BAB I PENGENALAN INTERIOR
BAB 7 UNSUR PENUNJANG INTERIOR
7.3 Pencahayaan Dalam Interior
Sebuah ruangan memerlukan pencahayaan agar bisa digunakan secara maksimal. Pencahayaan dalam interior terbagi menjadi dua yaitu pencahayaan alami yang bersumber dari matahari dan pencahayaan buatan yang berasal dari lampu.
Matahari adalah sumber pencahayaan alami terbesar di negara kita yang beriklim tropis. Cahaya matahari bisa dinikmati sepanjang tahun tanpa harus merasakan dampak kekurangan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan keuntungan yang jauh lebih baik dari cahaya buatan dari lampu, selain menghemat biaya cahaya matahari juga mengandung vitamin D yang dibutuhkan oleh manusia.
Dalam perancangan interior ruang pencahayaan alami yang berasal dari matahari merupakan sumber energi yang bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk masuk kedalam interior ruangan. Dengan memanfaatkan sinar matahari yang masuk kedalam ruangan maka penggunaan lampu disiang hari tidak perlukan lagi, tentunya hal ini lebih efisien dalam penggunaan energi.
Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan pencahayaan alami di siang hari:
- Membuat bukaan jendela yang besar dan maksimal. - Memperhatikan arah bukaan jendela.
- Menggunakan material kaca bening untuk bukaan jendela - Menggunakan tirai vitrase yang tembus cahaya matahari. - Menggunakan warna yang cerah dan terang pada ruangan.
- Membuat skylight atau lubang cahaya diatas atap yang terbuat dari bahan tembus cahaya
Gambar 7. 9 Pencahayaan alami dari bukaan jendela yang lebar membuat ruangan interior tidak lagi memerlukan lampu pada siang hari, kondisi udara
didalam ruangan juga menjadi lebih segar dengan membuka jendela dan mendpatkan udara alami dari luar. (Sumber gambar :
www.como-shambala.com)
Memanfaatkan sinar matahari secara maksimal untuk interior sebenarnya lebih banyak diaplikasikan dengan menggunakan jendela sebagai sumber sinar matahari dan sirkulasi. Penggunaan jendela pada sebuah ruangan merupakan cara yang sering diaplikasikan pada bagian dinding yang memiliki akses langsung kebagian luar bangunan. Semakin besar ukuran sebuah jendela maka akan semakin maksimal pula cahaya matahari yang bisa masuk kedalam ruangan tersebut.
Dalam memanfaatkan sebuah pencahayaan alami selain mengaplikasikan jendela ada juga cara lain yang bisa dilakukan diantaranya adalah dengan membuat skylight atau lubang cahaya di atas langit-langit, cara ini bisa menjadi alternatif bila sebuah ruangan tidak lagi memungkinkan mendapatkan cahaya matahari dari bagian dinding jendelanya. material yang digunakan untuk skylight ini haruslah yang tembus cahaya dan ringan agar tidak membebani atap.
Gambar 7. 10 Skylight pada ruangan dapur yang tidak memiliki jendela mengoptimalkan pencahayaan alami pada siang hari, dengan pencahayaan alami ini juga nantinya kualitas interior dapur dapat terjaga.(Sumber gambar :
www.architecture- digest.com )
Gambar 7. 11 Jendela yang lebar dengan bentuk yang menarik akan berguna untuk pencahayaan siang hari dan dekorasi interior dengan pemilihan tirai yang tepat dengan bentuk jendela. (Sumber gambar :www.sweet- home.com )
PENCAHAYAAN BUATAN
Pencahayaan buatan merupakan pencahayan yang menggunakan tenaga buatan manusia. Lampu listrik adalah salah satu pencahayaan yang menggunakan energi. Karena sifatnya yang buatan maka jenis pencahayaan ini adalah pencahayaan yang bisa diatur sesuai dengan kebutuhan.
Dalam interior suatu bangunan, kita banyak memanfaatkan cahaya buatan untuk menciptakan kondisi- kondisi tertentu, sesuai dengan kehendak dan fungsi dari ruang.
Dalam merancang suatu interior selalu berkaitan antara penggunaan bahan, pemilihan warna, komposisi/organisasi dan fungsi ruang. Kesemuanya mempunyai hubungan yang sangat erat dengan faktor pencahayaan.
Suatu desain interior yang baik haruslah saling menunjang antara unsur-unsur tersebut diatas. Karena pencahayaan buatan yang baik akan menimbulkan kenyamanan bagi si penghuni.
Adapun pengertian pencahayaan buatan yang baik jika:
- Tidak menyebabkan keletihan pada mata
- Tidak membuang-buang sinar dengan percuma (efisien), sesuai kebutuhan - Sesuai dengan ruang tersebut dan suasana yang akan diciptakan.
Berdasarkan sifatnya pencahayaan buatan dibagi menjadi dua yaitu:
Yang dimaksud dengan pencahayaan langsung ialah semua sinar yang langsung memancar dari pusatnya kearah obyek yang disinari, sistem tersebut banyak menggunakan lampu-lampu sorot untuk menyinari unsur-unsur dekorasi dalam ruang, dapur dan toko-toko (etalase toko) dan juga lampu meja atau lantai. Jenis pencahayaan dimana lampu langsung terlihat sebagai sumber utama cahaya. Penempatan lampu di letakkan pada titiknya sehingga dapat memancarkan cahaya seperti sesuai yang diinginkan. Lampu pada pencahayaan langsung ini memberikan pencahayaan yang maksimal kebagian yang diterangi.
Pencahayaan langsung bisa berbagai macam lampu, seperti lampu yang ditempatkan di langit- langit, di dinding, atau di letakkan seperti berupa lampu meja. Jenis lampu lampu apapun yang digunakan penempatan titik lampu harus direncanakan secar matang untuk memaksimalkan pencahayaan ruangan dan efisiensi penggunaan energi.
Gambar 7. 12 Pencahayaan langsung dengan menggunakan lampu duduk disisi tempat tidur akan membantu untuk membaca sebelum tidur, lampu disisi tempat tidur juga memudahkan ketika ingin dihidupkan atau dimatikan.
Gambar 7. 13 prinsip pencahayaan langsung pada interior merupakan jenis pencahayaan dimana lampu menyinari secara langsung obyek yang ada di sekelilingnya dan bisa dirasakan serta dilihat asal sumber cahaya. (Sumber
gambar : Data Arsitek, Ernst Neufert)
PENCAHAYAAN TIDAK LANGSUNG
Yang dimaksud dengan pencahayaan tidak langsung ialah, jika sumber pencahayaan disembunyikan dari pandangan mata kita sehingga cahaya yang kita rasakan adalah hasil pantulannya, terutama pada dinding atau langit-langit. Sistem pencahayaan semacam ini disebut pencahayaan tidak langsung. Sistem tersebut digunakan untuk mengarahkan atau menuntun orang menuju ke “suatu” obyek.
Pencahayaan tidak langsung merupakan pencahayaan yang memberikan kesan bersih dan tidak menyilaukan mata. Hal ini karena sumber cahaya tidak langsung terlihat dan kita hanya akan melihat bias cahayanya saja. Bias cahaya dari pencahayaan tidak langsung juga bisa memberikan kesan remang-remang yang akrab pada suatu ruangan.
Contoh pencahayaan tidak langsung dapat berupa peletakan lampu di belakang benda seni seperti ukiran-ukiran yang memiliki celah, disini cahaya yang didapatkan akan tersaring oleh benda didepannya. Contoh lainnya adalah dengan meletakan lampu pada langit-langit ruangan yang telah dirancang dengan
menggunakan profil dan lampu diletakkan dibelakang profil tersebut.
Gambar 7. 14 Pencahayaan dibelakang headboard kamar tidur menggunakan pencahayaan yang disembunyikan dibelakang lembaran kotak-kotak
memberikan bias sinar temaram.
Gambar 7. 15 Pencahayaan pada obyek seni lukisan bisa menghidupkan suasana dengan teknik pencahayaan yang tidak langsung.(Sumber gambar
Gambar 7. 16 Pencahayaan tidak langsung yang menyorot pada bagian langit-langit dan dinding tanpa memperlihatkan dengan jelas asal cahaya.
(Sumber gambar : Data arsitek, Ernst Neufret)
TEKNIK PENCAHAYAAN BUATAN DALAM INTERIOR
Dalam menempatkan lampu ada beberapa cara yang biasa dilakukan pada interior sebuah ruangan, berikut adalah beberapa teknik penempatan lampu di dalam ruang:
TEKNIK PENCAHAYAAN PADA DINDING
Yaitu teknik pencahayaan yang menjadikan dinding sebagai media untuk penempatan lampu. Teknik ini juga memberikan kesan untuk memaksimalkan dekorasi interior pada elemen dinding. Lampu dinding adalah salah satu contoh aplikasi teknik ini.
Gambar 7. 17 Lampu dinding
TEKNIK PENCAHAYAAN PADA LANGIT-LANGIT
Yaitu teknik pencahayaan yang menjadikan langit- langit sebagai media untuk penempatan lampu. Teknik yang paling banyak diaplikasikan dalam interior, peletakan titik lampu di langit-langit memberikan kesan yang lebih terang sebagai sumber cahaya buatan. Contohnya adalah pada lampu TL atau lampu pijar yang ditempatkan dilangit-langit yang menerangi ruangan yang ada dibawahnya secara merata sesuaai dengan jatuhnya arah sinar.
Gambar 7. 18 lampu downlight pijar pada langit-langit
TEKNIK PENCAHAYAAN YANG DAPAT DIPINDAH-PINDAH
Yaitu teknik pencahayaan yang tidak ditempatkan secara permanen didalam ruangan. Pencahayaan ini menggunakan kabel yang bisa dipindah-pindahkan posisinya sesuai dengan keinginan. Pencahayaan jenis ini memberikan keleluasaan untuk mengganti area pencahayaan bila dibutuhkan. Contohnya adalah penempatan lampu duduk dan lampu berdiri dalam sebuah ruangan.
Gambar 7. 19 Lampu berdiri / standing lamp
TEKNIK PENCAHAYAAN DIGANTUNG
Yaitu teknik pencahayaan yang menggunakan cara digantung dalam penempatannya. Pencahayaan jenis ini diaplikasikan bila lampu memiliki bentuk yang unik, sehingga lampu tampil memikat tidak hanya dari cahayanya tetapi dari bentuknya. Contohnya adalah lampu gantung dan lampu Kristal chandelier.
Gambar 7. 20 lampu gantung
TEKNIK PENEMPATAN KHUSUS
Yaitu teknik pencahayaan yang membutuhkan perlakukan khusus dalam penempatannya. Pencahayaan jenis ini biasanya ditempatkan untuk dekorasi atau fungsi. Contohnya adalah peletakan tata lampu untuk studi foto atau tata lampu untuk galeri seni seperti pencahayaan untuk lukisan, patung dan lain sebagainya.
Gambar 7. 21 Dinding interior yang di lukis menjadi pusat perhatian dalam ruangan ini, ditambah dengan penyinaran menjadi dinding lebih menarik
Gambar 7. 22 Penerangan yang diarahkan pada obyek benda seni seperti patung untuk menjadikannya tampil dominan pada ruangan.(Sumber gambar :
Data arsitek, Ernst Neufret)