BAB I PENGENALAN INTERIOR
BAB 6 ELEMEN UTAMA INTERIOR
6.3 Langit-langit
Langit-langit atau langit-langit merupakan elemen utama ruang yang berada pada bagian atas dari sebuah rungan. Langit-langit merupakan bagian interior yang berfungsi sebagai pelindung ruangan karena terletak pada bagian atas.
Pengertian istilah langit- langit/langit-langit/plafond, berasal dari kata “langit-langit” yang berarti melindungi dengan suatu bidang penyekat pada bagian atas sehingga terbentuk suatu ruang.
Secara umum langit-langit merupakan sebuah bidang ruang yang terletak diatas garis pandangan normal manusia, yang memiliki fungsi sebagai penutup untuk sebuah ruang. Langit-langit juga memegang peranan yang untuk melindung ruang yang berada dibawahnya.
Langit-langit merupakan bagian dalam suatu bangunan yang tidak terlepas dari fungsi, bentuk dan karakter dari bangunan tersebut. Langit-langit merupakan bagian bangunan yang menjadi elemen pandang atas.
Dalam sejarahnya langit-langit merupakan elemen ruang yang mendapatkan perhatian yang besar dalam perancangan interior. Langit- langit juga bisa memberikan fungsi simbolik yang kuat pada sbeuah ruangan, misalnya dengan menjadikan langit-langit sebagai titik fokus yang menonjol pada suatu bangunan, terutama pada bangunan yang bersifat monumental dan spiritual yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan sosial budaya pada masyarakat pada masa tersebut. Pada bangunan yang ingin menghadikan kesan keagungan, interior didesain dengan ketinggian yang diatas rata-rata sebuah ruangan.kesan.
Dalam merancang langit-langit juga harus memperhatikan karakteristik sebuah ruangan. Hal ini perlu dilakukan agar perancangan langit- langit tidak akan menyebabkan sebuah ruangan salah menempatkan langit-langit, baik bentuk dan
material yang digunakan pada langit-langit tersebut.
Jenis kegiatan didalam interior ruangan juga harus menekankan pada karakteristik ruangan yang dirancang agar fungsi ruang dapat dipertegas dengan pemilihan langit- langit yang tepat.
Berikut adalah beberapa contoh pertimbangan karakteristik langit- langit dengan fungsi ruang:
- Ruangan yang memerlukan konsentrasi yang tinggi dapat memilih langit-langit dengan desain yang sederhana. Hal ini karena pemilihan langit-langit dengan desain yang terlalu ramai akan membuat konsentrasi terpecah.
- Untuk pemilihan langit-langit ruang pamer harus memperhatikan obyek yang dipamerkan, pemilihan material langit-langit tidak disarankan yang berdesain rumit dan ramai, pencahayaan pada langit- langit diarahkan pada obyek yang dipamerkan didalam ruangan tersebut.
- Pada sebuah ruang auditorium (theater), fungsi langit-langit yang utama ditekankan pada unsur fungsi sebagai peredam suara dengan tidak mengurangi nilai estetika pada interior ruangan.
- Untuk rumah tinggal, bisa menggunakan banyak macam desain yang diinginkan sesuai dengan konsep dan gaya interior juga selera si pemilik rumah. Pada ruang utama di sebuah rumah langit- langit hendaknya dirancang sesempurna mungkin sesuai dengan keinginan pemilik.
FUNGSI LANGIT-LANGIT
Dalam sebuah interior langit-langit didefinisikan sebagai bidang penutup atau pembatas bagian atas sebuah ruang dalam yang berbentuk dari bidang alas dan dinding-dinding yang terletak pada keempat sisi.
Ditinjau dari fungsi, langit-langit memiliki berbagai kegunaan yang jauh lebih besar dibanding dengan unsur-unsur pembentuk ruang yang lain (seperti dinding dan lantai),. Fungsi langit-langit antara lain:
- Pelindung kegiatan manusia merupakan fungsi dari langit-langit yang utama, - Sebagai pembentuk ruang, langit-langit bersama dengan dinding dan lantai
membentuk suatu ruang
- Sebagai Skylight, sebagai lubang cahaya yang berfungsi untuk meneruskan cahaya alamiah kedalam bangunan
- Untuk menonjolkan konstruksi pada gedung- gedung dekorasi, langit- langit sebuah ruangan mampu mencerminkan struktur yang mendukung beban-beban
- Sebagai bidang untuk penempelan titik-titik lampu atau sumber pencahayaan. - Sebagai penunjang dekorasi terutama pada langit-langit yang dirancang
dengan kreatif
- Berfungsi sebagai peredam suara/akustik, dengan ditunjang oleh dinding dan lantai. Misalnya pada ruang bioskop, pemasangan bidang-bidang gema dapat meningkatkan pemantulan suara secara langsung.
Selain berguna untuk fungsi secara guna, langit-langit juga memiliki fungsi lain yaitu fungsi simbolik yang ditentukan oleh cara mengolah bidang langit-langit tersebut, fungsi simbolik langit- langit antara lain:
- Ruangan dengan langit- langit yang tinggi akan membuat orang yang ada dibawahnya menjadi terpaku ketika melihat keatas. Memberikan kesan ruang menjadi agung, dan titik penglihatan bergerak secara vertikal, misalnya dirumah ibadah.
- Ruangan dengan langit- langit yang rendah akan merasakan suatu keintiman dalam ruangan. Rungan seperti ini juga memberikan kesan yang lebih hangat dan akrab terhadap penghuninya.
- Ruangan dengan langit- langit yang memiliki ketinggian berbeda-beda selain akan menunjukan perbedaan visual juga bisa menunjukan perbedaan antar ruang.
- Memberikan kesan tinggi pada langit-langit bisa dilakukan dengan menggunakan warna. Warna yang terang langit- langit akan terasa tinggi dan ringan, dengan warna yang keras akan memberikan kesan ruang terasa
pendek dan menekan.
-Gambar 6. 21 Sebuah ruang duduk yang memiliki pola langit-langit yang membuatnya secara visual terpisah dan membentuk sebuah ruangan
tersendiri.
(Sumber gambar: ww w . an d r e w ho t e l . c o m )
PEMILIHAN MATERIAL LANGIT- LANGIT
Saat ini material yang digunakan untuk langit-langit sangat bervariasi sesuai dengan keinginan perancang interior. Pemilihan material langit-langit ini sangat tergantung dengan konsep dan keseluruhan dari sebuah interior, pemilihan material langit-langit tidak boleh bersebrangan dengan konsep dan gaya interior yang telah direncanakan.
Aktivitas yang terjadi dalam ruangan akan menentukan fungsi sebuah ruang, selanjutnya fungsi akan menentukan bentuk langit-langit serta material-material tertentu yang sudah ditentukan untuk menunjang fungsi tersebut.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, material dan bentuk yang dipakai untuk memenuhi fungsi suatu ruangan tertentu akan menciptakan karakteristik
langit-langit yang akan dipergunakan dalam ruangan tersebut. Sehingga perencanaan material langit-langit harus mempertimbangkan fungsi utamanya terlebih dahulu baru faktor lainnya.
Kemajuan teknologi, dan penemuan material baru pada bidang industri bahan bangunan menciptakan berbagai material langit-langit yang memungkinkan untuk memenuhi segala macam jenis fungsi sebuah ruang, antara lain:
- memberikan kesan alami pada ruangan bisa menggunakan material kayu, anyaman bambu, ekspose atap ilalang bali dan lain sebagainya.
- Memberikan gaya klasik menggunakan material plat-plat gibs bermotif, atau
gypsum polos yang bisa dilukis dengan tema klasik pada langit-langit.
- Memberikan kesan glamor menggunakan material kaca patri, kain beludru dan lain sebagainya.
- Pada rumah sederhana menggunakan material tripleks (multipleks), eternit polos dan lainnya.
- Pada bangunan komersial menggunakan material seperti gypsum, beton exspose, aluminium, fibre glass dan lain sebagainya.
Dalam memilih material ini juga harus mempertimbangkan segi kenyamanan yang akan tercipta pada ruangan. Sehingga material yang dipilih harus benar-benar memberikan kenyamanan dan sesuai dengan fungsi ruangan.
JENIS LANGIT-LANGIT
Dalam interior ada dua jenis langit- langit yang biasanya diolah:
- Langit-langit interior yang memiliki bentuk sama dengan eksterior. Langit- langit jenis ini merupakan bentuk langit-langit yang mengikuti bentuk eksterior atau bentuk atap suatu bangunan. Disini bentuk langit-langit biasanya diolah dengan
mengikuti sama persis bentuk eksterior atapnya.
Gambar 6. 22 Langit-langit interior mengikuti bentuk atap kubah eksterior
Gambar 6. 23 Langit-langit interior mengikuti bentuk atap eksterior datar
Langit-langit yang memiliki bentuk yang berbeda dengan eksterior. Langit- langit jenis ini memiliki bentuk yang sama sekali berbeda dengan eksterior bangunan. Lengit-langit tidak mengikuti bentuk atap yang ada pada bangunan, sehingga tampilan interior tidak sama dengan bentuk bangunan.
Gambar 6. 24 Bentuk atap pelana yang memiliki bentuk langit-langit yang berbeda.
PENGOLAHAN BIDANG LANGIT- LANGIT
Dahulu langit-langit merupakan elemen interior yang mendapatkan perhatian sangat tinggi dalam perancangan sebuah interior. Bila dahulu karakter suatu bangunan banyak ditunjukan pada bidang langit-langit hal ini bermaksud untuk memberikan sebuah titik fokus yang kuat untuk seluruh bangunan.
Saat ini pengolahan langit-langit tidak lagi hanya bergantung pada unsur dekoratif saja, bila dahulu melukis dan mengukir langit-langit merupakan cara yang paling sering dilakukan, maka sekarang banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengolah bidang langit-langit.
Beberapa cara untuk mengolah bidang langit-langit antara lain:
MELUKIS LANGIT-LANGIT
Merupakan cara yang sudah sejak lama dilakukukan untuk mengolah bidang langit- langit agar tampil lebih memikat lagi. Lukisan langsung pada material yang menempel di langi, keahlian melukis harus dibutuhkan untuk melukis langit-langit ini. banyak tema yang biasa diaplikasikan untuk bidang langit-langit-langit-langit seperti gambar awan atau flora dan fauna.
Gambar 6. 25 Langit-langit yang di lukis motif awan (Sumber gambar: www.vibiznews.com)
Membuat variasi bentuk merupakan cara yang akan memberikan tampilan yang menarik dari langit-langit. Bentuk yang berbeda ini bisa menarik bila ditampilkan juga dengan komposisi warna atau menggunakan material yang beraneka macam untuk setiap bentuk.
Gambar 6. 26 langit-langit yang dirancang dengan bentuk variasi kotak (Sumber gambar : ww w . f l i ckr . c o m )
MEMBUAT KETINGGIAN YANG BERBEDA-BEDA PADA LANGIT- LANGIT. KETINGGIAN YANG BERBEDA INI BIASA DISEBUT DENGAN ISTILAH DROP LANGIT-LANGIT.
Pembedaan ketinggian merupakan suatu cara yang biasa dilakukan untuk membedakan jenis dan fungsi ruang, selain itu pembedaan ketinggian langit-langit pada interior bisa m emberikan volume langit-langit sehingga tidak tampil datar dan monoton.
Gambar 6. 27 langit-langit dengan ketinggian berbeda dikenal juga dengan istilah drop langit-langit (Sumber gambar: ww w . v i b i zn e w s . c o m )
MEMBERIKAN ELEMEN DEKORASI, DEKORASI YANG BIASA DIGUNAKAN SAAT INI ANTAR LAIN ADA UKIRAN DARI GYPSUM YANG
DIBENTUK KHUSUS UNTUK LANGIT-LANGIT.
Dekorasi gypsum ini kebanyakan berbentuk profil dengan berbagai macam bentuk. Selain itu penempatan hiasan dudukan lampu gantung merupakan cara lain yang bisa dilakukan untuk menghias langit-langit.
Gambar 6. 28 Langit-langit dengan variasi dekorasi profil yang terbuat dari
gypsum
MEMBUAT LUBANG CAHAYA ATAU SKYLIGHT DILANGIT-LANGIT ADALAH CARA LAIN YANG BISA DILAKUKAN UNTUK MEMBUAT RUANGAN DIBAWAHNYA MENJADI LEBIH TERANG.
Bentuk skylight bervariasi dan material yang beragam juga menjadi cara untuk menghiasi langit-langit. Material seperti kaca patri merupakan material yang sangat baik untuk membuat tampilan yang berbeda pada langit-langit.
Gambar 6. 29 langit-langit yang memiliki lubang cahaya skylight
(Sumber gambar : www.i de a on l i n e .c o . id)
MENGEKSPOSE MATER1AL KONSTRUKSI LANGIT-LANGIT ADALAH CARA LAIN YANG BISA DILAKUKAN UNTUK MEMBUAT TAMPILAN
LANGIT-LANGIT MENJADI BERBEDA.
Ekspose material ini bisa dengan menggunakan konstruksi langit-langit seperti kayu penopang atau material utama atap itu sendiri seperti pada atap alang-alang khas bali yang dibiarkan terlihat konstruksinya.
Gambar 6. 30 Atap ilalang Bali yang di ekspose untuk bangunan bergaya etnik modern (Sumber gambar : www . j a v ab a li . in f o)
PENEMPATAN TITIK LAMPU PADA LANGIT-LANGIT
Selain berfungsi sebagai elemen utama interior yang memberikan perlindungan dalam ruangan, bidang langit-langit sering juga dijadikan sebagai tempat untuk meletakkan titik lampu untuk penerangan umum dalam sebuah ruangan. Dengan menempatkan titik lampu pada langit-langit disebuah ruangan maka penerangan akan tercipta secara merata dan bisa dirasakan oleh orang yang berada didalam ruangan tersebut.
Menempatkan lampu dilangit-langit merupakan cara yang paling banyak digunakan untuk penerangan buatan didalam sebuah ruang, karena bidang langit-langit yang tinggi dan diatas jarak pandang normal manusia bisa membuat bias untuk semua yang ada dibawahnya. Dalam menempatkan lampu pada bidang langit-langit ada beberapa cara antara lain :
- Menempatkan lampu pada posisi tengah-tengah ruangan di langit-langit.
- Menempatkan lampu dengan cara mengelilingi ruangan, bisa berbagai jenis lampu downlight, lampu pijar atau lampu gantung.
- Menempatkan lampu dengan sistem rel agar lampu bisa dipindahkan arah pencahayaannya biasanya untuk lampu ruang pameran untuk menyinari lukisan.
- Menempatkan lampu tersembunyi pada area drop ceiling atau langit-langit yang diturunkan.
- Menempatkan lampu gantung pada posisi tengah-tengah langit-langit.
Berbagai cara penempatan lampu pada bidang langit-langit merupakan cara yang biasa digunakan untuk mendapatkan sebuah efek pencahayaan umum yang bisa dirasakan dan dilihat semua orang yang berada didalam ruangan.
Gambar 6. 31 Penempatan lampu gantung pada langit-langit memberikan pencahayaan maksimal untuk ruangan. (Sumber gambar: camera digital)
Gambar 6. 32 Pengolahan langit- langit pada sebuah lobby hotel yang menggunakan bentuk kotak dan permainan lampu menjadikan langit- langit
memiliki bentuk yang mengikuti konsep dan gaya dari ruang secara keseluruhan. (Sumber gambar : ww w . w - ho t e l . c o m )
Gambar 6. 33 langit-langit pada lobi perkantoran menggunakan material yang memadukan antara gypsum dengan warna putih dan multipleks yang
difinishing dengan warna natural warna kayu. Penempatan titik lampu menunjang langit-langit tampil lebih menarik. (Sumbergambar: www . g ri y a
-a