BAB I PENGENALAN INTERIOR
BAB 6 ELEMEN UTAMA INTERIOR
6.1 Lantai
Secara fungsi lantai merupakan bagian dari sebuah ruangan yang berbentuk bidang datar dan dijadikan sebagai alas dari ruangan dimana aktivitas manusia dilakukan diatasnya dan memiliki sifat atau peranan sendiri-sendiri yaitu
mempertegas fungsi ruang. Secara simbolik lantai memiliki fungsi untuk memberikan karakter dan dapat memperjelas sifat ruang misalnya dengan memberikan permainan pola lantai, ketinggian, serta warna yang memberikan efek ternetu pada sebuah bidang lantai.. Dengan berbagai jenis lantai yang ada maka pilihan untuk menggunakan lantai menjadi lebih banyak dan penyesuaian fungsi ruang akan berpengaruh pula pada jenis lantai yang nanti akan dipilih.
Gambar 6. 2 Penataan lantai yang indah akan memperkuat karakter utama sebuah interior (Sumber gambar : www. a si an st o n e s.c o m )
PENGARUH LANTAI TERHADAP MANUSIA
Manusia umumnya menggunakan lantai dengan menapakkan kakinya diatas lantai. Temperatur tapak kaki manusia dalam keadaan normal adalah 31 derajat Celsius, kaki manusia akan kehilangan panas akibat berdiri diatas lantai yang dihubungkan dengan bilai perembesan panas. Jika manusia kehilangan panas terlalu banyak, temperatur kaki akan turun dan terasa dingin, akibatnya badan menjadi kurang sehat dan tidak mengenakan. Lantai kayu merupakan lantai yang memiliki kehangatan khusus terhadap kaki dan merupakan isolasi panas yang baik. Karena sifat lantai kayu ini menjadikan anak-anak senang bermain, merangkak dan berbaring diatasnya, maka tidak perlu khawatir anak-anak menjadi sakit.
- Penutup lantai yang hangat terhadap kaki, misalnya lantai kayu, parket, karpet, jalur kayu.
- Penutup lantai yang lain, digolongkan sebagai penghantar dingin terhadap kaki, seperti marmer, keramik, granit.
MENGOLAH LANTAI PADA INTERIOR RUANGAN
Pengolahan bentuk dan pola lantai pada interior merupakan suatu nilai tambah untuk mempercantik interior. Dengan memperhatikan pada konsep dan gaya yang telah ditentukan pada awal perancangan, pengolahan lantai dalam interior dapat dilakukan. Pengolahan lantai yang biasanya dilakukan adalah dengan membuat pola lantai yang menarik sesuai dengan gaya ruangan secara keseluruhan. Dengan bermain pada material yang biasa digunakan untuk lantai, perancang interior dapat menggambar pola yang ingin diaplikasikan pada lantai interior. Dengan mengolah pola lantai juga sebuah tampilan ruangan akan menjadi lebih berbeda dan tidak tampak seperti asli material tersebut. pola lantai dalam interior harus disesuaikan dengan gaya interior, bentuk ruangan dan material finishing bangunan yang digunakan.
Gambar 6. 3 Sebuah ruangan dengan gaya klasik mengaplikasikan pola lantai yang berbentuk bundar dengan pengolahan detail ukiran yang rumit membuat ruangan menjadi lebih kuat kesan klasiknya. (Sumber gambar :
Pola lantai juga bisa menjadi susunan interior yang mengikat, seperti pada penataan ruang publik contohnya ruang pamer lantai dirancang untuk mengarahkan jalan pengunjung. Atau pada daerah pertokoan lantai dipasang pada jalur lintas orang berjalan (hall) dengan motif yang berbeda- beda agar memberikan kesan adanya perbedaan antar ruang- ruang yang ada didalam kompleks pertokoan tersebut. Pengolahan bidang lantai memerlukan trik khusus agar tercipta perancangan yang diharapkan.
Berikut ini adalah beberapa trik yang bisa digunakan dalam pengolahan bidang lantai:
- Untuk ukuran lantai yang terbatas dan agar memberikan kesan luas dan menyatukan ruangan, bisa menggunakan bahan finishing lantai yang sama dan bermotif polos serta warna yang terang.
- Membedakan ruangan bisa dengan membedakan pola atau material lantai antara satu ruangan dengan ruangan lainnya
- Membedakan ruang bisa juga dengan membuat ketinggian lantai berbeda antara satu ruangan dengan ruangan lainnya.
- Ruangan dengan pola lantai yang menarik jangan meletakan furniture diatas lantai tersebut karena akan menutupi pola lantai tadi.
- Lantai pada ruang didaerah beriklim dingin disarankan menggunakan material yang memberikan kehangatan pada alas kaki misalnya lantai parket.
- Lantai pada ruang didaerah beriklim panas disarankan menggunakan material yang memberikan kesan dingin misalnya lantai keramik, marmer atau granit.
- Pada ruangan seperti dapur dan kamar mandi hendaknya memilih lantai yang kedap air, mudah perawatannya dan berwarna serasi dengan interior ruang.
- Ruangan yang memerlukan konsentrasi seperti ruang belajar atau ruang rapat tidak disarankan untuk menggunakan pola lantai yang ramai karena akan menggangu konsentrasi.
- Pada bangunan umum yang luas lantai bisa dirancang dengan menggunakan bahan yang kuat dan diberikan arah untuk ketempat seperti pintu keluar, tangga dan lain sebagainya.
Gambar 6. 4 Membedakan ketinggian lantai merupakan suatu cara untuk membedakan dua ruang berbeda. (Sumber gambar : ww w . d m a - n y . c o m )
PEMILIHAN MATERIAL LANTAI
Banyak alternatif yang bisa digunakan untuk finishing material lantai, saat ini material lantai yang ada dipasaran lebih bervariasi baik bahan maupun coraknya. Berbagai pilihan material lantai bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dalam merancang interior ruangan.
Berikut adalah beberapa jenis material lantai yang biasa digunakan untuk interior:
Keramik
Jenis keramik banyak digunakan dirumah-rumah, karakteristik dari keramik tile ini adalah:
- Tahan goresan
- Kaya akan corak dan warna - Tahan lama
- Indah
- Tidak mudah kotor
- Mudah dalam perawatannya cukup menggunakan air
Marmer
Marmer merupakan batu alam yang memiliki berbagai corak yang indah, keindahan batu marmer memiliki warna yang juga beraneka raga. Karakteristik marmer adalah:
- Memiliki kekerasan yang kaku - Motif yang indah
- Mengkilap memberi kesan mewah - Tahan lama
- Harga relatif mahal
- Mudah perawatannya dengan air dan juga dengan digosok menggunakan mesin
Lantai parket
Material utama parket adalah kayu, parket terdiri dari blok kayu yang panjang dan disusun untuk keserasian lantai. Lantai jenis kayu ini sangat baik untuk manusia karena memberikan kehangatan pada telapak kaki. Karakteristik lantai parket adalah:
- Memberikan keindahan alami pada lantai - Hangat pada telapak kaki yang menginjaknya
- Memiliki warna-warna yang natural dari warna dan motif kayu aslinya - Pemasangannya dan perawatannya mudah
- Tidak tahan dengan jenis insekta seperti rayap
Karpet
Karpet merupakan material yang juga sering digunakan untuk finishing lantai. Pertimbangan memilih karpet biasanya selain untuk keindahan juga untuk menyerap bunyi. Berikut adalah beberapa karakteristik karpet;
- Memberikan kesan keindahan dan kemewahan - Menciptakan suasana yang hangat dan akrab - Nyaman untuk dipijak telapak kaki
- Sedikit kemungkinan rusak/pecah barang yang jatuh diatas karpet - Memiliki corak, warna dan tekstur yang beraneka ragam.
MENENTUKAN POLA LANTAI
Dalam merancang interior, pola lantai memegang peranan yang penting dalam membentuk suasana yang nyaman dalam interior. Dengan pola lantai bidang yang tampil biasa berubah menjadi tampil lebih indah lagi.
Tetapi perancangan dan penempatan pola lantai yang salah, bisa menyebabkan pola lantai yang sudah di rancang akan menjadi sia- sia dan tidak tampil seperti yang diharapkan sebelumnya. Untuk itulah dalam merancang suatu pola lantai harus benar-benar memperhatikan beberapa hal antara lain:
PENEMPATAN POLA LANTAI SESUAI FUNGSI RUANG
Sebuah ruangan yang berfungsi untuk kegiatan multifungsi seperti gedung pertemuan pola lantai di buat dengan menarik karena lantai merupakan bagian yang sangat menonjol pada sebuah ruangan yang berukuran besar. Selain itu ruang yang besar juga membuat lantai menjadi pusat perhatian
UKURAN LANTAI YANG AKAN DIRANCANG DAN STRUKTURNYA
Memilih pola lantai harus disesuaikan dengan ukuran dan struktur konstruksi lantai. Ruangan dengan ukuran lantai sempit sebaiknya tidak mengaplikasikan pola lantai yang rumit dan berkesan besar karena akan membuat ruangan menjadi tambah berkesan sempit.
PERTIMBANGAN KONSEP DAN GAYA INTERIOR KESELURUHAN
besar dalam perancangan pola lantai. Dengan menyesuaikan pola lantai dengan konsep dan gaya interior maka akan tercipta suatu keserasian dalam tatanan interior.
UKURAN FURNITURE YANG BERADA DALAM RUANGAN.
Ukuran furniture yang ada didalam sebuah ruangan juga harus dipertimbangkan dalam memilih pola lantai, pola lantai yang menarik tentunya akan sia-sia bila ditutupi oleh furniture yang berukuran besar.
JENIS MATERIAL YANG AKAN DIGUNAKAN UNTUK POLA LANTAI TERSEBUT
Material yang digunakan dalam membuat pola lantai harus dipertimbangkan sebagai bagian yang berperan, dengan mengetahui karakter material maka perancang akan mengetahui apa saja yang bisa diolah dari material tersebut.
Pola lantai yang biasa digunakan bermacam-macam sesuai dengan konsep dan gaya interior. Selain itu peran pemilihan material yang digunakan harus di persiapkan yang bisa untuk dibuat pola lantai.
Gambar 6. 5 Motif kompas sering diaplikasikan pada sebuah lobby yang menggunakan material granit atau marmer (Sumber
gambar:www.get.decoration.com)
Gambar 6. 6 Pola lantai kotak-kotak yang memainkan ukuran dan warna yang berbeda menjadi kan lantai lebih bervariasi. (Sumber gambar:
www.asianstone.com)
Gambar 6. 7 Aplikasi lantai keramik dengan pola diagonal dan membentuk pola dari dua warna yang berbeda.(Sumber gambar : www. a si an st o n e .c o m )