4. Relevansi Modul
3.1 URAIAN DAN CONTOH
3.1.3 Dokumen-Dokumen Terkait Pengeluaran
Pengeluaran Negara harus didukung oleh dokumen-dokumen yang dapat mendukung kelengkapan dan keabsahan pengeluaran. Di antara dokumen-dokumen tersebut antara lain :
a. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)
Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran. DIPA terdiri atas:
1) DIPA Induk.
DIPA Induk merupakan akumulasi dari DIPA per Satker yang disusun oleh PA menurut Unit Eselon I Kementerian Negara/Lembaga.
2) DIPA Petikan.
DIPA Petikan merupakan DIPA per Satker yang dicetak secara otomatis melalui sistem. DIPA Petikan digunakan sebagai dasar pelaksanaan kegiatan Satker dan pencairan dana/pengesahan bagi Bendahara Umum Negara/Kuasa Bendahara Umum Negara yang merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dari DIPA Induk.
b. Surat keputusan dan spesimen tanda pejabat pengelola perbendaharaan SK penetapan KPA, PPK, PPSPM, dan Bendahara Pengeluaran dikirimkan ke KPPN dalam pelaksanaan pembayaran dan pertanggungjawabannya.
SISTEM PENERIMAAN DAN PENGELUARAN NEGARA | 63
1) Surat Keputusan Pengangkatan/pemberhentian sebagai calon pegawai negeri;
2) Surat Keputusan Pengangkatan/pemberhentian sebagai pegawai negeri;
3) Surat Keputusan Kenaikan/penurunan pangkat; 4) Surat Keputusan Kenaikan/penurunan gaji berkala;
5) Surat Keputusan Pengangkatan/pemberhentian dalam jabatan; 6) Surat Keputusan Mutasi Pindah ke Satker lain;
7) Perubahan data keluarga; 8) Data utang kepada negara;
9) Surat Keputusan pengenaan sanksi kepegawaian.
10) Surat Keterangan Kematian/Visum dari Camat atau Rumah Sakit 11) SK Pemberian Uang Duka Wafat/Tewas dari pejabat yang
berwenang d. daftar pembayaran
1) daftar pembayaran gaji
2) daftar pembayaran perhitungan lembur 3) daftar pembayaran uang makan
4) daftar pembayaran honorarium
e. Dokumen terkait pembayaran uang lembur 1) Surat Perintah Kerja Lembur;
2) Daftar Hadir Kerja selama 1 (satu) bulan; 3) Daftar Hadir Lembur
f. Surat tagihan penggunaan daya dan jasa 1) PLN
2) PDAM 3) PT Telkom
g. Dokumen terkait pembayaran pengadaan tanah :
1) Daftar nominatif penerima pembayaran uang ganti kerugian yang memuat paling sedikit nama masing-masing penerima, besaran uang dan nomor rekening masing-masing penerima;
2) foto copy bukti kepemilikan tanah; 3) bukti pembayaran/kuitansi;
SISTEM PENERIMAAN DAN PENGELUARAN NEGARA | 64
4) Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) tahun transaksi;
5) Pernyataan dari penjual bahwa tanah tersebut tidak dalam sengketa dan tidak sedang dalam agunan;
6) Pernyataan dari Pengadilan Negeri yang wilayah hukumnya meliputi lokasi tanah yang disengketakan bahwa Pengadilan Negeri tersebut dapat menerima uang penitipan ganti kerugian, dalam hal tanah sengketa;
7) Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan atau pejabat yang ditunjuk yang menyatakan bahwa rekening Pengadilan Negeri yang menampung uang titipan tersebut merupakan Rekening Pemerintah Lainnya, dalam hal tanah sengketa;
8) Berita acara pelepasan hak atas tanah atau penyerahan tanah; 9) SSP PPh final atas pelepasan hak;
10) Surat pelepasan hak adat (bila diperlukan). h. Dokumen terkait perjalanan dinas
1) Surat Keputusan;
2) Surat Tugas/Surat Perjalanan Dinas; 3) Daftar penerima pembayaran
4) Kuitansi pembayaran biaya perjalanan dinas
5) Dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan misalnya tiket angkutan, boarding pass, bukti pembayaran hotel/penginapan, dan sebagainya.
i. Dokumen terkait pengadaan barang/jasa 1) Bukti perjanjian/kontrak
Bukti perjanjian terdiri dari empat jenis yaitu :
a) Bukti pembelian, digunakan untuk Pengadaan Barang/Jasa yang nilainya sampai dengan Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah). b) Kuitansi, digunakan untuk Pengadaan Barang/Jasa yang nilainya
sampai dengan Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
c) Surat Perintah Kerja (SPK),digunakan untuk Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya sampai dengan Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan untuk Jasa
SISTEM PENERIMAAN DAN PENGELUARAN NEGARA | 65
Konsultansi dengan nilai sampai dengan Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
d) Surat perjanjian, digunakan untuk Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dengan nilai diatas Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan untuk Jasa Konsultansi dengan nilai diatas Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
2) Referensi Bank yang menunjukkan nama dan nomor rekening penyedia barang/jasa
3) Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan;
4) Berita Acara Serah Terima Pekerjaan/Barang;
5) Bukti penyelesaian pekerjaan lainnya sesuai ketentuan; 6) Berita Acara Pembayaran;
7) Kuitansi yang telah ditandatangani oleh penyedia barang/jasa dan PPK
8) Faktur pajak beserta Surat Setoran Pajak (SSP) yang telah ditandatangani oleh Wajib Pajak/Bendahara Pengeluaran;
9) Jaminan yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya sebagaimana dipersyaratkan dalam peraturan perundang-undangan mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah;
j. Setoran Surat Pajak (SSP)
Dokumen ini digunakan untuk memungut potongan pajak penghasilan (PPh) atas penghasilan maupun pembelian barang/jasa dan pajak pertambahan nilai (PPN) pembelian barang/jasa.
k. Surat Permintaan Pembayaran (SPP)
Surat Permintaan Pembayaran Surat Permintaan Pembayaran (SPP) adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, yang berisi permintaan pembayaran tagihan kepada negara.
1) Surat Permintaan Pembayaran Langsung (SPP-LS) adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, dalam rangka pembayaran tagihan kepada penerima hak/ Bendahara Pengeluaran.
2) Surat Permintaan Pembayaran Uang Persediaan (SPP-UP) adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, yang berisi permintaan pembayaran UP.
SISTEM PENERIMAAN DAN PENGELUARAN NEGARA | 66
3) Surat Permintaan Pembayaran Tambahan Uang Persediaan (SPP-TUP) adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, yang berisi permintaan pembayaran TUP.
4) Surat Permintaan Pembayaran Penggantian Uang Persediaan (SPP-GUP) adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, yang berisi pertanggungjawaban dan permintaan kembali pembayaran UP. 5) Surat Permintaan Pembayaran Penggantian Uang Persediaan Nihil
(SPP-GUP Nihil) adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, yang berisi pertanggungjawaban UP.
6) Surat Permintaan Pembayaran Pertanggungjawaban Tambahan Uang Persediaan (SPPPTUP) adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, yang berisi permintaan pertanggungjawaban atas TUP.
l. Surat Perintah Membayar
Surat Perintah Membayar (SPM) adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA.
1) Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS) adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA dalam rangka pembayaran tagihan kepada penerima hak/Bendahara Pengeluaran.
2) Surat Perintah Membayar Uang Persediaan (SPM-UP) adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM untuk mencairkan UP.
3) Surat Perintah Membayar Tambahan Uang Persediaan (SPM-TUP) adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM untuk mencairkan TUP.
4) Surat Perintah Membayar Penggantian Uang Persediaan (SPM-GUP) adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM dengan membebani DIPA, yang dananya dipergunakan untuk menggantikan UP yang telah dipakai.
5) Surat Perintah Membayar Penggantian Uang Persediaan Nihil (SPM-GUP Nihil) adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM sebagai pertanggungjawaban UP yang membebani DIPA.
6) Surat Perintah Membayar Pertanggungjawaban Tambahan Uang Persediaan (SPM-PTUP) adalah dokumen yang diterbitkan oleh
SISTEM PENERIMAAN DAN PENGELUARAN NEGARA | 67
PPSPM sebagai pertanggungjawaban atas TUP yang membebani DIPA.
m. Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) adalah surat perintah yang diterbitkan oleh KPPN selaku Kuasa BUN untuk pelaksanaan pengeluaran atas beban APBN berdasarkan SPM.
n. Arsip Data Komputer ( ADK) adalah arsip data dalam bentuk softcopy yang disimpan dalam media penyimpanan digital.