BAB I PENGENALAN INTERIOR
BAB 7 UNSUR PENUNJANG INTERIOR
7.2 Warna pada interior
Pemilihan warna dalam interior memberikan pengaruh yang besar melalui semua elemen ruang, warna digunakan tidak hanya satu tetapi bisa bermacam warna yang berasal dari beragam benda dalam sebuah ruangan. Pemilihan warna yang
salah akan berpengaruh pada kesalahan fatal dari keseluruhan desain interior. Kegagalan memilih warna juga akan menyebabkan ketidakpuasan dalam hal psikologis dan berpengaruh pada fisik orang yang berada didalam ruangan tersebut. Dalam beberapa kasus kesalahan memilih warna bisa berakibat fatal, seperti pada sebuah studio foto yang membutuhkan warna yang gelap tidak diperkenankan warna terang, atau pada ruang pamer warna harus dipilih yang netral dan tidak boleh lebih mencolok dari obyek yang dipamerkan.
Pemilihan jenis warna harus dipertimbangkan dengan matang karena dengan melihat warna dari sebuah interior ruangan harus disesuaikan dengan fungsinya. Selain itu warna juga bisa dijadikan acuan dalam merancang interior sebuah ruangan, beberapa ruangan yang didesain dengan konsep dan gaya tertentu memiliki warna yang memegang peranan penting dalam elemen ruang dan aksesori. Seperti pada ruang bergaya oriental pemilihan warna merah tentunya akan menjadi dominan dengan ukiran yang berwarna gelap, atau pemilihan warna untuk sebuah ruangan restoran waralaba yang sudah memiliki aturan mengenai warna apa yang akan digunakan untuk interior mereka.
Gambar 7. 5 Sebuah interior ruangan galeri lukisan menggunakan warna yang netral agar bisa menonjolkan obyek lukisan yang dipajang di dalam ruangan
tersebut
(Sumber gambar: www.s e l a s a s una r y o .c o m )
Warna yang tepat merupakan ekspresi yang menggambarkan sebuah interior, dengan pemilihan warna juga nantinya akan berpengaruh dengan pencahayaan yang dibutuhkan untuk interior suatu ruangan. Warna juga bisa terlihat dari material yang digunakan dalam sebuah interior karena beberapa material tidak membutuhkan warna buatan tetapi menggunakan warna aslinya, penggunaan material alami ini akan memberikan efek warna yang alami tampil pada keseluruhan interior.
Gambar 7. 6 Sebuah dinding dari panel kayu memiliki warna asli yang indah menjadikan warna alami ini tidak perlu dipoles lagi dengan warna artifisial.
Finishing yang baik adalah yang tetap mengandalkan pada warna alami material yang diaplikasikan tersebut. (sumber gambar
Merubah skema warna merupakan salah satu cara termudah untuk meningkatkan kualitas suatu ruangan. Bahkan jika sudah ada satu elemen warna, bisa dilakukan penambahan warna lainnya yang akan merubah suasana ruang secara keseluruhan. Pemilihan yang baik atas warna untuk elemen ruang seperti dinding, lantai dan langit-langit bisa divariasikan dengan berbagai macama warna, selain itu pemilihan ornamen dan aksesori lain bisa mendukung untuk melakukan perubahan interior secara instant tetapi tetap memperlihatkan perbedaan yang signifikan.
PRINSIP PEMILIHAN WARNA PADA INTERIOR
Dalam menentukan warna untuk sebuah interior tidak ada aturan- aturan baku yang mengikat. Tetapi ada prinsip-prinsip dasar yang tetap harus dipegang untuk menghasilkan sebuah kombinasi komposisi warna yang menarik dan dapat memenuhi fungsi dari sebuah ruangan, dengan berpegang pada prinsip ini perancang bisa menentukan jenis warna apa yang akan diaplikasikan pada sebuah ruangan.
Beberapa prinsip pemilihan warna antara lain adalah:
FUNGSI RUANGAN DAN AKTIVITAS
Fungsi sebuah ruangan harus diketahui dengan jelas agar tidak terjadi kesalahan dalam menentujan jenis warna yang akan diaplikasikan. Sebuah ruangan yang membutuhkan ketenangan sebaiknya menghindari penggunaan banyak warna sekaligus, karena penggunaan banyak warna akan membuat konsentrasi menjadi terpecah. Sebuah ruangan yang membutuhkan pencahayaan yang maksimal sebaiknya menggunakan warna yang terang, sebaliknya ruangan membutuhkan pencahayaan yang bisa diatur seperti studio fotografi sebaiknya mengunakan warna yang lebih gelap agar bisa meresap cahaya.
diaplikasikan bagi sebuah ruangan. Sebuah ruangan serbaguna yang biasa digunakan untuk berbagai macam aktivitas harus memiliki warna yang netral dan bisa masuk kedalam berbagai macam aktivitas.
PENGGUNA RUANGAN
Pengguna ruangan merupakan individu yang akan menempati ruangan tersebut, disini peran individu sangat besar dalam menentukan warn apa yang akan diaplikasikan pada sebuah ruangan. Dengan berdasarkan selera dari pengguna ruangan maka perancang dapat memilih jenis warna seperti yang diharapkannya.
Selain itu pengguna ruangan juga harus disesuaikan dengan usia pengguna, seperti perancangan interior untuk taman kanak-kanak dan pra sekolah banyak menggunakan warna-warna yang cerah karena memiliki maksud untuk memperkuat indra penglihatan mereka yang masih dalam masa pertumbuhan.
KONSEP DAN GAYA INTERIOR
Konsep dan gaya interior memiliki peranan dalam menentukan warna yang akan diaplikasikan untuk sebuah ruangan. Beberapa gaya interior memiliki ciri khas akan warna-warna tertentu yang biasa digunakan pada beberapa bagian interior seperti lantai, dinding, langit-langit, furniture atau ornamen interior. Dengan berpegang pada konsep dan gaya sebuah interior diharapkan penggunaan warna bisa lebih memperkuat konsep dan gaya interior yang telah ditentukan tersebut.
Dalam menentukan warna yang berkaitan dengan konsep dan gaya interior ini perancang harus teliti dengan warna yang dipilih, jangan sampai kesalahan dalam
memilih warna bisa merusak konsep dan gaya interior yang telah ditentukan dan disepakati oleh pemilik ruangan.
UKURAN RUANGAN
Ukuran ruangan merupakan permasalahan klasik yang biasa diatasi dengan berbagai trik menggubah warna. Dengan mengaplikasikan jenis warna-warna tertentu maka ukuran sebuah ruangan bisa menjadi dimanipulasi. Contohnya sebuah ruangan dengan ukuran yang kecil bisa dimodifikasi dengan mengaplikasikan warna-warna netral atau warna cerah yang memiliki gradasi berwarna muda seperti warna pastel muda, selain itu aplikasi untuk warna langit-langit dengan ukuran yang kecil sebaiknya menggunakan warna putih yang netral dan bisa membuat langit-alngit berkesan tinggi.
Sebaliknya untuk ruangan yang berukuran besar dan ingin dijadikan berkesan lebih kecil maka penggunaan warna-warna gelap atau tua adalah alternatif yang bisa diaplikasikan pada bidang dinding. Dengan mengaplikasikan warna tua maka kesan sebuah ruangan yang terlalu besar bisa menjadi lebih kecil dari tampilan visual ukuran ruang sebenarnya.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WARNA INTERIOR
Dalam pemilihan warna dalam interior tidak ada aturan baku, tetapi dalam memilih warna memerlukan suatu kemampuan khusus agar bisa tercipta komposisi warna yang dinginkan. Kemampuan untuk melihat warna merupakan suatu yang berharga dan memberikan kita kesenangan tersendiri. Bahkan dengan permasalahan fisik seperti buta warna (yang menyebabkan kebingungan hanya antara beberapa pasang warna) tidak bisa terhindarkan dari menikmati warna. Semua orang mulai dari muda sampai tua akan menikmati komposisi warna yang menarik.
Dalam mengaplikan warna untuk interior harus benar-benar memperhatikan banyak hal seperti faktor fisik ruangan, pembentukan suasana yang diinginkan serta kondisi geografis suatu daerah yang nantinya juga akan berpengaruh pada pemilihan aplikasi warna untuk sebuah interior ruangan.
Dari ketiga faktor tadi perancang harus jeli melihat kelebihan serta kekurangan suatu ruangan sehingga bisa dimanipulasi oleh pemilihan warna yang tepat untuk interior ruangan tersebut. Dengan pemilihan warna pada sebuah interior maka akan bisa berbicara banyak mengenai ruang tersebut baik fungsi, pribadi pengguna ruangan maupun suasana yang diharapkan.
Berikut faktor yang mempengaruhi pemilihan skema warna dalam interior:
FISIK
- Orientasi dan luas jendela atau sumber matahari langsung - Tipe dan lokasi dari penggunaan cahaya artifisial
- Jam dari penggunaan ruangan dan tujuannya
SUASANA
- Pilihan warna pribadi yang diinginkan oleh pengguna - Perancangan hunian: dengan menanyakan penghuni
- Perancangan publik: dengan observasi dari penggunaan warna yang umum
GEOGRAFIS
- Cuaca
Dari ketiga faktor diatas semua harus dipertimbangkan dengan baik oleh perancang. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut maka diharapkan warna yang dipilih untuk interior sebuah ruangan akan bisa memenuhi fungsi ruang baik secara guna, estetika maupun secara simbolik.
EFEK PSIKOLOGIS WARNA
Warna juga merupakan suatu identitas terhadap sebuah ruangan, selain itu warna juga bisa memberikan efek psikologis dalam interior sehingga memberikan suatu kesan tersendiri yang ditimbulkannya. Kreativitas dalam mengolah warna adalah salah satu kunci sukses dalam merancang interior ruangan.
Pemilihan warna dalam interior tidak hanya sekedar berfokus pada elemen utama ruang saja tetapi juga pada ornamen penunjang interior sampai pada penempatan tanaman hias yang memiliki warna khusus didalam ruangan juga bisa memberikan warna yang berbeda pada sebuah interior. Semua benda yang ditempatkan dalam interior ruang juga harus diperhatikan pengaruh warnanya. Selain itu faktor lain yang berhubungan dengan warna adalah faktor pencahayaan di dalam interior yang akan memberikan pengaruh terhadap pemilihan warna pada interior. Contohnya adalah penempatan lampu dan warna cahaya yang dihasilkannya yang akan mempengaruhi warna sebuah ruang baik elemen utamanya atau pada ornamen diruangan tersebut.
APLIKASI WARNA DALAM INTERIOR
Dalam perancangan interior ada dua cara yang biasa digunakan dalam mengaplikasikan warna untuk menciptakan sebuah rancangan interior yang menarik, antara lain:
Elemen utama interior seperti lantai, dinding dan langit-langit merupakan bagian yang paling menentukan dalam tampilan sebuah ruangan, untuk itu pemilihan warna pada bagian elemen utama ini juga memberikan pengaruh yang cukup kuat pada konsep dan gaya interior yang ditentukan. Dengan menggunakan warna-warna tertentu maka ketiga elemen utama ini menjadi lebih hidup dan menarik, sebaliknya apabila terjadi kesalahan dalam menentukan warna pada elemen utama interior ini walaupun hanya salah satu bidang tetap akan membuat sebuah ruangan menjadi tampak tidak nyaman untuk penghuninya.
Ketiga elemen ini harus diperhitungkan sebagai bagian utama ruang, pemilihan warna juga hendaknya saling mendukung antara lantai, dinding serta langit- langit. Dengan pemilihan warna yang tepat maka ketiga elemen utama interior ini akan menjadi bagian yang membentuk karakter serta suasana yang diharapkan seperti pada awal pemilihan konsep dan gaya interior. Pemilihan warna harus memperhatikan material finishing bangunan yang diaplikasikan pada ketiga elemen utama interior ini, karena dari material finishing inilah sebuah warna bisa terbentuk atau bisa dirubah sesuai dengan keinginan perancang agar menyesuikan dengan konsep dan gaya interior.
APLIKASI WARNA PADA ELEMEN PENUNJANG INTERIOR
Dalam sebuah tatanan interior, elemen penunjang interior merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dalam menghidupkan suasana sebuah interior. Dengan pemilihan elemen penunjang interior yang tepat maka bisa mendukung tatanan interior mulai dari elemen utamanya. Dalam memilih elemen penunjang interior perancang harus memperhatikan pemilihan warna yang sesuai dengan konsep dan gaya interior dan pemilihan warna elemen utama interior secara keseluruhan.
Dengan memilih elemen penunjang interior yang sesuai dengan warna yang diinginkan, maka sebuah ruangan dapat diganti suasananya hanya dengan mengganti elemen penunjang interior yang berbeda warna dari warna sebelumnya
di aplikasikan pada ruangan tersebut. contoh pemilihan warna untuk furniture dan ornamen dekorasi sebagai elemen penunjang interior merupakan benda yang bisa menunjang tampilan sebuah interior dengan warna yang dimilikinya, selain itu kedua elemen penunjang interior ini dapat dengan mudah diganti-ganti sesuai dengan keinginan dan selera, seperti mengganti kain pelapis furniture seperti sofa atau dengan mengganti ornamen interior maka ruangan bisa menjadi tampil berbeda dari sebelumnya.
Gambar 7. 7 Pemilihan warna untuk elemen utama interior seperti lantai dinding dan langit-langit disesuaikan dengan pemilihan elemen penunjang interiornya seperti sofa, meja, kursi, lukisan dan lampu memperindah tampilan
Gambar 7. 8 Penempatan lukisan sebagai ornamen dalam interior juga harus memperhatikan warna yang dimilikinya. Selain itu penempatanya disesuaikan
dengan warna dinding dibelakangnya serta tata pencahayaan yang akan menunjang penempatan lukisan tersebut. (Sumber gambar : www. d m a
-n
y . c o m )
Dalam sebuah interior pencahayaan dan penghawaan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi, karena tanpa kedua hal ini maka sebuah ruangan tidak akan mungkin bisa ditempati dengan nyaman. Kebutuhan cahaya untuk melihat dan penghawaan untuk bernafas maka pertimbangan yang sangat matang harus diperhatikan oleh seorang perancang interior. Selain itu akustik merupakan bagian yang akan mendukung sebuah interior ruangan.