• Lisis • Profage 1 2 3 4 5 6 7 8
Sumber: Biology Concepts & Connections, 2006
Virus dan Kingdom Monera 21 organisme lainnya. Organisme yang diserang meliputi hewan, manusia,
tumbuhan, dan mikroorganisme. Dalam kehidupan ini, virus memiliki peran yang menguntungkan dan merugikan. Perhatikan uraian berikut agar Anda semakin mengerti.
a. Peran Virus yang Menguntungkan
Virus yang menguntungkan dimanfaatkan oleh manusia dalam dunia kedokteran. Contohnya, digunakan dalam pembuatan vaksin. Vaksin merupakan bahan yang dapat menimbulkan reaksi imun (kekebalan) pada organisme yang disuntikkan vaksin. Vaksin dapat berupa virus yang dilemahkan atau bagian dari virus tersebut. Contohnya, vaksin polio. Vaksinasi ini berfungsi mencegah penyakit polio, yakni suatu kelainan pada tulang yang dapat menyebabkan kelumpuhan.
b. Peran Virus yang Merugikan
Virus yang merugikan ini umumnya menyebabkan berbagai macam penyakit pada organisme lain. Virus ini menyerang manusia, hewan, dan tumbuhan. 1) Virus yang Menyerang Manusia
Virus yang menyerang manusia biasanya menyebabkan penyakit. Contohnya, HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyebabkan AIDS; virus H5N1 penyebab flu burung; virus ebola yang menyebabkan penyakit ebola; virus hepatitis yang menyebabkan penyakit hati atau hepatitis; dan virus influenza. Perhatikan Gambar 2.7.
2) Virus yang Menyerang Hewan
Contoh penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus adalah rabies yang disebabkan rhabdovirus (Gambar 2.8). Virus rabies pada hewan ditunjukkan dengan gejala hewan menjadi agresif, gelisah, dan hilang kontrol. Hewan yang biasa diserang oleh virus ini adalah kucing, anjing, dan monyet. Hewan yang terjangkit, jika menggigit manusia dapat menularkan penyakit rabies pada manusia. Contoh lainnya adalah penyakit tetelo pada ayam yang disebut juga New Castle Disease (NCD). Gejalanya adalah mencret pada ayam.
3) Virus yang Menyerang Tumbuhan
Contoh virus yang menyerang tumbuhan adalah virus tungro. Virus ini menyerang tanaman padi. Padi ini diserang oleh virus yang menyebabkan padi menjadi kerdil. Contoh lainnya adalah virus mosaik atau Tobacco mosaic virus (TMV) yang menyebabkan penyakit mosaik pada daun tembakau (Gambar 2.9).
Gambar 2.8
Virus rabies ini biasanya menyerang anjing, kucing, dan monyet.
(a) (b)
Gambar 2.7
Contoh virus yang menyerang manusia, yaitu:
(a) virus influenza dan (b) virus ebola.
Sumber: Biology Concepts & Connections, 2006
• Vaksin
Sekilas
Biologi
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Belanda, virus flu burung (H5N1) diduga disebarkan oleh kucing. Hal ini diperkuat oleh pernyataan seorang pakar Virologi, Profesor John Oxford dari Inggris. Dia mengatakan bahwa besar kemungkinan kucing berperan dalam penyebaran virus flu burung dari satu peternakan ke peternakan lainnya
Sumber: www.republika.co.id, 6 September
2004
Mudah dan Aktif Belajar Biologi untuk Kelas X 22
Sumber: Biology Concepts & Connections, 2006
Gambar 2.9
(a) Virus mosaik yang menyerang daun tembakau. (b) Pada daun tembakau yang terserang virus ini tampak bercak-bercak.
1. Mengapa virus mirip makhluk hidup? Jelaskan. 2. Tuliskan empat dasar bentuk tubuh virus.
3. Jelaskan perbedaan antara siklus litik dan siklus lisogenik.
4. Tuliskan beberapa manfaat virus yang menguntungkan bagi manusia.
Kerjakanlah di dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Subbab A
B. Kingdom Monera
Kata monera berasal dari bahasa Yunani, yakni moneres yang memiliki arti tunggal. Hal tersebut sesuai dengan jumlah sel anggota Monera, yakni bersel tunggal. Struktur sel Monera masih sederhana. Inti selnya belum memiliki membran inti (karioteka) sehingga Monera digolongkan sebagai prokariot. Dengan demikian, anggota dari kingdom Monera termasuk kelompok organisme prokariot bersel tunggal (uniselular). Anggota kingdom Monera kita kenal sebagai bakteri. Anggota kingdom ini menempati berbagai habitat bahkan habitat ekstrim yang tidak dapat dihuni makhluk hidup lain. Cabang Biologi mengenai bakteri disebut Bakteriologi.
1. Pengelompokan Kingdom Monera
Kingdom Monera dikelompokan menjadi dua kelompok, yakni Archaebacteria dan Eubacteria. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut.
Kata Kunci
• Archaebacteria • Eubacteria • Karioteka
Habitat Contoh Spesies 1.
2.
No Kelompok
Sedimen danau, rawa, dan usus hewan Perairan dengan salinitas (kadar garam) tinggi Tanah asam dan sumber air panas
Sedimen danau, danau, dan lumpur
Tabel 2.1 Pengelompokan Kingdom Monera
Archaebacteria a. Metanogenik b. Halofilik c. Termofilik Eubacteria a. Proteobacteria 1) Bakteri ungu (purple bacteria) Methanobacterium Halobacterium Sulfobolus dan Thermoplasma Chromatium
Virus dan Kingdom Monera 23
a. Archaebacteria
Kelompok bakteri ini merupakan bakteri purba dan hidup di tempat-tempat yang ekstrim. Berdasarkan tempat-tempat hidupnya, kelompok Archaebacteria dibagi menjadi tiga kelompok, yakni bakteri metanogenik, bakteri halofilik, dan bakteri termofilik.
Bakteri metanogenik bersifat anaerobik dan kemoautotrof. Bakteri
metanogenik memiliki metabolisme yang unik, yakni menggunakan H2
dan CO2 untuk membentuk metana (CH4). Bakteri ini akan mati apabila di sekitarnya terdapat oksigen. Oleh karena itu, bakteri ini hidup di tempat-tempat yang mengandung sangat sedikit oksigen, contohnya di rawa-rawa dan tumpukan sampah.
Bakteri halofilik diberi nama berdasarkan habitatnya. Halofilik berasal dari kata Yunani, halo yang artinya garam, dan philos yang artinya suka. Bakteri halofilik hidup di tempat yang memiliki salinitas (kadar garam) tinggi, seperti di Great Salt Lake, Amerika Serikat (Gambar 2.10b).
Bakteri termofilik hidup di tempat yang bersuhu tinggi. Kondisi optimal bagi Archaebacteria ini berkisar antara 60°C hingga 80°C. Contoh dari bakteri termofilik ini adalah Sulfolobus. Sulfolobus hidup pada kolam geiser yang mengandung sulfur di kawah-kawah gunung, seperti di Taman Nasional Yellowstone, Amerika. Bakteri ini mendapatkan energi dengan mengoksidasi sulfur. Aktivitas dari bakteri termofilik dapat menyebabkan warna hijau pada kolam geiser. Perhatikan Gambar 2.11.
b. Eubacteria
Kata eu pada Eubacteria memiliki arti khas. Eubacteria merupakan bakteri yang lebih umum dikenal daripada bakteri Archaebacteria. Eubacteria merupakan bakteri sebenarnya. Berikut akan dijelaskan ciri, struktur, perkembangbiakan, serta klasifikasi Eubacteria.
Sumber: Biology: Concepts &
Connections, 2006
Gambar 2.11
Habitat koloni Archaebacteria termofilik pada sebuah geiser.
Gambar 2.10
(a) Salah satu contoh koloni Archaebacteria metanogenik, adalah Metanosarcina.
(b) Habitat koloni Archaebacteria halofilik di danau Great Salt, Amerika Serikat.
Sumber: Biology: The Unity and Diversity of Life, 1995
Kata Kunci
• Halofilik • Metanogenik • Termofilik
Sumber: Biology, 1998
b. Bakteri gram positif c. Cyanobacteria d. Spirochetes e. Chlamydias
Parasit pada organ Danau, laut, sungai Perairan
Parasit pada organisme lain Bacillus Anabaena Treponema pallidum dan Leptospiru Chlamydia (a) (b)
Mudah dan Aktif Belajar Biologi untuk Kelas X 24
jenis bakteri ada yang memiliki pigmen serupa dengan klorofil. Inti sel bakteri tidak memiliki membran inti. Bakteri hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop karena ukuran tubuhnya hanya beberapa
mikrometer (μm). Umumnya, panjang bakteri antara 1μm–10μm dan
lebarnya antara 0,7μm–1,5μm.
Bagaimanakah struktur bakteri? Pada setiap sel bakteri, terdapat tiga komponen, yakni dinding sel, membran plasma, dan sitoplasma. Dinding sel bakteri relatif kaku sehingga dapat memberi bentuk pada sel bakteri. Dinding sel ini menjaga bakteri dari kemungkinan pecah atau mengerut akibat perubahan tekanan osmotik lingkungan. Umumnya, dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan, yakni suatu molekul yang mengandung rangkaian disakarida dan ikatan peptida.
Gambar 2.12
Struktur bakteri sangat sederhana, semua aktivitas kehidupannya dilaksanakan hanya dengan satu sel saja.
Membran plasma atau plasmalema pada bakteri merupakan lapisan hialin yang tersusun atas lipoprotein. Membran plasma terletak di bagian dalam dinding sel. Membran ini merupakan pintu keluar dan masuknya zat-zat di dalam sel, seperti glukosa, asam amino, dan zat-zat metabolik lainnya yang merupakan komponen sitoplasma. Di dalam sitoplasma, terdapat inti prokariot yang merupakan pusat pengatur aktivitas sel bakteri. Di dalam sitoplasma, juga terdapat ribosom, sitosol, dan terkadang plasmid. Berdasarkan bentuk tubuhnya, bakteri dikelompokkan menjadi tiga macam. Ketiga golongan bakteri tersebut adalah bakteri coccus (bulat), bacillus (batang), dan spirillum (spiral).
Kromosom Sitoplasma Butir glikogen Ribosom Struktur flagela Struktur dinding sel Membran luar Peptidoglikan Membran plasma Dinding sel Membran sel
Sumber: Science Technology Encyclopedia, 1998
Flagela
Kata Kunci
• Plasmalema • Peptidoglikan
Sumber: Biology Concepts & Connections, 2006
Gambar 2.13
Bentuk tubuh bakteri meliputi, (a) coccus, (b) bacillus, dan (c) sprillum
Virus dan Kingdom Monera 25 spirillium
Sumber: Heath Biology, 1985
Bacillus Diplobacillus Streptobacillus
Sumber: Heath Biology, 1985 untaian membentuk rantai (streptococcus), dan tersusun seperti buah anggur (staphylococcus) (Gambar 2.14).
b) Berbentuk bacillus
Bakteri bacillus memiliki bentuk yang beragam. Ada yang tersusun tunggal atau satu (monobacillus), ada yang tersusun berpasangan atau dua (diplobacillus), dan ada juga yang menyerupai untaian rantai (streptobacillus) (Gambar 2.15)
Gambar 2.15
Berbagai bentuk bakteri bacillus
Gambar 2.16
Contoh bakteri bentuk spirillium Monococcus Diplococcus Streptococcus Staphylococcus
Sumber: Heath Biology, 1985
Gambar 2.14
Berbagai bentuk bakteri coccus
c) Berbentuk spirillum (spiral)
Bakteri spirillum ada yang berbentuk koma, spiral, dan spiroseta (spirochete). Bentuk spiroseta mirip dengan bentuk spiral, hanya lebih berkelok dengan ujung yang lebih runcing. Contoh bakteri berbentuk spirillum, Vibrio comma (bentuk koma), Spirillum sp. (bentuk spiral), dan Spirochaeta palida (bentuk spiroseta).
Agar Anda lebih memahami struktur dan bentuk-bentuk bakteri, lakukanlah aktivitas berikut.
Bentuk Tubuh Bakteri Tujuan
Mengamati bentuk-bentuk bakteri Alat dan Bahan
1. Tusuk gigi 4. Minyak imersi
2. Kaca objek 5. Pembakar spiritus 3. Methylene blue (metilen biru) 6. Mikroskop Langkah Kerja
1. Ambillah kotoran gigimu dengan tusuk gigi.
2. Oleskan pada kaca objek bagian atas yang terdapat air dan panaskan di atas nyala api. Ingat, saat dipanaskan jangan terlalu lama, cukup sebentar saja. 3. Setelah dingin, teteskan metilen biru pada kaca objek tersebut lalu bilas dengan
air mengalir. Keringkan secara hati-hati dengan menggunakan kertas tissue. 4. Tetesi minyak imersi pada kaca objek tersebut untuk memperjelas objek saat
diamati menggunakan mikroskop.