• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. KAJIAN TEORITIK

A. Kajian Teoritik

5. Metode Pembelajaran PAK

Pembelajaran merupakan sebuah proses interaksi antara siswa, pendidik dan sumber belajar di dalam suatu lingkungan belajar (Chotimah dan Fathurrohman, 2018:40). Di dalam interaksi ini, siswa memiliki suatu pengetahuan baru tentang apa yang sedang dipelajari, di mana ada perubahan sikap atau tingkah laku.

Pembelajaran juga diartikan sebagai proses pengembangan moral keagamaan, aktivitas, dan kreativitas siswa dalam berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Hal yang ditekankan pada pembelajaran adalah siswa, sebab di dalam pembelajaran ada proses, cara dan perbuatan yang menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.

Maka dapat disimpulkan arti dari kata pembelajaran itu sendiri adalah suatu proses interaksi antara guru dan siswa serta sumber pembelajaran untuk mengembangkan moral keagamaan, aktivitas, dan kreativitas dari para siswa.

b. Pengertian Metode Pembelajaran PAK

Menurut Hamdayama (2017:94) metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan pembelajaran kepada para siswa.

Guru menyiapkan dengan baik dan saksama suatu cara yang akan digunakan dalam

pembelajaran guna menarik perhatian para siswa dan membantu para siswa mendalami materi yang diajarkan oleh guru.

Metode pembelajaran dapat juga diartikan sebagai pemberian kecakapan dan pengetahuan kepada siswa di dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Sebagai seorang guru yang mengaplikasikan berbagai disiplin ilmu dan mengetahui sebuah kebenaran, dituntut untuk menyadari bahwa teori-teori selalu datang dan pergi, dan perginya selalu lebih banyak, karena mereka tidak mampu menangkap detail yang realitas setiap harinya. Situasi ini mengantar seorang pendidik atau guru PAK untuk membuat sesuatu yang berbeda di dalam pembelajaran seperti membuat metode pembelajaran.

Selain sebagai pemberian kecakapan dan pengetahuan, metode juga merupakan cara yang digunakan guru untuk mengimplementasikan rencana pembelajaran yang telah disusun dalam praktik yang secara nyata di kelas dan di hadapan siswa, untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengimplementasian rencana yang telah disusun dalam suatu kenyataan atau realita, akan membantu guru mencapai tujuan pembelajaran yang telah disusun tercapai dengan optimal. Dengan kata lain, metode adalah cara yang digunakan untuk melaksanakan strategi pembelajaran atau a way in achieving something yang memerlukan teknik dan taktik (Sanjaya, 2016:127).

Metode pembelajaran yang baik dan dikatakan berhasil apabila siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan mencapai tujuan pembelajaran. Siswa dapat berinteraksi langsung dengan ilmu pengetahuan atau lingkungan dan memberikannya suatu wawasan baru. Maka dapat disimpulkan bahwa metode

pembelajaran merupakan cara yang digunakan guru dalam membantu siswa berinteraksi dengan ilmu pengetahuan dan pada akhirnya dapat mencapai tujuan pembelajaran.

c. Kriteria Pemilihan Metode Pembelajaran

Setiap guru hendaknya memiliki keterampilan dalam menggunakan metode pembelajaran, agar metode yang digunakan tepat. Adanya keterampilan ini, guru dapat membantu para muridnya terlibat langsung dengan materi pembelajaran.

Begitu juga dalam pembelajaran PAK di sekolah. Setiap materi tentu memiliki metode yang berbeda-beda dalam penyampaiannya. Maka sangat diperlukan teknik dalam memilih metode dalam mengajar. Chotimah dan Fathurrohman dalam buku Paradigma Baru Sistem Pembelajaran menampilkan beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam menggunakan metode pembelajaran yakni:

1) Kesesuaian Metode Pembelajaran dengan Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran yang jelas dan tepat akan membantu pemilihan metode belajar yang tepat juga. Adanya pemahaman akan tujuan pengajaran, akan membantu pendidik untuk memilih metode belajar yang lebih sesuai. Ketepatan pemilihan metode dengan tujuan pembelajaran ini, menuntut perencanaan awal pembelajaran yang matang dari seorang pendidik itu sendiri. Ia akan menilai sejauh mana keefektifan dari metode yang digunakan, untuk mempermudah pemahaman para murid akan pembelajaran dan hasil akhirnya adalah tujuan pembelajaran dapat tercapai.

2) Kesesuaian Metode Pembelajaran dengan Materi Pembelajaran

Pada ranah ini, metode pembelajaran juga harus disesuaikan dengan materi pembelajaran yang akan diberikan oleh pendidik kepada para murid. Menurut Rohani (2004:118), di dalam memilih materi pendidik harus melihat sejauh mana materi tersebut mengandung unsur emosi, memerlukan pengamatan, memerlukan gerakan atau keterampilan tertentu, mengandung materi hafalan atau lain sebagainya untuk menentukan metode yang sesuai. Hal ini dimaksudkan agar materi yang disampaikan pendidik mudah dipahami oleh para murid.

3) Kesesuaian Metode Pembelajaran dengan Kemampuan Guru

Ketidakmampuan guru dalam menggunakan metode pembelajaran akan menyebabkan banyak kejanggalan bahkan ditertawakan oleh para murid. Maka pendidik dituntut untuk memiliki kemampuan yang baik dalam menguasai metode yang yang digunakan, guna membantu dirinya dalam menyampaikan materi pembelajaran dan dapat dipahami oleh para murid dengan mudah.

4) Kesesuain Metode Pembelajaran dengan Kondisi Para Murid

Setiap murid memiliki kondisi dan karakteristik yang berbeda-beda. Maka metode yang diberikan guru tidak hanya satu saja melainkan bervariasi, agar tidak menimbulkan kejenuhan dan keberhentian minat belajar dari para murid (Rohani, 2004:119).

5) Kesesuain Metode Pembelajaran dengan Sumber dan Fasilitas Tersedia

Sebelum memilih metode, dipastikan terlebih dahulu fasilitas yang diperlukan sudah tersedia atau belum. Fasilitas ini membantu pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran dan juga membantu para murid dalam

memahami maksud yang akan disampaikan oleh pendidik. Sumber dan fasilitas yang memadai akan membantu kelancaran proses belajar mengajar.

6) Kesesuaian Metode Pembelajaran dengan Situasi Kondisi Belajar Mengajar Situasi kondisi belajar mengajar juga merupakan faktor penting dalam menentukan metode pembelajaran, sebab situasi ini berkaitan dengan semangat belajar/mengajar, cuaca, keadaan lingkungan kelas/sekolah, dan sebagainya.

Situasi pembelajaran ini tidak setiap hari sama, kadang guru bisa menciptakan situasi belajar yang berbeda, misalnya mengajar di alam terbuka (Mufarrokah, 2009:83).

7) Kesesuaian Metode Pembelajaran dengan Tempat Belajar

Tempat belajar tidak selamanya di dalam ruang kelas. Terkadang di luar kelas atau di alam luar. Para murid bisa mengamati apa yang sedang terjadi, misalnya mengamati orang yang tidak tertib berlalu lintas di lampu merah atau hal lainnya yang berkaitan dengan tema dan tujuan pembelajaran. Tempat belajar yang sesuai akan membuat para murid merasa nyaman dan membantunya dalam memahami pembelajaran.