Saya setuju Pak. Justru itu saya setuju bahwa lebih mudah dengan dia hanya mengetik unreg. Nah, justru itu Pak, ada aturan juga dari Operator untuk setiap layanan yang orang ikuti Pak, misalnya ya, orang meng-reg apa, ke 9899. Setiap layanan baru untuk pelanggan itu..
35 F-PD (KRMT. ROY SURYO NOTODIPROJO):
Supaya cepat waktunya..
DIREKTUR UTAMA PT. NEXTNATION PRISMA:
Iya Pak, ada dalam message-nya itu Pak, ada namanya disclaimer message Pak, kalau disclaimer message ada kalau mau berhenti, ketik unreg kirim ke 9899 contohnya, udah ada Pak.
F-PD (KRMT. ROY SURYO NOTODIPROJO):
Ya, sekarang kenyataannya, kalau kemudian unreg-nya dikirim ke nomor yang sama, kemudian failed atau ternyata tidak terkirim atau dijawab pending, kemudian di situ ternyata unreg-nya harus ditambahin 1 digit lagi, 1933, jawaban, itu menipu atau tidak?
DIREKTUR UTAMA PT. NEXTNATION PRISMA: Kalau itu wajar menipu Pak, itu jelas menipu Pak. KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Rafli Ridwan ya? Bapak itu dari mana aslinya? DIREKTUR UTAMA PT. NEXTNATION PRISMA:
Dari Malaysia Pak. KETUA RAPAT:
Orang Malaysia. Warga Negara Malaysia? DIREKTUR UTAMA PT. NEXTNATION PRISMA: Warga Negara Malaysia. Iya Pak.
KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Rafli penjelasannya.
Yang Bapak sampaikan tadi valid sebenarnya, bahwa anda ingin mendapatkan 200 juta rupiah, kemudian pilihannya adalah contact nomor ini, itu valid, emang 200 juta dapet, tapi itukan diundi. Tidak ada kata-kata diundi. Nah, itukan kebohongan publik.
Kemudian yang lebih bahaya lagi Pak Rafli adalah dengan embel-embel 200 juta rupiah itu, ini petani, tukang becak, supir ojek, dengan 200 juta itu dia langsung reg. Nah, ketika dia itu, dia oke atau dia bersedia, maka nama itu terregistrasi di sistem anda, dan pada saat itulah dia menjadi sapi perahan, ini permasalahannya Pak. Jadi bukan masalah hadiah itu, tapi sistem anda dalam menjerat orang untuk menjadi sapi perahan itu, itu yang dipermasalahkan.
Baik, terima kasih. Pak Fayakhun silahkan.
F-PG (Ir. FAYAKHUN ANDRIADI, M.Kom.):
Jadi yang tadi pertanyaan Pak Max sudah selesai ya Pak ya? Saya bisa masuk ke yang baru ya?
Terima kasih pimpinan.
Yang pertama ke BRTI, Pak Dirjen, di sini ada 4 CP Pak, tolong disebutkan yang menurut data BRTI, pada saat BRTI merilis yang belum terdaftar dan yang sudah terdaftar, yang mana Pak? Saya tunggu Pak.
ANGGOTA KOMITE BRTI/DIRJEN SUMBER DAYA DAN PERANGKAT INFORMATIKA KEMENKOMINFO:
36 F-PG (Ir. FAYAKHUN ANDRIADI, M.Kom.):
Baik Pak. Selanjutnya Pak, menurut data dari BRTI, layanan 9393, Extent Media, BRTI pernah mengeluarkan peringatan mengembalikan pulsa, saya mau tanya kepada BRTI, apakah permintaan BRTI untuk mengembalikan pulsa sudah dilakukan oleh 9393?
ANGGOTA KOMITE BRTI/DIRJEN SUMBER DAYA DAN PERANGKAT INFORMATIKA KEMENKOMINFO:
Untuk tindak lanjut setelah kami mengetahui ini, kami berhubungannya pertama dengan Operator yang mereka bermitra, karena ini tidak terdaftar dan kami tidak mempunyai list-nya, kami minta pada Operatornya untuk menghentikan layanan dan mengembalikan yang dirugikan.
F-PG (Ir. FAYAKHUN ANDRIADI, M.Kom.): Boleh tahu Operator apa Pak?
ANGGOTA KOMITE BRTI/DIRJEN SUMBER DAYA DAN PERANGKAT INFORMATIKA KEMENKOMINFO:
Telkomsel.
F-PG (Ir. FAYAKHUN ANDRIADI, M.Kom.): Apakah sudah dikembalikan?
ANGGOTA KOMITE BRTI/DIRJEN SUMBER DAYA DAN PERANGKAT INFORMATIKA KEMENKOMINFO:
Kami membuat laporan perminggu, dari laporan Telkomsel sudah ada yang dikembalikan.
F-PG (Ir. FAYAKHUN ANDRIADI, M.Kom.): Sudah semua atau sudah ada?
ANGGOTA KOMITE BRTI/DIRJEN SUMBER DAYA DAN PERANGKAT INFORMATIKA KEMENKOMINFO:
Sudah ada.
F-PG (Ir. FAYAKHUN ANDRIADI, M.Kom.): Jadi belum semua Pak?
ANGGOTA KOMITE BRTI/DIRJEN SUMBER DAYA DAN PERANGKAT INFORMATIKA KEMENKOMINFO:
Sudah ada, berarti belum semua.
F-PG (Ir. FAYAKHUN ANDRIADI, M.Kom.): Datanya bisa di-follow up ke Bareskrim Pak.
ANGGOTA KOMITE BRTI/DIRJEN SUMBER DAYA DAN PERANGKAT INFORMATIKA KEMENKOMINFO:
Baik.
F-PG (Ir. FAYAKHUN ANDRIADI, M.Kom.):
Lalu BRTI lagi. Ini yang sangat mengganggu saya, sebagai orang awam, dan juga semua 270 juta pengguna selular. Ketika kita nelepon orang, tekan 5 untuk copy i-ring ini, kemudian i-ring-nya terdengar, di situ tidak ada konsekuensinya disebutkan Pak. Tekan 5 untuk copy i-ring ini, aduh Pak, saya mendengarnya jutaan kali Pak, tapi tidak ada konsekuensi bahwa itu ada biayanya. Kemudian itu dilakukan oleh CP yang mana? Kemudian itu berlaku untuk Operator mana? Menurut BRTI, ini sesuatu yang keji atau tidak Pak?
37 ANGGOTA KOMITE BRTI/DIRJEN SUMBER DAYA DAN PERANGKAT INFORMATIKA KEMENKOMINFO:
Terima kasih Pak Fayakhun.
Untuk yang seperti itu, perlu kita ketahui bahwa khusus untuk RBT memang perkembangan teknologinya begitu cepat yang kita ketahui. Dan di TM 01/2009 memang tidak diatur, belum ada atau tidak diatur. Itu diatur di 2009, ketika teknologi ini memang baru berkembang, sehingga memang tidak diatur itu dan sehingga BRTI sendiri belum bisa menarik bahwa itu salah atau tidak terjadi seperti itu Pak. Kaitannya dengan regulasi saja.
F-PG (Ir. FAYAKHUN ANDRIADI, M.Kom.): Baik Pak.
Pimpinan, karena BRTI tidak bisa menilai berdasarkan peraturan yang ada, bentuk bujukan yang didengar oleh 270 juta orang pasti tekan 5 untuk copy i-ring ini. Saya minta kepada Bareskrim untuk menindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku dan undang-undang, baik dari pemaksaan konsumen, perlindungan konsumen, dan sebagainya, untuk kita melihat apakah di sini peraturan yang belum ada, tetapi pidananya sudah ada, karena jelas itu tidak menyebutkan konsekuensinya.
Yang terakhir kepada kepolisian, di sini ada 4 CP Pak, keluhannya ada, jelas, ada 1 CP belum terdaftar, tetapi beroperasi. Oleh karena itu, saya minta Pak agar Direksi CP tersebut dikenakan cekal, ini permintaan resmi Pak, dikenakan cekal bepergian ke luar negeri terhitung dari permintaan ini kita minta. Mohon untuk bisa ditindaklanjuti oleh Bareskrim, sehingga pemeriksaan yang berjalan dengan kondusif, dengan baik, dan tidak ada pihak-pihak yang melarikan diri atau melarikan barang bukti, sehingga tidak bisa diketemukan orangnya, supaya tidak terjadi, mohon dicekal, terima kasih.
Terima kasih Pimpinan, ini aja. KETUA RAPAT:
Baik, terima kasih Pak Fayakhun. Pak Fardan, silahkan.
F-PD (FARDAN FAUZAN, B.A., M.Sc.): Terima kasih Pimpinan.
Yang saya hormati Pimpinan Panja, Pak Direktur Ekonomi Bareskrim, dan para CP. Singkat saja dan mungkin merupakan menarik kesimpulan, karena terakhir, kesimpulan sendiri. BRTI, ini dari 10 list yang ke sini, yang ada di BRTI ini, satu persatu apakah ada datanya? Nyedot pulsanya berapa? Dari masyarakat itu. Nyedot pulsanya berapa, mohon kita dikasih. Misalnya nomor 1, 9393 nyedot pulsanya berapa, nomor 2 berapa, itu nyedot pulsanya berapa, kerugian masyarakay berapa, mohon kita diberikan.
Ini Surat Edaran BRTI sendiri, itu kan sudah, 14 oktober ya Pak? 14 Oktober. Saya ada pengaduan masyarakat 29 November sampai 10 Januari, masih berlaku. Jadi yang baik-baik itu sekarang gak bisa bekerja, yang nakal-nakal, ini Indosat dan ini ada, termasuk juga yang dalam sini, ini masih jalan Pak, setelah setelah Surat Edaran BRTI itu dikeluarkan. Yang nakal-nakal masih jalan, yang baik-baik gak bisa jalan gitu. Jadi, gimana pemecahannya?
Dan untuk CP-CP, mohon dijelaskan kepada kami, mana-mana saja yang mempunyai content hadiah dan berapa hadiahnya, berapa pelanggannya, terus berapa orang yang udah dapat, jumlahnya berapa? Mohon diberikan kepada kami.
Terakhir yang merupakan kesimpulan, ya kesimpulan saya sendiri dari beberapa pernyataan dari teman-teman. Pak Direktur Bareskrim, ini daftar sudah diserahkan, sudah berada di masyarakat, sudah beredar di masyarakat, udah ada di kita, dari BRTI langsung dari Pemerintah, mohon kiranya diproses, itu saja mungkin. Proses hukum kita tidak mengetahu gimana seperti biasa, itu kepolisian lebih mengetahuinya.
Terima kasih.
38 F-PD (KRMT. ROY SURYO NOTODIPROJO):
Sedikit Pimpinan.
Untuk penegasan ke Pak Budi, tadi yang disampaikan Pak Fayakhun. Kalau ada sebuah peraturan yang dibuat tahun 2009 dan kemudian setelah diimplementasi, ada beberapa tindakan atau ada beberapa perlakuan yang kemudian bisa mengakali peraturan itu, apakah tidak ada niatan dari BRTI kemudia untuk memperbaiki peraturan itu? Ibaratnya lalu lintas, lalu lintas sudah diatur, tadinya tidak ditemukan adanya unsur pelanggaran untuk pemasangan lampu light bar misalnya, tapi ketika kemudian toko-toko variasi memasarkan lampu light bar dan seolah-olah seperti polisi, akhirnya keluarlah aturan dari polisi. Maksud saya, apakah BRTI tidak kemudian tergerak membuat atau kemudian merevisi peraturan itu? Itu untuk BRTI, nanti sekaligus dijawab.
Untuk Pak Direktur dari Tipiter (Tindak Pidana Ekonomi), saya mendukung statement Pak Fayakhun dan jangan gentar, jangan mundur, sekalipun ada bagian internal dari salah satu CP ini, saya tidak perlu sebutkan namanya, yang juga sebenarnya sering mengajar di kepolisian. Dan dia memang sengaja direkrut untuk kemudian mungkin menjadi Bapak masuk angin, rakyat di belakang kita. Jadi jangan sampai kemudian ada yang menjadi juru bicaranya dan kemudian dia adalah memang dulu sering sama-sama saya mengajar di kepolisian, dan kemudian dia bisa membuat pengaruh terhadap kebijakan yang dilakukan. Harus jalan terus sesuai dengan peraturan. Saya tidak perlu sebutkan, media sudah sering menulis siapa yang bersangkutan.
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Ya Pak Direktur, Pak Roy ini sekali lagi mengarisbawahi. Jadi serangan ini memang sangat insentif Pak, baik ke Kepolisian dan ke Panja itu sendiri. Jadi ini mari kita rapatkan barisan bersama. Kita ini bekerja, berjuang, benar-benar buat rakyat dan rakyat kecil. Malu kita sampai ada yang masuk angin. Dan itu akan terlihat oleh masyarakat. Jadi mari kita katakan yang benar itu benar, yang melanggar itu melanggar, dan kita juga mempunyai komitmen Pak, bahwa Panja ini gak boleh lama-lama, karena semakin lama dia maka industri ini semakin tidak kondusif. Jadi kita mengharapkan bahwa segera lahir regulasi baru yang memberikan proteksi maksimal kepada para pelaku usaha, utamanya proteksi kepada masyarakat. Namun demikian, harus ada collateral damage nya gitu loh. Jadi mereka yang sudah melakukan kesalahan dan melakukan pelanggaran terhadap undang-undang, itu harus ada proses, baik perdata maupun pidananya.
Terima kasih
Ibu Nuning, silahkan.
Masih ada yang ingin ditanyakan?
F-PARTAI HANURA (Dr. SUSANINGTYAS NEFO HANDAYANI KERTOPATI, M.Si.): Terima kasih Pak Ketua.
Saya rasa teman-teman itu sudah banyak sekali menyampaikan ketika saya ada di ruang sebelah. Tapi ini saya tujukan kepada Pak, saya panggil Mas arif nih, Pak Direktur Tindak Pidana. Saya ada tadi yang sudah diungkapkan oleh Pak Enggar tadi, bahwa kita dianggap ini semua bermula dari Panja. Sebenarnya bangunannya itu harus kita lihat adalah dalam sistem negara bangsa, dimana kita semua harus sadar, bahwa gangguan ini adalah satu gangguan yang harus kita lenyapkan di negara kita bersama-sama, jangan dilihat bahwa ini adalah wilayah Panja, ini adalah wilayah Kepolisian, ini kita bersama-sama. Jadi yang ingin saya tanyakan di sini kepada Bareskrim, mekanismenya bagaimana? Dan kemudian bagaimana, apakah sudah ada hal yang dibangun secara terintegrasi , karena ini kan agak spesifik sifatnya dan teknis sekali dengan Kejaksaan, sehingga jangan sampai seperti apa yang tadi dikatakan oleh Pak Ketua, bahwa Panja ini gak boleh lama-lama. Jadi jangan sampai prosesnya juga harus dipanjang-panjangkan, sesuai dengan kepentingan yang menitip. Saya tidak ingin juga Kepolisian itu punya titipan-titipan. Saya juga tidak ingin bahwa Kepolisian itu ada bentukan-bentukan suatu kerja sama, dimana ada kesungkanan kepada pihak-pihak tertentu, sehingga takut untuk menyikapi dan menghukum sesuai dengan ketentuan yang ada.
39 Kepada pihak BRTI, Bapak BRTI saya rasa ini juga pertanyaan untuk Bapak, Bapak jangan ngobrol sendiri dong Pak. Seharusnya Bapak dengarkan apa yang tadi saya tanya. Saya bukan kepada Pak Arif aja. Ini juga kepentingan Bapak, Bapak duduk di sini kan juga untuk kita juga bisa bicara. Jadi saya ingin tanyakan, ketika anda memberikan ijin, itu apakah anda sudah katakan kepada mereka-mereka ini, yang boleh, tidak boleh apa? Lalu promo-promoan, layanan apa saja yang boleh diketengahkan oleh Operator, itu saya ingin tau, apa saja yang dilakukan oleh BRTI? Apakah hanya memberikan ijin tanpa ada satu kesepakatan atau karena ada duitnya, maka diberi ijin, itu saya ingin tahu.
Terima kasih
Wassalammu ‟alaikum. KETUA RAPAT: Terima kasi Bu Nuning.
Langsung saja ditanggapi oleh Mas Arif sama Pak Budi.