• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji F

Dalam dokumen OLEH RIKI PRIYANDI NIM: (Halaman 98-0)

BAB III METODE PENELITIAN

5. UJi Validitas Kinerja

3.10. Koefisien Determinasi

3.10.2 Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh secara bersama-sama antara variabel-variabel independen terhadap variabel dependen. Menurut Ghozali (2018:98) adapun cara melakukan uji F sebagai berikut:

1. Merumuskan hipotesis untuk masing-masing kelompok

H0 = berarti secara simultan atau bersama-sama tidak ada pengaruh yang signifikan antara bebas terhadap variabel terikat

2. Menentukan tingkat signifikan yaitu sebesar 5% (0,05)

3. Membandingkan tingkat signifikan (α= 0,05) dengan tingkat signifikan F yang diketahui secara langsung dengan menggunakan program SPSS dengan kriteria :

a. Nilai signifikan F < 0,05 berati H0 ditolak dan H1 diterima, hal ini artinya bahwa semua variabel independen secara serentak dan signifikan mempengaruhi variabel dependen.

b. Nilai signifikan F > 0,05 berati H0 diterima dan H1 ditolak, hal ini artinya bahwa semua variabel independen secara serentak dan signifikan tidak mempengaruhi variabel dependen.

3. Membandingkan F hitung dengan F tabel dengan kriteria sebagai berikut : a. Jika F hitung > F table, maka H0 ditolak dan H1 diterima, hal ini artinya

bahwa semua variabel independen secara serentak dan signifikan mempengaruhi variabel dependen.

b. Jika F hitung < F tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak. hal ini artinya bahwa semua variabel independen secara serentak dan signifikan tidak mempengaruhi variabel dependen

3.10.2 Uji t

Menurut Ghozali, (2018:99) uji t digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen. Adapun langkah dalam melakukan uji t adalah:

1. Merumuskan hipotesis untuk masing-masing kelompok

H0 = berarti secara parsial atau individu tidak ada pengaruh yang signifikan variabel bebas terhadap variabel terikat.

H1 = berarti secara parsial atau individu ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

2. Menentukan tingkat signifikan yaitu sebesar 5% (0,05)

3. Membandingkan tingkat signifikan (α= 0,05) dengan tingkat signifikan t yang diketahui secara langsung dengan menggunakan program SPSS dengan kriteria :

a. Nilai signifikan t < 0,05 berati H0 ditolak dan H1 diterima, hal ini artinya bahwa semua variabel independen secara individu dan signifikan mempengaruhi variabel dependen.

b. Nilai signifikan t > 0,05 berati H0 diterima dan H1 ditolak, hal ini artinya bahwa semua variabel independen secara individu dan signifikan tidak mempengaruhi variabel dependen.

4. Membandingkan t hitung dengan t tabel dengan kriteria sebagai berikut : a. Jika t hitung > t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima, hal ini artinya

bahwa semua variabel independen secara individu dan signifikan mempengaruhi variabel dependen.

b. Jika t hitung < t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak. hal ini artinya bahwa semua variabel independen secara individu dan signifikan tidak mempengaruhi variabel dependen.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Sejarah Singkat Dinas Pendidikan Kota Medan

Sejarah pendidikan di Indonesia sudah dimulai sebelum Indonesia merdeka, yakni seejak masa penjajahan Belanda, bangsa Indonesia telah mengadakan pendidikan walau secara sembunyi – sembunyi dari pemerintah Hindia Belanda, Walaupun demikian bangsa Indonesia pantang menyerah untuk tetap belajar di tengah-tengah peperangan. Pada waktu itu bermunculan para cendikiawan keturunan yang dengan gigihnya mengajarkan bangsa Indonesia supaya dapat menulis dan membaca, berkat kegigihan para cendikiawan inilah, maka lahirlah kumpulan cendikiawan yang menamakan diri nya “TIGA SERANGKAI” dan berkat kerja kerja keras mereka la, pada tahun 1980 berdirilah sekolah yang di beri nama “STOVIA” di sinilah banyak pemuda–pemuda Indonesia yang terpelajar dan turut dalam mencerdaskan bangsa.

Dari tahun ketahun bangsa Indonesia banyak yang dapat menulis serta membaca, sehingga pada tanggal 20 Oktober 1928 lahirlah Sumpah Pemuda yang di prakarsai oleh pemuda pemuda Indonesia.sejak saat itu pendidikan tidak lagi dilakukan secara sembunyi–sembunyi, melainkan sudah terang-terangan tidak ada lagi rasa takut untuk menuntut ilmu, dengan Sumpah Pemuda Indonesia bertekad untuk bersatu melawan penjajah dimuka bumi ini.

Kemudian pada tanggal 17 agustus 1945 Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, bersama dengan itulah lahirlah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.pada tahun 1981 pemerintah mengeluarkan peraturan No.65 tahun 1981 yaitu menerapkan, bahwa sebagian urusan pendidikan di serahkan kepada pemerintah daerah, yang mana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini di pelopori oleh Dr.Moch Yamin, kemudian pada tahun 1989 pemerintah kembali mengeluarkan peraturan No.11 tahun 1989 tentang penyerahan sebagian urusan pemerintahan di bidang P dan K kepada pemerintah kota atau kabupaten,kemudian pada tahun 1990 dikeluarkan perda No.3 tahun 1990 tentang pembentukan Dinas dan Cabang Dinas Pendidik, kemudian pada tahun 2001 pemerintah mengeluarkan peraturan pemerintah tentang Otonomi Daerah.

Dalam era otonomi, Dinas Pendidikan bertekad untuk mendukung pembangunan pendidikan di Kota Medan yang mendasari. Diselenggarakannya Otonomi Daerah Medan, yaitu lahirlah Undang-undang nomor 22 Tahun 1999,tentang Pemerintah Daerah. Untuk melaksanakan Otonomi Daerah di Kota Medan sesuai dengan Undang-undang nomor 22 Tahun 1999 tersebut telah di tetapkan peraturan daerah Kota Medan No 27 tahun 2000 tentang pembentukan organisasi perangkat Daerah dan Seketariat DPRD Kota Medan.

Dinas Pendidikan Kota Medan telah beberapa kali setelah Otonomi Daerah, yang pertama yaitu Dinas Pendidikan Nasional Kota Medan dan berubah lagi menjadi Dinas Pendidikan Kota Medan sampai tahun 2012. Dinas Pendidikan Kota Medan mengelola mulai dari tingkat setara TK,SD,SMP,SMA,SMK dan

Kota Medan. Sesuai Keputusan Presiden Dinas Pendidikan berubah lagi namanya menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayan. Tetapi untuk Kota Medan tetap Dinas Pendidikan Kota Medan karena belum ada Peraturan Daerah dari Walikota Medan untuk mengubah nama Dinas Pendidikan Kota Medan. Kantor Dinas Pendidikan Kota Medan terletak di Jalan Pelita IV No.77 Kota Medan.

Dinas Pendidikan Kota Medan mempunyai motto yaitu PENDIDIKAN UNTUK SEMUA,SEMUA MENDIDIK yang mempunyai arti Pendidikan untuk semua yaitu semua warga Kota Medan mempunyai hak yang sama dalam memperoleh pendidikan dan semua mendidik yaitu semua warga kota medan berperan mendidik sesuai dengan kapasitasnya.

Sedangkan visi dan misi Dinas Pendidikan Kota Medan yaitu : 1. Visi Pendidikan Kota Medan

Terwujudnya pelayanan akses pendidikan yang merata dan berkualitas disemua jalur dan jenjang pendidikan menuju terwujudnya Medan Metropolitan yang berdaya saing, nyaman dan sejahtera.

2. Misi Pendidikan Kota Medan

a. Mempertahankan tuntas wajib belajar pendidikan dasar universal dan menyiapkan rintisan wajib belajar dua belas tahun.

b. Meningkatkan kualitas sarana prasarana pendidikan, berbasis teknologi dan sekolah yang berbasis lingkungan.

c. Peningkatan kualifikasi dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan secara merata.

d. Mewujudkan sekolah, pkbm dan kursus sebagai basis peningkatan mutu.

e. Mewujudkan pelayanan dan manajemen pendidikan yang lebih berkualitas.

4.1.2 Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kota Medan

Susunan organisasi Dinas Pendidikan (Perwal No.51, 2018), terdiri atas 1. Kepala Dinas

2. Sekretaris, membawahkan :

a. Sub bagian umum dan kepegawaian

b. Sub bagian umum perncanaan, keuangan dan BMD c. Sub bagian penyelenggaraan tugas pembantuan 3. Bidang pembinaan anak usia dini dan pendidikan formal

a. Seksi kurikulum dan penilaian

b. Seksi kelembagaan dan sarana prasarana c. Seksi peserta didik dan pembangunan karakter 4. Bidang pembinaan sekolah dasar

a. Seksi kurikulum dan penilaian

b. Seksi kelembagaan dan sarana prasarana c. Seksi peserta didi dan pembangunan karakter

5. Bidang pebinaan sekolah menengah pertama a. Seksi kurikulum dan penilaian

b. Seksi kelembagaan dan sarana prasarana c. Seksi peserta didik dan pembangunan karakter 6. Bidang pembinaan ketenagaan

a. Seksi PTK pendidikan anak usia diri dan pendidikan non formal b. Seksi PTK pendidikan sekolah dasar

c. Seksi PTK pendidikan sekolah menengah pertama 4.1.3 Tugas Pokok Dan Fungsi Dinas Pendidikan Kota Medan

Dinas merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan dipimpin oleh Kepala Dinas, berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Wali Kota melalui Sekretaris Daerah. Rincian tugas dari kedinasan adalah sebagai berikut:

1. Kepala Dinas mempunyai tugas membantu Wali Kota dalam melaksanakan fungsi pelaksana urusan pemerintah dibidang pendidikan. Serta memiliki fungsi :

a. Perumusan kebijakan b. Pelaksanaan kebijakan c. Pelaksanaan Evaluasi d. Pelaksanaan Administatif

e. Pelaksanaan tugas pembangunan

f. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan Wali Kota terkait tugas dan fungsinya.

2. Sekretaris mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas lingkup kesetariatan yang meliputi pengelolaan administrasi umum, kepegawaian, perencanaan, keuangan, barang milik daerah dan penyelenggaraan tugas pembantuan serta fasilitasi pengoordinasian penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas Kepala Dinas. Fungsi Sekretaris yaitu :

a. Perencanaan program

b. Pelaksanaan penyusunan bahan bebijakan c. Pendistribusian tugas

d. Fasilitasi

e. Pengoordinasian

f. Pelaksanaan pelayanan administrasi g. Pengelolaan pelayanan administrasi h. Pengelolaan data kependidikan

i. Pelaksanaan survei kepuasan masyarakat j. Pengendalian

l. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan Wali Kota.

3. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretaris lingkup administrasi umum dan kepegawaian.

a. Perencanaan program

b. Penyusunan bahan kebijakan c. Pembagian tugas

d. Penyusunan bahan fasilitasi

e. Penyusunan bahan pengoordinasian

f. Penyusunna bahan pengelolaan administrasi umum g. Penyusunan bahan fasilitasi penilaian prestasi h. Penyusunan bahan fasilitasi pemrosesan.

i. Penyusunan bahan pelayanan penyelesaian kartu pegawai j. Penyusunan bahan pelayanan kartu pegawai

k. Penyusunan bahan pembinaan dan pengembangan kinerja l. Penyusunan bahan pelaksanaan survei kepuasan masyarakat m. Penyusunan bahan pengendalian

n. Penyampaian laporan hasil

4. Kepala Sub Bagian Perencanaan, Keuangan dan BMD mempunyai tugas melaksanakan sebagaian tugas Sekretaris lingkup perencanaan, pengelolaan administrasi keuangan dan perlengkapan.

a. Perencanaan program

b. Penyusunan bahan kebijakan c. Pembagian tugas

d. Penyusunan bahan fasilitas

e. Penyusunan bahan pengelolan administrasi f. Penyusunan bahan pengelolaan

g. Pelaksanaan tugas selaku pejabat h. Penyusunan bahan pengendalian i. Penyampaian lapoan hasil j. Pelaksanaan fungsi lain

5. Kepala Sub Bagian Penyelenggaraan Tugas Pembantuan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretaris lingkup penyelenggaraan tugas pembantuan.

a. Perencanaan program

b. Penyusunan bahan kebijakan c. Pembagian tugas

d. Penyusunan bahan koordinasi

e. Penyusunan bahan koordinasi dan fasilitasi

f. Penyusunan bahan koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan g. Penyusunan bahan koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan

h. Penyusunan bahan koordinasi untuk proses pemberian rekomendasi i. Penyusunan bahan pengendalian

j. Penyampaian laporan hasil k. Pelaksanaan fungsi lain

6. Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas lingkup pembinaan pendidikan anak usia dini dan pendidikan formal.

a. Perencanaan program

b. Pelaksanaan penyusunan standar c. Pendistribusian tugas

d. Pelaksanaan penyusunan perumusan kebijakan urusan pemerintahan

e. Pelaksanaan dan pengoordinasian f. Pelaksanaan pembinaan kurikulum

g. Pelaksanaan penetapan kurikulum muatan lokal h. Pelaksanaan kajian

i. Pelaksanaan koordinasi j. Pengendalian

k. Penyampaian laporan hasil l. Pelaksanaan fungsi lain

7. Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal lingkup kurikulum dan penilaian.

a. Perencanaan program

b. Penyusunan standar operasional prosedur c. Pembagian tugas

d. Penyusunan bahan rumusan kebjakan e. Penyusunan bahan pengoordinasian f. Penyusunan bahan penetapan g. Penyusunan bahan pembinaan

h. Penyusunan bahan pedoman karakter i. Penyusunan bahan pelaksanaan koordiasi

j. Penyusunan bahan pengendalian k. Penyampaian laporan hasil l. Pelaksanaan fungsi lain

8. Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Non Formal lingkup kelembagaan dan sarana prasarana.

a. Perencanaan program

b. Penyusunan standar operasional prosedur c. Pembagian tugas

d. Penyusunan bahan rumusan kebijakan e. Penyusunan bahan kordinasi

f. Penyusunan bahan pembinaan g. Penyusunan bahan pelaksanaan h. Penyusunan bahan standar i. Penyusunan bahan koordinasi j. Penyusunan instrumen

k. Penyusunan bahan standar dan kriteria l. Penyusunan pedoman

n. Penysunan bahan pengendalian

o. Penyusunan bahan pelaksanaan kebijakan p. Pelaksanaan fungsi lain

9. Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Pembinaan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal lingkup peserta didik dan pembangunan karakter.

a. Perencanaan program

b. Penyusunan standar operasional prosedur c. Pembagian tugas

d. Penyusunan bahan rumusan kebijakan urusan pemerintahan e. Penyusunan berkas koordinasi

f. Penyusunan bahan petunjuk pelaksanaan penerimaan peserta didik baru

g. Penyusunan bahan pelaksanaan koordinasi program h. Penyusunan bahan petunjuk pelaksanaan

i. Penyusunan bahan pengendalian j. Penyampaian laporan hasil k. Pelaksanaan fungsi lain

10. Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas lingkup pembinaan pendidikan Dasar.

a. Perencanaan program

b. Pelaksanaan penyusunan standar operasional prosedur c. Pendistribusian tugas

d. Pelaksanaan penyusunan perumusan kebijakan e. Pelaksanaan dan pengoordinasian

f. Pelaksanaan pembinaan kurikulum dan penilaian g. Pelaksanaan penetapan kurikulum

h. Pelaksanaan kajian

i. Pelaksanaan pembinaan bahasa j. Pelaksanaan koordinasi program k. Pengendalian

l. Penyampaian laporan hasil m. Pelaksanaan fungsi lain

11. Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Sekolah Dasar mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar lingkup kurikulum dan penilaian Sekolah Dasar.

a. Perencanaan program

b. Penyusunan standar operasional prosedur c. Pembagian tugas

d. Penyusunan bahan rumusan kebijakan urusan pemenrintahan e. Penyusunan bahan pengoordinasian

f. Peyusunan bahan penetapan

g. Penyusunan bahan pembinaan bahasa h. Penyusunan bahan pembinaan pelaksanaan i. Penyusunan bahan pelaksanaan koordinasi

j. Penyusunan bahan pelaksanaan koordinasi program k. Penyusunan bahan pengendalian

l. Penyampaian laporan hasil m. Pelaksanaan fungsi lain

12. Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar lingkup kelembagaan dan sarana prasarana Sekolah Dasar.

a. Perencanaan program

b. Penyusunan bahan kebijakan c. Pembagian tugas

e. Penyusunan bahan kordinasi f. Penyusunan bahan pembinaan

g. Penyusunan bahan pelaksanaan kajian h. Penyusunan bahan standar dan kriteria i. Penyusunan bahan koordinasi

j. Penyusunan instrumen pengolahan data k. Penyusunan bahan standar dan kriteria l. Penyusunan pedoman

m. Penyusunan bahan pelaksanaan n. Penyusunan bahan pengendalian o. Penyampaian laporan hasil p. Pelaksanaan fungsi lain

13. Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas kepala Bidang pembinaan Sekolah Dasar lingkup Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Sekolah Dasar.

a. Perencanaan program

b. Penyusunan standar operasional prosedur c. Pembagian tugas

d. Penyusunan bahan rumusan kebijakan e. Penyusunan bahan koordinasi

f. Penyusunan bahan pembinaan minat g. Penyusunan bahan petunjuk

h. Penyusunan bahan pelaksanaan koordinasi i. Penyusunan bahan pengendalian

j. Penyampaian laporan hasil k. Pelaksanaan fungsi lain

14. Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas lingkup pembinaan sekolah Menengah Pertama.

a. Perencanaan program

b. Pelaksanaan penyusunan prosedur c. Pendistribusian tugas

d. Pelaksanaan penyusunan perumusan kebijakan e. Pelaksanaan dan pengoordinasian

f. Pelaksanaan pembinaan g. Pelaksanaan penetapan

i. Pelaksanaan koordinasi j. Pengendalian

k. Penyampaian laporan hasil l. Pelaksanaan fungsi lain

15. Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama lingkup Kurikulum dan Penialaian Sekolah Menengah Pertama.

a. Perencanaan program

b. Penyusunan standar operasional prosedur c. Pembagian tugas

d. Penyusunan bahan rumusan kebijakan e. Penyusunan bahan pengoordinasian f. Penyusunan bahan penetapan g. Penyusunan bahan pembinaan

h. Penyusunan bahan pedoman kalender i. Penyusunan bahan pelaksanaan koordinasi j. Penyusunan bahan pengendalian

k. Penyampaian hasil pelaksanaan

l. Pelaksanaan fungsi lain

16. Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar lingkup kelembagaan dan sarana prasarana Sekolah Menengah Pertama.

a. Perencanaan program

b. Penyusunan bahan kebijakan c. Pembagian tugas

d. Penyusunan bahan rumusan kebijakan e. Penyusunan bahan koordinasi

f. Penyusunan bahan pembinaan g. Penyusunan bahan pelaksanaan h. Penyusunan bahan standar dan kinerja i. Penyusunan bahan koordinasi

j. Penyusunan instrumen

k. Penyusunan bahan standar kinerja l. Penyusunan pedoman

m. Penyusunan bahan pelaksanaan n. Penyusunan bahan pengendalian

o. Penyampaian laporan hasil p. Pelaksanaan fungsi lain

17. Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas kepala Bidang pembinaan Sekolah Menengah Pertama lingkup peserta didik dan Pembangunan Karakter Sekolah Menengah Pertama.

a. Perencanaan program

b. Penyusunan standar operasional prosedur c. Pembagian tugas

d. Penyusunan bahan rumusan kebijakan e. Penyusunan bahan koordinasi

f. Penyusunan bahan pembinaan minat g. Penyusunan bahan petunjuk

h. Penyusunan bahan pelaksanaan i. Penyusunan bahan pendalian j. Penyampaian laporan hasil

18. Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas lingkup pembinaan tenaga pendidikan anak usia dini dan non formal, sekolah

a. Perencanaan program

b. Pelaksanaan penyusunan standar operasional prosedur c. Pendistribusian tugas

d. Pelaksanaan penyusunan perumusan kebijakan e. Pelaksanaan dan oengoordinasian

f. Pelaksanaan rencana g. Pelaksanaan pembinaan h. Pelaksanaan penelaahan usul i. Pelaksanaan penelaahan kinerja j. Pengendalian

k. Penyampaian laporan hasil l. Pelaksanaan fungsi lain

19. Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Pembinaan Pedidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal.

a. Perencanaan program

b. Penyusunan standar operasional prosedur

c. Pembagian tugas

d. Penyusunan bahan rumusan kebijakan e. Penyusunan bahan kordinasi

f. Penyusunan bahan rencana kebutuhan g. Penyusunan bahan pembinaan

h. Penyusunan bahan penelaahan kinerja i. Penyusunan bahan pengendalian j. Penyampaian laporan hasil k. Pelaksanaa fungsi lain

20. Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Dasar mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas kepala bidang pembinaan ketenagan lingkup pendidikan dan tenaga kependidikan Sekolah Dasar.

a. Perencanaan program

b. Penyusunan standar operasional prosedur c. Pembagian tugas

d. Penyusunan bahan rumusan kebijakan e. Penyusunan bahan koordinasi

f. Penyusunan bahan rencana kebutuhan

g. Penyusunan bahan pembinaan

h. Penyusunan bahan penelaahan kinerja i. Penyusunan bahan pengendalian j. Penyampaian laporan hasil k. Pelaksanaan fungsi lain

21. Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Menengah Pertama mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas kepala bidang pembinaan ketenagaan lingkup pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah Menengah Pertama.

a. Perencanaan program

b. Penyusunan standar operasional prosedur c. Pembagian tugas

d. Penyusunan bahan rumusan kebijakan e. Penyusunan bahan koordinasi

f. Penyusunan bahan rencana kebutuhan

g. Penyusunan bahan pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan h. Penyusunan bahan penelaahan kinerja kepala sekolah

i. Penyusunan bahan pengendalian j. Penyampaian laporan hasil

k. Pelaksanan fungsi lain

Kelompok Jabatan Fungsional dan Pelaksana sebagaimana dimaksud pada penjelasan diatas terdiri dari sejumlah tenaga fungsional dan pelaksana.

Tata kerja dari setiap jabatan fungsional dilakukan untuk memelihara dan terjaganya tugas dan fungsi Dinas selaku unsur pelaksana urusan pemerintahan, maka pelaksanaan tugas dan fungsi diharuskan untuk memiliki standar operasional prosedur yang jelas, terukur dan kredibel.

4.2 Karakteristik Responden

Responden dalam penelitian ini adalah 85 pegawai yang bekerja di Dinas Pendidikan Kota Medan. Karakteristik responden dideskripsikan berdasarkan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan dan masa kerja.

4.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Untuk mengetahui karakteristik responen berdasarkan jenis kelamin maka dapat dilihat dari karekteristik responden berikut ini:

Tabel 4.1

Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)

1 2

Wanita Laki-Laki

40 45

47 53

Jumlah 85 orang 100

Sumber : Bagian SDM Dinas Pendidikan Kota Medan, (2019)

Berdasarkan Tabel 4.1 diketahui bahwa responden dengan jenis kelamin wanita sebanyak 40 orang atau sebesar 47% dan pegawai yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 45 orang atau sebesar 53%. Jumlah PNS laki-laki dan wanita hampir sebanding karena semua tupoksi dan pekerjaan bisa dilakukan laki-laki

dan wanita, namun dalam hal ini jumlah responden laki-laki lebih tinggi karena dibutuhkan pada tim lapangan untuk melalukan pengecekan pada sarana dan prasarana sekolah.

4.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Untuk mengetahui karakteristik responen berdasarkan usia maka dapat dilihat dari karekteristik responden berikut ini:

Tabel 4.2

Distribusi Responden Berdasarkan Usia

No Usia Jumlah Persentase (%)

Sumber : Bagian SDM Dinas Pendidikan Kota Medan, (2019)

Berdasarkan Tabel 4.2 diketahui bahwa tidak ada responden yang berusia 20-29 tahun dikarenakan belum ada PNS baru hasil dari CPNS formasi umum yang ditempatkan di Dinas Pendidikan Kota Medan. Kemudian dapat dilihat bahwa usia 30-40 tahun sebanyak 20 orang atau 24%, usia 41-50 sebanyak 25 orang atau 29 tahun dan diatas 50 tahun sebanyak 40 orang atau 47%. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden berusia diatas 50 tahun dikarenakan adanya penambahan jumlah PNS baru dari Kabupaten/Kota lain yang sudah bekerja beberapa tahun di tempat sebelumnya.

4.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Untuk mengetahui karakteristik responen berdasarkan tingkat pendidikan maka dapat dilihat dari karekteristik responden berikut ini:

Tabel 4.3

Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase (%)

1

Sumber : Bagian SDM Dinas Pendidikan Kota Medan, (2019)

Berdasarkan Tabel 4.3 diketahui responden dengan tingkat pendidikan terakhir SMA sebanyak 5 orang atau 6%, pendidikan terakhir D3 sebanya 10 orang atau 12%, pendidikan S1 sebanyak 60 orang atau 70% dan pendidikan terakhir S2 sebanyak 10 orang atau 12%. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden memiliki gelar pendidikan terakhir S1 dikarenakan adanya peraturan pemerintah yang memberlakukan PNS dengan jenjang pendidikan S1 lebih banyak.

4.2.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja

Untuk mengetahui karakteristik responen berdasarkan masa kerja maka dapat dilihat dari karekteristik responden berikut ini:

Tabel 4.4

Distribusi Responden Berdasarkan Masa Kerja

No Masa Kerja Jumlah Persentase (%)

Sumber : Bagian SDM Dinas Pendidikan Kota Medan, (2019)

Berdasarkan Tabel 4.4 diketahui bahwa tidak ada responsden yang memiliki masa kerja 1-5 tahun. Kemudian pada masa kerja 6-9 tahun sebanyak 35 orang atau 41%. Masa kerja diatas 10 tahun sebanyak 50 orang atau 59%. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden berada mada masa kerja diatas 10 tahun dikarenakan dalam 10 tahun terakhir belum ada penambahan PNS baru.

4.3 Analisis Deskriptif Variabel Penelitian

Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skala Likert untuk menanyakan tanggapan responden dari Dinas Pendidikan Kota Medan. Setiap responden memiliki kesempatan dalam menjawab pernyataan yang diberikan berdasarkan kategori yang diberikan. Berikut penafsiran dan evaluasi dari jawaban yang ada.

Tabel 4.5

Pengukuran Tanggapan Responden

No Nilai Pengukuran

1 1.00 – 1.80 Sangat Tidak Setuju 2 1.81 – 2.60 Tidak Setuju 3 2.61 – 3.40 Kurang Setuju

4 3.41 – 4.20 Setuju

5 4.21 – 5.00 Sangat Setuju Sumber : Data Penelitian 2019 (Data Diolah)

Tabel 4.5 menunjukkan tanggapan responden terhadap setiap variabel penelitian dan hasil tersebut diukur berdasarkan nilai rata-rata yang dikategorikan ke dalam 5 (lima) kelompok jawaban. Sehingga dalam hal ini dapat diketahui jawaban responden yang menjawab setuju maupun tidak setuju.

4.3.1 Penjelasan Responden Mengenai Variabel Beban Kerja

Tabel 4.6 Penjelasan Responden Mengenai Variabel Beban Kerja No. Item

Sumber : hasil penelitian, 2019 (Data diolah)

Skor interval mean : STS = 1,00 - 1,80 TS = 1,81 - 2,60 KS = 2,61 - 3,40 S = 3,41 - 4,20 SS = 4,21-5,00

Jawaban responden pada variabel beban kerja :

1. Saya merasa kurang memiliki waktu untuk istirahat

Berdasarkan Tabel 4.6 dapat dilihat bahwa responden yang menjawab kecenderungan tidak setuju sebanyak 31 orang (36,5%) dan responden yang menjawab kecenderungan setuju sebanyak 54 orang (63,6%) dengan nilai rata-rata sebesar 3,71 artinya bahwa sebagian besar responden lebih cenderung menjawab setuju dengan pernyataan yang diberikan. Hal ini

Dalam dokumen OLEH RIKI PRIYANDI NIM: (Halaman 98-0)