• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

2. Deskripsi Metode Tanya Jawab

Tabel 8: Jangka Waktu Penggunaan Metode Tanya Jawab Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Pernah 34 35.8 35.8 35.8

Sering 34 35.8 35.8 71.6

Selalu 27 28.4 28.4 100.0

Total 95 100.0 100.0

Dari tabel di atas, total siswa siswa yang diperoleh sebanyak 95 siswa.

Sebanyak 34 siswa pernah mengikuti metode tanya jawab dengan persentase sebesar 35,8%. Sebanyak 34 siswa juga sering mengikuti metode tanya jawab dengan persentase sebesar 35,8%, dan sebanyak 27 siswa selalu mengikuti metode tanya jawab dengan persentase sebesar 28,4%. Maka diagram penggunaan metode tanya jawab seperti di bawah ini:

Dapat disimpulkan bahwa jumlah siswa terbanyak yaitu siswa yang pernah mengikuti metode tanya jawab dan siswa yang sering mengikuti metode tanya jawab.

b. Kualitas Penggunaan Metode

Tabel 9. Kualitas Penggunaan Metode Tanya Jawab

Kriteria Interval Kategori Frekuensi Persentase

4 22,76 - 28 Sangat Setuju 47 49,5%

3 17,51 - 22,75 Setuju 38 40%

2 12,26 – 17,50 Tidak Setuju 10 10,5%

1 7 – 12,25 Sangat Tidak Setuju 0 0%

Dari hasil analisis data diperoleh sebanyak 47 siswa sangat setuju dengan metode tanya jawab dengan persentase sebesar 49,5%, 38 siswa setuju dengan persentase sebesar 40%, dan sebanyak 10 siswa tidak setuju dengan persentase sebesar 10,5%. Maka bentuk diagramnya seperti di bawah ini:

Diagram 1. Siswa yang Mengikuti Metode Tanya Jawab

Pernah Sering Selalu

Diagram tersebut menggambarkan bahwa jumlah siswa terbesar terdapat pada siswa yang sangat setuju dengan metode tanya jawab. Jumlah siswa yang sangat setuju sebanyak 47 siswa dengan persentase sebesar 49,5%.

Tabel 10. Rangkuman dari Kualitas Penggunaan Metode Tanya Jawab Statistics

N Valid 95

Missing 0

Mean 22.1684

Std. Error of Mean .36309

Median 22.0000

Mode 22.00

Std. Deviation 3.53900

Variance 12.525

Range 14.00

Minimum 14.00

Maximum 28.00

Sum 2106.00

Hasil pengolahan SPSS 16 ini diperoleh mean sebesar 22,1684, median sebesar 22, mode sebesar 22, nilai terendah sebesar 14 dan nilai tertinggi sebesar

Diagram 2. Kualitas Penggunaan Metode Tanya Jawab

SS S TS

28. Dari nilai rata-rata tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa metode tanya jawab memiliki kualitas yang cukup baik, dengan melihat tabel PAN di bawah ini:

Tabel 11. Penilaian Acuan Norma Metode Tanya Jawab Skala Huruf Kriteria Rumus Acuan Norma Batas Bawah

A Amat Baik mean + 1,5 SD 27.476922

B Baik mean + 0,5 SD 23.937921

C Cukup Baik mean - 0,5 SD 20.398921

D Tidak Baik mean - 1,5 SD 16.85992

c. Hasil Wawancara

1) Jangka Waktu Penggunaan Metode

Jumlah responden wawancara ada 13 dengan rincian 6 guru agama Katolik dan 7 siswa yang mengikuti pembelajaran agama Katolik di sekolah. Dari 13 responden tersebut, ada 6 responden yang mengatakan sering mengalami metode tanya jawab yaitu R2, R3,R5, R7, R9, dan R11. Sebanyak 4 responden yang mengatakan selalu mengalami metode tanya jawab yaitu R1, R8, R12, R13, dan yang mengatakan kadang-kadang sebanyak 3 responden yaitu R4, R6, dan R10.

Dari 6 responden yang mengatakan sering, ada 3 responden yang menambahkan penjelasannya. R3 mengatakan bahwa ia sering menggunakan metode tanya jawab mulai dari introduksi, pendalaman materi sampai pada pembuatan rangkuman di akhir pembelajaran. R2 mengatakan sering menggunakan metode tanya jawab tetapi guru yang sering bertanya dibandingkan siswa. Jika siswa diminta bertanya mereka tidak mau, dan jika mereka bertanya terkadang di luar konteks materinya. R7 menambahkan bahwa

Tanya jawab sering dilakukan. Tanya jawab ini ada dua, baik saya dengan murid atau murid dengan murid. Jadi tidak selalu saya dengan murid tapi

murid dengan murid juga. Itu nanti mengarah ke metode diskusi. Jadi tanya jawab bisa melibatkan banyak orang, sehingga nanti mereka dapat menyampaikan pengalaman mereka. Mereka akan cerita. Memang tuntutan bagi orang-orang tertentu bahwa ini belum cukup dan lain sebagainya.

Empat responden yang menjawab selalu mengalami metode tanya jawab, ada satu responden yang menambahkan penjelasannya yaitu R8. R8 mengatakan bahwa setiap mengajar ia selalu menggunakan metode tanya jawab untuk mengetahui seberapa jauh siswa mendalami materi pada pertemuan sebelumnya.

Sedangkan dari 3 responden yang menjawab kadang-kadang, ada dua responden yang memberikan penjelasan singkat yaitu R6 dan R10. R6 mengatakan bahwa pelajaran agama yang dilakukan di sekolahnya lebih sering dijelaskan daripada tanya jawab. Sedangkan R10 mengatakan bahwa metode tanya jawab dilakukan kadang-kadang yaitu saat akhir materi.

2) Kualitas Penggunaan Metode

Berdasarkan uji statistik, metode tanya jawab tergolong memiliki kualitas yang cukup baik. Hal tersebut didukung dengan hasil wawancara tentang kelebihan dari metode tanya jawab termasuk apa saja yang dialami siswa dan apakah metode tanya jawab dapat mencapai tujuan pembelajaran, yang telah dilakukan oleh peneliti.

a) Kelebihan Metode Tanya Jawab

Bagi R1, R2, R3 dan R4 metode tanya jawab bisa membantu mereka mengetahui sejauh mana siswa dapat memahami pembelajaran yang telah dilakukan dan membiasakan mereka untuk berinteraksi dengan guru. R2 bisa menanyakan kejelasan materi pada siswa, apakah siswa paham atau malah

sebaliknya. Siswa juga dilatih untuk berani bertanya pada orang lain. R3 (28 Mei 2020) mengatakan bahwa:

Kelebihan metode tanya jawab bagi saya yang pertama saya bisa melibatkan anak, mengajak anak dalam proses pembelajaran. Kedua, saya bisa mengajak anak untuk lebih fokus pada pembelajaran. Jadi dengan tanya jawab itu, anak akan terbawa ikut dalam pembelajaran. Ketiga, saya bisa merangsang anak untuk berpikir atau mengingat pembelajaran-pembelajaran yang sudah atau pengalaman-pengalaman yang sudah mereka jalani. Kemudian yang keempat saya bisa melatih anak untuk berpendapat.

Kadang anak itu kan malu atau mungkin malas. Nah, dengan tanya jawab itu mau tidak mau anak akan terlibat ikut berpendapat. Melatih keberanian anak untuk berbicara juga. Selanjutnya, saya bisa mengoptimalkan, memaksimalkan dalam menggali pengalaman anak. Sehingga dalam pembelajaran itu, pengalaman yang dimiliki anak bisa saya manfaatkan untuk lebih mendalami tema pembelajaran

R8 merasa bahwa metode tanya jawab sangat cocok dengan pembelajaran PAK karena dapat mengajak siswa untuk sharing pengalaman imannya. Suasana kelas menjadi lebih hidup. Sebagian besar siswa aktif mengikuti pembelajaran, walaupun ada beberapa dari mereka yang karakternya pendiam dan juga beberapa siswa yang bertanya dengan tujuan hanya untuk membuat gaduh.

R4 merasa senang bisa tanya jawab di dalam kelas. Jika menjawab salah maka ia akan mengetahui jawaban yang benar. Pertanyaan dari guru yang mudah dimengerti membuatnya berani untuk mengungkapkan pendapatnya. Dia juga berhenti dari ribut ketika guru memberikan pertanyaan dan semangat berpikir untuk menemukan jawaban yang benar. R5 dan R6 juga merasa senang karena bisa menambah dan mengetahui ilmu pengetahuan, serta mengetahui hal-hal lain yang belum diketahui. R6 bisa bertanya pada guru tentang apa yang belum dimengertinya dan ini memudahkannya untuk mengerti materi agama.

Saat wawancara dengan R7, ia mengatakan bahwa siswa lebih kritis ketika mengikuti metode tanya jawab. Terkadang pertanyaan dari siswa di luar dugaan dan suasana yang dibangun menyenangkan. Menurut R9, siswa tidak hanya menjadi pendengar setia saja tetapi juga menjadi siswa yang aktif. Ada beberapa anak memang memiliki kecerdasan yang lebih, sehingga bisa mengingat pembelajaran yang telah berlalu. Tetapi ada beberapa anak yang harus dipancing untuk membantu ingatannya kembali akan pembelajaran sebelumnya. Pertanyaan yang diberikan juga merangsang siswa untuk berani dan terampil, karena setiap pertemuan siswa selalu ditekankan untuk tidak takut bertanya atau berpendapat dan membuat kelas menjadi lebih nyaman. Ketika tanya jawab, anak-anak menjadi fokus dan berlomba untuk menjawab pertanyaan karena ada nilai tambahan untuk mereka.

Pada saat metode tanya jawab, terkadang R10 merasa grogi karena dadakan antara siap dan tidak siap, dan terkadang tidak bisa menjawab. Sama seperti R4, R10 dan R12 juga semangat berpikir dalam menjawab pertanyaan karena bagi mereka bisa menambah nilai dan bisa mengingat materi sebelumnya. Sebenarnya bagi R10, pertanyaan dari guru mudah tapi jawabannya yang susah. Sedangkan bagi R12, ia akan menjawab dan memberikan pertanyaan apabila ia belajar, sebaliknya jika ia tidak belajar maka ia tidak dapat menjawab dan memberi pertanyaan. R10 menambahkan lagi bahwa pertanyaan dari guru bisa membuatnya berhenti dari ribut walaupun hanya sebentar.

R11 mengatakan bahwa di dalam metode tanya jawab guru tidak menunjuk siswa untuk menjawab. Siswa yang bisa menjawab menunjuk dirinya sendiri dengan cara mengangkat tangan. Pertanyaan yang diberikan mudah maka R11

sering menjawab dan hal tersebut membuatnya merasa senang. Adanya metode tanya jawab juga membuat R13 bisa berinteraksi langsung dengan guru dan saat memberikan pendapat, ia bisa berdiskusi dengan teman.

b) Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

Hasil wawancara pada tiga belas responden, semuanya mengatakan bahwa metode tanya jawab dapat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Bagi R1 metode tanya jawab sangat membantu karena bisa mengajarkan siswa untuk berani berbicara di muka umum dan mengajak mereka untuk mengeluarkan pendapat. R3 menjelaskan lagi bahwa:

Metode tanya jawab sangat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran itu ada empat aspek yaitu sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan. Metode tanya jawab lebih-lebih dalam hal pengetahuan sangat membantu siswa. Jadi sejauh mana kita akan bisa melihat anak itu mencapai tujuan lebih-lebih dalam hal pengetahuan dengan tanya jawab itu. Tetapi memang ada kekurangannya, jika lebih-lebih kalau di sekolah negeri. Mungkin siswa-nya tidak terlalu banyak, ketemu dengan siswa yang sulit untuk diajak tanya jawab, memang itu membutuhkan pendekatan dan juga kreativitas guru dalam menggunakan tanya jawab ini, supaya anak itu mampu menyampaikan atau mengutarakan memberikan pendapatnya. Tetapi memang secara intinya itu metode tanya jawab sangat membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. sedangkan tujuan pembelajaran agama katolik di bidang pengetahuan itu bisa kita tempuh salah satu teknik yang digunakan atau mungkin biasa kita sebut dengan penilaian itu diantaranya menggunakan teknik lisan. Jadi metode tanya jawab itu kita terapkan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan yang kita berikan dikuasai oleh anak. Ketercapaian dari proses pembelajaran itu bisa diterima oleh anak dan juga mereka terapkan dapat kita ukur dari teknik yang kita pakai dengan tanya jawab itu.

R4 dan R5 bisa menambah pengetahuan dan wawasan mereka akan materi pembelajaran. R6 bisa bertanya apa saja yang belum jelas, dan R9 bisa mengetahui seberapa besar siswa dapat menangkap materi yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran. Bagi R10 dan R11, metode tanya jawab sangat membantunya

mencapai pembelajaran karena dapat mengingat dan mengulangi kembali pembelajaran yang telah diberikan guru. Sehingga saat ulangan, mereka tidak lupa, tidak bingung, dan tidak hanya diberi tahu jawabannya.

Begitu pula dengan R12 yang mengatakan bahwa metode tanya jawab dapat membantunya mencapai tujuan pembelajaran karena dapat mengetahui secara dalam materi yang sedang dipelajari. Ketika R13 lupa dan tidak mengerti, maka ia akan menanyakan dan ingat kembali dengan materi pembelajaran. R7 menambahkan lagi bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. Ada yang cepat menangkap dan ada yang kesulitan. Pada hasil ujian guru akan memeriksa, dan menjelaskan kembali pada siswa yang menjawab salah agar ke depannya mereka paham. R8 hanya mengatakan jelas membantu. Akibat dari pemotongan jam mengajar, menurut R2 metode tanya jawab merupakan metode yang efektif bagi siswa.

3. Deskripsi Metode Demonstrasi