BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.8 Pembahasan
4.8.2 Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa nilai t hitung> t tabel dari disiplin kerja (X2) yaitu 3,353 > 1,99 dan nilai signifikan sebesar 0,001 < alpha 0,05, sehingga disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Hal ini mengindikasikan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja.
Disiplin diartikan sebagai suatu keadaan tertib dimana orang-orang tergabung dalam organisasi tunduk pada peraturan yang telah ditetapkan dengan senang hati oleh orang/sekelompok orang. Disiplin kerja meliputi ketepatan waktu, pemanfaatan sarana, tanggungjawab kerja, dan ketaatan terhadap aturan instansi. Pada kenyataannya sebagian pegawai yang tepat waktu saat masuk kantor, meninggalkan meja kerja sebelum waktu yang telah ditentukan, dan pegawai masih menunda-nunda pekerjaan.
Pemanfaatan sarana yang belum tepat sasaran seperti hotspot/wifi, jaringan internet, sarana ini diberikan kepada pegawai untuk mempermudah pekerjaan yang diberikan maupun untuk menginput data. Masih banyak pegawai yang menyalahgunakan sarana jaringan internet untuk kepentingan pribadi seperti
mengelola karyawan agar mematuhi segala peraturan, norma yang telah di tetapkan oleh perusahaan sehingga para karyawan bekerja dengan disiplin dan efektif.
Kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang dalam menaati semua peraturan organisasi dan norma sosial yang berlaku. Berbagai aturan/norma yang ditetapkan oleh suatu perusahaan memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan kedisiplinan agar para karyawan dapat mematuhi dan melaksanakan peraturan tersebut. Aturan/norma itu biasanya diikuti sanksi yang diberikan bila terjadi pelanggran. Sanksi tersebut bisa berupa teguran baik lisan/tulisan, skorsing penurunan posisi bahkan sampai pemecatan kerja tergantung dari besarnya pelanggran yang dilakukan oleh pegawai.
Hal itu dimaksudkan agar para pegawai bekerja dengan displin dan bertanggung jawab atas pekerjaannya. Bila pegawai memiliki disiplin kerja yang tinggi, diharapkan akan mampu menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat sehingga timbul kepuasan kerja. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Saputra dan Turnip, (2018) bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai.
4.8.3 Tambahan penghasilan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja
Berdasakan hasil analisis data diketahui bahwa nilai t hitung> t tabel dari tambahan penghasilan pegawai (X3) yaitu 4,253> 1,99 dan nilai signifikan sebesar 0,000 < alpha 0,05, sehingga tambahan penghasilan pegawai berpengaruh positif
penghasilan pegawai ditingkatkan maka akan meningkatkan kepuasan kerja pegawai.
Secara garis besar tambahan penghasilan pegawai sendiri dibagi menjadi dua yaitu materi dan non materi. Tambahan penghasilan pegawai mengandung arti yang lebih luas daripada upah atau gaji. Upah atau gaji lebih menakankan pada balas jasa yang bersifat finansial, sedangkan tambahan penghasilan mencakup balas jasa finansial maupun non-finansial. Tambahan penghasilan pegawai merupakan salah satu cara yang dapat diberikan oleh perusahaan sehingga dapat meningkatkan kepuasan kerja dan berimbas pada produktifitas karyawan terhadap perusahaan.
Pemberian tambahan penghasulan di luar gaji pada setiap pegawai di Dinas Pendidikan Kota Medan telah rutin di lakukan. Tambahan penghasilan terbukti berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan, hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat dari hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh hidayah, (2016) dan Muhamad R, et al (2014) bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja.
4.8.4 Beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa nilai t hitung> t tabel dari beban kerja (X1) yaitu -2,057 > 1,99 dan nilai signifikan sebesar 0,043 < alpha 0,05, sehingga variabel beban kerja (X1) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja. Hal ini mengindikasikan bahwa jika beban kerja di tingkatkan
Bertambahnya target yang harus dicapai sebuah perusahaan maka, bertambah pula beban kerja pada pegawai, apabila beban kerja terus menerus bertambah tanpa adanya pembagian beban kerja yang sesuai maka kinerja karyawan akan menurun.
Beban kerja merupakan salah satu unsur yang harus diperhatikan bagi seorang tenaga kerja untuk mendapatkan keserasian dan produktivitas kerja yang tinggi.
Beban kerja merupakan parameter utama yang harus diperhatikan perusahaan dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan. Sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu. Beban kerja yang sesuai akan memberikan output kinerja yang tinggi. Beban kerja pegawai Dinas Pendidikan sangat mempengaruhi kinerja karyawan, beban kerja pegawai harus seimbang agar dapat maksimal dalam produktifitas kinerjannya. Beban kerja pegawai di Dinas Pendidikan mencakup pekerjaan tambahan, lembur dan tugas dari pimpinan.
Beban kerja terbukti berpengaruh negatif terhadap kinerja .Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian fahmi (2016) bahwa stres kerja yang tinggi menurunkan kinerja. Stres kerja dipengaruhi oleh beban kerja yang begitu berat..
Semakin tinggi beban kerja akan menyebabkan kinerja pegawai tidak optimal/menurun. Kinerja akan maksimal apabila indikator beban kerja terpenuhi secara seimbang seperti target yang harus dicapai, kondisi pekerjaan dan standart pekerjaan. Taget pekerjaan yang ditetapkan oleh perusahaan harus sesuai dengan kemampuan pegawai dan kapasistasnya. Kondisi pekerjaan yang mencakup
tentang bagaimana pandangan yang dimiliki oleh individu mengenai kondisi pekerjaannya yang ada di Dinas Pendidian.
4.8.5 Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa nilai t hitung> t tabel dari disiplin kerja (X2) yaitu 2,312 > 1,99 dan nilai signifikan sebesar 0,023 < alpha 0,05, sehingga disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Hal ini mengindikasikan bahwa jika disiplin kerja di tingkatkan maka akan meningkatkan kinerja pegawai Dinas Pendidikan Kota Medan.
Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah disiplin kerja. Menurut Simamora (2018 : 125) disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para pimpinan untuk berkomunikasi dengan pegawai agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.
Ketika tingkat disiplin kerja suatu perusahaan itu tinggi maka diharapkan pegawai akan bekerja lebih baik, sehingga produktivitas perusahaan meningkat.
Selain itu disiplin kerja yang baik akan meningkatkan efisiensi kerja semaksimal mungkin, tidak menghabiskan waktu yang banyak bagi perusahaan untuk sekedar melakukan pembenahan diaspek kedisplinan tersebut dan waktu dapat digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan telah dikemukakan dalam penelitian Ariana (2013). Dalam penelitiannya disebutkan bahwa perusahaan bisa lebih memperhatikan kemampuan karyawan, balas jasa terhadap karyawan, sanksi terhadap pelanggaran disiplin, pengawasan yang lebih ketat dalam upaya meningkatkan atau memperbaiki kinerja karyawan. Hal-hal tersebut membuktikan bahwa disiplin kerja merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja karyawan.
Dengan adanya disiplin kerja yang baik dari pegawai seperti datang tepat waktu, melaksanakan pekerjaan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh perusahaan, mentaati peraturan perusahaan maka akan dapat meningkatkan kinerja dari pegawai tersebut sehingga target perusahaan akan tercapai. Penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Elqadri, et al (2015) yang menyatakan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signfikan terhadap produktifitas karyawan.
4.8.6 Tambahan penghasilan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa nilai t hitung> t tabel dari tambahan penghasilan pegawai (X3) yaitu 3,357> 1,99 dan nilai signifikan sebesar 0,001 < alpha 0,05, sehingga variabel tambahan penghasilan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Hal ini mengindikasikan bahwa jika tambahan penghasilan pegawai di tingkatkan maka akan meningkatkan kinerja pegawai Dinas Pendidikan Kota Medan.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam menentukan jumlah tambahan penghasilan pegawai tidak mempertimbangkan latar belakang pendidikan serta pengalaman pegawai selama bekerja di Dinas Pendidikan. Ketika Dinas Pendidikan lebih bijaksana lagi dalam menentukan jumlah tambahan penghasilan maka pegawai akan meningkatkan kualitas kinerjanya tersebut akan berdampak pada kinerja serta psikis yang nantinya juga akan berdampak terhadap komitmen pegawai di Dinas Pendidikan Kota Medan.
Pemberian tambahan penghasilan yang bijaksana seperti gaji adalah salah satu bentuk dari kebijakan Dinas Pendidikan yang membuat pegawai aktif dalam bekerja. Pemberian tambahan penghasikan juga harus mengutamakan indikasi kebijaksanaan Dinas Pendidikan yang diadasari oleh pendidikan, pengalaman serta tanggung jawab yang diberikan kepada pegawai tersebut dalam penentuan besarnya tambahan penghasilan sehingga pegawai merasa diberikan balas jasa yang sesuai serta akan bersaing dalam memberikan konstribusi terhadap Dinas Pendidikan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ignatius , Dianti dan Khosari, (2017) bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.
4.8.7 Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa nilai t hitung> t tabel dari kepuasan kerja (Z) yaitu 4,906 > 1,99 dan nilai signifikan sebesar 0,000 < alpha 0,05, sehingga variabel kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan
tingkatkan maka akan meningkatkan kinerja pegawai Dinas Pendidikan Kota Medan.
Kepuasan dapat dirumuskan sebagai respon umum pekerja berupa perilaku yang ditampilkan oleh karyawan sebagai hasil persepsi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaannya. Seorang pekerja yang masuk dan bergabung dalam suatu organisasi mempunyai seperangkat keinginan, kebutuhan, hasrat dan pengalaman masa lalu yang menyatu dan membentuk suatu harapan yang diharapkan dapat dipenuhi di tempatnya bekerja.
Kepuasan kerja ini akan didapat apabila ada kesesuaian antara harapan pekerja dan kenyataan yang didapatkan ditempat bekerja. Persepsi pekerja mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaannya dan kepuasan kerja melibatkan rasa aman, rasa adil, rasa menikmati, rasa bergairah, status dan kebanggaan. Dalam persepsi ini juga dilibatkan situasi kerja pekerja yang bersangkutan yang meliputi interaksi kerja, kondisi kerja, pengakuan, hubungan dengan atasan, dan kesempatan promosi. Pegawai akan merasa nyaman dalam melakukan kewajibannya.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Sari, Heru dan Susilo, (2018) yang menyatakan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Jika kepuasan kerja meningkat maka kinerja karyawan juga akan meningkat. Kepuasan kerja dalam bekerja menjadikan sesuatu yang mampu menghubungkan antara tugas dan tanggung jawab hal ini mampu memberikan kinerja yang optimal pada diri pegawai.
4.8.8 Beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhada kinerja melalui kepuasan kerja. Meskipun kepuasan kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja, hubungan beban kerja terhadap kepuasan dan kinerja arahnya adalah negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa jika beban kerja ditingkatkan maka akan menurunkan kepuasan kerja dan berdampak terhadap kinerja pegawai Dinas Pendidikan Kota Medan. Kondisi dimana terjadinya peningkatan beban kerja akan diikuti dengan penurunan kinerja yang dilihat dari adanya revisi pekerjaan.
Beban kerja yang diberikan oleh atasan bersifat rutin dan selalu menambah jumlah jam kerja yang membuat pegawai sering pulang lebih lama dari waktu sebenarnya. Selain itu beban kerja yang diberikan juga harus diselesaikan tepat waktu seperti laporan kerja dan beberapa pekerjaan lainnya seperti mendatangi sekolah-sekolah baik negri maupun swasta.
Beban kerja yang tingga sangat berdampak negatif pada kepuasan kerja. Hal ini tentunya disebabkan tidak adanya kesesuaian baik penghasilan, tupoksi kerja maupun tuntutan kerja antar divisi yang di anggap tidak sama namun pendapatan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan sama. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Wijaya, (2018) serta penelitian dari lukiyana, firman dan firdaus (2017) bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
4.8.9 Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhada kinerja melalui kepuasan kerja. Artinya semakin tinggi disiplin kerja karyawan maka kepuasan kerja juga akan semakin tinggi.
Disiplin merupakan suatu alat yang digunakan pimpinan Dinas Pendidikan untuk berkomunikasi dengan pegawai agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.
Adanya disiplin kerja mampu membentuk kepuasan pegawai terhadap pekerjaannya. Pegawa tidak hanya secara formalitas bekerja dikantor, tetapi juga mampu merasakan dan menikmati pekerjaannya, sehingga ia tidak akan merasa bosan dan lebih tekun dalam beraktifitas. Para pegawai akan lebih senang dalam bekerja apabila pekerjaan dapat dilakukan dengan mudah, hal tersebut karena karyawan bekeja sesuai dengan praturan dan posedur kerja yang ada.
Dinas Pendidikan Kota Medan selalu berupaya untuk meningkatkan tingkat kedisiplinan pegawai diantaranya adalah jujur dalam melaksanakan tugas, bertanggung jawab pada pekerjaannya masing-masing, bekerja sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh perusahaan, hadir tepat waktu, mengikuti tata cara kerja dan mampu menggunakan perlengkapan kerja dengan tepat.
Jika pegawai bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku, maka akan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Alasan ini diperkuat oleh teori
Hasibuan (2014) yang berpendapat bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma social yang berlaku. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Karollah, Syarifah dan Nathasya (2018) bahwa disiplin kerja yang tinggi dapat meningkatkan kinerja dengan mengupayakan agar pegawai tetap sadar dan bersedia untuk patuh dan taat terhadap aturan yang ada di perusahaan.
4.8.10 Tambahan penghasilan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja
Hasil penelitian menunjukan bahwa tambahan penghasilan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja melalui kepuasan kerja.
Tambahan penghasilan pegawai merupakan hal yang sangat penting bagi karyawan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari bersama keluarga. Namun, tidak hanya penting bagi karyawan tambahan penghasilan pegawai juga penting bagi perusahaan untuk mendapatkan karyawan yang qualifed serta mengurangi angka turn over karyawan yang akan menambah biaya perusahaan.
Tambahan penghasilan pegawai yang diberikan oleh Dinas Pendidikan kepada pegawai dapat mempengaruhi banyak hal seperti misalnya kepusan kerja, produktivitas, kinerja dan lain-lain. Semakin besar tambahan penghasilan pegawai yang diterima maka kepuasan kerja, produktivitas, dan kinerja juga akan semakin baik. Hal ini dapat dilihat dari tindakan yang dilakukan seperti disiplin, moral kerja, semangat kerja.
Oleh sebab itu setiap perusahaan harus memperhatikan tambahan penghasilan pegawai. yang diberikan agar pegawai memiliki kepusan kerja yang
baik sehingga menghasilkan hal-hal yang memberikan profit bagi perusahaan.
Walaupun pada dasarnya kepuasan kerja merupakan sesuatu yang bersifat individual, setiap individu memiliki tingkat kepuasan kerja yang berbeda. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hidayah, (2016) dan Ignatius et al (2017) bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja melalui kepuasan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1. Beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada Dinas Pendidikan Kota Medan.
2. Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada Dinas Pendidikan Kota Medan.
3. Tambahan penghasilan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada Dinas Pendidikan Kota Medan.
4. Beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pada Dinas Pendidikan Kota Medan.
5. Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pada Dinas Pendidikan Kota Medan.
6. Tambahan penghasilan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pada Dinas Pendidikan Kota Medan.
7. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap knerja pada Dinas Pendidikan Kota Medan.
8. Beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja melalui kepuasan kerja pada Dinas Pendidikan Kota Medan.
9. Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja melalui kepuasan kerja pada Dinas Pendidikan Kota Medan.
10. Tambahan penghasilan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja melalui kepuasan kerja pada Dinas Pendidikan Kota Medan.
5.2 SARAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Dinas Pendidikan Kota Medan maka saran dari peneliti adalah :
1. Tambahan Penghasilan Pegawai merupakan variable dominan diantara variable kinerja, kepuasan kerja, beban kerja dan disiplin kerja. Oleh karenanya struktur pemangku jabatan dari Kepala Dinas, Kepala Bagian dan Kepala Seksi harus benar-benar memahami prosedur pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai , memperhatikan pengukuran kinerja pegawai/stafnya dengan melakukan penilaian aspek perilaku kerja dan aspek prestasi kerja pegawai/ bawahanya dengan lebih objektif.
2. Kepuasan Kerja pegawai berpengaruh signifikan, artinya seluruh Pejabat Dinas Pendidikan harus menyadari bahwa kepuasan kerja merupakan dasar yang harus dipenuhi terlebih dahulu kepada pegawai agar mereka dengan senang hati memberikan kinerja yang lebih baik lagi, sehingga antara kewajiban dan hak bisa berjalan seimbang.
3. Peningkatan kinerja melalui kepuasan kerja pegawai, sebaiknya seluruh Bidang, Bagian dan Seksi pada Dinas Pendidikan menyadari bahwa SDM merupakan bagian terpenting, dengan perencanaan yang baik hendaknya SDM/Pegawai, secara internal ditingkatkan
kualitasnya dengan menambahkan faktor lain dengan cara menciptakan dan memberikan pengembangan kompetensi dan keterampilan di setiap bidang, memberi peluang promosi jabatan sesuai lelang yang berlaku untuk menyaring SDM yang berkualitas.
4. Melalui struktur organisasinya Dinas Pendidikan harus mampu melihat dan lebih sensitif terhadap fenomena apa yang terjadi berhubungan dengan kinerja ataupun produktifitas pegawai, sehingga diharapkan mampu mengendalikan dan merumuskan faktor-faktor penyebab tinggi dan rendahnya kinerja pegawai yang tentu akan mempengaruhi produktifitas, kinerja serta kemajuan Dinas Pendidikan secara umum.
5. Kedisplinan dan kinerja pegawai diharapkan dapat tercapai dengan memenuhi keinginan dan kebutuhan setiap pegawai. Sehingga tugas sesuai tupoksi dan tanggung jawab pegawai masing-masing dapat dijalankan dengan peraturan yang ada. Punish and reward adil dan jelas , tidak hanya fokus pada sistem kehadiran saja namun produktifitas dan hasil kerja pegawai yang baik juga diutamakan, karena semakin beban kerja, kedisiplinan dan tambahan penghasilan melalui kepuasan kerja tercipta baik, diharapkan kinerja Dinas Pendidikan secara umum akan menjadi semakin baik pula.
6. Penelitian ini juga nantinya dapat digunakan sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya tentang beban kerja, disiplin kerja, tambahan penghasilan pegawai, kepuasan kerja serta kinerja pagawai dan teori
pendukung SDM dan yang menjadi keterbatasan penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
A.A. Anwar Prabu Mangkunegara. 2010. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia, Refika Aditama, Bandung
AA. Anwar Prabu Mangkunegara, 2013, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Remaja Rosdakarya, Bandung.
Ahmad Badawi Saluy, Risamawati (2018), The Influence of Transformational Leadership Style, Work Discipline and Compensation on Teacher Performance SMK Global Mulia Bekasi, Journal of Economics, Business and Management (SJEBM) Juni, 2018; 5(6): 465-474
Ahmad Saputra , Relly Rotua Turnip, (2018), Pengaruh motivasi, komunikasi dan disiplin terhadap kepuasan kerja PT PLN (Persero) P3B Sumbagut, Jurnal Manajemen Bisnis STIE IBBI, Volume 29 No.2
Alex S. Nitisemito, 2014, Manajemen Personalia, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Andrew E. Sikula. 2011 Manajemen Sumber Daya Manusia. Erlangga. Bandung Banta Karollah Syarifah Nathasya (2018), Pengaruh Tunjangan Prestasi Kerja dan
Disiplin Kerja terhadap Kinerja ASN Negeri Sipil pada Badan Kepegawaian Aceh, SIMEN (Akuntansi dan Manajemen) STIES Vol. 9 Issue 1 (2018) hal.13-22
Dessler, Gary. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salemba Empat.
Dewi Tri Wijayati Wardoyo (2016), The Influence of the Discipline and Compensation against Work Productivity (Study on the Security Services Company, PT Garuda Milky Artha Surabaya), International Journal of Business and Management; Vol. 11, No. 1 : 2016
Encep saefullah , listiawati, asti nur amalia (2017), Pengaruh beban kerja dan stres kerja terhadap produktivitas kerja karyawan , Akademika, Vol. 15.
No.2 Agustus 2017
Hasibuan, Malayu S.P. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Handoko, T. Hani. 2011. Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia.
Yogyakarta: Penerbit BPFE
Ghozali, Imam. 2018. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang
George Kafui Agbozo, The Effect of Work Environment on Job Satisfaction:
Evidence from the Banking Sector in Ghana, Journal of Human Resource Management 2017 :5(1): 12-18
Jecqueline Fritzie Najoan, (2018) Pengaruh tunjangan kinerja terhadap kinerja ASN pada dinas pertanian kabupaten minahasa, Agri-SosioEkonomi Unsrat, Volume 14 Nomor 1, Januari 2018 : 11 – 24
Jimmy Ignatius , Ine Luna Dianti , Sujati Khosari, (2017), Pengaruh kepuasan kerja dan kompens
asi terhadap kinerja karyawan (studi kasus di PT. Dharma Busana Elok Singgasana), jurnal eksekutif volume 14 no. 2
Lukiyana, firman davi firdaus (2017), Pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap prestasi kerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening di bagian gudang pada PT. Sarijasa Transutama Jakarta, Majalah Ilmiah Institut STIAMI, Volume 14, No. 02, September 2017
Meriana Madjid (2016), Pengaruh tambahan penghasilan pegawai (TPP) dan kemampuan kerja terhadap kinerja ASN pada badan perencanaan, penelitian dan pembangunan daerah (bappeda) kabupaten morowali, Jurnal Katalogis, Volume 4 Nomor 8, Agustus 2016 hlm 85-9
Muhammad Idris (2018), The Impact of Education and Training, Work Discipline and Organizational Culture on Employee’s Performance:
The Study of Disaster Management and Fire Department in Palembang City, Indonesia, International Journal of Human Resource Studies
The Study of Disaster Management and Fire Department in Palembang City, Indonesia, International Journal of Human Resource Studies