• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tangga

Dalam dokumen DESAIN INTERIOR BUKU PERTAMA (Halaman 142-155)

BAB I PENGENALAN INTERIOR

BAB 6 ELEMEN UTAMA INTERIOR

6.4 Tangga

Fungsi utama tangga adalah sebagai alat sirkulasi yang menghubungkan antara dua lantai yang berbeda ketinggian. Tangga merupakan alat sirkulasi verrtikal yang terdapat pada sebuah bangunan yang memiliki ketinggian lebih dari satu lantai.

Dengan menggunakan tangga orang akan mudah mencapai suatu ruangan yang berbeda ketinggian dan bisa langsung terhubung dengan ruang yang ada diatas atau dibawahnya. Sebuah tangga dalam interior terkadang tidak saja hanya berfungsi sebagai alat sirkulasi dalam sebuah ruangan yang menghubungkan dua lantai yang memiliki ketinggian berbeda. Tetapi dalam sebuah interior tangga bisa juga berfungsi sebagai elemen utama ruang yang akan mempercantik tampilan sebuah interior.

Dalam merancang tangga untuk interior, biasanya tangga dipilih tidak saja berdasarkan fungsi semata, tetapi juga lebih difokuskan juga pada pemilihan jenis gaya interior yang diaplikasikan untuk sebuah ruangan. Dengan adanya tangga yang menarik dan sesuai dengan gaya sebuah interior, maka tangga telah mendukung tampilan interior secara keseluruhan untuk tampil memikat dan bisa menjadi pusat perhatian.

Gambar 6. 34 Tangga putar merupakan bentuk tangga yang menarik karena berbeda dengan jenis tangga biasa yang berbentuk lurus dan monoton. Tangga putar juga dipilih karena jenis tangga ini tidak memerlukan tempat

yang luas untuk membuatnya. (Sumber gambar : ww w . t r e ndi r . c o m )

Tangga juga memiliki fungsi simbolik, yaitu menampilkan sebuah kesan dan keindahan tersendiri dalam sebuah interior. Dalam sebuah penataan interior, tangga harus diolah menjadi sebuah bentuk yang menarik, terutama bila posisi sebuah tangga berada pada tempat yang mencolok dan bisa terlihat dengan banyak orang yang masuk ke ruangan tersebut.

MACAM-MACAM BENTUK TANGGA

Dari segi bentuknya tangga bisa di bedakan menjadi beberapa jenis antara lain:

TANGGA LURUS

1. Tangga lurus biasa

Gambar 6. 35 Macam Tangga lurus

TANGGA BERBELOK

Tangga berbelok merupakan jenis tangga yang memiliki variasi sangat beragam. Beberapa contoh tangga berbelok ada di gambar bawah ini.

PERTIMBANGAN DALAM MENGOLAH TANGGA

Dalam merancang tangga untuk menunjang tampilan interior sebuah bangunan, maka perancang harus memperhatikan beberapa hal yang akan mempengaruhi perancangan tangga tersebut

Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengolah tangga adalah:

LETAK POSISI TANGGA

Posisi sebuah tangga akan menentukan perlu tidaknya pengolahan tangga, bila tangga berada pada posisi ditengah ruangan atau pada posisi yang jelas terlihat pada sebuah interior maka perancangan untuk mengolah tangga perlu untuk dilakukan.

Sedangkan bila posisi tangga tersembunyi atau tidak tampak jelas pada sebuah ruangan maka tangga tidak perlu untuk diolah agar tampil maksimal. Seperti pada tangga darurat pada sebuah gedung tidak perlu diolah dengan indah tetapi cukup hanya untuk memenuhi fungsi utamanya saja yaitu sebagai tangga alternatif.

Pada sebuah bangunan tangga yang diolah kebanyakan adalah tangga utama yang bisa membantu orang menilai keindahan sebuah interior ruang. Dengan demikian fungsi estetika tangga menjadi sangat perlu untuk diolah sebaik mungkin.

Gambar 6. 37 Tangga pada posisi ruang utama dengan material anak tangga berlapis karpet merah dan railing ukiran besi yang dicat warna emas diolah

dengan artistik agar menambah daya tarik untuk interior ruangan tersebut. (Sumber gambar : ww w . w i k ip e di a . o r g)

UKURAN TANGGA

Dengan berpedoman pada sebuah ukuran maka tangga harus diolah berdasarkan proposri tangga tersebut. setiap ukuran tangga seperti lebar dan tinggi anak tangga, dan ketinggian railing merupakan ukuran yang harus dihitung dengan cermat untuk mendapatkan posisi anak tangga yang ideal.

Dalam ukuran ini juga harus dilihat proporsi tangga dengan ukuran ruangan, sebaiknya tangga disesuaikan dengan kebutuhan berapa banyak orang yang akan menggunakannya serta ukuran ideal dari sebuah tangga apakah untuk hunian atau tempat umum.

Gambar 6. 38 Ukuran lebar tangga untuk sebuah hunian tidak memerlukan ukuran yang besar seperti pada tangga di fasilitas umum, tangga pada hunian bisa dibuat berdasarkan kebutuhan jumlah penghuni rumah tersebut. (Sumber

gambar : www.smart- home.com)

BENTUK TANGGA

Bentuk tangga juga harus diperhatikan agar perancang bisa mengetahui pengolahan yang efektif pada tangga tersebut. bila tangga memiliki bentuk yang unik maka bentuk tersebut sebaiknya diolah lagi pada bidang lain yang membantu tampilan sebuah tangga misalnya pada railingnya.

Dengan mengenali bentuk tangga maka posisi ideal akan bisa diketahui oleh orang yang akan menaikinya, apakah tangga tersebut telah memenuhi tuntutan untuk bisa dinaiki oleh semua usia atau tidak.

menaikinya karena posisinya bisa menyebabkan orang merasa mudah pusing ketika menggunakannya.

Gambar 6. 39 Bentuk tangga spiral yang indah tetapi tidak terlalu nyaman untuk digunakan karena bisa membuat orang yang menaikinya merasa cepat

lelah dan pusing karena posisinya yang memutar. (Sumber gambar :

www. f li ckr . c o m )

PERTIMBANGAN DALAM MEMILIH MATERIAL TANGGA.

Dalam memilih sebuah konstruksi dan material tangga, harus memperhatikan beberapa pertimbangan antara lain:

JENIS TANGGA

Jenis tangga yang akan diaplikasikan merupakan pertimbangan yang akan menentukan material yang akan digunakan. Sebuah tangga utama dalam sebuah

bangunan besar tentunya membutuhkan konstruksi tangga yang besar dan kuat maka pemilihan material beton untuk tangga jenis ini sangatlah tepat. Sedangkan untuk tangga pada rumah berukuran menengah masih bisa menggunakan tangga dengan sistem konstruksi dari kayu atau besi atau pada jenis tangga darurat yang ditempatkan pada bagian eksterior biasanya menggunakan material besi karena konstruksinya yang ringkas.

BENTUK TANGGA

Bentuk tangga merupakan pertimbangan yang harus rencanakan dari awal, karena bentuk tangga akan mempengaruhi pemilihan jenis material yang akan diaplikasikan dalam pembangunan tangga. Beberapa jenis bentuk tangga ada yang membutuhkan material khusus seperti tangga melingkar biasanya menggunakan konstruksi yang ringan seperti dari besi atau kayu.

UKURAN TANGGA

Ukuran besaran tangga juga harus diperhitungkan dengan tepat, tangga yang memiliki anak tangga yang lebar memerlukan bentangan yang kuat agar bisa menahan beban orang yang menggunakannya. Sedangkan untuk tangga dengan ukuran yang lebih kecil maka penggunaan material yang ringan seperti besi dan kayu sudah bisa mencukupi karena biasanya menahan tidak terlalu banyak beban pada waktu menggunakannya.

KONSTRUKSI STRUKTUR

Dalam merancang sebuah tangga maka tidak akan terlepas dari perencanaan sebuah struktur bangunan secara keseluruhan, struktur yang diaplikasikan pada sebuah bangunan tentunya telah memperhitungkan letak konstruksi untuk tangga. Bila tangga dipersiapkan sesuai dengan jenis, bentuk dan ukurannya maka kemudian material tangga akan disesuaikan dengan konstruksi utama ruangan, dengan demikian maka tangga akan dapat berdiri kokoh dengan material pilihan

dan sesuai dengan konstruksi bangunannya.

MENGOLAH TANGGA INTERIOR

Pengolahan tangga merupakan bagian yang harus dikerjakan dalam merancang sebuah interior ruangan. Dalam sebuah interior, tangga yang ada didalamnya harus diolah agar tampilan menjadi lebih menarik dan bisa menjadi sebuah pusat perhatian didalam ruangan tersebut.

Dalam merancang sebuah tangga, perancang harus mempelajari bentuk tangga. Dengan mengetahu bentuk tangga yang ada pada sebuah ruangan, maka perancang bisa memutuskan cara yang bisa dilakukan untuk mengolah tangga tersebut. Dengan berpedoman pada bentuk tangga juga perancang bisa memutuskan bagian mana dari tangga tersebut yang bisa diolah dengan sebaik mungkin.

Dalam mengolah tangga ada beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

MENGOLAH FINISHING ANAK TANGGA

Dalam mengolah anak tangga bisa dilakukan dengan berbagai permainan material pada anak tangga tersebut, dengan menggunakan material yang bisa dipilih dari material lantai, maka anak tangga bisa diolah dengan memainkan pola dan bentuk yang menarik. Atau cara lainnya adalah dengan memainkan anak tangga dari material utama yang juga menjadi struktur tangga tersebut, seperti dari besi atau kayu. Dengan menampilkan struktur seperti ini anak tangga tidak lagi memerlukan finishing material yang berlebihan karena material utamanya sendiri sudah menarik.

Dalam memilih finishing untuk anak tangga sebaiknya dipilih dengan material yang nyaman dikaki, karena tangga berfungsi untuk menghubungkan dua lantai dan terkadang memiliki efek psikologis melelahkan untuk menaikinya. Untuk itulah

material anak tangga yang tepat akan membuat orang akan nyaman ketika menaiki anak tangga tersebut.

Beberapa material yang bisa dipilih untuk mengolah anak tangga, antara lain:

- Karpet - Perket - Kayu - Keramik - Marmer - Granit - Besi

Berbagai pilihan material yang biasa digunakan untuk merancang anak tangga bisa dikombinasikan antara satu material dengan material lainnya. Disini material merupakan kunci kenyamanan dan keindahan yang akan dihasilkan oleh sebuah anak tangga sehingga bisa digunakan dengan nyaman oleh setiap orang yang akan menggunakannya. Dengan memilih material anak tangga yang tepat juga akan membuat tangga bisa digunakan dengan aman selain nyaman.

MENGOLAH RAILING/PEGANGAN TANGGA

Pegangan atau railing tangga merupakan pelengkap dalam sebuah tangga. Dengan adanya railing ini maka orang yang akan menaiki tangga bisa berpegangan pada railing dan menjaga keseimbangan dan posisi tubuhnya.

Gambar 6. 40 Sebuah tangga yang mengkombinasikan antara material kayu dan besi sebagai struktur utamanya, anak tangga kayu difinishing natural

dan besi hanya diberi cat warna hitam, dengan struktur seperti ini tangga seolah melayang dan berkesan ringan. (Sumber gambar : ww w . d m a - n y . c o m )

Gambar 6. 41 Anak tangga yang diberi finishing karpet memberikan kenyamanan pada orang yang menaikinya, karpet memberikan rasa lembut

Untuk mempercantik tampilan sebuah tangga, railing bisa diolah dengan sangat menarik, sesuai dengan fungsi utamanya maka railing sebaiknya dibuat dari bahan yang kokoh. Besi dan kayu merupakan salah satu material yang biasa digunakan karena kekokohannya

.

Gambar 6. 42 Railing tangga yang dirancang memberikan kesan ringan dipilih menggunakan material besi dan kayu. Desain tangga memperkuat rancangan

keseluruhan ruangan yang mengaplikasikan gaya modern minimalis. (Sumber gambar: ww w . d m a - n y . c o m )

Material besi merupakan jenis material yang bisa digunakan untuk tangga gaya modern dan gaya klasik. Dengan menggunakan besi maka sebuah pegangan tangga akan dapat menjadi pegangan yang kokoh untuk orang yang menggunakan tangga tersebut.

Untuk gaya klasik maka pilihan railing tangga berukir merupakan pilihan yang sangat sesuai untuk sebuah railing tangga interior, materialnya bisa dari kayu atau dari besi tempat. Atau bila menginginkan desain modern yang sederhana maka pilihlah material yang ringan tetapi kuat seperti besi dengan struktur utama yang kokoh maka bisa dipadukan dengan besi yang berukuran lebih kecil sebagai

aksentuasi railing tangga.

Dalam memilih railing tangga perhatikan kualitas material yang akan digunakan. Kualitas material yang baik akan membuat sebuah railing kuat untuk jangka waktu yang lama dan bisa terus digunakan. Selain itu ketinggian railing untuk sebuah tangga juga harus dihitung berdasarkan ketinggian ideal tangga dan juga derajat kemiringan tangga.

Railing tangga juga hendaknya dirancang sesuai dengan bentuk konstruksi utama sebuah tangga agar railing ini dapat terlihat indah. Dengan bentuk yang serasi dengan bentuk struktur tangga maka pegangan railing akan tetap nyaman digunakan pada posisi dimanapun orang akan menaiki tangga tersebut. dengan posisi railing yang sesuai dengan struktur dan anak tangga maka railing akan berfungsi dengan baik sesuai dengan fungsi utamanya sebagai jalur sirkulasi vertikal dalam sebuah interior.

Gambar 6. 43 Railing tangga yang menggunakan material besi tempa dengan desain klasik berupa ukiran- ukiran dengan ciri khas besi dan aksesori berupa

ornamen besi dengan finishing warna emas selain warna hitam sebagai warna utamanya. Dalam merancang railing tangga harus menyesuaikan

dengan bentuk struktur utama tangga tersebut, disini bentuk railing mengikuti struktur tangga yang berbentuk melengkung. (Sumber gambar:

www . w r o u gh t i r o n de t a il s.c om )

Dalam dokumen DESAIN INTERIOR BUKU PERTAMA (Halaman 142-155)

Dokumen terkait