• Tidak ada hasil yang ditemukan

Determinan Kepemimpinan

Dalam dokumen TESIS. Oleh EVI MARTALINDA HAREFA /IKM (Halaman 123-128)

HASIL PENELITIAN

4.3 Determinan Pelaksanaan Pelayanan Promotif dan Preventif pada Program JKN di FKTP Puskesmas Wilayah Kota GunungsitoliJKN di FKTP Puskesmas Wilayah Kota Gunungsitoli

4.3.4 Determinan Kepemimpinan

Determinan kepemimpinan para pemimpin pelaksana pelayanan promotif dan preventif pada program JKN dapat diketahui dari strategi yang digunakan oleh pimpinan dan penanggung jawab pelayanan dalam pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN di Puskesmas.

Berdasarkan hasil wawancara dengan enam informan dari Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli, Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli, dan BPJS Cabang Gunungsitoli tentang strategi yang digunakan dalam pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN dapat diperoleh pernyataan dari informan pertama sebagai berikut :

“ Kami menentukan pemegang program. Kami mengatur mereka untuk menyelesaikan program masing – masing. Kami secara teknis selalu mendampingi mereka. Jika ada kendala dilapangan yang tidak bisa mereka selesaikan kami tetap mendampingi mereka. Kami punya komitmen untuk selalu mencapai target, jadi sudah kami atur dari awal.

Pemegang program yang satu tidak mengganggu pemegang program yang lain. Kecuali dalam bentuk pelaksanaan misalnya butuh tenaga ya gabung. Seperti di Pustu dan Poskesdes mereka mengacu dari program puskesmas. Program yang sudah tersusun dipuskesmas mereka laksanakan di desa Kecuali ada program tambahan dari dinkes itu dikondisikan. “

Berdasarkan pernyataan di atas dapat diperoleh informasi bahwa agar pelayanan promotif dan preventif dapat terlaksana di Puskesmas maka dari awal pimpinan telah melakukan perencanaan agar setiap kegiatan mencapai target yang sudah direncanakan. Pimpinan menentukan penanggungjawab masing – masing program di Puskesmas. Pimpinan mengatur para penanggungjawab program agar menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Dan dalam pelaksanaannya, apabila ada kendala di lapangan pimpinan selalu mendampingi para pelaksana program.

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan dua, diperoleh pernyataan sebagai berikut :

“Melakukan pendekatan. Terus sosialisasi melalui lokakarya mini, pertemuan rapat pegawai. Kita juga melakukan penyuluhan ya kepada para pegawai. Klo ada kegiatan kita umumkan secara pribadi atau

secara umum melalui rapat staf. Kita tetap melibatkan pimpinan supaya lebih kuat”.

Dari pernyataan di atas dapat diperoleh informasi bahwa agar pelayanan promotif dan preventif dapat terlaksana di Puskesmas, dilakukan pendekatan dan sosialisasi pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif kepada para pelaksana kegiatan. Jika ada kegiatan pelayanan promotif dan preventif maka diumumkan melalui rapat staf atau secara pribadi.

Berdasarkan pernyataan informan dua dan tiga di atas dapat diperoleh informasi bahwa strategi pimpinan dan penanggungjawab promosi agar pegawai mau melaksanakan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN di Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli adalah dengan melakukan perencanaan yang baik dari awal kegiatan dan selalu mendampingi para pelaksana kegiatan apabila ada kendala dalam pelaksanaannya. Selain itu melakukan pendekatan kepada para pelaksana kegiatan dan sosialisasi tentang kegiatan yang akan dilakukan kepada para pelaksana kegiatan.

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan tiga, diperoleh pernyataan sebagai berikut :

“Dalam melaksanakan program kami melibatkan semua pegawai.

Dalam setiap penugasan tersebut mereka mendapatkan jasa. Adanya jasa dalam setiap kegiatan tersebut memotivasi mereka melaksanakan pelayanan promotif dan preventif”.

Berdasarkan pernyataan di atas dapat diperoleh informasi bahwa agar pelayanan promotif dan preventif dapat terlaksana di Puskesmas maka pimpinan dalam setiap kegiatan selalu melibatkan seluruh pegawai yang ada di Puskesmas.

Dari setiap kegiatan setiap pegawai yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan akan

mendapatkan jasa pelayanan. Hal tersebut akan memotivasi pegawai untuk melaksanakan kegiatan.

Pernyataan yang sama juga diperoleh dari hasil wawancara dengan informan empat, sebagai berikut :

“Dengan memberikan bantuan transportasi kepada pelaksana kegiatan.

Dengan sendirinya memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan.

Berdasarkan pernyataan dari informan tiga dan empat diperoleh informasi bahwa strategi yang digunakan oleh pimpinan dan penanggungjawab promosi agar pelaksana kegiatan mau melaksanakan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN di Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Selatan adalah dengan melibatkan seluruh pegawai dalam setiap kegiatan. Dan memberikan jasa pelayanan terhadap setiap kegiatan yang telah dilaksanakan.

Berdasarkan wawancara dengan informan 5 dapat diperoleh pernyataan sebagai berikut :

“Dengan memberikan pemahaman kepada Puskesmas bahwa kegiatan promotif dan preventif ini penting dan membina kerjasama dengan masyarakat. Sebenarnya bisa juga dengan pemberian reward”.

Dari pernyataan di atas dapat diperoleh informasi bahwa agar pelayanan promotif dan preventif terlaksana di Puskesmas pimpinan memberikan pemahaman kepada Puskesmas bahwa pelayanan promotif dan preventif ini merupakan kegiatan utama Puskesmas. Dan mengarahkan Puskesmas agar tetap membina kerjasama dengan masyarakat.

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan 6 maka diperoleh pernyataan sebagai berikut :

“Yang pertama Kami harus sinergikan kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas terkait dengan pelaksanaan program – program. Yang kedua kami akan optimalkan program promotif dan preventif dari kami seperti prolanis, skrining IVA, papsmear. Karena kami juga punya target sendiri seperti prolanis tahun ini target kami jumlah peserta mencapai 1100. Sampai saat ini jumlah peserta sudah sekitar 850 orang”.

Dari pernyataan di atas dapat diperoleh informasi bahwa agar pelayanan promotif dan preventif dapat terlaksana di Puskesmas maka BPJS sinergikan kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Selanjutnya mengoptimalkan program promotif dan preventif dari BPJS seperti Prolanis, skrining IVA dan Papsmear.

Berdasarkan pernyataan dari keenam informan di atas dapat diperoleh informasi bahwa agar pegawai mau melaksanakan pelayanan promotif dan preventif maka Pimpinan Puskesmas dan Penanggung Jawab melakukan perencanaan yang baik dari awal kegiatan, mendampingi para pelaksana kegiatan apabila ada kendala dalam pelaksanaannya, melakukan pendekatan kepada para pelaksana kegiatan, sosialisasi tentang kegiatan yang akan dilakukan kepada para pelaksana kegiatan, memberikan jasa pelayanan terhadap setiap kegiatan yang telah dilaksanakan. Agar Puskesmas mau melaksanakan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN maka Dinas Kesehatan memberikan pemahaman kepada Puskesmas bahwa pelayanan promotif dan preventif ini merupakan kegiatan utama Puskesmas dan mengarahkan Puskesmas agar tetap membina kerjasama dengan masyarakat. Agar Puskesmas mau

melaksanakan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN maka BPJS sinergikan kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas, selanjutnya mengoptimalkan program promotif dan preventif dari seperti Prolanis, skrining IVA dan Papsmear. Dari observasi yang dilakukan di Puskesmas sebagai pelaksana pelayanan promotif dan preventif terlihat bahwa para pelaksana pelayanan promotif dan preventif melaksanakan setiap tugasnya masing – masing.

Dalam dokumen TESIS. Oleh EVI MARTALINDA HAREFA /IKM (Halaman 123-128)