• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dimensi Kurikulum 2013

Dalam dokumen Journal of Islamic Studies (Halaman 130-133)

IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR

1. Dimensi Kurikulum 2013

Pemerintah selaku pemegang kebijak-an telah mempercepat perkebijak-anckebijak-angkebijak-an

Mille-nium Develoment Goals, semula dirancang

tahun 2020 yang dipercepat menjadi tahun 2015. Millenium Develoment Goals meru-pakan era pasar bebas yang sering dikenal dengan era globalisasi sebagai salah satu era persaingan mutu atau kualitas yang mampu bertahan mempertahankan eksisten sinya. Dalam hal ini, sumber daya manusia (SDM) merupakan suatu yang tidak bisa ditawar-tawar untuk mensukseskan perkem bangan era globalisasi. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah akan selalu 11Imas Kurniasih. & Sani Berlin,

Implementasi Kurikulum 2013: Konsep & Penerapan (Surabaya: Kata Pena, 2014), h. 10-21.

menopang pembangu-nan nasional yang mandiri dan berkeadilan, good governance

and clean governance, akan menjadi jalan

keluar bagi Indonesia dari mutli dimensi kritis, kemiskinan, dan kesenjangan ekono-mi.

Di samping usaha tersebut, usaha yang dilakukan sering dengan adannya perbaikan perbaikan dari sektor pendidikan terutama nya dalam pengembangan kurikulum dunia pendidikan yang selalu mengalami kemaju-an demi mencapai tujukemaju-an pendidikkemaju-an nasio-nal yang telah ditetapkan oleh pemerintah itu sendiri. Perubahan kurikulum yang terjadi sejak Indonesia mordeka tahun 1945 sampai dengan sekarang sebagaimana yang dikemukakan Imas Kurniasih dan Sani Berlin menyebut bahwa kurikulum yang pernah diterapkan di Indonesia diklasifika-sikan sebagai berikut: (1) Kurikulum renca-na pelajaran (1947); (2) Kurikulum 1968; (3) Kurikulum 1975; (4) Kurikulum 1984, penyempurnaan kurikulum 1975; (5) kuri-kulum 1994; (6) Kurikuri-kulum Berbasis kom-petensi, 2004; (7) Kurikulum Tingkat Sa-tuan Pendidikan, 2006; dan (8) Kurikulum 2013.11

Dilihat dari perubahan tersebut, kurikulum 2013 pada dasarnya merupakan pengembangan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diterap-kan di lembaga pendididiterap-kan Indonesia yang mana mulai sejak tahun ajaran 2014/2015. Kurikulum 2013 menekankan pada pening-katan dan keseimbangan soft skills dan hard

skills yang meliputi aspek kompetensi

si-kap, pengetahuan, dan keterampilan. Selain itu, kedudukan kompetensi yang semula diturunkan dari mata pelajaran dan dikem-bangkan dari komptensi.

Untuk penyusunan pada kurikulum me-ngacu pada prinsip-prisnip dan dasar hukum Undang-undang No. 20 tahun 2003, yang menyatakan bahwa penyusuan kuri-kulum harus memperhatikan peningkatan

FORPERTAIS Vol. I No. I Juli – Desember 2017 iman dan takwa; peningkatan akhlak mulia;

peningkatan potensi; kecerdasan; dan minat peserta didik; keragaman potensi daerah dan lingkungan; tuntutan pembangunan daerah dan nasional; tuntutan dunia kerja; penggembangan ilmu pengetahuan, tekno-logi dan seni seni; agama; dinamika per-kembangan global; dan persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.12

Di samping itu, tujuan pembelajaran yang dikembangkan dalam konsep kuriku-lum 2013 dengan tidak meninggalkan tuju-an pendidiktuju-an nasional Pasal 3 Undtuju-ang- Undang-Undang 20 tahun 2003, pasal 3; menyata-kan; berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berkaitan dengan pengembangan kuri-kulum 2013, ada beberapa faktor yang menjadi alasan pemerintah dalam mengem-bangkan kurikulum 2013, selain untuk tan-tangan masa depan dan berbagai fenomena negatif yang terjadi pada masyarakat.13 Di samping itu, gradasi kurikulum antar satuan pendidikan sangat memperhatikan bebera-pa hal, mencakup; (1) perkembangan psikologi anak; (2) lingkup dan kedalaman materi; (3) kesinambungan; (4) fungsi dan satuan pendidikan; dan (5) lingkungan kuri-kulum SD melibatkan peserta didik untuk berinteraksi dengan lingkungan rumah, se-kolah dan tempat bermain. Demikian pula dimensi pengetahuan yang sekolah dan tem pat bermain. Demikian pula dimensi penge tahuan yang harus dimiliki oleh peserta didik (SD) merupakan pengetahuan faktual dan pengetahuan konseptual.14

Berdasarkan pendapat yang diungkap-kan M. Fadlillah, bahwa tujuan kurikulum 2013 diklasifikasikan menjadi dua peta konsep mencakup:

12Ridwan Abdullah Sani, Pembelajaran

Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013

(Jakarta: Bumi Aksara, 2015), hlm. 45.

13M. Fadlillah, Implementasi Kurikulum

2013 Dalam Pembelajaran SD/MI,SMP/MTs, &

1) Meningkatkan mutu pendidikan deng-an menyeimbdeng-angkdeng-an hard skills ddeng-an

soft skills melalui kemampuan sikap,

keterampilan, dan pengetahuan dalam rangka menghadapi tantangan global yang terus berkembang.

2) Membentuk dan meningkatkan sumber daya manusia yang produktif, kreatif, inovatif sebagai modal pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Sebagai tujuan dari pendidikan nasion-nal, peserta didik (SD) dalam kurikulum 2013 harus mampu dan memiliki lulusan SD sebagai berikut:

Dimensi Kualifikasi Kemampuan Sikap Memiliki perilaku yang

mencermin-kan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan ber-tanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain.

Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual dan konseptual berdasarkan rasa ingin tahunya tetang ilmu

pengetahuan, teknologi, seni dan budaya dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain.

Keterampilan Memiliki kemampuan fikir dan tindak yang produktif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya.

Sehingga dalam pelaksanaan pembela-jaran kurikulum 2013 menggunakan pende

SMA/MA (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2014), hlm.

17.

14Ridwan Abdullah Sani, Pembelajaran

Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013

katan saintifik dan tematik-integratif. Seda-ngkan struktur kurikulum 2013 telah memenuhi komponen hasil belajar sebagai berikut;

Dimensi Diskripsi Kompetensi Sikap spritual Beriman, bertak-wa pada Tuhan Yang Maha Esa Kompetensi inti 1 (KI 1)

Sikap sosial Beraklak mulia, sehat, mandiri, dan demokratis serta bertanggung jawab Kompetensi inti 2 (KI 2)

Pengetahuan Berilmu Kompetensi inti 3 (KI 3) Keterampilan Cakap dan

kreatif

Kompetensi inti 4 (KI 4)

Dilihat dari struktur kurikulum di atas, maka secara umum proses pembelajaran yang dilakukan dimulai dari KI-3 dan KI-4, sedangkan KI-1 dan KI-2 merupakan dam-pak yang diharapkan muncul dari proses pembelajaran. Pembentukan sikap dan pe-rilaku dalam KI-2 serta penghayatan agama KI-1 dapat juga dikaitkan dengan materi KI-3 dan KI-4 yang telah dikuasai dengan KI-1 dan KI-2. Dalam hal ini, guru sebagai salah satu yang sangat berperan dalam lembaga pendidikan dituntut untuk sebagai fasilitator dan atau motivator belajar, dan bukan sebagai satu-satunya sumber belajar. Pembentukan sikap dan perilaku pada peserta didik juga dapat dilakukan dengan penguatan aspek sikap belajar yang jujur, sikap mental dan emosional yang tinggi.

Berdasarkan peta konsep kurikulum 2013 yang merupakan penyempurnaan ku-rikulum yang sebelumnya dengan menekan kan hard skills dan soft skills peserta didik, sehingga ada beberapa konsep elemen-elemen dalam pengembangan yang sangat ditekankan dian-taranya, yakni;

1) Kompetensi lulusan, merupakan peni-ngkatan pada aspek keseimbangan

hard skills dan soft skills yang meliputi

aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan;

2) Kedududukan mata pelajaran, kompe-tensi yang semula diturunkan dari mata pelajaran berubah menjadi mata pela-jaran dikembangkan dari kompetensi; 3) Pendekatan Isi, pada level SD

kompe-tensi dikembangkan melalui tematik integratif dalam semua mata pelajaran; 4) Struktur kurikulum, pada awalnya jumlah mata pelajaran dari 10 menjadi 6; serta jumlah jam bertambah 4 jam pelajaran per minggu, akibat perubah-an pendekatperubah-an pembelajarperubah-an. Perubah-an ini meliputi kajiPerubah-an holistik berbasis sains (alam, sosial, dan budaya); 5) Proses Pembelajaran, untuk semua

jen-jang pendidikan, standar proses yang semula terfokus pada eksplorasi, elabo rasi, dan konfirmasi dilengkapi dengan mengamati, menanya, mengolah, men-yajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Proses pembelajaran tidak hanya di-lakukan di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat. guru bukan hanya satu-satunya sumber belajar, sehingga penekanan sikap juga dilakukan dengan melalui contoh dan teladan. Untuk penananam dalam pen-yampaian meteri pembelajaran tingkat SD dapat dilakukan melalui tematik dan terpadu.

6) Penilaian hasil belajar, dilakukan deng an (1) penilaian berbasis kompetensi; (2) penilaian autentik; (3) memperkuat Penilaian Acuan Patokan (PAP), yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperoleh terha-dap skor ideal. (4) mendorong portopo-lio sebagai instrumen utama penilaian. 7) Ekstra kurikuler, merupakan kegiatan yang berada di luar program tertulis di dalam kurikulum. Ekstrakurikuler pada Kurikulum 2013 untuk tingkat

FORPERTAIS Vol. I No. I Juli – Desember 2017 SD meliputi: Pramuka (wajib), UKS,

PMR, dan Bahasa Inggris.15

Peraturan Menteri Pendidikan dan Ke-budayaan No. 103 tahun 2014 menyatakan bahwa peningkatan, keseimbangan, ke-mampuan sikap, pengetahuan, dan keteram pilan akan menjadi tujuan pembelajaran kurikulum 2013 dengan memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran sebagai beri-kut: (1) peserta didik difasilitasi untuk men cari tahu tentang ilmu pengetahuan yang didapat dari pengalaman belajar di lingku-ngan sekolah; (2) peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar; (3) Proses pem-belajaran dimplementasikan dengan pende katan ilmiah; (4) pembelajaran berbasis kompetensi; (5) pembelajaran terpadu; (6) pembelajaran menekankan jawaban diver-gen yang memiliki peserta didik untuk mencari kebenaran yang multi dimensi; (7) pembelajaran berbasis keterampilan apli-katif; (8) peningkatan pada keseimbangan, kesinambungan, serta keterkaitan antara

hard-skills dan soft-skills; (9) pembelajaran

mengutamakan pembudayaan, pemberda-yaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat; (10) pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran; (11) pembela-jaran berlangsung di rumah, sekolah, dan di masyarakat; (12) pemanfaatan teknologi informasi, komunikasi demi meningkat-kan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; (13) pengakuan perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik; serta (14) suasana belajar yang menyenangkan dan menantang dalam menciptakan kreati-vitas peserta didik.

Dalam dokumen Journal of Islamic Studies (Halaman 130-133)