Faktor-faktor yang mempengaruhi citra Wisata Agro tambi diuji dengan menggunakan sofware SPSS 16 dan Uji Statistik Analisis Regresi Linear Berganda. Pengujian dilakukan dengan memasukkan variabel pengaruh (jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, motivasi, peran sebagai informator, dan peran sebagai fasilitator) dan variabel terpengaruh citra Wisata Agro Tambi. Sebelum melakukan pengujian nilai yang dimiliki oleh masing- masing variabel telah distandarisasi. Adapun hasil dari dari uji regresi linear berganda menghasilkan persamaan sebagai berikut:
Persamaan 1 : Pengaruh karakteristik pengunjung, peranan public relation
terhadap pembentukan citra Wisata Ago Tambi Keterangan:
Y : Citra Wisata Ago Tambi X1 : Jenis kelamin
X2 : Usia
X3 : Tingkat pendidikan X4 : Tingkat pendapatan X5 : Motivasi
X6 : Peranan PR sebagai informator X7 : Peranan PR sebagai fasilitator X8 : Peranan PR sebagai pelayanan
Persamaan tersebut dapat dijelaskan dengan contoh, misalnya Y sebagai citra Wisata Agro Tambi saat ini, dan X2 sebagai usia rata-rata pengunjung Wisata Agro Tambi. Persamaan tersebut menghasilkan pernyataan bahwa setiap kenaikan usia rata-rata pengunjung sebanyak satu-satuan, maka akan meningkatkan citra Wisata Agro Tambi saat ini sebanyak 0.209 dikalikan dengan usia pengunjung saat itu. Hal ini terjadi ketika kondisi variabel lainnya tidak berubah.
Nilai konstanta pada uji regresi penelitian ini adalah -3.451e-16. Artinya, apabila nilai dari karakteristik pengunjung dan peranan PR adalah 0, maka nilai Citra Wisata Ago Tambi sebesar -3.451e-16. Kosntanta negatif dapat diartikan bahwa apabila PR tidak melakukan peranannya maka citra Wisata Agro Tambi adalah negatif. Berdasarkan pada hasil yang diperoleh pada uji regresi linear berganda maka akan diperoleh nilai signifikansi dari pengaruh variabel pengaruh terhadap variabel terpengaruh. Adapun nilai dari signifikansi masing variabel pengaruh terhadap variabel terpengaruh dapat dilihat pada Tabel 14.
Y = (-3.451e-16) – 0.409 X1+ 0.209 X2 – 0.021 X3 + 0.106 X4 + 0.233 X5 + 0.333 X6 + 0.285 X7 + 0.105 X8
Tabel 14 Nilai koofisien dan signifikansi berdasarkan Uji Regresi Linear Berganda variabel karakteristik pengunjung dan peranan PR terhadap variabel citra Wisata Agro Tambi
Variabel T Sig. Coleniarity Statistic
Tolerance VIF Jenis Kelamin (X1) -2.690 0.011 0.742 1.349 Usia (X2) 1.460 0.170 0.772 1.295 Tingkat Pendidikan (X3) -0.155 0.878 0.898 1.113 Tingkat Pendapatan (X4) 0.717 0.479 0.786 1.273 Motivasi (X5) 1.546 0.132 0.755 1.325 Informator (X6) 2.136 0.041 0.705 1.418 Fasilitator (X7) 2.961 0.059 0.809 1.236 Pelayanan (X8) 0.670 0.508 0.692 1.445
Nilai Coleniarity Statistic digunakan untuk Uji Multikoleniaritas, yakni uji yang dilakukan untuk melihat kemungkinan terjadinya multikoleniaritas pada data yang diuji. Multikoleniaritas adalah terjadinya korelasi antar variabel yang sangat tinggi atau sangat rendah tidak diperbolehkan antar variabel bebas. Nilai dari multikoleniaritas adalah nilai toleransi > 0.1 dan nilai VIF <10. Berdasarkan data pada Tabel 14, maka dapat dilihat bahwa tidak terjadi multikoleniaritas pada data yang diuji. Selain nilai koofisiensi dan signifikansi, dalam uji ini juga dapat dilihat arah pengaruh dari karakteristik pengunjung dan peranan PR.
Tabel 15 Intrepertasi pengaruh dan arah pengaruh karakteristik pengunjung dan peran PR dalam menjaga Citra Wisata Agro Tambi
Variabel Pengaruh Arah Pengaruh
Jenis Kelamin (X1) Signifikan Negatif
Usia (X2) Tidak signifikan Positif
Tingkat Pendidikan (X3) Tidak signifikan Negatif Tingkat Pendapatan (X4) Tidak signifikan Positif
Motivasi (X5) Tidak signifikan Positif
Informator (X6) Signifikan Positif
Fasilitator (X7) Tidak signifikan Positif Pelayanan (X8) Tidak signifikan Positif Pengujian Hipotesis
Jenis Kelamin
Pengujian terhadap variabel jenis kelamin dilakukan secara bersama-sama dengan variabel lainnya menggunakan Uji Regresi Linear Berganda. Uji hipotesis pada variabel jenis kelamin dalam membentuk Citra Wisata Agro Tambi dapat dituliskan sebagai berikut:
Hipotesis Uji : Karakteristik pengunjung dan peranan PR mempengaruhi pembentukan Citra Wisata Agro Tambi
H0 = Jenis Kelamin tidak mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi
H1 = Jenis Kelamin mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi Berdasarkan nilai signifikansi dapat dilihat pengaruh dari varabel jenis kelamin terhadap pembentukan citra Wisata Agro Tambi. Analisis hasil uji dapat dilihat dengan berdasarkan pada nilai signifikansi, yakni apabila nilai signifikansi > dari 0.05 maka akan menerima H0 sedangkan apabila nilai signifikansi < 0.05 maka menolak H0. Artinya H1 diterima. Hasil uji regresi linear berganda pada Tabel 14 memperlihatkan bahwa nilai signifikansi variabel Jenis Kelamin adalah 0.011. Oleh karena nilai signifikansi 0.011 < 0.05, maka hipotesis uji menolak H0, sehingga variabel jenis kelamin pada karakteristik pengunjung mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi. Jenis kelamin pengunjung, baik perempuan maupun laki-laki akan mempengaruhi citra Wisata Agro Tambi.
Meskipun nilai signifikansi menyatakan memiliki pengaruh yang signifikan, akan tetapi berdasarkan pada interpretasi arah pengaruh pada Tabel 15 jenis kelamin memiliki arah pengaruh yang negatif. Artinya, pengunjung perempuan memberi nilai negatif terhadap citra Wisata Agro Tambi, karena rata- rata responden perempuan tidak menginap di lokasi penelitian. Dari berbagai penilaian terhadap citra Wisata Agro hanya sedikit informasi, fasilitas, dan pelayanan yang diterima oleh pengunjung perempuan, sehingga hal tersebut mempengaruhi penilaian yang diberikan oleh pengunjung perempuan.
Usia
Pengujian terhadap usia responden dilakukan secara bersama-sama dengan variabel lainnya menggunakan Uji Regresi Linear Berganda. Uji hipotesis pada variabel usia dalam membentuk Citra Wisata Agro Tambi dapat dituliskan sebagai berikut:
H0 = Usia tidak mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi H1 = Usia mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi
Berdasarkan nilai signifikansi dapat dilihat pengaruh dari varabel usia terhadap pembentukan citra Wisata Agro Tambi. Analisis hasil uji dapat dilihat dengan berdasarkan pada nilai signifikansi, yakni apabila nilai signifikansi > dari 0.05 maka akan menerima H0 sedangkan apabila nilai signifikansi < 0.05 maka menolak H0. Artinya H1 diterima. Hasil uji regresi linear berganda pada Tabel 14 memperlihatkan bahwa nilai signifikansi variabel usia adalah 0.170. Oleh karena nilai signifikansi 0.170 > 0.05, maka hipotesis uji menerima H0, sehingga variabel usia pada karakteristik pengunjung tidak mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi. Artinya, berapapun usia yang dimiliki oleh pengunjung Wisata Agro Tambi, tidak akan mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi. Hal ini terjadi karena semua usia dapat memberikan penilaian positif terhadap wisata ini tanpa ada pembatasan usia tertentu.
Nilai signifikansi usia tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan citra Wisata Agro Tambi, akan tetapi berdasarkan pada interpretasi
arah pengaruh pada Tabel 15 usia memiliki arah pengaruh yang positif. Artinya semakin tinggi usia responden akan semakin positif kesan dan penilaian terhadap Wisata Agro Tambi, sehingga semakin tinggi usia pengunjung akan membentuk citra yang semakin positif. Hal ini terjadi karena Wisata Agro Tambi merupakan tempat yang cocok untuk beristirahat. Sebagian responden berusia tua telah melakukan kunjungan berkali-kali ke tempat wisata ini dan menyatakan bahwa Wisata Agro Tambi memiliki kualitas yang semakin baik. (Lihat lampiran 6)
“Saya sudah tiga kali kesini. Pertama kali pas saya masih umur 30an lah. Sekarang saya udah 60 tahun. Ya, banyak sekali yang membuat saya terkesan dari kunjungan ke kunjungan. Kualitasnya
semakin bagus.” (KW,60 tahun)
Tingkat Pendidikan
Pengujian terhadap tingkat pendidikan dilakukan secara bersama-sama dengan variabel lainnya menggunakan Uji Regresi Linear Berganda. Uji hipotesis pada variabel tingkat pendidikan dalam membentuk Citra Wisata Agro Tambi dapat dituliskan sebagai berikut:
H0 = Tingkat pendidikan tidak mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi
H1 = Tingkat pendidikan mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi
Berdasarkan nilai signifikansi dapat dilihat pengaruh dari varabel tingkat pendidikan terhadap pembentukan citra Wisata Agro Tambi. Analisis hasil uji dapat dilihat dengan berdasarkan pada nilai signifikansi, yakni apabila nilai signifikansi > dari 0.05 maka akan menerima H0 sedangkan apabila nilai signifikansi < 0.05 maka menolak H0. Artinya H1 diterima. Hasil uji regresi linear berganda pada Tabel 14 memperlihatkan bahwa nilai signifikansi variabel tingkat pendidikan adalah 0.878. Oleh karena nilai signifikansi 0.878 > 0.05, maka hipotesis uji menerima H0, sehingga variabel tingkat pendidikan pada karakteristik pengunjung tidak mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi. Tingkat pendidikan responden baik rendah, sedang, atau tinggi memiliki penilaian yang sama terhadap citra Wisata Agro Tambi.
Selain memiliki nilai signifikansi yang tidak signifikan mempengaruhi, variabel tingkat pendidikan juga memiliki arah pengaruh yang negatif. Artinya, semakin tinggi tingkat pendidikan maka akan semakin negatif kesan dan pandangan mereka terhadap Wisata Agro Tambi. Hal ini terjadi karena rata-rata pengunjung dengan tingkat pendidikan tinggi telah melakukan perjalanan lebih dari satu wisata, sehingga mereka memiliki perbandingan kualitas Wisata Agro Tambi dengan wisata lainnya.
Tingkat Pendapatan
Pengujian terhadap tingkat pendapatan dilakukan secara bersama-sama dengan variabel lainnya menggunakan Uji Regresi Linear Berganda. Uji hipotesis pada variabel tingkat pendapatan dalam membentuk Citra Wisata Agro Tambi dapat dituliskan sebagai berikut:
H0 = Tingkat pendapatan tidak mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi
H1 = Tingkat pendapatan mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi
Berdasarkan nilai signifikansi dapat dilihat pengaruh dari varabel tingkat pendapatan terhadap pembentukan citra Wisata Agro Tambi. Analisis hasil uji dapat dilihat dengan berdasarkan pada nilai signifikansi, yakni apabila nilai signifikansi > dari 0.05 maka akan menerima H0 sedangkan apabila nilai signifikansi < 0.05 maka menolak H0. Artinya H1 diterima. Hasil uji regresi linear berganda pada Tabel 14 memperlihatkan bahwa nilai signifikansi variabel tingkat pendapatan adalah 0.479. Oleh karena nilai signifikansi 0.479 > 0.05, maka hipotesis uji menerima H0, sehingga variabel tingkat pendapatan pada karakteristik pengunjung tidak mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi.
Meskipun nilai signifikansi menyatakan memiliki pengaruh yang tidak signifikan, akan tetapi berdasarkan pada interpretasi arah pengaruh pada Tabel 15 jenis kelamin memiliki arah pengaruh yang positif. Hal ini dapat diartikan bahwa, meskipun tidak signifikan mempengaruhi, tetapi semakin tinggi tingkat pendapatan pengunjung maka akan semakin positif pembentukan citra Wisata Agro Tambi.
Motivasi Berkunjung
Pengujian terhadap motivasi berkunjung dilakukan secara bersama-sama dengan variabel lainnya menggunakan Uji Regresi Linear Berganda. Uji hipotesis pada variabel motivasi dalam membentuk Citra Wisata Agro Tambi dapat dituliskan sebagai berikut:
H0 = Motivasi berkunjung tidak mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi
H1 = Motivasi berkunjung mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi
Berdasarkan nilai signifikansi dapat dilihat pengaruh dari varabel motivasi terhadap pembentukan citra Wisata Agro Tambi. Analisis hasil uji dapat dilihat dengan berdasarkan pada nilai signifikansi, yakni apabila nilai signifikansi > dari 0.05 maka akan menerima H0 sedangkan apabila nilai signifikansi < 0.05 maka menolak H0. Artinya H1 diterima. Hasil uji regresi linear berganda pada Tabel 14 memperlihatkan bahwa nilai signifikansi variabel motivasi adalah 0.132. Oleh
karena nilai signifikansi 0.132 > 0.05, maka hipotesis uji menerima H0, sehingga variabel motivasi berkunjung pada karakteristik pengunjung tidak mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi.
Meskipun nilai signifikansi menyatakan memiliki pengaruh yang tidak signifikan, akan tetapi berdasarkan pada interpretasi arah pengaruh pada Tabel 15 motivasi memiliki arah pengaruh yang positif. Hal ini dapat diartikan bahwa, semakin tinggi atau semakin banyak motivasi berkunjung responden maka akan semakin tinggi penilaian terhadap pembentukan citra Wisata Agro Tambi.
Peranan PR sebagai Informator
Pengujian terhadap peranan PR sebagai informator dilakukan secara bersama-sama dengan variabel lainnya menggunakan Uji Regresi Linear Berganda. Uji hipotesis pada variabel peranan PR sebagai informator dalam membentuk Citra Wisata Agro Tambi dapat dituliskan sebagai berikut:
H0 = Peranan PR sebagai informatortidak mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi
H1 = Peranan PR sebagai informator mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi
Berdasarkan nilai signifikansi dapat dilihat pengaruh dari varabel peranan PR sebagai informator terhadap pembentukan citra Wisata Agro Tambi. Analisis hasil uji dapat dilihat dengan berdasarkan pada nilai signifikansi, yakni apabila nilai signifikansi > dari 0.05 maka akan menerima H0 sedangkan apabila nilai signifikansi < 0.05 maka menolak H0. Artinya H1 diterima. Hasil uji regresi linear berganda pada Tabel 14 memperlihatkan bahwa nilai signifikansi variabel peranan PR sebagai informator adalah 0.041. Oleh karena nilai signifikansi 0.041 < 0.05, maka hipotesis uji menolak H0, sehingga variabel peranan PR sebagai informator mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi. Hal ini terjadi karena informasi yang diberikan dan didapatkan dari PR Wisata Agro tambi merupakan hal berarti untuk responden. Informasi yang banyak diperlukan oleh responden adalah mengenai keberadan homestay, informasi mengenai paket wisata, dan proses pemetikan teh serta proses pembuatan teh. Banyaknya informasi yang dapat diperoleh dari PR Wisata Agro Tambi memberikan kesan positif dari pengunjung terhadap Wisata Agro Tambi.
Arah pengaruh dari peranan PR sebagai informator adalah positif. Hal ini berarti semakin tinggi peran PR sebagai informator maka akan semakin tinggi citra Wisata Agro Tambi.
Peranan PR sebagai Fasilitator
Pengujian terhadap peranan PR sebagai fasilitatordilakukan secara bersama-sama dengan variabel lainnya menggunakan Uji Regresi Linear Berganda. Uji hipotesis pada variabel peranan PR sebagai fasilitatordalam membentuk Citra Wisata Agro Tambi dapat dituliskan sebagai berikut:
H0 = Peranan PR sebagai fasilitator tidak mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi
H1 = Peranan PR sebagai fasilitator mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi
Berdasarkan nilai signifikansi dapat dilihat pengaruh dari varabel jenis peranan PR sebagai fasilitatorterhadap pembentukan citra Wisata Agro Tambi. Analisis hasil uji dapat dilihat dengan berdasarkan pada nilai signifikansi, yakni apabila nilai signifikansi > dari 0.05 maka akan menerima H0 sedangkan apabila nilai signifikansi < 0.05 maka menolak H0. Artinya H1 diterima. Hasil uji regresi linear berganda pada Tabel 14 memperlihatkan bahwa nilai signifikansi variabel peranan PR sebagai fasilitatoradalah 0.059. Oleh karena nilai signifikansi 0.059 >0.05, maka hipotesis uji menerima H0, sehingga variabel peranan PR sebagai fasilitatortidak mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi. Hal ini terjadi karena fasilitas yang diberikan oleh Wisata Agro Tambi dapat dinikmati oleh seluruh responden sesuai dengan paket wisata yang diambi. Fasilitas seperti toilet, mushola, homestay, tempat sampah, kantin, dan beberapa fasilitas lainnya dapat dinikmati secara mudah dan bebas untuk pengunjung yang menginginkannya. Oleh karena itu, peranan PR sebagai fasilitatortidak mempengaruhi secara signifikan dalam pembentukan citra Wisata Agro Tambi.
Nilai signifikansi peranan PR sebagai fasilitatortidak mempengaruhi secara signifikan tetapi arah pengaruhnya adalah positif. Hal ini berarti, apabila peranan PR sebagai fasilitatormeningkat maka akan semakin tinggi citra Wisata Agro Tambi.
Peranan PR sebagai Pelayanan
Pengujian terhadap peranan PR sebagai pelayanan dilakukan secara bersama-sama dengan variabel lainnya menggunakan Uji Regresi Linear Berganda. Uji hipotesis pada variabel peranan PR sebagai pelayanan dalam membentuk Citra Wisata Agro Tambi dapat dituliskan sebagai berikut:
H0 = Peranan PR sebagai pelayanan tidak mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi
H1 = Peranan PR sebagai pelayanan mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi
Berdasarkan nilai signifikansi dapat dilihat pengaruh dari varabel peranan PR sebagai pelayanan terhadap pembentukan citra Wisata Agro Tambi. Analisis hasil uji dapat dilihat dengan berdasarkan pada nilai signifikansi, yakni apabila nilai signifikansi > dari 0.05 maka akan menerima H0 sedangkan apabila nilai signifikansi < 0.05 maka menolak H0. Artinya H1 diterima. Hasil uji regresi linear berganda pada Tabel 14 memperlihatkan bahwa nilai signifikansi variabel peranan PR sebagai pelayanan adalah 0.508. Oleh karena nilai signifikansi 0.508 > 0.05, maka hipotesis uji menolak H0, sehingga variabel peranan PR sebagai pelayanan tidak mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi. Hal ini
terjadi karena pelayanan yang diberikan oleh PR Wisata Agro Tambi sebagian besar dinilai dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap pengunjung. Pelayanan ini dinilai dari segi kesantunan, kemenarikan, keinformatifan, keluwesan, dan keenerjikan PR Wisata Agro Tambi, sehingga nilai yang diberikan kepada variabel peranan PR sebagai pelayanan tidak mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi.
Meskipun nilai signifikansi menyatakan memiliki pengaruh yang tidak signifikan, akan tetapi berdasarkan pada interpretasi arah pengaruh pada Tabel 15 peranan PR sebagai pelayanan memiliki arah pengaruh yang positif. Artinya, apabila peranan PR sebagai pelayanan ditingkatkan makaakan semakin meningkat citra Wisata Agro Tambi.
Berdasarkan faktor-faktor pengaruh yang telah dijabarkan diatas, maka dapat dilihat bahwa karakteristik pengunjung yang memiliki pengaruh signifikan adalah jenis kelamin. Peranan PR yang memiliki pengaruh signifikan adalah peranan PR sebagai informator. Namun, meskipun demikian arah pengaruh antara dua variabel signifikan tersebut bertolak belakang. Karakteristik jenis kelamin pengunjung memiliki arah yang negatif, sedangkan peranan PR sebagai informator memiliki arah yang positif, sehingga ketika membentuk suatu citra yang positif maka pada kondisi tertentu, keduanya memiliki penilaian yang negatif.
Bobot nilai pada variabel dummy jenis kelamin adalah nilai 2 untuk perempuan, dan 1 untuk laki-laki, sehingga ketika variabel ini memiliki pengaruh yang signifikan dan memiliki arah yang negatif, maka artinya jika pengunjung perempuan maka citra Wisata Agro Tambi akan semakin menurun. Citra positif Wisata Agro Tambi akan terbentuk pada responden perempuan karena informasi yang diterima belum lengkap. Pengunjung perempuan didominasi oleh pengunjung yang melakukan kunjungan wisata tidak menginap, sehingga ia tidak mendapatkan fasilitas dan pelayanan seperti pengunjung yang menginap. Hal ini berdampak pada banyaknya informasi yang diterima akan mempengaruhi kesan yang diberikan oleh pengunjung.
Kesan atau citra negatif dapat terbentuk karena beberapa hal berdasarkan iinformasi, fasilitas, dan pelayanan yang diterima. Pengunjung perempuan dan pengunjung yang tidak menginap hanya menikmati fasilitas yang tersedia seperti gazebo, kantin, mushola, dan beberapa lokasi wisata seperti kebun teh dan pabrik teh. Dalam hal ini perlu peningkatan fasilitas untuk mendukung kenyamanan dan kepuasan pengunjung yang tidak menikmati seluruh fasilitas yang dimiliki Wisata Agro Tambi seperti homestay.
HUBUNGAN CITRA WISATA AGRO TAMBI DENGAN