• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fakta Biologi

Dalam dokumen Katalog Dalam Terbitan (KDT) (Halaman 36-42)

Gambar 2.19

Contoh Eubacteria fotoautotrof, adalah

(a) Nostoc dan (b) Rivularia.

(a) (b)

Mudah dan Aktif Belajar Biologi untuk Kelas X 28

mirip dengan fragmentasi. Akan tetapi, terdapat sel yang bagian dindingnya menebal sehingga tampak lebih besar yang disebut heterokista. Bagian inilah yang nantinya melepaskan diri untuk menjadi individu baru. Contoh Cyanobacteria adalah Anabaena, Nostoc, Gleocapsa, Oscilatoria, dan Rivularia. Perhatikan Gambar 2.19.

b) Fotoheterotrof

Bakteri ini dapat menggunakan cahaya untuk menghasilkan ATP, namun harus mendapatkan sumber karbon dalam bentuk senyawa organik. Cara mendapatkan makanan seperti ini sangat jarang dan terbatas pada beberapa bakteri. Contohnya pada bakteri ungu nonsulfur (Rhodospirillum rubrum).

c) Eubacteria kemoautotrof

Bakteri ini mendapatkan karbon dari karbon dioksida (CO2). Sumber energi diperoleh dari hasil oksidasi senyawa anorganik. Banyak bakteri kelompok ini memengaruhi siklus nitrogen. Bakteri ini membantu pembentukan asam amino dan protein. Bakteri nitrifikasi membantu tanaman mengikat nitrat sebagai sumber nitrogen. Contoh bakteri ini adalah Nitrobacter dan Thiobacillus. Perhatikan Gambar 2.20.

d) Eubacteria kemoheterotrof

Pada umumnya, bakteri bersifat kemoheterotrof dan banyak yang berguna bagi kehidupan. Untuk memperoleh energi dan karbon, bakteri ini harus mengonsumsi molekul organik. Sebagian besar spesies dari bakteri ini merupakan dekomposer (pengurai). Enzim yang dikeluarkan akan memecah komponen organik, bahkan dapat menghasilkan sejenis pestisida di tanah, seperti yang dihasilkan oleh Pseudomonas. Manusia juga menggunakan Lactobacillus untuk membuat acar mentimun, keju, dan yoghurt.

Eschericia coli merupakan bakteri dalam usus, yang memproduksi vitamin K dan zat yang berguna dalam mencerna lemak. Aktivitasnya mencegah bakteri patogen untuk membentuk koloni dalam usus. 4) Klasifikasi Eubacteria

Eubacteria diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok. Menurut Campbell (1998: 511), Eubacteria dibagi menjadi lima kelompok. Lima kelompok tersebut, yaitu Proteobacteria, bakteri gram-positif, Cyanobacteria, Spirochetes, dan Chlamydias.

Gambar 2.20

Contoh Eubacteria kemoautotrof, adalah (a) Nitrobacter dan (b) Thiobacillus.

Sumber: www.genome.jgi-psf; www.web.mit.edu

(a) (b)

Kata Kunci

Dekomposer Heterokista

Virus dan Kingdom Monera 29 Perhatikanlah Gambar 2.21.

(1) Bakteri ungu

Bakteri ungu bersifat kemautotrof. Bakteri ini memiliki bakteriokloroplas yang berfungsi dalam fotosintesis. Pada umumnya, bakteri ini termasuk bakteri obligat anaerob, artinya bakteri ini hanya dapat tumbuh dan berkembang jika tidak ada oksigen. Contoh bakteri ungu adalah Chromatium.

(2) Proteobacteria kemoautotrof

Bakteri ini ada yang hidup bebas dan bersimbiosis. Beberapa di antaranya memengaruhi siklus nitrogen dalam sebuah ekosistem. Contohnya, Rhizobium yang hidup bersimbiosis pada akar tumbuhan. Dari simbiosis ini, tumbuhan akan mendapatkan nutrisi yang cukup dari hasil siklus nitrogen.

(3) Proteobacteria kemoheterotrof

Bakteri ini hidup di dalam organisme lain, contohnya di dalam usus hewan. Bakteri ini memiliki bentuk batang. Beberapa proteobacteria kemoheterotrof merupakan bakteri fakultatif anaerob (dapat hidup, baik tidak ada oksigen maupun ada oksigen). Bakteri ini ada yang berbahaya dan ada pula yang tidak berbahaya. Contoh bakteri yang berbahaya adalah Salmonella yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

Gambar 2.21

Contoh spesies dari kelompok Proteobacteria adalah (a) Chromatium, (b) Rhizobium, dan (c) Salmonella.

Sumber: www.bennttkids.homestead.com; www.cache.eib.com; wwwifsa.fr

(a) (b)

Mudah dan Aktif Belajar Biologi untuk Kelas X 30

tersusun atas protein dan senyawa polisakarida, yakni petidoglikan. Beberapa anggotanya dapat berfotosintesis dan sebagiannya lagi ada yang bersifat kemoheterotrof. Bakteri gram-positif memiliki endospora. Contoh speciesnya adalah Bacillus (Gambar 2.22) dan Vibrio cholerae.

c) Cyanobacteria

Bakteri ini memiliki ciri, yakni bersifat fotoautotrof (mampu menyintesis sumber makanannya melalui fotosintesis) karena anggota Cyanobacteria memiliki klorofil. Sebagian besar anggotanya hidup di air tawar. Selain di air tawar, Cyanobacteria juga ada yang hidup di air laut dan bersimbiosis dengan jamur. Ciri lainnya adalah dinding sel yang tersusun atas gelatin, tidak memiliki flagel, bergerak dengan meluncur, dan hidup berkoloni. Contohnya adalah Anabaena dan Gleocapsa (Gambar 2.23).

Gambar 2.24

Treponema pallidum merupakan

contoh spesies dari kelompok spirochetes.

Sumber: www.uveitis.org

Gambar 2.22

Bacillus merupakan contoh spesies

bakteri gram-positif.

Sumber: www.vietsciences.free.fr

Gambar 2.23

(a) Anabaena dan (b) Gleocapsa memiliki klorofil untuk berfotosintesis.

d) Spirochetes

Bakteri Spirochetes memiliki bentuk sel heliks dan memiliki panjang sampai 0,25 mm. Bakteri ini memiliki flagela internal berbentuk filamen yang berfungsi sebagai alat gerak. Spirochetes bersifat kemoheterotrof. Spirochetes ada yang hidup bebas dan ada pula yang bersifat patogen (menyebabkan penyakit). Contoh Spirochetes, adalah Treponema pallidum (Gambar 2.24).

Sumber: www.eebweb.arizona.edu

Kata Kunci

Flagel Fotoautotrof Kemoheterotrof (b) (a)

Virus dan Kingdom Monera 31

2. Peranan Kingdom Monera bagi Kehidupan

Manusia telah menganggap bahwa sebagian besar bakteri bersifat merugikan. Hal tersebut tidaklah sepenuhnya benar karena sebenarnya banyak bakteri yang menguntungkan. Beberapa jenis bakteri ada yang berperan sebagai penghasil antibiotik, vitamin, bahan-bahan kimia, sampai penghasil biosida.

Sementara itu, bakteri yang merugikan umumnya menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Agar Anda mengetahui lebih jelas mengenai peranan bakteri, pelajarilah uraian berikut.

a. Bakteri yang Menguntungkan Manusia

Peran bakteri dalam kehidupan manusia sangat besar, baik akibat zat yang dihasilkannya maupun akibat dari aktivitasnya. Contoh peran bakteri yang menguntungkan adalah sebagai berikut.

1) Pengikat nitrogen bebas

Pada jenis tanaman polong (Leguminaceae), terdapat bintil-bintil pada akarnya (Gambar 2.26). Bintil-bintil akar tersebut mengandung bakteri Rhizobium yang dapat mengikat atau memfiksasi nitrogen bebas dari udara menjadi nitrat (NO3). Akibatnya, nitrogen bebas (N2) yang semula tidak dapat diserap dan tumbuhan secara langsung menjadi dapat dimanfaatkan. Bakteri lain yang dapat mengikat nitrogen dari udara bebas adalah Clostridium, Azotobacter, dan Rhodospirillum.

2) Penghasil antibiotik

Antibiotik adalah senyawa yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang mampu menghambat pertumbuhan bahkan mematikan mikroorganisme lain. Senyawa ini banyak digunakan di bidang kesehatan. Jenis-jenis bakteri yang mampu menghasilkan antibiotik, antara lain Streptomyces venezuele menghasilkan kloromisin dan kloramfenicol, Streptomyces griceus menghasilkan streptomisin, dan Streptomyces aureofaciens menghasilkan aureomisin.

Gambar 2.26

Bintil akar yang mengandung

Rhizobium.

Gambar 2.25

Chlamydias trachomatis merupakan

contoh spesies dari kelompok Chlamydias.

penyakit. Contohnya adalah Chlamydias trachomatis (Gambar 2.25).

Sumber: www.uveitis.org

Sumber: www.uveitis.org

Kata Kunci

Antibiotik Parasit

Mudah dan Aktif Belajar Biologi untuk Kelas X 32

pestisida yang dihasilkan oleh makhluk hidup, bukan buatan pabrik (sintetik). Biosida ini jauh lebih aman dibandingkan pestisida karena tidak membahayakan makhluk hidup lain dan tidak mencemari lingkungan. Contoh bakteri yang dikenal sebagai penghasil biosida adalah Bacillus thuringiensis. Bakteri ini sangat efektif dalam menanggulangi berbagai hama, misalnya hama ulat kubis atau Plutella xylostela.

4) Pembusuk

Dunia ini mungkin akan penuh dengan sampah-sampah organik jika tidak ada bakteri pembusuk atau pengurai. Adanya bakteri pembusuk, sampah-sampah organik akan diuraikan menjadi unsur-unsur hara yang bermanfaat untuk organisme lain. Di dalam saluran pencernaan pada manusia dan beberapa Mamalia lain, terdapat bakteri E. coli yang berperan dalam pembusukan sisa-sisa makanan. Selain itu, bakteri ini membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk pembekuan darah.

5) Perintis vegetasi di suatu ekosistem

Contoh bakteri yang berperan sebagai vegetasi perintis adalah Cyanobacteria. Cyanobacteria sangat bermanfaat bagi manusia. Hampir tidak ada satu spesies pun yang merugikan. Cyanobacteria merupakan kelompok perintis vegetasi. Jika pada suatu daerah tidak ada makhluk hidup yang tinggal, kelompok ini mampu mengawalinya sebagai tempat tumbuh. Hal ini karena Cyanobacteria memiliki daya toleransi yang tinggi terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan.

Di dalam ekosistem, Cyanobacteria bertindak sebagai produsen dan menjadi bahan makanan bagi ikan dan udang kecil. Cyanobacteria pun dapat dijadikan sebagai sumber bahan pangan. Contoh dari Cyanobacteria adalah Spirulina yang dapat dijadikan sumber makanan alternatif karena mengandung protein yang cukup tinggi. Selain itu, Cyanobacteria juga dapat menyuburkan tanah pertanian.

Cyanobacteria bersel tunggal spesies Anabaena azollae dapat bersimbiosis dengan paku air jenis Azolla pinnata (Gambar 2.27). Anabaena dapat mengikat nitrogen bebas dari udara. Dengan demikian, perairan yang mengandung Azolla pinnata akan cukup mengandung nitrogen yang dapat digunakan oleh tumbuhan lain untuk pertumbuhannya.

Salah satu cara pengawetan bahan makanan adalah dengan

pengeringan dan pengasinan. Mengapa bakteri pembusuk makanan tidak dapat tumbuh dengan baik pada bahan makanan yang kering atau terlalu manis?

Logika Biologi

Gambar 2.27

(a) Anabaena azollae dapat bersimbiosis dengan (b) Azolla pinnata.

Sumber: www.gvcocks.homeip.net; www.waynesword.palomar.edu

(a) (b)

b. Bakteri yang Merugikan Manusia

Tidak semua bakteri menguntungkan manusia. Beberapa di antaranya merugikan manusia, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Bakteri yang menyebabkan penyakit tuberkulosis adalah contoh bakteri

Virus dan Kingdom Monera 33 1) Bakteri penyebab penyakit

Bakteri penyebab penyakit dinamakan bakteri patogen. Adapun bakteri yang tidak menyebabkan penyakit dinamakan bakteri apatogen. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga menyerang hewan dan tumbuhan. Contoh bakteri yang dapat menyebabkan penyakit adalah Vibrio cholerae (penyakit kolera) dan Mycobacterium tuberculosis (penyakit TBC).

2) Bakteri pembusuk bahan makanan

Bakteri pembusuk adalah bakteri-bakteri yang dapat membusukkan bahan makanan. Akibat aktivitas kelompok bakteri ini, bahan makanan menjadi tidak tahan lama dan mutu makanan menurun sehingga merugikan industri makanan. Ciri makanan yang telah dibusukkan bakteri adalah ditemukannya lendir pada makanan tersebut. Contoh bakteri yang dapat membusukkan makanan adalah Pseudomonas cocovenenans dan Clostridium botulinum (Gambar 2.28). Kedua bakteri ini menghasilkan racun yang dapat mematikan manusia. Pseudomonas cocovenenans menghasilkan racun asam bongkrek pada tempe bongkrek dan Clostridium botulinum menghasilkan racun botulinin pada makanan kaleng.

Kata Kunci

Apatogen Patogen

Gambar 2.28

Clostridium botulinum merupakan

contoh bakteri yang dapat membusukkan makanan.

Dalam dokumen Katalog Dalam Terbitan (KDT) (Halaman 36-42)