F-PG (Drs. ENGGARTIASTO LUKITA):
Kemudian anda sudah laporkan juga kepada Kementerian, dihadiri oleh Kementerian Sosial atau tidak?
DIREKTUR UTAMA PT. LINGUA ASIATIC: Ada, ada.
F-PG (Drs. ENGGARTIASTO LUKITA):
Ada Kementerian Sosial? Bisa berikan kepada Mabes Polri mengenai ijinnya untuk kemudian Kementerian Sosial diminta untuk juga dipanggil. Apakah benar, karena ini hadiah-hadiah seperti ini, masuk kategori di dalam perjudian atau tidak perjudian, karena berbeda kami dengan di Genting Pak. Jadi kita di sini tidak boleh judi itu. Ini perbedaan kami dengan itu. Jadi itu tidak diijinkan untuk itu. Nah, ini kita juga klarifikasi kalau perlu barangkali Ketua, kita undang Kementerian Sosial untuk mengklarifikasi ini, apakah ini masuk di dalam kategori itu atau tidak, karena dilaporkan bahwa itu sudah masuk dalam ada ijinnya, dan minta kepada BRTI untuk untuk memberikan surat, kami meminta daftarnya untuk ini. Laporan yang kita terima adalah tidak mendapatkan uang pulsa, mendapatkan SMS content yang tidak diinginkan, dan NSP yang tidak diinginkan dan untuk itu bayar. Betul begitu? *600*25#, betul?
DIREKTUR UTAMA PT. LINGUA ASIATIC: Ya, itu akses untuk..
F-PG (Drs. ENGGARTIASTO LUKITA):
Dan untuk SMS content dan SMS yang tidak diinginkan dia harus bayar? DIREKTUR UTAMA PT. LINGUA ASIATIC:
SMS content dia harus bayar.
F-PG (Drs. ENGGARTIASTO LUKITA):
Nipulah kalau begitu kawan. Jadi ditipu kita, rakyat. DIREKTUR UTAMA PT. LINGUA ASIATIC:
Kan di promosi, di skripsi promosi udah kita cantumkan. F-PG (Drs. ENGGARTIASTO LUKITA):
Promosinya bagaimana caranya?
DIREKTUR UTAMA PT. LINGUA ASIATIC:
Tadi Bapak bilang promosi yang SMS itu yang pelanggan dengan nomor ada kesempatan menang hadiah, tarifnya Rp. 2000 per SMS, Rp. 3000 per NSP, kalau mau yes, berapa-berapa, sekian.
53 F-PG (Drs. ENGGARTIASTO LUKITA):
Tapi kemudian setelah dilakukan seperti itu dia tidak dapatkan SMS content, tetapi dan NSP yang tidak diinginkan, dia tidak mau itu. Tetapi kemudian dia harus bayar pulsanya.
DIREKTUR UTAMA PT. LINGUA ASIATIC:
Kalau pelanggan memang tidak mau, mereka bisa unreg. Kalau mereka tidak mau layanannya kenapa, kan pelanggan itu yang sudah me-reg sendirikan dan kita juga sudah cantumkan tarif sama no yes. Jadi kalau memang pelanggan tidak suka content-nya, mereka bisa di-unreg dan tadi saya juga sudah bilang dan kita ada inisiatif untuk memudahkan proses unreg.
F-PG (YORRYS RAWEYAI):
Ketua, saya ingin menjelaskan lebih fokus kepada para Content Provider. Kalian paham bahwa kenapa Panja Penyedotan Pulsa atau Pencurian Pulsa ini diadakan. Dan kemudian kita sudah melakukan beberapa kali RDP dengan Pemerintah dalam hal ini Telkom, kemudian dengan Asosiasi, kemudian sekarang Mabes Polri hadir, dan BRTI. Di dalam daftar yang diberikan oleh BRTI bahwa source code yang diduga sebagai Content Provider penyedot pulsa. Indikasi awal itulah sudah menyatakan kepada kami bahwa 10 nama minimal ini yang oleh regulator atau BRTI dinyatakan bahwa kalian adalah diduga sebagai Content Provider penyedot pulsa. Nah, kami memberikan apresiasi, karena Mabes Polri dalam hal Bareskrim sudah mengambil langkah-langkah pemeriksaan seperti tadi yang pertama dari apa, nomor berapa ini yang tadi, ini yang tadi sekarang ini Lingua, sama yang satu lagi tadi apa, Colibri ya?
Saya hanya ingin begini, kalian sadar dan harus jujur bahwa kalian melakukan bisnis ini. Apakah kalian yakin, bahwa ini tidak membohongi rakyat atau tidak, walaupun kalian kemas dalam satu kreasi yang dengan keahlian, kepintaran, yang tadi Pak Tantowi sampaikan, tetapi mengelabui, membohongi, dan membodohi rakyat kita, karena pengguna ponsel cukup banyak. Ini market yang sangat. Dan masalah-masalah ini bukan hanya baru terjadi di Indonesia, di Malaysia pernah juga terjadi, di Singapore pernah terjadi. Saya hanya mau ingin kepada regulator dari BRTI dan Mabes Polri, kira-kira mereka yang datang dan melakukan usaha begini punya perijinan lengkap gak? Punya KIMS atau lain sebagainya, seperti yang tadi ada istri yang suaminya orang Perancis, kemudian dia jadi pegawai dari istrinya yang tadi pertama kali. Ini kan ada suatu keanehan di sini, kita perlu untuk melakukan pendalaman di sini.
Jadi alibi-alibi atau apa yang kalian sampaikan, kami ini bukan bodoh. Kami sudah melakukan pendalaman yang cukup jauh dan kami punya bukti-bukti gitu. Hanya di sini forum resmi Panja Pencurian Pulsa, judulnya jelas. Ini hari kalian yang 10 Content Provider yang diduga melakukan pencurian ini oleh BRTI dan ada Bareskrim. Bareskrim sudah periksa siapa yang tadi ini yang cantik tapi apa, ada berkat Tuhan dia gagah pintar, tapi kepintaran itu dia bohongi rakyat, ya nanti anda terima sanksinya saja. Dan Bareskrim sudah lakukan penyidikan ke situ. Jadi kita hanya mau ada keterbukaan, kejujuran, dan masukan-masukan ini, itu bisa jadi kesimpulan bagi kita.
Saya pikir Ketua, pada akhirnya kita harus meminta kepada Bareskrim untuk melakukan pencekalan terhadap mereka dan bisa ditingkatkan statusnya menjadi tersangka, sehingga tidak bisa meninggalkan, inikan orang asing semua ini, ini tidak benar sama sekali ini. Jangan sampai dia meninggalkan Indonesia, karena pencurian yang dilakukan oleh mereka, ini suatu nilai yang cukup fantastis gitu, apalagi menghilangkan barang-barang bukti. Ini kita minta kepada BRTI dan Mabes Polri supaya nanti dan teman-teman semua Panja untuk kita bisa berkesimpulan meminta kepada Bareskrim untuk tingkatkan status mereka. Kemudian melakukan pencekalan meminta kepada Dirjen Imigrasi untuk melakukan pencekalan, sehingga proses ini bisa segera tuntas. Dan saya minta sekali lagi, jawab yang jujur, transparan, kalau salah mengaku salah, supaya kami bisa memperbaiki regulasi ini gitu. Kalau kalian ini benar, jujur, maka tidak mungkin daftar ini dikeluarkan oleh BRTI kepada kami. Kalian diduga, Mabes Polri sudah lakukan pemanggilan awal untuk mencoba menggali lebih dalam dan Panja mulai melakukan pendalaman pada hari ini, dan akhirnya kami akan di sesi ketiga akan memanggil Operator untuk meng-cross check saja.
54 Jadi kalau anda masih berbelit-belit sama dengan yang pertama, maka anda akan menerima konsekuensi itu. Jadi tolong dijawab saja, salah ya salah, sudah. Bagaimana kita memperbaiki dan konsekuensi hukum harus kita terima itu, karena ini bukan main-main Pak. Ini bisa menjadi suatu dampak sosial dan politik terhadap instabilitas, kalau kita ekspos dari waktu ke waktu. Rakyat kecil ini akan menuntut. Dia kalau menuntut, Pemerintah yang rugi, kalian cepat-cepat kabur, karena kalian bukan Warga Negara Indonesia. Itu saja.
Terima kasih ketua. KETUA RAPAT:
Silahkan ditanggapi Pak Tham. DIREKTUR UTAMA PT. LINGUA ASIATIC:
Saya ingin menjelaskan, penjelasan saya tadi kan kita memang sudah cantum tarif sama no yes. Jadi kita merasa kita tidak berniat untuk menipu masyarakat. Kemungkinan besar masyarakat atau rakyat kecil, mereka lupa cara unreg atau setelah lama mereka tidak tahu SMS itu ber-charge. Kalau bisa saya suggest pendapat saya, mungkin regulasinya mungkin bisa di-improve. Mungkin setiap SMS yang dikirim harus dicantum tarif di depan. Jadi sebagai reminder. Layanan ini adalah 2000 dan mungkin setiap minggu atau mungkin setiap hari SMS bisa dikirim untuk reminder cara meng-unreg sama no yes lah. Yang itu saya ingin menambahkan, kita, kami tidak berniat untuk menipu masyarakat, mungkin ada salah paham atau mungkin ada mereka yang tidak tahu cara unreg atau apa. Saya juga membawa artis-artis yang dibawa perusahaan saya ke Malaysia dan menjual RBT di sana. Baru bulan kemarin yang artis kita Nikita Willy, kita bawa dia ke sana, ada live performance sama ke TV, itu ring tone dia, salah satu Operator juga menjadi top download. Jadi bukan hanya yang kita ingin menipu masyarakat di sini, kita juga bawa artis-artis kita.
F-PAN (Ir. MUHAMMAD NAJIB, M.Sc.):
Pak Tham, boleh saya menganalogikan, kalau bicara konsumen, Bapak inikan kita bicara statistik ya, sebuah produk, sebuah services, kalau itu memuaskan pelanggan, itukan yang muncul sanjungan, kegembiraan, bisnis yang benar, bisnis yang baik, Bapak mendapatkan untung, tapi konsumen Bapak senang. Bahkan kemudian meminta sesuatu, mengusulkan sesuatu, mengapresiasi sesuatu dari produk Bapak, karena dia senang. Mendapatkan sesuatu, mendapatkan manfaat, minimal kegembiraan, tapi kalau begitu banyak yang komplain, kalau saya mempunyai produk tertentu atau services tertentu, satu orang saja pelanggan saya komplain, saya kemudian introspeksi, there is something wrong with our services, must be something wrong with our product. Kita kemudian ambil policy, bagaimana mengatasi ini. Nah, ini sudah beribu-ribu, puluhan ribu orang mengeluh, komplain, Bapak pura-pura tidak tahu. Rakyat dibilang tidak mengerti dan lain sebagainya. Coba kita analogikan.
Kalau Bapak berada di dalam posisi sebagai konsumen, bagaimana? Ini mestinya sebuah usaha yang baik itu seperti itu, tapi kalau Bapak membantahnya seperti ini, kan jadi lucu gitu ya. The reason very difficult to be accepted. Thank you.
DIREKTUR UTAMA PT. LINGUA ASIATIC:
Sorry ya, Bapak, saya bukan mau membantah. Tadi juga saya sudah memberikan pendapat kita yang untuk dari sisi persepsi konsumen, bagaimana caranya untuk reduce komplain. Itu yang pertama, yang tadi saya bilang kita coba memudahkan cara meng-unreg, dengan kita men-accept kata-kata yang mungkin kasar. Kedua, yang tadi saya juga memberi pendapat, mungkin setiap SMS kita bisa cantumkan tarif di depan sebagai reminder. Mungkin juga setiap SMS kita juga bisa cantumkan..
F-PAN (Ir. MUHAMMAD NAJIB, M.Sc.):
Saya boleh interupsi ya sedikit. Kelihatannya tidak nyambung ini.
Bapak menerima komplain atau Bapak mengetahui ada komplain dari konsumen Bapak sejak kapan?
55 DIREKTUR UTAMA PT. LINGUA ASIATIC:
Kitakan ada CS yang 24 jam. Jadi sering juga kita monitor ada komplain. F-PAN (Ir. MUHAMMAD NAJIB, M.Sc.):
Ya, kira-kira sejak kapan? Ingat gak? Kira-kira saja. DIREKTUR UTAMA PT. LINGUA ASIATIC: Sepanjang bisnis berjalan, pasti ada komplain. F-PAN (Ir. MUHAMMAD NAJIB, M.Sc.):
Mungkin BRTI bisa membantu, kira-kira perusahaan yang Bapak Tham pimpin ini paling tidak yang frekuensi sangat tinggi, ada masukan komplain dari BRTI sejak kapan kira-kira? 5 bulan lalu, 6 bulan lalu, atau sejak setahun yang lalu, kami mohon bantuan BRTI.
ANGGOTA KOMITE BRTI/DIRJEN SUMBER DAYA DAN PERANGKAT INFORMATIKA KEMENKOMINFO:
Terima kasih Pak Najib.
Terkait dengan pertanyaan Bapak yang Lingua Asiatic, yang kami catat dari aduan itu adalah masalah sulitnya unreg dan ini kami kumpulkan dari bulan Juli-Oktober dan itu ada sekian jumlah yang sudah kami sampaikan. Jadi selama 3 bulan itu jumlahnya itu cukup banyak.
F-PAN (Ir. MUHAMMAD NAJIB, M.Sc.):
Oke, paling tidak data awal dari BRTI sejak Juli frekuensinya tinggi komplain. Sejak Juli itu, perbaikan apa yang Bapak lakukan? Pasti Bapak tahu itu, ada komplain itu. Kalau Bapak bilang tidak tahu, itu bohong, pasti berbohong. Nah, sejak Juli itu perbaikan apa yang Bapak lakukan terhadap komplain-komplain ini?
DIREKTUR UTAMA PT. LINGUA ASIATIC:
Ya Bapak, yang pertama, yang tadi saya bilang, kita coba improve system untuk me-unreg, yang kita menerima kata-kata yang mungkin kasar, misalnya yang tadi saya bilang, mungkin pelanggan yang lupa cara unreg menjadi marah, mereka kirim SMS yang mungkin anjing atau monyet, yang itu kita sudah ubah system kita. Jadi sebelumnya kita reply, oh SMS salah, silahkan hubungi nomor sekian, tapi setelah bisnis berjalan kita improvasi, system kita otomatis unreg. Kalau pelanggan emang mengirim SMS yang kasar, otomatis unreg.
F-PAN (Ir. MUHAMMAD NAJIB, M.Sc.):
Artinya, kesimpulan sederhana, Bapak menunggu sampai kata anjing atau mahluk-mahluk di kebun binatang itu muncul, baru Bapak unreg, kan begitu logika sederhananya.
DIREKTUR UTAMA PT. LINGUA ASIATIC:
Bukan, kalau pelanggan kirim unreg, pasti kita unreg, tapi mungkin ada pelanggan yang lupa, dia harus mengirim kata sandi.
F-PAN (Ir. MUHAMMAD NAJIB, M.Sc.):
Artinya, menu, pola yang Bapak berikan sejak Juli itu, Bapak tahu ada komplain, Bapak tidak perbaiki itu. Padahal Bapak nampak cerdas. Barusan Bapak mengatakan mengatasinya ada reminding, ada reminder yang mesti dicantumkan, menunya disederhanakan, pelanggan diingatkan, tapikan Bapak tidak follow up itu dalam bentuk action kan? Bapak hanya follow up hanya memasukan nama makhluk-makhluk itu saja, sampai muncul itu, baru unreg, kan begitu.
DIREKTUR UTAMA PT. LINGUA ASIATIC: Bapak, mohon maaf, saya belum selesai.
Sebenarnya ada juga dalam layanan yang komplainnya tinggi, kita juga cantum caranya unreg sama no yes di dalam push nya, memang ada.
56 KETUA RAPAT:
Baik, terima kasih.
Lanjut kita ke pertanyaan kedua dari Bu Nuning, silahkan.
F-HANURA (Dr. SUSANINGTYAS NEFO HANDAYANI KERTOPATI, M.Si.): Terima kasih Ketua.
Sudah lengkap sih, tapi ini ingin saya lengkapi. Saya terpesona tadi lihat Pak Nafin Pak Ketua, seperti kalau saya lagi pulang kampung ke India, saya sering nonton TV itu, di sana itu ada iklan meyakinkan orang kalau minum air kelapa itu bagus, coconut water is good for your daughter. Nah, itu tadi. Jadi bagaimana meyakinkan kita semua sangat luar biasa, itu benar atau tidak Pak Nafin, hati Pak Nafin, hanura Pak Nafin itu yang harus dibuka. Tidak bisa Pak Nafin membohongi diri sendiri. Pak Nafin boleh membohongi rakyat, juga Bapak yang dari Malaysia boleh membohongi rakyat, tapi hati nurani Bapak tidak bisa dibohongi. Saya ingin, ini ada tadi pagi, saya buka ada wajah sahabat saya Pak Sutarman, Mas Arif, Pak Kabareskrim ini di Rakyat Merdeka. Jadi saya tidak bicara soal Pak Tarman, tetapi ini ada komentar yang juga mungkin bisa dijawab, baik oleh CP maupun dari BRTI dan dari Bareskrim, yakni dari Bona Simanjuntak , yaitu seorang pakar teknologi dari aktivis teknologi informatika. Jadi dia membahas bahwa provider nakal untuk menggembosi pulsa pelanggan, antara lain dengan silent dan smart charging. Jadi di sini keuntungan atas hal itu biasanya ditanggung Operator dengan perbandingan 40% sampai 60%. Modus silent charging adalah melakukan pendaftaran secara paksa, bila ditelisik memang terkesan random, padahal terstruktur rapi dengan berbagai metode filtering yang sebetulnya bisa dikaji lebih lanjut. Salah satu metode filtering tersebut adalah memilih daftar pelanggan yang paling rajin mengisi pulsa dan kemudian mempetakannya berdasarkan daerah serta sub metode lainnya, yang pada akhirnya terbentuklah sebuah data target yang valid dan bisa dirampok bersama. Sementara, system smart charging sebetulnya penjelasan dari metode penggerusan pulsa terhadap pelanggan yang benar-benar ingin mengikuti layanan, tetapi tidak terus menerus. Aturannya jelas, ketika pelanggan tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, dalam hal ini pulsa yang ada tidak memenuhi standar yang diberikan, maka layanan harus dihentikan. Itu semua kalau dilakukan, waduh luar biasa itu. Saya ingin tahu jawabannya, karena secara teknis saya memang bukan orang yang mengerti hal ini. Sungguh-sungguh saya ingin mengerti, tolong dijelaskan kepada kami. Itu saja yang ingin saya tanyakan.
Terima kasih. KETUA RAPAT:
Silahkan, ditujukan kepada siapa ini Bu Nuning?
F-HANURA (Dr. SUSANINGTYAS NEFO HANDAYANI KERTOPATI, M.Si.):
Saya yakin di sini dari pihak Content Provider maupun BRTI, saya harapkan juga memahami. Saya tidak berharap di sini banyak kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu.
Terima kasih. KETUA RAPAT:
Baik, silahkan para Content Provider, siapa saja yang ingin menjawab ini? Dari Cequal, Lingua, Infokom, ataupun Pak Nafin, apabila ingin merespon pertanyaan dari Ibu Nuning tadi.
Kami persilahkan Pak.
DIREKTUR UTAMA PT. COLIBRI NETWORK:
Jadi tentang silent charging itu, kami mempersilahkan kawan-kawan forensik semua nomor-nomor yang kami punya dan secara random untuk meng-check. Apakah nomor-nomor itu pernah me-reg atau tidak. Jadi kami mempersilahkan. Jadi database kami sampai setahun masih ada sepertinya sendiri. Saya mesti check lagi sama Tim Teknis, saya mempersilahkan. Bagi saya itu saja.
57 F-PG (Drs. ENGGARTIASTO LUKITA):
Ketua, boleh sedikit, saya mau balik lagi ke Kolibri.
Pak, 9133 punya Bapak juga kan? Di sinilah kecerdasannya Ketua. Jadi kalau mau exit ke 9386, tapi kalau mau cari pesan ke 9133. Orang ke unreg ke 9133, sampai mampus dia tidak bisa. Kenapa? Salah kau lah bodoh, inilah cerita Ketua. Jadi salah kau rakyat bodoh, karena kau 9133. 9133 itu untuk pesan untuk memilih content lagunya. Mau unreg pilih kamar yang lain. Kalau tidak jadi, ya salah kau. Memang nasib rakyat kita ini.
KETUA RAPAT:
Bodoh jadinya rakyat kita ini.
Lanjut kita ke pertanyaan berikut, Ibu Lily atau mungkin Pak Heri Akhmadi? Silahkan Pak.
F-PDI PERJUANGAN (HERI AKHMADI):
Pak Ketua, dalam sejak tadi pagi saya kira banyak diskusi kita mempertanyakan kejujuran dan lain-lain, ketidakpercayaan dan lain-lain. Saya mengusulkan proses yang harus kita tempuh barangkali kan soal kejujuran tidak bisa dijawab dengan kata-kata, karena akan lebih baik misalnya kalau seperti di tempat lain juga, kalau akan memberikan kesaksian di DPR, di Panja ini, juga disumpah saja Pak, sehingga dia hanya menyampaikan the truth and only truth, kalau gak begitukan susah Pak. Kita kemudian perdebatannya akan banyak soal-soal yang soal kepercayaan tadi, itu yang pertama Pak.
Kemudian yang kedua Pak, konstruksi ini akan menjadi sangat sulit kalau tadi Pak Direktur Polisi akan menyampaikan itu, karena tampak sekali sejak tadi pagi juga dari BRTI sendiri tidak menjelaskan peraturan-peraturan apa yang sudah ada, sehingga namanya pedagang, saya kira Pak Enggar pun juga akan mencari peluangkan. Pak Enggar kalau sudah melihat peluang lobang-lobang dari peraturan juga jago juga. Persoalan sekarang ini kami melihat justru ada waktu yang harus lebih banyak dengan BRTI itu untuk melihat lobang -lobangnya ini dimananya saja Pak Ketua, itu usul saya, karena tampaknya belum juga dijelaskan tadi ketentuan-ketentuan yang sebenarnya usulannya banyak yang baik, tetapi masih belum diatur oleh BRTI. Mungkin saya lebih mengusulkan ada waktu yang lebih panjang juga dengan BRTI nanti untuk mempersoalkan peraturan-peraturan apa saja yang seperti ini dan mengapa seperti tadi disampaikan oleh yang sebelumnya bahwa seolah-olah BRTI itu seperti tidak tahu menahu bahwa seperti ini sudah pernah terjadi di Malaysia dan Singapore.
Terima kasih Pak Ketua.
F-PKB (LILY CHADIDJAH WAHID): Ketua, terima kasih.
Saya hanya ingin mendalami apa yang ketua katakan tadi bahwa sebuah lagu yang tidak dikenal, tetapi mempunyai tingkat download yang begitu tinggi, itu kita masih belum bisa diterima oleh akal kita gitu loh, apa penjelasannya dia. Sebuah lagu yang tidak dikenal, orang gak kenal, kalau itu download 2 juta orang kenal, 1% nya saja orang sudah pasti banyak orang mengenal lagu itu, tetapi lagunya orang gak kenal, tetapi download-nya begitu rupa. Darimana orang bisa men-download ini melalui perusahaan itu. Bagaimana caranya? Ini yang tolong mereka diminta untuk menjelaskannya itu secara rinci. Saya belum masuk di akal saya bahwa lagu gak dikenal, tapi punya pelanggan download 2 juta. Itu saya tidak mengerti. Dia dengar darimana? Waktu dia mimpi tidur, dia dapat ilham lagu itu, apa bagaimana gitu loh.
Terima kasih.
F-HANURA (Dr. SUSANINGTYAS NEFO HANDAYANI KERTOPATI, M.Si.): Pak Ketua.
Maaf, saya ini tadi diam saja karena terkesima, langsung Pak Ketua menawarkan kepada yang lain. Sebenarnya saya ingin jawaban yang jujur dari teman-teman ini. Kan tadi saya mengatakan saya tidak ingin ada kepura-puraan, tentunya harusnya jujur sejujurnya. Apa yang tadi saya ungkapkan ini bukan pernyataan dari saya, tetapi saya ingin ada jawaban yang jujur, Bapak telah melakukan hal ini atau belum.
58 Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Silahkan para Content Provider, dimulai dari Colibri terlebih dahulu. DIREKTUR UTAMA PT. COLIBRI NETWORK:
Kami sudah sampaikan tadi Ketua bahwa jika nomor-nomor kami harus diforensik, dicek secara random, seperti yang disampaikan kepada Ibu, apakah nomor itu pernah, tidak pernah reg tapi..
KETUA RAPAT:
Mungkin begini Pak Nafin, tidak begitu menjawabnya.
Pertanyaan itukan modus operandinya kan sama, ada pop screen, ada smart charging, silent charging, ada installment charging, apalah macam-macam bentuknya yang muaranya itu adalah pengurangan pulsa dari konsumen. Nah, itu sebenarnya. Karena Ibu Nuning ini tidak mengerti istilah-istilah itu. Apalagi kalau misalnya mesti dikonfrontasi dengan nomor-nomor tersebut. Pernah gak perusahaan anda melakukan salah satu dari yang kita sebutkan tadi?