• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen TESIS. Oleh EVI MARTALINDA HAREFA /IKM (Halaman 163-185)

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Pelayanan promotif dan preventif pada program JKN di Puskesmas Wilayah Kota Gunungsitoli masih belum berjalan maksimal dan belum terlaksana sesuai dengan yang diamanahkan oleh Undang – Undang. Penyuluhan perseorangan, pemberian imunisasi, pemasangan alat KB telah terlaksana di Puskesmas walaupun masih menggunakan fasilitas seadanya. Akan tetapi pemeriksaan skrining kesehatan seperti pemeriksaan kadar gula darah, pemeriksaan IVA dan pemeriksaan papsmear masih belum terlaksana di Puskesmas oleh karena alatnya tidak tersedia di Puskesmas dan tenaga kesehatan bersertifikat IVA belum tersedia di Puskesmas. Pelayanan promotif dan preventif yang telah terlaksana lebih bersifat Upaya Kesehatan Masyarakat. Sementara pelayanan promotif dan preventif yang diamanahkan oleh Undang – Undang bersifat Upaya Kesehatan Perseorangan.

2. Determinan Pelaksanaan Pelayanan Promotif dan Preventif Pada Program JKN di FKTP Puskesmas Wilayah Kota Gunungsitoli :

a. Determinan Peraturan

Peraturan yang tersedia untuk mengatur pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN di Puskesmas Wilayah Kota Gunungsitoli belum mendukung pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif. Peraturan tidak memberi kemudahan kepada Puskesmas untuk memanfaatkan dana kapitasi dalam mengadakan fasilitas pendukung pelayanan promotif dan preventif.

Peraturan yang ada tidak ada secara spesifik mengatur tentang pelayanan promotif dan preventif. Hal ini menjadi kendala dalam pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN.

b. Determinan Sumberdaya

a) Sumber Daya Manusia Kesehatan

Sumber daya Manusia Kesehatan yang ada di Puskesmas Wilayah Kota Gunungsitoli masih kurang, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Tenaga kesehatan yang tersedia lebih banyak tenaga keperawatan dan tenaga kebidanan yang ahli dibidang profesinya masing – masing.

Sementara tenaga kesehatan lainnya masih terbatas, terutama tenaga penyuluh kesehatan. Hal ini menjadi kendala dalam pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN.

b) Sumber Daya Dana

Dana kapitasi untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif baik di Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli maupun di Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Selatan sudah mencukupi. Besaran kapitasi yang diterima

oleh Puskesmas ditentukan berdasarkan jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas masing – masing. Hal ini tidak menjadi kendala dalam pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN.

c) Sumber Daya Sarana dan Prasarana

Sumber daya sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif masing kurang di Puskesmas Wilayah Kota Gunungsitoli.

Masih banyak Pustu dan Poskesdes yang tidak memiliki tempat tidur, sarana air bersih, aliran listrik. Puskesmas juga masih belum memiliki mobil promosi, alat promosi dan media promosi yang sangat diperlukan untuk penyuluhan kesehatan. Puskesmas memiliki keterbatasan untuk melakukan pengadaan walaupun dana tersedia untuk itu. Menurut peraturan yang ada alat kesehatan dapat diadakan melalui Dinas Kesehatan.

Hal ini menjadi kendala dalam pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN.

c. Determinan Kepemimpinan

Pimpinan Puskesmas dan Penanggungjawab Promosi mampu mengarahkan para pegawai agar mau melaksanakan pelayanan promotif dan preventif.

Berbagai strategi dilakukan antara lain dengan memberikan dana transportasi setiap melakukan kegiatan, mendampingi para pegawai jika ada kendala dilapangan. Hal tersebut memotivasi para pegawai untuk melaksanakan kegiatan. Demikian juga dengan Dinas Kesehatan yang merupakan atasan langsung dari Puskesmas yang selalu melakukan pengawasan terhadap

Puskesmas dan memberikan pemahaman bahwa pelayanan promotif dan preventif merupakan fungsi utama dari Puskesmas. BPJS sendiri mensinergikan kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas, selanjutnya mengoptimalkan program promotif dan preventif dari BPJS seperti Prolanis, skrining IVA dan Papsmear. Hal ini tidak menjadi kendala dalam pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif.

d. Determinan Sarana Komunikasi

Sarana komunikasi yang digunakan dalam pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif adalah telepon, surat, pertemuan melalui forum kordinasi/ forum kemitraan, rapat, kunjungan ke Puskesmas, monitoring ke Puskesmas. Sarana komunikasi yang digunakan tersebut sudah mendukung pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN.

e. Determinan Pegawai

Pegawai pelaksana pelayanan promotif dan preventif di Puskesmas Wilayah Kota Gunungsitoli pada umumnya memiliki pandangan mengabdi kepada Puskesmas/ Negara, mau dipimpin dan terpelihara tim kerja, dan memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan bidang ilmunya. Akan tetapi para pelaksana pelayanan promotif dan preventif masih belum memahami peraturan pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN.

Keterampilan dalam penyuluhan sangat terbatas. Tenaga kesehatan yang berada di Puskesmas kebanyakan berlatar belakang pendidikan bidan dan perawat yang ahli dalam kebidanan dan keperawatan akan tetapi belum

memiliki keterampilan maksimal dalam hal penyuluhan kesehatan yang merupakan salah satu keahlian yang sangat diperlukan untuk pelayanan promotif dan preventif secara khusus kegiatan penyuluhan kesehatan. Hal ini menjadi kendala dalam pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN.

f. Determinan Masyarakat

Masyarakat yang menjadi peserta JKN yang memiliki hak untuk memperoleh manfaat promotif dan preventif memiliki tingkat kepedulian terhadap kesehatan yang masih rendah. Pelayanan penyuluhan perorangan dan masyarakat sudah dilaksanakan di Wilayah kerja masing – masing Puskesmas.

Akan tetapi yang menjadi kendala adalah Puskesmas sangat kesulitan untuk melibatkan masyarakat dalam pelayanan ini. Hal ini sangat menghambat pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif.

6.2 Saran

Adapun beberapa saran yang dapat diberikan untuk peningkatan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN di Puskesmas wilayah Kota Gunungsitoli antara lain :

1. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan dan BPJS untuk mensosialisasikan kembali kepada Puskesmas tentang peraturan perundangan – undangan yang mengatur pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif agar Puskesmas dapat

melaksanakan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

2. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan dan BPJS untuk membuat regulasi yang mengatur teknis pemanfaatan dana kapitasi di Puskesmas secara khusus untuk pengadaan alat kesehatan pendukung pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN.

3. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN di Puskesmas seperti tempat tidur, sarana air bersih, listrik, selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan mobil promosi, alat peraga, media promosi yang sangat diperlukan untuk penyuluhan kesehatan.

4. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN di Puskesmas seperti tenaga penyuluh kesehatan dimana untuk Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli dibutuhkan tenaga SKM sejumlah 10 orang dan untuk Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Selatan dibutuhkan tenaga SKM sejumlah 2 orang.

5. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan yang ada secara khusus dalam melaksanakan penyuluhan kesehatan dan mengupayakan tenaga kebidanan dan tenaga keperawatan yang ada memiliki sertifikat IVA untuk mendukung pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN.

6. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk membuat strategi agar masyarakat mau terlibat dalam setiap kegiatan promotif dan preventif pada program JKN untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan.

Tahun 2015, Padang: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas.

Azwar, R.A.,1996. Menuju Pelayanan Kesehatan Yang Lebih Bermutu, Jakarta: IDI.

Darmawi, Herman., 2000. Manajemen Asuransi, Cetakan Pertama,Jakarta: PT Bumi Aksara.

Dewi, A.A.R., 2014. Analisis Pelaksanaan Pelayanan Promotif Dan Preventif Dalam Era Jaminan Kesehatan Nasional Di Puskesmas Belawan Tahun 2014:

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli., Profil Kesehatan Kota Gunungsitoli Tahun 2013, Gunungsitoli.

,Profil Kesehatan Kota Gunungsitoli Tahun 2014, Gunungsitoli.

Effendy, Nasrul., 1998. Dasar – Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Edisi Kedua, Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Effendy, Onong.,2000. Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi, Bandung:

PT.Rosdakarya.

Effendi F.,Makhfudli.,2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas, Jakarta: Salemba Medika.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia., Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2014, Jakarta.

http://www.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-indonesia-2014.pdf. Diakses pada tanggal 24 february 2016.

,Buku Pegangan Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN ) dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional, Jakarta.

http://www.depkes.go.id/resources/download/jkn/buku-pegangan-sosialisasi-jkn.pdf. Diakses pada tanggal 24 february 2016.

,2013,Mengembalikan Fungsi Puskesmas.http://aiphss.org/id/restoring-the-function-of-puskesmas/. Diakses pada tanggal 24 february 2016.

,2013, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional, Jakarta.

,2014, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, Jakarta

,2014, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional, Jakarta.

,2014, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2014 Tentang Penggunaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Untuk Jasa Pelayanan Kesehatan Dan Dukungan Biaya Operasional Pada Fasilitas Kesehatan tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah, Jakarta.

,2015, Kemenkes Memberikan penghargaan Kepada Nakes Teladan, Jakarta.

http://www.depkes.go.id/article/print/15081800001/kemenkes-memberikan-penghargaan-kepada-nakes-teladan.html. Diakses pada tanggal 24 February 2016.

,2004, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 128/

MENKES/SK/II/2004 Tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat, Jakarta.

Kompasiana.2015. Upaya Promotif dan Preventif Anak Tiri JKN. Jakarta.

http://www.kompasiana.com/nipupa/upaya-promotif-dan-preventif-anak-tiri-jkn_54f94 7f5a33311fc078b4aa2. Diakses pada tanggal 25 february 2016 Maulana, Heri D.J.,2009. Promosi Kesehatan, Jakarta: Buku Kedokteran EGC

Miles B. Matthewe, Huberman A. Michael., 2007. Analisis Data Kualitatif, Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia Press.

Moenir.,2008. Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia, Jakarta: PT.Bumi Aksara.

Utami S.M., 2009. Pengaruh Kemampuan Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Pelayanan Pada Rumah Sakit Umum Daerah Propinsi Sulawesi Tenggara,

Kendari: Jurnal Administrasi Publik Universitas Terbuka, Program Pasca Sarjana Universitas Terbuka UPBJJ Kendari.

Pemerintah Kotamadya Gunungsitoli., 2015. Peraturan Walikota Gunungsitoli Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pegelolaan Dan Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Di Kota Gunungsitoli Tahun Anggaran 2015, Gunungsitoli.

Presiden Republik Indonesia.,2013. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, Jakarta.

,2014. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi JKN Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama ( FKTP ) Milik Pemerintah Daerah, Jakarta.

Panjaitan H.,2010. Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Paramedis Dan Dampaknya Pada Mutu Pelayanan Di RSUD Pasuruan, Surabaya: Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945.

Purwitayana, 2013. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Implementasi Program Jaminan Kesehatan Bali Mandara di RSUD Wangaya Denpasar, Bali: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Universitas Airlangga.

RajaGukGuk J.,Fahrudin Js Pareke.,Nasution.,2013. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas Se – Kabupaten Seluma, Bengkulu: Jurnal Ekonomi Universitas Bengkulu, Pasca Sarjana Universitas Bengkulu.

Republik Indonesia.,1945. Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Jakarta.

,2014. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2014 Tentang Perasuransian, Jakarta.

,2004. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, Jakarta.

,2009. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, Jakarta.

,2011. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, Jakarta.

,2014. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2014 Tentang Perasuransian, Jakarta.

Robbins, Stephen P.,2006. Perilaku Organisasi. Edisi Kesepuluh, Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia.

Satrianegara,M.F., 2014. Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan. jakarta:

Salemba Medika.

Senduk, Safir., 2009. Seri Perencanaan Keuangan Keluarga Mengantisipasi Risiko, Jakarta: PT Gramedia.

Subarsono, AG.,2008. Analisis Kebijakan Publik ( Konsep, Teori dan Aplikasi ).

Cetakan Ketiga. Pustaka Pelajar. Yogyakarta

Sugiyono. ,2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D, Cetakan ke – 19, Bandung: Alfabeta.

Sulastomo.,2000. Manajemen Kesehatan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Susanto C.E.,2015. Tingkat Rujukan Ke RS Tinggi. Jakarta.

http://www.mediaindonesia.com/news/read/1887/tingkat-rujukan-ke-rs-tinggi/2015-03-27. Diakses pada tanggal 25 February 2016.

Trihono.,2005. Manajemen Puskesmas Berbasis Paradigma Sehat, Jakarta: Agung Seto

Yessy Y., 2015. Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kualitas Pelayanan Pasien Rawat Inap Di Puskesmas Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang, Bengkayang: Jurnal Ilmu pemerintahan Kerjasama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura.

No. Kegiatan Waktu Desember

2015

Januari 2016

February 2016

Maret 2016

April 2016

Mei 2016

Juni 2016 1. Pengajuan Judul Penelitian

2. Penetapan Judul Penelitian 3. Konsultasi Proposal Penelitian 4. Kolokium Proposal Penelitian 5. Revisi Proposal Penelitian 6. Pengurusan Izin Penelitian 7. Pengumpulan Data Penelitian 8. Penulisan Hasil Penelitian 9. Seminar Hasil Penelitian 10. Revisi Hasil Penelitian 11. Ujian Tesis

Nasional di FKTP Puskesmas Wilayah Kota Gunungsitoli

A. Daftar Pertanyaan untuk Kepala Seksi Promosi dan Jaminan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli

I. Data Umum

1. Nama :

2. Umur :

3. Jenis Kelamin :

4. Pendidikan Terakhir : 5. Tanggal Wawancara : II. Data Khusus

1. Menurut Bapak/ ibu, bagaimanakah pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada Program JKN di FKTP Puskesmas ?

2. Menurut Bapak/ Ibu, bagaimanakah peraturan pendukung pelaksanaan pelayanan pelayanan promotif dan preventif pada Program JKN di FKTP Puskesmas ?

3. Menurut Bapak/ ibu, bagaimanakah tenaga kesehatan yang sudah tersedia saat ini untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN di FKTP Puskesmas ?

4. Menurut Bapak/ Ibu, bagaimanakah dana yang tersedia untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada Program JKN di FKTP Puskesmas?

5. Menurut Bapak/ Ibu, bagaimanakah sarana dan prasarana yang tersedia untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN di FKTP Puskesmas ?

6. Bagaimanakah Bapak/ Ibu memberikan informasi pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada Program JKN kepada para pelaksana kegiatan (pegawai) ?

7. Menurut Bapak/ Ibu bagaimanakah karakteristik pegawai pelaksana pelayanan promotif dan preventif :

a. Apakah memiliki pengetahuan/ keterampilan yang memadai ? b. Apakah memiliki pandangan mengabdi untuk negara/ puskesmas ? c. Apakah mau dipimpin ?

B. Daftar Pertanyaan Untuk Kepala BPJS cabang Gunungsitoli I. Data Umum

1. Nama :

2. Umur :

3. Jenis Kelamin :

4. Pendidikan Terakhir : 5. Tanggal Wawancara : II. Data Khusus

1. Menurut Bapak/ Ibu, bagaimanakah peraturan pendukung pelaksanaan pelayanan pelayanan promotif dan preventif pada Program JKN di FKTP Puskesmas ?

2. Menurut Bapak/ Ibu, bagaimanakah dana yang tersedia untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada Program JKN di FKTP Puskesmas?

3. Bagaimanakah Bapak/ Ibu memberikan informasi pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada Program JKN kepada para pelaksana kegiatan (pegawai) ?

4. Apa strategi yang bapak/ Ibu lakukan agar program JKN yang terkait dengan pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif dilakukan di Puskesmas ?

C. Daftar Pertanyaan Untuk Kepala Puskesmas I. Data Umum

1. Nama :

2. Umur :

3. Jenis Kelamin :

4. Pendidikan Terakhir : 5. Tanggal Wawancara :

Puskesmas ?

3. Menurut Bapak/ ibu, bagaimanakah tenaga kesehatan yang tersedia saat ini untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif dipuskesmas ?

4. Menurut Bapak/ Ibu, bagaimanakah dana yang tersedia untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada Program JKN di FKTP Puskesmas?

5. Menurut Bapak/ Ibu, bagaimanakah sarana dan prasarana yang tersedia untuk pelaksanaan promotif dan preventif pada program JKN di FKTP Puskesmas ?

6. Bagaimanakah Bapak/ Ibu memberikan informasi pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada Program JKN kepada para pelaksana kegiatan ( pegawai ) ?

7. Menurut Bapak/ Ibu bagaimanakah karakteristik pegawai yang melaksanakan pelayanan promotif dan preventif :

a. Apakah memiliki pengetahuan/ keterampilan yang memadai ? b. Apakah memiliki pandangan mengabdi untuk negara/ puskesmas ? c. Apakah mau dipimpin ?

d. Apakah terpelihara tim kerja ?

8. Bagaimana strategi Bapak/ Ibu agar pegawai mau melaksanakan pelayanan promotif dan preventif ?

9. Menurut Bapak/ Ibu apakah yang menjadi tantangan internal dan eksternal dalam pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif dipuskesmas ?

D. Daftar Pertanyaan Untuk Penanggung Jawab Bidang Promosi I. Data Umum

1. Nama :

2. Umur :

3. Jenis Kelamin :

4. Pendidikan Terakhir : 5. Tanggal Wawancara :

Puskesmas ?

3. Menurut Bapak/ ibu, bagaimanakah tenaga kesehatan yang tersedia saat ini untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif dipuskesmas ?

4. Menurut Bapak/ Ibu, bagaimanakah dana yang tersedia untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada Program JKN di FKTP Puskesmas?

5. Menurut Bapak/ Ibu, bagaimanakah sarana dan prasarana yang tersedia untuk pelaksanaan promotif dan preventif pada program JKN di FKTP Puskesmas ?

6. Bagaimanakah Bapak/ Ibu memberikan informasi pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada Program JKN kepada para pelaksana kegiatan ( pegawai ) ?

7. Menurut Bapak/ Ibu bagaimanakah karakteristik pegawai yang melaksanakan pelayanan promotif dan preventif :

e. Apakah memiliki pengetahuan/ keterampilan yang memadai ? f. Apakah memiliki pandangan mengabdi untuk negara/ puskesmas ? g. Apakah mau dipimpin ?

h. Apakah terpelihara tim kerja ?

8. Bagaimana strategi Bapak/ Ibu agar pegawai mau melaksanakan pelayanan promotif dan preventif ?

9. Menurut Bapak/ Ibu apakah yang menjadi tantangan internal dan eksternal dalam pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif dipuskesmas ?

E. Daftar Pertanyaan Untuk Pasien JKN I. Data Umum

1. Nama :

2. Umur :

3. Jenis Kelamin :

4. Pendidikan Terakhir : 5. Tanggal Wawancara : II. Data Khusus

1. Setelah Bapak/ Ibu berobat di puskesmas, bagaimana pendapat Bapak/

Ibu mengenai pelayanan kesehatan yang diberikan tenaga kesehatan ?

mencegah penyakit agar tidak kambuh ?

Nasional di FKTP Puskesmas Wilayah Kota Gunungsitoli

No. Aspek Skor Kriteria Penilaian

1. Peraturan 2

1

Peraturan mendukung pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN Peraturan tidak mendukung pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN

2. Sumber Daya Manusia

2 1

SDM memadai untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN SDM tidak memadai untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN

3. Pendanaan 2

1

Pendanaan mencukupi untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN

Pendanaan tidak mencukupi untuk pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN

4. Sarana dan Prasarana

2

1

Sarana dan Prasarana mendukung pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN

Sarana dan Prasarana tidak mendukung pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN

5. Sarana Komunikasi

2

1

Sarana komunikasi mendukung pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN

Sarana komunikasi tidak mendukung pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN

6. Kepemimpinan 2

1

Pemimpin dapat mengarahkan bawahannya untuk melaksanakan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN

Pemimpin tidak dapat mengarahkan bawahannya untuk melaksanakan pelayanan promotif dan preventif pada program JKN

Dalam dokumen TESIS. Oleh EVI MARTALINDA HAREFA /IKM (Halaman 163-185)