BAB II. KAJIAN TEORITIK
A. Kajian Teoritik
6. Jenis-jenis Metode Pembelajaran PAK
Menurut Irwanto, et al (1983:10) dalam pandangan Blizard mengatakan bahwa ada tiga kriteria dasar yang digunakan dalam pemilihan metode yakni:
a. Berpusat pada Pengelolaan
Berpusat pada pengelolaan artinya segala pertimbangan harus berdasarkan pada kondisi pengelolaan yang nyata saat itu juga. Misalnya berkaitan dengan
biaya, fasilitas, staf dan sebagainya. Ada 2 faktor yang berpusat pada pengelolaan yaitu faktor-faktor persiapan dan faktor-faktor penyajian, seperti tabel berikut ini.
Tabel 1. Faktor-faktor Persiapan dan Penyajian Faktor-faktor Persiapan Faktor-faktor Penyajian
1. Waktu yang digunakan untuk mempersiapkan atau
mengembangkan
2. Jumlah bahan yang harus dipersiapkan
3. Biaya yang diperkirakan dibutuhkan untuk persiapan dan pengembangannya 4. Fasilitas yang dibutuhkan
untuk persiapan
5. Kualitas staf yang diperlukan dalam persiapan
6. Jumlah staf yang diperlukan untuk mempersiapkan bahan
1. Fasilitas yang dibutuhkan untuk penyajian
2. Jumlah anggota staf yang dibutuhkan untuk penyajian 3. Jumlah siswa yang
mendapatkan pelajaran pada saat itu
4. Perkiraan biaya yang ditentukan untuk penyajian 5. Kemudahan administrasi 6. Keterandalan
alat-alat/perlengkapan
7. Efeknya terhadap lamanya pelajaran
b. Berpusat pada Guru
Pada kriteria ini, hal yang dilakukan adalah mempertimbangkan faktor-faktor yang penting bagi guru terkhususnya berkaitan dengan penyajian bahan pelajaran dari guru itu sendiri. Adapun faktor-faktor yang berpusat pada guru yakni kemudahan dalam memberikan penyajian, teknik yang luwes, melihat taraf kesulitan dalam menjalankan teknik, taraf kesulitan dalam melaksanakan evaluasi, kurang tersedianya peralatan, respon atau reaksi guru terhadap teknik dan prosedur pembelajaran, dan adanya harapan akan adanya interaksi antara guru dan para murid dari metode yang digunakan (Irwanto et al, 1983:11).
Pembelajaran yang dilakukan satu arah ini menuntut seorang guru untuk mampu memberikan pembelajaran yang bisa dipahami siswa dengan baik.
Kecakapan dari penyampaian seorang guru sangat dibutuhkan. Akan tetapi untuk mengurangi kesan otoritas dari guru maka hal-hal yang diperhatikan oleh guru yakni:
1) Pada tahap persiapan, guru mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang nyaman, mempersiapkan peluang pembelajaran yang aktif tanpa didominasi oleh guru, dan adanya akomodasi gaya belajar yang berbeda-beda (Suyono dan Hariyanto, 2015:93).
2) Pada saat berlangsungnya pembelajaran, sebaiknya selalu ada interaksi guru dengan siswa, menunjukkan minat yang tinggi atas mata pelajaran tersebut, penyampaian yang jelas berkaitan dengan tujuan dan pokok bahasan di dalam pembelajaran, dan menunjukkan penghargaan yang besar kepada siswa atas minat, gagasan dan pertanyaan dari siswa (Suyono dan Hariyanto, 2015:93).
3) Pada akhir pembelajaran, disertai dengan refleksi (Suyono dan Hariyanto, 2015:93). Refleksi akan membantu para murid melihat kembali segala proses pembelajaran dan pencapaian yang telah didapatkannya. Sebab, dengan melihat kembali proses pembelajaran yang telah dilaluinya, membantunya dalam mengambil keputusan akan pembelajaran selanjutnya yang akan dialaminya.
c. Berpusat pada Para Murid
Pada kriteria ini mengkaji tentang faktor-faktor yang menggambarkan tingkatan pengetahuan guru tentang proses pembelajaran, dan pemilihan metode yang tidak hanya berdasarkan pada efisiensi administratif saja melainkan berkaitan dengan proses belajar siswa. Adapun faktor-faktor yang berpusat pada siswa yakni partisipasi siswa terhadap metode yang digunakan, derajat realismenya, besarnya
dorongan yang diberikan (Pertimbangan juga penangguhan, jumlah, dan frekuensi dorongan), penggunaan metode yang disesuaikan dengan kecepatan belajar dari setiap siswa, jumlah indera yang dirangsang oleh metode tersebut, dan besarnya umpan balik yang diberikan oleh guru ke siswa dan siswa ke guru atas respon dari metode yang digunakan.
d. Metode-metode yang Digunakan dalam PAK 1) Metode Ceramah
Metode ceramah dan metode tanya jawab tidak dapat dipisahkan. Akan tetapi di dalam metode ceramah, durasi untuk ceramah lebih banyak dibandingkan dengan tanya jawab. Menurut Suyono dan Hariyanto (2015:94) metode ceramah ini dilakukan dengan pemberian informasi secara lisan dari seorang pendidik kepada siswa.
Adapun kelebihan dari metode ceramah ini pada sisi guru adalah guru mudah mengontrol dan menguasai kelas, dapat mengorganisasikan atau mengatur tempat duduk di kelas, menerangkan pelajaran dengan baik, mudah mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran, dan dapat diikuti siswa dalam jumlah yang besar.
Sedangkan kekurangan dari metode ini adalah siswa mengalami kebosanan apabila selalu digunakan dan dalam jangka waktu yang cukup lama, sangat sulit mengetahui apakah semua siswa paham atau hanya sebagian kecil yang paham, mudah menjadi verbalisme dan merugikan siswa yang menangkap materi lewat visual, dan siswa menjadi pasif.
2) Metode Tanya Jawab
Pada metode ini dikhususkan pada guru yang bertanya dan siswa menjawab, atau siswa bertanya dan guru menjawab. Tujuan dari metode tanya jawab ini adalah untuk mengetahui sejauh mana materi pelajaran dikuasai, merangsang siswa untuk berpikir, dan memberikan kesempatan pada siswa untuk mengajukan masalah yang belum dipahami. Menurut Mufarrokah (2009:87), pertanyaan yang diberikan sebagai stimulus dan jawaban atas pertanyaan tersebut sebagai pengarahan aktivitas belajar.
Kelebihan dari metode tanya jawab adalah dapat memusatkan perhatian siswa, merangsang siswa untuk terampil dan berani menjawab dan memberikan pendapat, mengembangkan daya pikir dan juga daya ingatan, serta membangkitan hasrat siswa untuk melakukan penyelidikan.
Sedangkan kekurangan dari metode tanya jawab adalah siswa menjadi takut jika guru tidak menciptakan suasana yang akrab dan kurang mendorong mereka untuk berani, tidak bisa memberikan pertanyaan pada semua siswa jika jumlah siswa banyak dan waktunya terbatas, sulit bagi guru untuk membuat pertanyaan dengan tingkatan dari termudah sampai tersulit, dan waktu akan terbuang jika siswa tidak segera menjawab.
3) Metode Demonstrasi
Di dalam metode ini, pendidik akan menampilkan suatu keterampilan tertentu dan murid memperhatikannya. Peragaan dan pertunjukan ini berkaitan dengan suatu proses, situasi, benda tertentu, serta situasi yang sebenarnya maupun hanya sekedar tiruan. Tujuannya adalah mengembangkan daya observasi murid dan
mengembangkan pengetahuan yang berkaitan dengan prinsip-prinsip yang berkaitan dengan keterampilan yang telah ditampilkan oleh pendidik. Menurut Chotimah dan Fathurrohman (2018:338), metode demonstrasi ini sangat efektif bagi murid untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar.
Kelebihan dari metode demonstrasi adalah pembelajaran lebih jelas dan konkret, siswa mudah memahami apa yang sedang dipelajari, proses pembelajaran lebih menarik, siswa aktif mengamati, siswa dapat menyesuaikan teori dengan kenyataan dan mencoba melakukan sendiri, dan dapat memberikan kesempatan besar bagi siswa untuk berdiskusi.
Kekurangan dari metode ini adalah memerlukan persiapan yang lebih matang, membutuhkan keterampilan khusus dari guru,dan fasilitas harus memadai seperti peralatan, tempat dan biaya.
4) Metode Tugas Membaca Terstruktur
Metode ini biasanya dilaksanakan pada awal pembelajaran. Guru akan menugasi siswa untuk membaca suatu wacana atau suatu prosedur langkah-langkah demonstrasi. Siswa diminta untuk memahami konsep-konsep penting yang dipaparkan dalam wacana tersebut, dan bertanya pada guru, apabila ada sesuatu yang kurang dipahaminya.
5) Metode Karyawisata
Di dalam metode ini, para siswa memperoleh pengalaman langsung dengan melihat proses, fenomena yang terjadi di lokasi studi. Siswa akan diminta mencatat proses dan produk-produk yang diamatinya, kemudian membuat rancangan
penilaian hasil karyawisata untuk laporan sementara. Manfaat dari karyawisata adalah siswa mendapatkan penjelasan langsung tentang suatu proses, memberikan penyegaran pada siswa, memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru, menjawab pertanyaan yang timbul dari dalam diri, dan memperoleh tambahan informasi.
Kelebihan dari metode ini adalah memiliki prinsip pengajaran yang modern, siswa aktif mencoba sesuatu untuk menambah wawasannya, merangsang daya kreativitas dari siswa, pembelajaran menjadi relevan, siswa dapat melakukan wawancara pada narasumbernya, dan membuat pembelajaran menjadi rileks dan menyenangkan. Sedangkan kekurangannya adalah fasilitas dan biaya yang diperlukan sulit disediakan oleh siswa maupun guru, membutuhkan banyak waktu, memerlukan persiapan yang matang, sulit mengatur siswa yang banyak, dan unsur rekreasi lebih diprioritaskan.
6) Metode Pelatihan
Metode ini diawali dengan metode ceramah untuk menekankan konsep-konsep penting kepada siswa atau tanya jawab yang membimbing dan mengarahkan mereka ke arah materi yang akan dilatihkan. Latihan-latihan tersebut sebagai suatu cara yang baik untuk menanamkan kebiasan-kebiasaan tertentu yang baik. Siswa yang terlibat dari metode ini diharapkan memiliki ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan.
Kelebihan dari metode pelatihan adalah siswa memiliki kecakapan motorik seperti menulis dan melafalkan huruf, kecakapan mental, pembentukan kebiasaan dan memperoleh kecakapan asosiasi. Sedangkan kekurangannya adalah menghambat bakat dan inisiatif siswa, menimbulkan penyesuaian statis terhadap
lingkungan, menimbulkan verbalisme, kebiasaan yang kaku, dan jika dilakukan berulang kali akan menimbulkan rasa bosan.
7) Metode Seminar
Siswa dalam kelompok kecil menyajikan sebuah makalah kepada siswa lainnya, kemudian hasil presentasi tersebut ditanggapi dalam bentuk diskusi dan analisis kritis terhadap makalah yang telah dipresentasikan. Metode ini, mengembangkan kemampuan siswa untuk memilih dan menyajikan informasi yang relevan dan mempertajam kemampuan lewat adu argumen, proposisi dan thesis.
8) Metode Role Playing
Siswa diberi tugas untuk memilih suatu peranan tertentu. Kemudian, mereka berusaha menciptakan situasi yang sesuai dengan alur cerita yang akan diperankannya. Setelah selesai diperankan, maka seluruh peserta membahas apa yang telah ditampilkan dengan panduan pertanyaan dari pendidik. Tujuannya untuk mengembangkan kesadaran diri, melihat perubahan sikap dan perilaku dan kemampuan untuk berempati dan menyelami keadaan orang lain.
9) Metode Diskusi
Metode ini menuntut komunikasi dua arah dari pendidik dan siswa.
Pendidik mendorong siswa untuk menyampaikan pertanyaan-pertanyaan, masalah-masalah, atau komentar dari peserta didik dibawa pengawasan pendidik (Irwanto et al, 1983:19). Tujuannya adalah latihan penyampaian fakta-fakta, membimbing siswa untuk melakukan sintesa, dan memotivasi siswa. Tujuan dari metode diskusi ini adalah pertama, siswa dapat memecahkan masalah. Kedua, menjawab
pertanyan. Ketiga, menambah dan memahami pengetahuan siswa dan yang keempat adalah membuat suatu keputusan.
Masalah-masalah yang sesungguhnya dianalisis secara mendetail atau secara berurutan, untuk membantu siswa meramu pengertian mereka tentang masalah tersebut dan bagaimana memecahkan masalah (Irwanto et al, 1983:18).
Bisa dikatakan proses memecahkan masalah itu dengan cara bermusyawarah dengan teman-temannya yang lain. Tujuannya, untuk membantu siswa menyampaikan pengetahuan tentang fakta-fakta yang mendasari masalah, dan menerangkan prinsip-prinsip yang dipelajari pada situasi yang nyata.
Metode diskusi ini juga tidak terlepas dari hambatan. Hambatan dari metode diskusi ini adalah pembicaraan akan didominasi oleh dua atau tiga orang yang menguasai materi, kadang-kadang pembahasannya menyimpang, waktu yang dibutuhkan lama, tidak bisa digunakan dalam kelompok besar, emosi yang tidak terkontrol karena perbedaan pendapat, dan informasi dari siswa terbatas.
10) Metode Belajar dengan Bantuan Komputer (CAI, Computer Assisted Learning) Metode ini menggunakan media berupa notebook (laptop), atau seperangkat komputer lengkap. Guru akan menugasi siswa untuk mencari suatu konsep yang telah diterimanya lewat internet.
11) Metode Karya Kelompok
Di dalam metode ini, siswa dibagi-bagi dalam kelompok kecil, kemudian diberi tugas untuk dikerjakan di dalam kelompok tersebut. Dari subtema yang besar, guru akan memberikan subtema kecil yang berbeda-beda kepada kelompok kecil.
Hal ini akan membantu siswa untuk mengembangkan ide dan kreativitasnya dan pembelajaran akan lebih terasa kontekstual.
12) Metode Pembelajaran Langsung
Di dalam metode ini, guru mentransformasikan pengetahuan atau keterampilan secara langsung kepada siswa. Ada tiga komponen dasar dalam metode ini yaitu rencana program, organisasi pengajaran dan interaksi guru/siswa.
13) Metode Debat
Menurut Sani (2019:143-144), metode debat ini terdiri dari 2 kelompok peserta yang satu pro dan satu kontra. Kedua kelompok ini diberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan. Setelah selesai membaca, guru menunjukkan salah satu anggota kelompok yang pro untuk berbicara dan ditanggapi oleh kelompok yang kontra, begitu seterusnya sampai semua berbicara dan mengeluarkan argumennya. Sementara siswa menyampaikan gagasannya, guru akan menulis inti dari ide-ide yang dikeluarkan di papan tulis. Selanjutnya guru akan menambahkan konsep atau ide yang belum diungkapkan, serta mengajak siswa untuk membuat kesimpulan atau rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.
14) Metode Group Tutorial
Siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil. Mereka akan memberikan tutorial berkaitan dengan pemanfaatan suatu benda. Tujuannya agar siswa dapat memberikan pengertian dan sintesis akan ide-ide yang disajikan dan mengembangkan keterampilan kerjasama kelompok. Peran pendidik hanya mengawasi topik dan arah dari pembelajaran.
15) Metode Tugas Perorangan
Tugas perorangan ini dapat sangat bervariasi. Suatu masalah yang diberikan guru dapat dipecahkan di dalam maupun di luar kelas. Tujuannya yakni memberikan cara belajar yang langsung dan aktif, dan mengembangkan keterampilan memecahkan masalah. Peran guru adalah mendiagnosa dan membantu kelemahan-kelemahan dari siswa.
Kelebihan dari metode tugas perorangan ini adalah untuk merangsang siswa melakukan aktivitas belajar, meningkatkan kemandirian, meningkatkan pemahaman siswa akan materi pembelajaran, membina rasa tanggung jawab dan disiplin, dan mengembangkan kreativitas siswa. Sedangkan kekurangannya adalah siswa sulit dikontrol, sering memberi tugas yang monoton atau tidak bervariasi akan menimbulkan rasa bosan dalam diri siswa, dan guru kesulitan memberi tugas berdasarkan perbedaan kemampuan siswa secara individu.
7. Evaluasi Proses Pembelajaran