• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIREKTUR UTAMA PT. COLIBRI NETWORK: Benar Pak

Dalam dokumen DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA (Halaman 48-51)

Jadi sesudah beliau mengikutkan layanan, itu dalam log kami yang kami memberikan kepada Bareskrim kemarin adalah cara unregnya sendiri kami sudah memberikan kepada beliau. Kalau umpamanya, saya tidak bilang bahwa komplain ini tidak lazim gitu Pak sifatnya, cuma mungkin kekurangan pengertian, kurang sosialisasi sifatnya sendiri, tapi apakah karena itu kami tidak dikasih kesempatan untuk membela diri. Jadi makanya hari penting sekali bagi kami maupun 2 hari sampai malam kami diperiksa, tapi hari inipun kami bersiap untuk datang untuk memberikan klarifikasi.

F-PG (Drs. ENGGARTIASTO LUKITA):

Ketua, saya klarifikasi lagi adalah ini juga penting buat kita ya Pak. Dan memang kita tidak akan membiarkan ini terus dan kita akan cari terus, kita akan meminta kepada dan kita sudah meminta BRTI untuk meminta seluruh rekamannya dan juga kepada Mabes Polri semua kita minta rekamannya. Dan kalau seandainya dari Telkom maupun itu, maka kita akan mempidanakan, karena penghapusan barang bukti untuk itu.

Pak, rakyat kecil, disuruh dengan angka, itu sesuatu yang 4 digit ditambah ada bintang, bintang, pagar, segala macam. Itu suatu pola yang bagus sekali dilakukan oleh mereka yang mempunyai pendidikan tinggi untuk menjebak rakyat yang berpendidikan rendah. Itu satu cara yang begitu mudah. Kalau mempunyai niat baik, misalnya hanya 1 digit dengan mudah, tetapi 1 digit yang pada waktu masuk di pintunya satu, masuk dengan pintu 6, silahkan kalau keluar dengan pencet 9, dia akan terbiasa dengan 6, itulah yang terjadi. Masuknya memang harus dari sini, keluarnya dari sana. Orang masuk dari sana keluar, dari sana, dia berpikir begitu.

49 Ini, jangan disalahkan rakyat, bahwa ini perlu sosialisasi. Yang salah adalah yang membuat untuk mereka tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan itu dan tidak melakukan sosialisasi dengan baik. Kalau masuk di TV dengan running text yang begitu cepat, siapa yang bisa menangkap itu. Sengaja atau tidak sengaja, kita berpendapat, kami sementara ini berpendapat, bahwa paling tidak saya pribadi, bahwa patut diduga dengan niatan yang tidak baik untuk itu, itu yang pertama. Yang kedua, pertanyaan dari Pak Ketua sendiri bukan hanya menjawab mengenai masalah ada atau tidak software-nya itu, tetapi apakah anda juga terlibat mempromosikan lagu yang seperti tadi Pak Tantowi sampaikan.

DIREKTUR UTAMA PT. COLIBRI NETWORK:

Ini jadi pertanyaan kedua jika saya diberi kesempatan Ketua untuk menjawab. Menjadikan jawaban yang menarik bagi kita semua satu industri sifatnya sendiri. Jadi saya masuk ke bisnis musik itu sekitar, mungkin sekitar 4 tahun. Dalam 4 tahun, dalam bisnis musik saya, saya memiliki Rhoma Irama, Ridho Rhoma dari awal, Iwan Fals, Hadad Alwi, Ustadz Uje, dengan segala hormat maupun Norman juga sifatnya sendiri. Karena saya masuk dari background dimana saya punya kekuatan marketing, seumur hidup saya, saya mengawali karir saya di advertising. Jadi produk itu kalau tidak diiklankan, gimana cara orang tahu untuk mendapatkan produk itu Ketua. Misalnya, saya ingin memiliki salah satu lagu favoritnya Ketua, saya gimana cara dapatnya sekarang dengan detik sekarang ini, saya tidak tahu caranya sendiri. Dengan cara promosi di TV dan di beberapa media, orang mengetahui. Jadi mungkin artis-artis kami pun bisa memberikan kesaksian, bahwa mereka sedemikian banyak menikmati royalti dari kami. Terhadap advert kami untuk gimana caranya me-marketing industri musik ini lebih professional Ketua. Jadi itu saja jawaban dari kami dan kami punya bukti-bukti promosinya sendiri yang kami melakukannya.

KETUA RAPAT:

Tidak salah dengan itu. Malah konsep pemikiran promosi seperti inilah yang dibutuhkan oleh industri. Yang salah itu Pak Nafin adalah bahwa lagu itukan disewa perminggu itu Rp. 3000 kalau tidak salah. Kalau anda jujur, sesuai 3000 perminggu itu setelah habis masa berlaku itu, pelanggan ditanya, mau memperpanjang atau tidak? Do you want to continue? Yes, maka di charge 3000, diperpanjang seminggu kemudian. Yang terjadi itu adalah proses reg itu manipulatif bahasanya, sehingga berulangkali saya katakan Ibu saya membeli kartu, tapi di dalamnya sudah ada lagu Once dan lagu itu diperpanjang terus tanpa Ibu saya tahu, tanpa pelanggan tahu. Jadi apa yang disebut dengan automatic renewal, inikan perampokan. Pertama, pelanggan itu tidak butuh lagu itu. Saya tersinggung kalau di telepon saya ada lagu yang saya gak suka. Kemudian terlebih lagi dosa kedua anda-anda itu adalah bahwa tanpa sepengetahuan saya, lagu itu automatic renewal. Jadi perminggu saya kena Rp. 3000, 1 bulan Rp. 12.000. Menurut anda ya, berpikir secara sehat, bener gak praktek seperti ini? Betul, anda melakukan promosi yang sangat smart, genius. Tapi kalau anda melakukannya secara baik, anda ingin mendengar lagu, berlangganan lagu ini, tekan ini, sret. Setelah 1 minggu, anda ingin memperpanjang, tekan lagi, kalau tidak orang keluar, mekanisme itukan tidak ada. Itu yang saya lihat ada lagu yang tidak terkenal bisa di-hit oleh 2 juta orang. Mau klarifikasi atau bagaimana?

DIREKTUR UTAMA PT. COLIBRI NETWORK:

Saya singkat saja bahwa mekanisme itu sudah ada. RBT itu biasanya sendiri kami sebagai CP hanya memberikan data itu kepada kawan-kawan Operator. Setiap mekanism itu kami mengikuti..

KETUA RAPAT:

Kasus anda, anda punya Valkon, anda punya perekam, anda juga CP, makanya spesifik pertanyaan ini ke anda. Kalau Anggota Gaperindo atau Asiri itu saya gak tanya ini, dia kerja sama denga CP. Wewenang mereka terbatas, anda ini superbody. Anda owner dari content, anda juga provider, suka-suka anda saja nge-charge masyarakat. Jualannya manipulatif bahasanya, sehingga orang terjebak. Kemudian tanpa sepengetahuan dari pemakai itu, lagu itu

50 terpanjang, ter-extent dengan sendirinya, this is the question Pak Nafin. Terserah mau dijawab bahasa Indonesia, bahas Inggris, bahasa Arab terserah.

DIREKTUR UTAMA PT. COLIBRI NETWORK:

Saya hanya menyetujui bahwa jika membeli suatu nomer, tapi ada lagunya, dan diperpanjang secara otomatis, saya menyetujui bahwa itu adalah salah, dan hal seperti itu mesti diperbaiki. Tapi kita sendiri sebagai CP tidak bisa melakukan hal seperti itu. Itu saja yang saya terangkan.

F-PDI PERJUANGAN (HERI AKHMADI):

Kalau perpanjang content seminggu itu harusnya diberi tahu juga, setuju Pak Nafin? Kalau seminggu habis, harusnya kan diberitahukan.

DIREKTUR UTAMA PT. COLIBRI NETWORK: Ada dua prespektif Pak. Boleh kami memberikan… KETUA RAPAT:

Silahkan, kita justru ingin mendengar prespektif apalagi ini. Mungkin bisa menjadi masukan bagi kita gitu loh, bahwa ada perspektif lain yang membenarkan praktek ini.

Silahkan.

DIREKTUR UTAMA PT. COLIBRI NETWORK:

Jadi jika kita umpamanya langganan credit card, itu setiap tahunnya sendiri langsung kita dikirim credit card baru dan dikenakan berapapun service fee-nya sendiri. Jika kita langganan cable vision sifatnya sendiri, saya setuju, bahwa jika umpamanya sebelum mati, umpamanya sendiri, kayak blackberry Pak sifatnya sendiri, layanan blackberry setiap bulannya sendiri, itu 3 hari atau sehari sebelum mati dikabarkan akan diperpanjang, jika anda mau mematikan caranya seperti sekian-sekian-sekian gitu Pak. Jadi kapan-kapan setiap minggu orang hanya meluangkan waktu untuk mengetik lagu. Jadi ada 2 perspektif Pak Ketua.

F-PDI PERJUANGAN (HERI AKHMADI):

Kalau contohnya credit card Pak, credit card itu dikirim ke rumah setiap selesai dan itu hanya bisa digunakan kalau sudah diaktifkan kembali. Kalau contohnya itu, Bapak mesti setiap minggu memang harus memberitahu.

KETUA RAPAT:

Sayang loh Pak ya, Bapak ini ganteng, diberikan kepandaian oleh Allah, tapi anda membodohkan diri. Dosanya besar loh ini. Anda pintar, tapi anda belagak tolol gitu loh, ini dosanya besar sekali. Sudahlah, kita inikan membangun industri ke depan. Anda sudah melakukan sebuah kesalahan yang besar, menipu masyarakat. Contoh yang ada berikan credit card itu tidak valid di sini. Saya langganan itu tidak dipaksa orang, saya ingin, tapi ada lagu yang ditempelkan di telepon saya, yang saya tidak suka, dan itu terpanjang dengan sendirinya. Nah, itu saja. Sayang loh Pak, udah pinter, diberikan wajah yang ganteng oleh Tuhan, kok andi, kok jadi gimana ya, mendegradasi posisi anda sendiri gitu. Marah Tuhan. Terus terang ini kita bicara moril, marah. Orang dikasih pengetahuan yang luar biasa pintar, kok jadi tiba-tiba bodoh. Hilang semua ingatan, begitu kan. Itu saja Pak Nafin.

F-PG (Drs. ENGGARTIASTO LUKITA):

Pak Ketua, saya mau menambahkan lagi. Kalau hilang ingatan gak apa-apa lah, moral pun hilang, kalau seperti ini caranya. Pak, anda menawarkan UMB kepada Indosat? Ketik *121#, kemudian oke, send pilihan menu, tetapi tidak memberikan waktu dan harga. Apakah itu yang dilakukan? Kalau mau setting untuk internet 123, tidak anda menentukan, kalau oke, kemudian berapa tarifnya, berapa harganya, langsung sana, hajar saja langsung. Itukan yang ditawarkan. Apakah itu bukan penyembunyian informasi? Dengan memanfaatkan kebodohan daripada masyarakat kita untuk itu. Itu saja.

51 F-PAN (Ir. MUHAMMAD NAJIB, M.Sc.):

Mungkin sedikit saya tujukan kepada Mabes Polri, kalau mau melihat berapa nilai nominal dan sejak kapan ini dilakukan, berapa banyak korban, berapa rupiah yang disedot dari masyarakat, itu saya kira Mabes bisa memintas sources-nya. Sources programnya dan itu sejak kapan di-install dan kemudian data-data, mudah-mudahan ini tidak dibuang, karena ada kerentanan yang luar biasa, tadi Mas Tantowi sudah menyinggung CP, Operator, dan seterusnya, dan memang juga kita melihat kerja sama antara CP dan Operator ini yang menyebabkan kejadian-kejadian ini bisa berlangsung. Kalau Bapak bisa segera mendapatkan source-nya itu, akan nampak itu. Kemudian yang kedua, data-datanya. Itu akan nampak nomor berapa saja, berapa kali sejak kapan dan berapa banyak. Itu akan kelihatan. Ini sekedar untuk melengkapi ketika nanti pihak Kepolisian menangani masalah ini.

Terima kasih. KETUA RAPAT: Terima kasih Pak Najib.

Pak Enggar sudah dijawab semua pertanyaannya?

F-PG (Drs. ENGGARTIASTO LUKITA):

Kalau toh belum dijawab, itu merupakan suatu catatan saja buat kesimpulan kita dan juga sudah dicatat oleh Mabes.

KETUA RAPAT: Terima kasih. Ibu Nuning, silahkan.

F-HANURA (Dr. SUSANINGTYAS NEFO HANDAYANI KERTOPATI, M.Si.): Terima kasih Ketua.

F-PG (Drs. ENGGARTIASTO LUKITA):

Tapi yang dari Lingua belum ya Ketua tadi ya? Yang dari Lingua belum dijawab. KETUA RAPAT:

Mohon maaf Bu Nuning ya. Silahkan Pak Tham Jee Yeung.

Dalam dokumen DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA (Halaman 48-51)