BAB I PENGENALAN INTERIOR
BAB 6 ELEMEN UTAMA INTERIOR
6.2 Dinding
Dinding memegang peranan yang penting sebagai elemen utama dalam interior. Sebagai elemen vertikal dalam ruangan, dinding memiliki fungsi utama sebagai pembatas ruang, baik sebagai pembatas antara ruang dalam interior dan eksterior bangunan maupun sebagai pemisah untuk pembatas antar ruang dalam interior.
Dalam perancangan interior dinding merupakan elemen yang cukup dominan terlihat karena posisinya yang vertikal. Keindahan dinding merupakan perencanaan yang harus diperhatikan dalam interior, karena bidang dinding merupakan bidang yang langsung terlihat oleh mata dalam keadaan lurus kedepan.
Perancangan interior memberikan banyak pilihan untuk mengolah bidang dinding. Tetapi pengolahan dinding ini harus berpedoman pada konsep dan gaya interior secara keseluruhan, hal ini menjadi penting agar dinding tetap memiliki peran yang besar dalam membentuk suasana interior yang diinginkan.
Dalam perancangan dinding interior, dinding juga bisa memenuhi fungsi simbolik yang bisa diaplikasikan untuk sebuah ruangan. Seperti pada dinding- dinding bangunan yang bersifat formal bisa dirancang dengan menggunakan material dinding yang memberikan kesan megah dan mewah. Sebaliknya untuk interior ruang yang bersifat informal bisa dirancang dengan menggunakan material yang sederhana dengan bentuk yang dinamis.
Jelaslah bahwa unsur dinding harus direncanakan sebaik mungkin sebagai penunjang interior sebagai akibat langsung dari interior yang dirancang. Didalam interior ruangan, dinding akan membantu dan menopang kekuatan dari desain
furniture, ornamen, pencahayaan dan lainnya sehingga benar-benar nampak sebagai suatu kesatuan yang kompak dan serasi dalam sebuah penataan interior.
- Mampu mengendalikan pandangan manusia
- Mampu mengendalikan masuknya suara dari luar ruangan
- Mampu menyaring udara yang masuk kedalam ruangan sesuai dengan kebutuhan
- Mampu mengendalikan masuknya cahaya sesuai dengan kebutuhan didalam ruangan.
Dari kriteria tersebut persyaratan untuk dinding interior harus memenuhi semua kriteria diatas demi kenyamanan dalam interior.
Gambar 6. 8 Dinding dalam sebuah interior memberikan sebuah kenyamanan bila memenuhi kriteria utama sebagai sebuah dinding interior
(Sumber gambar : www.dma-ny.com)
JENIS DINDING
Berdasarkan sifatnya dinding dibagi menjadi tiga yaitu:
DINDING PERMANEN
adalah dinding eksterior dan dinding struktur, dinding jenis ini tidak boleh dibongkar secara sembarangan karena menyangkut kekuatan struktur sebuah bangunan. Pengolahan untuk dinding jenis ini hanya bisa dilakukan dengan pengolahan finishing saja yang tidak berkaitan langsung dengan struktur bangunan.
DINDING SEMI PERMANEN
yaitu dinding yang berdiri, tetapi masih bisa dipindah dengan cara dibongkar. Biasanya dinding ini berupa dinding interior yang tidak menopang struktur sebuah bangunan. Jenis dinding ini merupakan alternatif yang digunakan untuk memisahkan dua ruangan yang berbeda tetapi dalam waktu yang singkat.
DINDING TIDAK PERMANEN
yaitu dinding yang dapat dipindahkan dengan cara dibongkar. Biasanya ini adalah jenis dinding yang dirancang untuk kebutuhan sementara atau membuat konstruksi dinding pemisah yang cepat, seperti dinding partisi dari material
gypsum atau multipleks. Jenis dinding ini merupakan alternatif yang digunakan untuk memisahkan dua ruangan yang berbeda tetapi dalam waktu yang singkat. Jenis dinding tidak permanen juga bisa berupa dinding yang bersifat dinamis dengan menggesernya sehingga bisa difungsikan menjadi dindindg atau dibuka untuk menyatukan dua ruangan yang berbera.
Dalam interior pengolahan ketiga jenis dinding ini harus dibedakan sesuai dengan fungsinya. Dengan mempertimbangkan pada sifatnya utama ruangan, perancangan harus mengikuti jenis dinding. Pembangkaran pada dinding permanen yang mendukung struktur tidak boleh dilakukan, begitu juga dengan membongkar dinding semi permanen tetap harus memperhatikan struktur disekitarnya yang berpengaruh terhadap pembongkaran tersebut.
Dalam interior sendiri peran dinding semi permanen dan tidak permanen sangat besar untuk membentuk suasana. Dengan membuat dinding semi permanen dan tidak permanen maka suatu ruangan bisa dibangun tanpa memerlukan konstruksi yang rumit. Dengan membagun dinding semi permanen dan tidak permanen juga nantinya sebuah ruangan tambahn bisa dibuat dalam interior, hal ini berguna
terutama bila ingin membagi satu ruangan menjadi beberapa ruangan tambahan.
Gambar 6. 9 Dinding partisi yang membagi dua ruangan berbeda tetapi bisa dibuka untuk menyatukan dua ruangan menjadi sebuah ruangan yang lebih besar. Partisi merupakan jenis dinding semi permanen yang sangat berguna
untuk sebuah ruangan multifungsi seperti ini. (Sumber gambar :
ww
w . t r e ndi r . c o m )
PENGOLAHAN BIDANG DINDING
Dalam merancang sebuah interior dinding harus diolah agar tampil menjadi lebih menarik dan memberikan suatu nilai tambah pada ruangan tersebut. Untuk menjadikan bidang dinding tampil lebih menarik, banyak cara yang bisa dilakukan oleh perancang interior.
Mengolah dinding merupakan seni tersendiri, karena dinding merupakan bidang vertikal dalam ruangan. Dinding yang tampil polos terkadang membuat kesan yang monoton. Untuk menghidupkan ruangan pengolahan bidang dinding merupakan salah satu cara yang paling sering dilakukan.
Mengolah bidang dinding sangat tergantung dengan material dinding tersebut.
Material yang beraneka ragam bisa diolah sesuai dengan karakteristik material yang digunakan. Bahkan pada beberapa kasus perancangan interior, dinding tampil berupa material itu sendiri seperti dinding bata yang dibiarkan tampil alami.
Saat ini dinding kebanyakan terbuat dari susunan bata yang diplester. Sedangkan untuk finishingnya digunakan cat yang memberikan kesan bersih pada dinding tersebut. Tetapi seiring perkembangan saat ini banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengolah dinding agar tampil lebih menarik. Misalnya sekarang dalam sebuah ruangan terkadang ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengolah bidang dinding, jadi satu bidang dinding bisa diolah dengan cara yang berbeda dengan bidang dinding yang lainnya.
Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengolah dinding interior:
POLESAN CAT POLOS
- Biasanya diaplikasikan untuk dinding yang telah memiliki permukaan yang halus seperti pada dinding hasil acian atau dinding dari bahan gypsum.
- Cat digunakan adalah cat dinding khusus untuk interior.
- Bisa diaplikasikan untuk semua ruangan dengan dinding memiliki permukaan halus.
Gambar 6. 10 Ruangan dengan cat polos memerlukan aksesori dan ornamen untuk menghidupkan suasana agar tidak menjadi monoton. (Sumber gambar :
ww
w . d m a - n y . c o m )
POLESAN CAT TEKSTUR
- Diaplikasikan untuk dinding yang memerlukan unsur dekoratif
- Sebaiknya tidak digunakan untuk semua permukaan dinding tetapi hanya pada bidang tertentu saja
- Cat tekstur akan memberikan efek sesak Jika diaplikasikan untuk semua dinding.
Gambar 6. 11 Dinding dengan cat dan dibuat tekstur bergelombang dengan sistem guratan. (Sumber gambar : ww w . t r e ndi r . c o m )
TEMPELAN WALLPAPER
- Memiliki banyak warna, motif dan tekstur yang beragam
- Pilihan motif dan warna disesuaikan dengan konsep dan gaya interior - Biasa diaplikasikan untuk ruangan yang membutuhkan kesan hangat - Tidak bisa diaplikasikan pada dinding yang lembab.
Gambar 6. 12 Wallpaper pada dinding ruang tidur memberikan tampilan dinding yang menarik dan lebih menghangatkan ruangan istirahat ini.
(Sumber gambar : ww w . m o m o y . c o m )
TEMPELAN BENDA SENI
- Benda seni yang biasa ditempelkan berupa ornamen dua dimensi seperi lukisan, foto, kaligrafi atau bisa juga berupa benda seni lain seperti ukiran dan lain sebagainya.
- Pilihan ukuran, bentuk dan warna disesuaikan dengan bidang dinding yang akan ditempelkan benda seni.
- Benda seni diperhatikan tema yang sesuai dengan gaya sebuah interior, seperti lukisan abstrak sesuai bila ditempatkan pada ruangan bergaya modern. - Menempatkan benda seni pada posisi yang tepat terutama bila benda
seni yang akan dipasang bukan hanya satu.
- Memberikan pencahayaan khusus pada benda seni sehingga lebih tampil menonjol.
Gambar 6. 13 Menempatkan lukisan pada dinding yang polos akan memberikan daya tarik tersendiri pada dinding tersebut. (Sumber gambar :
ww
w . d m a - n y . c o m )
MELUKIS DINDING
- Dinding dilukis sesuai dengan konsep dan gaya interior keseluruhan. - Lukisan dibuat dengan cat khusus.
- Lukisan harus dibuat sesuai dengan ukuran dinding.
- Pengerjaan lukisan dinding sebaiknya dikerjakan oleh orang yang ahli sehingga tidak akan ada kesalahan dalam pengerjaannya.
Gambar 6. 14 Dinding yang dilukis dengan tema pemandangan
MELAPISI DENGAN KERAMIK
- Lapisan keramik untuk dinding biasanya diaplikasikan pada dinding kamar mandi dan dapur.
- Melapisi dinding dengan keramik bisa seluruh satu bidang dari atas sampai bawah atau bisa juga cukup setengahnya saja.
- Keramik yang dipilih khusus untuk keramik dinding dan bukan keramik untuk lantai
- Bisa digunakan untuk ruangan yang memiliki dinding yang lembab.
- Bisa mengaplikasikan keramik aksesori khusus untuk dinding yang memiliki gambar sebagai aksen dinding.
Gambar 6. 15 Dinding kamar mandi menggunakan material keramik dengan variasi berbagai macam warna dan aplikasi yang kreatif. (Sumber gambar :
ww
w . t r e ndi r . c o m )
LAPISAN BATU ALAM
- Lapisan batu sebaiknya diaplikasikan pada satu sisi bidang dinding saja agar tidak berkesan terlalu berat.
- Pilih batu yang memiliki warna yang netral yang terang agar memberikan kesan alamiah dan tidak menggelapkan ruangan.
- Batu dengan tekstur yang kecil bisa digunakan untuk menghindari kesan ruang yang sempit.
- Dinding dengan motif batu yang menarik bisa diberikan pencahayaan khusus agar terlihat lebih hidup dan menjadi pusat perhatian dalam ruangan.
- Pilih bentuk potongan batu yang menarik.
- Sebaiknya batu diberi coating agar mempermudah perawatan dan menghindari adanya jamur.
Gambar 6. 16 Menempelkan batu alam pada dinding interior membawa kesan alami kedalam sebuah ruangan
LAPISAN MATERIAL KACA
- Kaca bisa diaplikasikan dengan menempelkannya pada dinding dengan bentuk dan pola yang beragam.
- Kaca sebaiknya diberi bingkai dan dikreasikan bentuknya sesuai dengan pola kaca
- Kaca bisa dikreasikan dengan permainan motif dengan menggunakan teknik sandblast yaitu pemberian lapisan kasar berwarna putih yang ditempelkan dan dibentuk motif tertentu.
- Menempelkan kaca sebaiknya pada bidang dinding yang rata dan kering agar tidak menimbulkan bercak pada kaca.
Gambar 6. 17 Kaca cermin pada satu sisi dinding bisa membuat ruangan berkesan luas.(Sumber gambar : www.i de a on l i n e .c o . id)
CERUKAN / NICHE
- Ruangan yang terbatas bisa memanfaatkan dinding dengan membuat cerukan (niche) yang bisa dimanfaatkan untuk rak penyimpanan atau lemari pajangan. - Cerukan bisa dibuat dengan berbagai bentuk dan ukuran mulai dari kecil
sampai besar.
- Beri lampu didalamnya agar lebih menghidupkan ruangan dan menampilkan pernik yang dipajang.
- Material untuk ceruk bisa dikreasikan dengan berbagai macam sehingga tampil lebih menarik. Seperti pada bagian dalam ceruk menggunakan material cermin.
- Bentuk ceruk yang sederhana bisa berupa bentuk dasar seperti kotak atau bulat.
- Kreasikan ukuran ceruk dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. - Kreasikan berbagai macam aksesori didalam ceruk agar terlihat lebih indah. - Gunakan warna yang berbeda antara cerukan dan dinding yang ada
disekitarnya agar tampil lebih menonjol.
menambahkan ukiran atau gaya minimalis dengan bentuk ceruk kotak yang polos.
Gambar 6. 18 Ceruk atau niche bisa digunakan untuk menempatkan benda pajangan (Sumber gambar : ww w . Get- decoration.com)
MEMBUAT RAK AMBALAN
- Bila dinding tidak mungkin untuk di buat cerukan, bisa juga dengan membuat rak ambalan yang menempel didinding dan bisa dimanfaatkan untuk tempat penyimpanan atau pajangan.
- Kayu bisa digunakan untuk membuat rak ini, penempelannya harus rapih karena menancap ke dinding
- Jika menggunakan siku-siku sebagai penahan ambalan, pastikan tempelannnya rapih.
Gambar 6. 19 Ambalan bertingkat yang digunakan untuk memajang ornamen interior (Sumber gambar : ww w . m o m o y . c o m )
EKSPOSE MATERIAL
- Material yang biasa di ekspose antara lain, batu bata, beton ringan, batako, plester, dan sebagainya
- Material yang dipilih harus yang bagus untuk memberikan hasil yang bagus pula
- Pemasangan bata harus dipastikan rapih dan presisi.
- Pemberian coating diperlukan untuk memudah perawatan dan menghindari dari kerusakan karena gangguan cuaca.
- Pertimbangkan suhu disekitar ruangan, untuk ruangan yang memiliki kelembaban tinggi seperti kemar mandi atau dapur tidak disarankan untuk mengaplikasikan bata ekspose karena akan membuat bata cepat berjamur
Gambar 6. 20 Dinding bata merah merupakan bentuk lain pengolahan material yang menonjolkan material asli dinding dan memberikan kesan alami yang
sederhana. (Sumber gambar : www.ideaonline.co.id)
Dari berbagai teknik pengolahan dinding yang telah dibahas diatas, perancang interior bisa saja memilih lebih dari satu macam teknik pengolahan dinding untuk sebuah ruangan. bahkan pada sebuah bidang dinding bisa juga ada lebih dari satu macam pengolahan dinding yang bisa dilakukan.
Dengan mengaplikasikan berbagai macam teknik pengolahan dinding maka sebuah ruangan akan tampil berbeda dan tidak menjadi monoton. Dengan teknik pengolahan dinding juga berbagai macam kesan ruang bisa didapatkan sehingga akan menampilkan suatu citra interior yang ingin disampaikan sebuah ruang bisa terwujud.