• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber Daya Sarana dan Prasarana

Dalam dokumen TESIS. Oleh EVI MARTALINDA HAREFA /IKM (Halaman 115-119)

HASIL PENELITIAN

4.3 Determinan Pelaksanaan Pelayanan Promotif dan Preventif pada Program JKN di FKTP Puskesmas Wilayah Kota GunungsitoliJKN di FKTP Puskesmas Wilayah Kota Gunungsitoli

4.3.2 Determinan Sumber Daya

4.3.2.3 Sumber Daya Sarana dan Prasarana

Berdasarkan hasil wawancara dengan lima informan dari Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli, Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli tentang sumberdaya sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN dapat diperoleh pernyataan dari informan pertama sebagai berikut :

“Sarana dan prasarana sangat kurang. Seperti di Pustu dan Poskesdes masih banyak fasilitas yang kurang misalnya tempat tidur, air dan listrik yang tidak ada. Mobil untuk kegiatan promosi tidak tersedia, Mobil ambulans yang digunakan untuk transportasi pun sekarang sedang mengalami kerusakan. Media promosi seperti leaflet, poster tersedia di Puskesmas. Tetapi sarana promosi lainnya seperti flipcharts & stands, OHP, Amplifier & wireless microphone, kamera foto dan lain sebagainya belum ada di Puskesmas. Demikian juga sarana dan prasarana bagi bidan desa yang merupakan perpanjangan tangan puskesmas. Mereka masih belum memiliki tempat tinggal. Pada umumnya mereka ngontrak dirumah penduduk dan fasilitas pelayanan kesehatan mereka gunakan seadanya saja, apa yang mereka miliki mereka gunakan”.

Hal yang sama juga disampaikan oleh informan dua, adapun pernyataannya adalah sebagai berikut :

“ Sarana dan prasarana untuk pelayanan promotif dan preventif masih kurang. Sebenarnya dana untuk mengadakan fasilitas kesehatan tersebut mencukupi. Akan tetapi kita dari puskesmas terbatas dalam pengadaannya. Sehingga dalam pelayanan kita menggunakan fasilitas seadanya”.

Berdasarkan pernyataan informan satu dan dua di atas dapat diperoleh informasi bahwa sarana dan prasarana yang digunakan untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN di Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli masih sangat kurang. Sebagai contoh di Pustu dan Poskesdes masih banyak fasilitas pendukung pelayanan yang belum tersedia seperti tempat tidur, air, listrik. Mobil promosi belum tersedia di Puskesmas. Mobil ambulans yang ada saat ini sedang mengalami kerusakan. Leaflet dan poster tersedia di Puskesmas. Akan tetapi media promosi kesehatan lainnya seperti flipcharts & stands, OHP, amplifier & wireless microphone, kamera foto tidak ada di Puskesmas. Bagi bidan desa yang merupakan perpanjangan tangan Puskesmas di desa juga masih belum tersedia tempat tinggal dan fasilitas pelayanan. Bidan desa umumnya tinggal dirumah – rumah penduduk.

Dan untuk melayani pasien digunakan fasilitas seadanya yang mereka miliki.

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan tiga dapat diperoleh informasi sebagai berikut :

“Seperti yang saya sudah sampaikan tadi bahwa sarana dan prasarana yang digunakan untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif masih kurang memadai contohnya Pustu dan Poskesdes masih ada yang tidak memiliki air, listrik, tempat tidur pasien. Mobil promosi juga tidak ada di Puskesmas. Media promosi juga masih kurang, untuk melakukan promosi kami gunakan fasilitas seadanya saja seperti leaflet, poster.

Hal yang sama juga disampaikan oleh informan empat, dengan pernyataan sebagai berikut :

“Sarana dan prasarana masih kurang. Sebenarnya ada dana yang digunakan untuk membelanjakan fasilitas pendukung pelayanan. Akan tetapi kami terikat dengan prosedur pembelanjaan. Klo dibawah 10 juta Puskesmas bisa membelanjakan. Tetapi sebelumnya kita harus survei harga di minimal 4 apotik. Kalau melalui dinas dibelanjakan sekaligus sebenarnya bisa terserap dananya, pertanggungjawaban mereka dibayarkan oleh Puskesmas. Masalahnya Dinas tidak mau terlibat dalam pengadaan fasilitas pelayanan kesehatan. Seharusnya PPTK dari Puskesmas. Tetapi SK nya belum keluar”.

Dari pernyataan informan tiga dan empat dapat diperoleh informasi bahwa sarana dan prasarana untuk pelayanan promotif dan preventif pada program JKN di Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Selatan masih kurang. Pustu dan Poskesdes masih kekurangan tempat tidur, air dan listrik juga tidak ada. Puskesmas juga masih belum memiliki mobil promosi. Media promosi terbatas hanya dalam bentuk leaflet dan poster, media promosi lainnya masih belum ada di Puskesmas. Dana untuk pengadaannya tersedia, akan tetapi kendalanya Puskesmas tidak dapat mengadakan sarana dan prasarana jika lebih dari 10 juta. Untuk itu diharapkan kerjasama dari Dinas Kesehatan untuk mengadakannya.

Hal ini juga didukung oleh pernyataan dari informan lima, dari pernyataannya dapat diperoleh informasi sebagai berikut :

“Klo menurut saya masih kurang. Dikatakan memadai klo masing – masing Puskesmas itu memiliki mobil promosi. Kenyataannya masih belum ada. Kemudian alat – alat peraga yang mendukung pelaksanaan promotif dan preventif masih belum tersedia juga di Puskesmas”.

Berdasarkan pernyataan informan lima di atas dapat diperoleh informasi bahwa sarana dan prasarana untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif di Puskesmas masih kurang. Puskesmas masih belum memiliki mobil promosi dan alat – alat peraga sebagai media promosi yang mendukung pelaksanaan promotif dan

preventif secara khusus penyuluhan kesehatan.

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan enam dapat diperoleh pernyataan sebagai berikut :

“ Untuk kegiatan papsmear dan pemeriksaan IVA, kita masih belum laksanakan karena kita belum mendapat vendor yang bagus, dan pelaksananya belum ada diPuskesmas. Pelaksananya harus bidan yang memiliki sertifikat IVA “.

Berdasarkan pernyataan informan enam di atas dapat diperoleh informasi bahwa peralatan untuk skrining kesehatan seperti untuk pemeriksaan papsmear dan pemeriksaan IVA masih belum tersedia dikarenakan BPJS masih belum menemukan vendor yang bagus.

Berdasarkan informasi dari ke enam informan tersebut di atas, dapat diperoleh informasi bahwa sarana dan prasarana untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN di Puskesmas masih kurang. Sebagai contoh di Pustu dan Poskesdes masih banyak fasilitas pendukung pelayanan yang belum tersedia seperti tempat tidur, air, listrik. Masing – masing Puskesmas masih belum memiliki mobil promosi. Media promosi juga masih belum lengkap, yang ada di Puskesmas hanya dalam bentuk leaflet dan poster. Puskesmas juga masih belum memiliki alat peraga untuk promosi kesehatan. Bagi bidan desa yang merupakan

perpanjangan tangan Puskesmas di desa juga masih belum tersedia tempat tinggal dan fasilitas pelayanan. Bidan desa umumnya tinggal dirumah – rumah penduduk.

Dan untuk melayani pasien digunakan fasilitas seadanya yang mereka miliki.

Demikian juga alat yang digunakan untuk skrining kesehatan seperti papsmear dan IVA belum tersedia, karena pihak BPJS belum menemukan vendor yang bagus. Dari observasi terhadap sarana dan prasarana yang ada di Puskesmas terlihat bahwa masih kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif.

Dalam dokumen TESIS. Oleh EVI MARTALINDA HAREFA /IKM (Halaman 115-119)