat mengetahui bagaimana penularan HIV dana pa yang harus mereka lakukan untuk mencegah penyebaran HIV merupakan bagian yang terpenting dari tahap primary prevention.

3. Secondary prevention

Secondary prevention bertujuan untuk merawat pasien yang sakit dan menurunkan komplikasi yang serius dari penyakit dengan melakukan diagnosis dan terapi. Tahap ini dapat diaplikasikan hanya pada penyakit yang masih pada tahap awal, penyakit tersebut mudah dikenali dan dapat diterapi. Sebagai contoh: kanker serviks, jika kanker ini dapat diketahui pada tahap dini maka pasien dapat dengan mudah diterapi akan terhindar dari komplikasi yang lebih lanjut.

4. Tertiary prevention

Tertiary prevention bertujuan untuk menurunkan komplikasi dan lebih lanjut dari penyakit, dan yang merupakan aspek terpentingnya adalah terapi dan rehabilitasi. Pada tahap ini tercakup penurunan ketidakmampuan (impairment), kecacatan (disability), dan mengurangi penderitaan (suffering).

10

I. Peran Epidemiologi dalam Kesehatan Masyarakat

Epidemiologi juga menjadi salah satu fokus atau peminatan pada bidang kesehatan masyarakat yang berperan dalam:

• Menyediakan data yang diperlukan dalam analisis statistik kesehatan

• Mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan terhadap masalah kesehatan masyarakat

• Membantu memberikan gambaran efektifitas program pelayanan kesehatan yang kemudian memberikan hasil diseminasi laporan

• Mengembangkan metodologi dalam menganalisis kejadian penyakit untuk mencegah atau menanggulanginya pada masyarakat.

J. Jenis Epidemiologi

Jenis epidemiologi terdiri dari:

1. Epidemiologi Deskriptif

Epidemiologi deskriptif adalah studi epidemiologi yang menggunakan statistik deskriptif untuk mendapatkan rate, rasio,dan proporsi (persentase) statistik morbiditas dan mortalitas. Pada epidemiologi deskriptif mendeskripsikan frekuensi dan distribusi morbiditas dan mortalitas serta seluruh karakteristik dan penyebab yang berkaitan dengan penyakit, kondisi, gangguan, ketidakmampuan, dan kematian. Variabel yang digunakan pada epidemiologi deskriptif antara lain: usia, jenis kelamin, musim, pekerjaan, lokasi geografis, pendidikan, waktu, dsb. Pada epidemiologi deskriptif juga mencakup “orang,tempat, dan waktu” sebagai konsep dasar untuk mendeskripsikan kejadian dan kegiatan yang mempengaruhi terjadinya penyakit atau masalah kesehatan.

Epidemiologi deskriptif memberikan pengetahuan, data, dan informasi tentang perjalanan penyakit, kondisi, cedera, kematian dalam populasi.

Jenis studi epidemiologi deskriptif meliputi:

• Studi korelasi populasi: studi dengan menggunakan populasi sebagai unit analisis yang bertujuan mendeskripsikan hubungan korelatif antara variabel masalah kesehatan

• Time series (rangkaian berkala): studi yang mendeskripsikan dan mempelajari frekuensi penyakit atau status kesehatan populasi

11

berdasarkan serangkaian pengamatan pada beberapa sekuens waktu, seperti: variasi siklik, variasi musim

• Laporan kasus (case report): laporan mengenai suatu permasalahan melalui suatu kasus yang bisa terdiri dari gejala dan tanda penyakit, usia pasien, waktu terjadi yang secara khusus berisi karakteristik demografis dari pasien

• Case series: deskripsi tentang karakteristik pada sekolompok kasus dan dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis yang akan diuji dengan desain studi analitik.

2. Epidemiologi Analitik

Epidemiologi analitik dalam hal ini dengan menguji hubungan sebab akibat dan berpegang pada pengembangan data baru dengan:

• Menjamin bahwa studi didesain dengan tepat sehingga temuannya dapat dipercaya (reliabel) dan valid

• Menekankan pada pencarian jawaban terhadap penyebab terjadinya frekuensi, penyebaran serta munculnya suatu masalah kesehatan

Jenis studi epidemiologi analitik meliputi:

• Case control: menelaah hubungan antara efek (penyakit/masalah kesehatan) dan faktor resiko tertentu yang dimulai dengan mengidentifikasi sekelompok subjek dengan efek (penyakit/masalah kesehatan) sebagai kasus dan sekelompok subjek tanpa efek sebagai kontrol kemudian secara retrospektif diteliti ada atau tidaknya faktor resiko yang diduga berperan

• Cohort: mempelajari hubungan antara faktor resiko dan efek (penyakit dan masalah kesehatan), dengan memilih kelompok studi berdasarkan perbedaan faktor resiko, kemudian melakukan follow up sepanjang periode waktu tertentu untuk melihat berapa banyak subjek dalam masing-masing kelompok mengalami efek

12 Rangkuman

Dalam mempelajari konsep dasar epidemiologi, perlu mengetahui hal-hal mulai dari sejarah perkembangan epidemiologi, pengertian, tujuan, kegunaan, komponen, ruang lingkup, prinsip epidemiologi, pendekatan epidemiologi, peran epidemiologi dalam kesehatan masyarakat, dan jenis epidemiologi.

Tugas:

1. Tugas Terstruktur Petunjuk:

• Secara individu menuliskannarasi tentang “Peranan epidemiologi pada pandemi covid-19”

• Tugas diketikke dalam MS Word kertas A4 dengan Font Times New Roman 12 spasi 1,5 dalam bentuk laporan tugas paper dengan mencantumkan referensi saat penulisan paper tersebut dengan menggunakan Cover yang berisijudul tugas, logo uim, nama, nim, dan program studi.

• Tugas dikirim ke email [email protected] paling lama 1 minggu setelah tugas ini diumumkan.

• Bentuk laporan tugas disusun dengan mengikuti format sebagai berikut : SAMPUL DEPAN (COVER)

DAFTAR ISI BAB I

SKENARIO/TEMA : JUDUL TUGAS JURNAL PENDAHULUAN

1. Latar Belakang 2. Tujuan

BAB II

PROBLEM/ANALISIS MASALAH BAB III

PEMBAHASAN BAB IV

KESIMPULAN DAN PENUTUP DAFTAR PUSTAKA

13 2. Kegiatan Mandiri

Petunjuk:

• Membuat 5 soal pilihan berganda dan jawaban tentang materi konsep dasar epidemiologi serta pembahasan masing-masing soal

• Tugasdiketik ke dalamMS Word kertas A4 dengan Font Times New Roman 12 spasi 1,5 menggunakan Cover yangberisi judul tugas, logo uim, nama, nim, dan program studi.

• Tugas dikirim ke email [email protected] dengan judul “tugas konsep dasar epidemiologi”.

14 TOPIK 2

DISTRIBUSI PENYAKIT DAN MASALAH KESEHATAN Zulham Andi Ritonga, SKM, MKM

Distribusi masalah kesehatan adalah menunjuk kepada pengelompokan masalah kesehatan menurut suatu keadaan tertentu.Keadaan tertentu yang dimaksudkan dalam epidemiologi adalah:

a) Menurut ciri-ciri manusia/orang (man) b) Menurut tempat (place)

c) Menurut waktu (time)

Tujuan mengetahui distribusi masalah kesehatan adalah

1. Memberikan gambaran kondisi kesehatan berdasarkan orang, tempat, dan waktu

2. Memberikan gambaran bagaimana penyakit bisa menyebar antar manusia, faktor apa saja yang mempengaruhi (usia, jenis kelamin, status perkawinan, dsb)

3. Memberikan gambaran kondisi masalah kesehatan antar tempat dengan membandingkan antar negara

4. Menjadi referensi untuk program pencegahan dan pengendalian infeksi

A. Berdasarkan Karakteristik Orang

Karakteristik penting dalam distribusi kejadian penyakit menurut orang meliputi: umur, jenis kelamin, status perkawinan, pekerjaan, status sosial ekonomi, etnis/suku, dsb.

Penyebaran keadaan umur dalam masyarakat mudah dilihat dengan kurva penduduk atau piramida penduduk. Umur mempunyai hubungan dengan tingkat keterpaparan,besarnya resiko, dansifat resistensitertentu.Perbedaan tingkat keterpaparan dan kerentanan menurut umur.Perbedaan dalam proses pathogenesis.Adanya perbedaan yang dimungkinkan pada rate dari prevalensi, insidensi dan kematian menurut umur.Angkakesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas) umumnya berhubungan dengan umur. Umur menjadi salah satu item dalam pertimbangan terkait dengan:

• Daya tahan tubuh: daya tahan orang dewasa lebih kuat daripada daya tahan bayi

15

• Ancaman terhadap kesehatan: orang dewasa memiliki kemungkinan ancaman terhadap kesehatan karena pekerjaan dibanding anak-anak

• Kebiasaan hidup:merokok dan minum alkohol pada orang dewasa

Contoh tingkat keterpaparan dan kemudahan terserang penyakit dikaitkan dengan umur adalah penyakit campak pada anak-anak.

Perbedaan dan perubahan masalah kesehatan pada jenis kelamin tertentu dapat disebabkan:

1. Perbedaan anatomis dan fisiologispria dan wanita - Perbedaan bentuk dan fungsi organ tubuh

- Contoh: kanker payudara hanya menyerang wanita, kanker prostat hanya diderita oleh pria

2. Perbedaan kebiasaan hidup

- Contoh: penyakit kanker paru lebih banyak ditemukan pada pria disebabkan oleh kebiasaan hidup, yaitu faktor resiko merokok lebih banyak pada pria daripada wanita.

3. Perbedaan tingkat kesadaran berobatantara pria dan wanita

- Secara umum, wanita memiliki kesadaran yang lebih baik untuk berobat daripada pria

4. Perbedaan jenis pekerjaan

- Penyakit akibat kerja (yang mengenai fisik) lebih banyak di temukan pada pria

Status perkawinan yang diakui secara sah oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku (sipil dan agama). Status perkawinan dibedakan menjadi 4 yaitu belum menikah/kawin, menikah/kawin, cerai hidup, cerai mati. Status fertilitas yang berhubungan dengan reproduksi. Perbedaan lingkungan hidup dan kebiasaan hidup yang berhubungan dengan status perkawinan.

Hubungan pekerjaan dengan masalah kesehatan secara tidak langsung disebabkan:

• Adanya risiko pekerjaan seperti paparan zat toksisdengan jenis pekerjaan tertentu

• Adanya seleksi alamiah dalam memilih pekerjaan (perbedaan dalam memilih pekerjaan yang diinginkan dimana seseorang bertubuh lemah akan menghindari pekerjaan fisik yang berat sehingga jenis penyakit yang diderita pun berbeda

16

• Adanya perbedaan status sosial ekonomidan mempengaruhi penyakit yang dideritanya.

Terdapat hubungan antara status sosial ekonomi seseorang dan masalah kesehatan yg diderita.Status ekonomi berhubungan dengan daya beli pemenuhan kebutuhan hidup, seperti pemenuhan gizi seimbang.Masalah kesehatan tertentu seperti penyakit infeksi dan kekurangan gizi banyak diderita masyarakat dengan sosial ekonomi rendah pada umumnya.Penyakit kardiovaskuler banyak diderita oleh masyarakat sosial ekonomi tinggi pada umumnya. Adanya perbedaan masalah kesehatan yang berbeda, berdasarkan status sosial ekonomi dipengaruhi oleh:

• Perbedaan kemampuan ekonomidalam mencegah dan mengobati penyakit

• Keadaan sosial ekonomitinggi, mungkin mengalami kesulitan lebih sedikit dalam pencegahan dan pengobatan

• Perbedaan sikap hidup danperilakuyang dimiliki oleh karena adanya perbedaan kemampuan ekonomi. Misalnya pada keluarga yang status sosial ekonomi tinggi, terjadi perubahan pola konsumsi makan, lebih

• Perbedaan sikap hidup danperilakuyang dimiliki oleh karena adanya perbedaan kemampuan ekonomi. Misalnya pada keluarga yang status sosial ekonomi tinggi, terjadi perubahan pola konsumsi makan, lebih

Dalam dokumen MODUL CETAK BAHAN AJAR EPIDEMIOLOGI (Halaman 14-0)