• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Public Relations Dalam Mempertahankan Keberlanjutan Wisata Agro Tambi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peranan Public Relations Dalam Mempertahankan Keberlanjutan Wisata Agro Tambi"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

(1)

NUR APRIYANI

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

2015

PERANAN

PUBLIC RELATIONS

DALAM MEMPERTAHANKAN

KEBERLANJUTAN

WISATA AGRO TAMBI

(2)
(3)

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Peranan Public Relations dalam Mempertahankan Keberlanjutan Wisata Agro Tambi PT Perkebunan Tambi Wonosobo adalah benar karya saya dengan arahan dari pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.

Bogor, Agustus 2015

Nur Apriyani

(4)
(5)

ABSTRAK

NUR APRIYANI. Peranan Public Relations dalam Mempertahankan Keberlanjutan Wisata Agro Tambi. Dibimbing oleh NINUK PURNANINGSIH.

Peranan Public Relations (PR) dalam mempertahankan keberlanjutan suatu wisata merupakan hal penting selain pembentukan citra positifnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis citra positif Wisata Agro Tambi, pengaruh karakteristik pengunjung dan peranan PR terhadap pembentukan citra wisata agro, dan menganalisis hubungan citra dengan keberlanjutan Wisata Agro Tambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan kuesioner, wawancara mendalam serta observasi lapang sebagai metode pengumpulan data. Wisata Agro Tambi merupakan salah satu wisata yang memiliki latar belakang perkebunan teh dan telah berdiri sejak tahun 2001. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pengunjung dan peranan PR mempengaruhi pembentukan citra Wisata Agro Tambi. Karakteristik pengunjung yang mempengaruhi citra Wisata Agro Tambi adalah jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan motivasi. Peranan PR yang mempengaruhi citra Wisata Agro Tambi adalah peranan sebagai informator, fasilitator, dan pelayanan. Selain itu, penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara citra dengan keberlanjutan wisata agro Tambi.

Kata kunci: citra, keberlanjutan, public relations, wisata agro

ABSTRACT

NUR APRIYANI. The Role of Public Relations for Maintaining Sustainability Agrotourism Tambi. Supervised by NINUK PURNANINGSIH.

The role of Public Relations (PR ) in maintaining the sustainability of agrotourism is an important addition to establish the positive image. The purpose of this research is to analyze establishment of a positive image, the effect of visitor characteristics and role of PR for establishment an image of agrotourism, and analyze the relationship between image and sustainability of agrotourism. This study was done using quantitative approach, and utilized questionnaire, in-depth interview and field observation as the data collection methods. The Wisata Agro Tambi is one of the tourism spot that has a background in tea plantations and has been established since 2001. The results is a visitor characteristics and role of PR as informator affect establishment the Wisata Agro Tambi image and the relationship between the image and sustainability of Wisata Agro Tambi. The visitors caracteristics that affect the image of Wisata Agro Tambi are gender, age, education level, income level, and motivation to visit. The role of PR that affect the image of Agro Tourism Tambi is role as informator, facilitator, and service. In addition, this study showed a relationship between the image and sustainability of agro Wisata Agro Tambi.

(6)
(7)

NUR APRIYANI

Skripsi

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat

pada

Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat

PERANAN

PUBLIC RELATIONS

DALAM MEMPERTAHANKAN

KEBERLANJUTAN

WISATA AGRO TAMBI

PT PERKEBUNAN TAMBI WONOSOBO

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

(8)
(9)
(10)
(11)

PRAKATA

Alhamdulillah, puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Peranan Public Relations dalam Mempertahankan Keberlanjutan Wisata Agro Tambi PT Perkebunan Tambi Wonosobo” dengan baik. Skripsi ini ditujukan untuk memenuhi tugas akhir sarjana dan sebagai syarat kelulusan pada Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor. Selain itu, penelitian yang ditulis ini bertujuan untuk (1) menganalisis citra positif Wisata Agro Tambi, (2) Menganalisis karakteristik pengunjung dan peranan PR Wisata Agro Tambi yang dapat mempengaruhi citra perusahaan agrowisata, dan (3) menganalisis hubungan citra agrowisata dengan keberlanjutan Wisata Agro Tambi.

Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Dr Ir Ninuk Purnaningsih, MSi selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu, saran, dan masukan selama penyusunan skripsi. Ucapan terimakasih juga penulis haturkan kepada Ibunda Enur (Nurhayati) dan Ayahanda Mukhozin yang tidak pernah lelah memberikan dukungan dan do’a. Tidak lupa terimakasih penulis sampaikan kepada para sahabat yang senantiasa memberikan motivasinya, keluarga di kontrakan, sahabat KPM 48, dan keluarga besar KPM 48 yang selalu menemani dalam proses perkuliahan hingga saat ini. Penulis juga berterimakasih kepada PT Perkebunan Tambi yang telah menerima penulis dengan baik untuk melakukan penelitian di Wisata Agro Tambi, terutama kepada segenap staff karyawan di Wisata Agro Tambi.

Semoga karya ini dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi semua pihak dan memberikan sumbangsih dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Bogor, Agustus 2015

(12)
(13)

DAFTAR ISI

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 19

Sejarah dan Perkembangan Wisata Agro Tambi Profil Wisata Agro Tambi

Visi dan Misi Wisata Agro Tambi

Struktur Organisasi Wisata Agro Tambi PT Perkebunan Tambi Daya Tarik Wisata Agro Tambi PT Perkebunan Tambi

Fasilitas Wisata Agro Tambi Paket Wisata Wisata Agro Tambi

Peranan Public Relations Wisata Agro Tambi KeberlanjutanWisata Agro Tambi

KARAKTERISTIK PENGUNJUNG WISATA AGRO TAMBI 29

Jenis Kelamin 29

Usia 30

Tingkat Pendidiakan 30

Tingkat Pendapatan 31

Motivasi Berkunjung 31

PERANAN PUBLIC RELATIONS WISATA AGRO TAMBI 35

(14)

Peranan Public Relations Wisata Agro Tambi sebagai Pelayanan 37

CITRA WISATA AGRO TAMBI 39

Informasi yang diterima Responden FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN

CITRA WISATA AGRO TAMBI 47

Jenis Kelamin 48

KEBERLANJUTANWISATA AGRO TAMBI 55

(15)

DAFTAR TABEL

1 Lokasi Wisata Agro di Jawa Tengah 2

2 Populasi dan sampel penelitian 16

3 Kisaran nilai koefisien korelasi pertanyaan dalam satu peubah 17 4 Jumlah dan persentase karakteristik pengunjung Wisata Agro

Tambi 29

5 Jumlah dan persentase motivasi berkunjung pengunjung Wisata

Agro Tambi 32

10 Jumlah dan persentase pengunjung berdasarkan peranan PR

sebagai informator 35

11 Jumlah dan persentase pengunjung berdasarkan peranan PR

sebagai Fasilitator 36

12 Jumlah dan persentase pengunjung berdasarkan peranan PR

sebagai Pelayanan 37

13 Jumlah dan persentase informasi yang diperoleh oleh responden

Wisata Agro Tambi 39

14 Jumlah dan persentase fasilitas yang diperoleh oleh responden

Wisata Agro Tambi 41

15 Jumlah dan persentase pelayanan yang diterima oleh responden

Wisata Agro Tambi 42

16 Jumlah dan persentase keamanan yang diterima oleh responden

Wisata Agro Tambi 43

17 Jumlah dan persentase penilaian citra Wisata Agro Tambi 43 18 Nilai koofisien dan signifikansi berdasarkan Uji Regresi Linear

Berganda variabel karakteristik pengunjung dan peranan PR

terhadap variabel citra Wisata Agro Tambi 48

19 Intrepertasi pengaruh dan arah pengaruh karakteristik pengunjung dan peran PR dalam membentuk Citra Wisata Agro Tambi 48 20 Persentase hubungan Citra Wisata Agro Tambi dengan

keberlanjutan Wisata Agro Tambi 55

21 Aktivitas yang dilakukan Wisata Agro Tambi dalam mewujudkan

tanggung jawab perusahaan melalui 3P 57

22 Persentase pilihan responden menurut ketertarikan dan kesediaan

responden untuk merekomendasikan Wisata Agro Tambi 59 23 Jumlah dan persentase penilaian keberlanjutan Wisata Agro Tambi 60 24 Jumlah dan persentase alasan merekomendasikan Wisata Agro

(16)

DAFTAR GAMBAR

1 Jumlah Pengunjung Wisata Agro Tambi 3

2 Kerangka Pemikiran 11

3 Struktur Organisasi Wisata Agro Tambi 22

4 Wisata Agro Plantation tour 23

5 Wisata Agro Factory tour 23

DAFTAR LAMPIRAN

1 Jadwal Penelitian 69

2 Peta Wisata Agrowisata Tambi 70

3 Hasil Uji Statistik 71

5 Daftar nama dan usia responden Wisata Agro Tambi 75

6 Profil Pengunjung 77

(17)

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Wisata agro merupakan salah satu bentuk wisata yang sangat cocok dan dapat dikembangkan secara maksimal di Indonesia. Wisata agro merupakan sebagai gabungan dari kegiatan budidaya pertanian dan pariwisata yang dikemas dalam suatu paket wisata.1 Pengembangan wisata agro ini dapat meningkatkan pendapatan, mendukung pengembangan usaha pertanian, serta menambah edukasi kepada pengunjung mengenai pertanian. Sebagai bentuk peningkatan sumber pendapatan karena penghasilan yang didapatkan perusahaan tidak hanya dari hasil produksi perusahaan saja, tetapi ditambah dengan pendapatan yang diperoleh dari biaya yang dikeluarkan oleh pengunjung wisata agro.

Usaha untuk meningkatkan keberlanjutan perusahaan wisata agro, maka perlu adanya citra positif yang dikembangkan untuk menarik publik. Citra positif yang dikembangkan salah satunya ditentukan dengan adanya Public Relations/PR. PR meliputi berbagai program untuk mempromosikan atau melindungi citra atau produk individual perusahaan. Dalam perusahaan, public relations juga mengamati sikap masyarakat di dalam organisasi serta mendistribusikan informasi dan komunikasi untuk membangun itikad baik (goodwill) (Kotler 2002).

PR menurut beberapa ahli dalam International Public Relations Association (IPRA) didefinisikan sebagai fungsi manajemen yang direncanakan dan dijalankan secara berkesinambungan untuk membina saling pengertian, simpati dan dukungan dari khalayaknya. Hubungan yang terjalin antara khalayak dan organisasi dimaksudkan dapat saling berhubungan timbal balik, saling percaya, sehingga tujuan kedua pihak dapat tercapai. Peran PR menjadi sebuah kunci dari perusahaan untuk menginformasikan, mempertahankan, dan mempromosikan perusahaan melalui ketiga peran utamanya, yakni sebagai image maker (informator), communicator (mediator), dan back-up management

(fasilitator perusahaan).

Peranan PR memiliki hubungan yang erat dengan pembentukan citra positif. Citra adalah seperangkat ide dan kesan seseorang terhadap suatu obyek tertentu. Sikap dan tindakan seseorang terhadap suatu obyek akan ditentukan oleh citra obyek tersebut yang menampilkan kondisi terbaiknya (Ruslan 2003). Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yusuf (2011), dalam mencapai citra positif perusahaan memerlukan sebuah strategi pemasaran yang kreatif, salah satunya dengan menggunakan media.

Peranan PR tidak hanya terfokus pada citra perusahaan, tetapi juga tanggung jawab sosial yang merupakan salah satu bentuk tujuan perusahaan mengenai Keberlanjutan perusahaan. Keberlanjutan atau yang sering disebut dengan keberlanjutan merupakan sebuah konsep mengenai segala sesuatu akan

sustainable (berkelanjutan) apabila ia dapat hidup lebih lama, tetap melakukan,

1

(18)

dan bertahan dari waktu ke waktu (Thiele 2013). Konsep Sustainability Business

sebenarnya adalah sebuah konsep yang menunjukan keberhasilan sebuah perusahaan untuk dapat tetap eksis dan memiliki daya saing yang kuat dan tahan terhadap goncangan yang mempengaruhi kinerjanya.

Public Relations dalam perusahaan wisata agro berbasis perkebunan memiliki peranan penting untuk mencapai tujuan perusahaan. Salah satu tujuan dari perusahaan wisata agro adalah keberlanjutan wisata agro dalam dunia persaingan bisnis wisata agro. Salah satu kegiatan pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai wisata agro adalah perkebunan. Perkebunan memiliki berbagai kegiatan dari pengelolaan perkebunan seperti proses panen hasil dan pengolahan hasil perkebunan hingga penyediaan berbagai wahana yang dapat menambah daya tarik wisata.

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi alam yang mampu dimanfaatkan sebagai wisata agro. Berdasarkan data yang dilansir oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah2 Tahun 2015 terdapat empat kawasan wisata agro.

Tabel 1 Lokasi Wisata Agro di Jawa Tengah

No Nama Wisata Lokasi Objek Wisata

1 Wisata Agro Kaligua Brebes Perkebunan Teh 2 Wisata Agro Tambi Wonosobo Perkebunan Teh 3 Wisata Agro Tlogo Semarang Perkebunan Kopi 4 Wisata Agri Pagilaran Batang Perkebunan Teh

Berdasarkan data pada Tabel 1 dapat dilihat bahwa tiga dari wisata agro yang terdapat di Jawa Tengah merupakan wisata agro berbasis perkebunan teh, sedangkan wisata agro lainnya, berbasis pada perkebunan kopi. Karakteristik perkebunan teh yang relatif sama akan berpengaruh pada strategi pengelolaan wisata agronya masing-masing. Hal ini memperlihatkan adanya kompetisi bisnis wisata agro berbasis perkebunan teh untuk terus meningkatkan potensi, citra, dan keberlanjutan masing-masing wisata agro dalam menarik minat pengunjung.

Salah satu perkebunan teh yang dijadikan sebagai wisata agro adalah perkebunan teh Tambi Wonosobo yang dikelola oleh PT Perkebunan Tambi. PT Perkebunan Tambi merupakan salah satu perusahaan perkebunan yang memiliki kegiatan tambahan yakni wisata agro. Perusahaan ini merupakan perkebunan teh terbesar di Jawa Tengah yang telah berdiri sejak tahun 1957. Perkebunan ini memiliki tiga titik lokasi perkebunaan dan wisata agro, yakni Agro Wisata Tambi, Agro Wisata Tanjungsari, dan Agro Wisata Badakan. Misi dari PT Perkebunan Tambi adalah melaksanakan konservasi alam dengan memanfaatkan tanaman teh sebagai lini kedua setelah kehutanan.3

Sejak berdirinya wisata Agro Tambi, wisata agro ini dapat mempertahankan kenaikan jumlah pengunjung setiap tahunnya. Kenaikan jumlah pengunjung ini dapat dilihat pada grafik 1.

2

Sumber berita: (http://www.visitjawatengah.com/utama-beau.php)

3

(19)

Sumber: Data Resmi Wisata Agro Tambi 2015

Gambar 1 Grafik jumlah pengunjung Wisata Agro Tambi

Berdasarkan data resmi dari Wisata Agro Tambi Tahun 2015, selama lima tahun terakhir dapat memperlihatkan adanya kenaikan jumlah pengunjung secara bertahap, meskipun pada tahun 2011 dan tahun 2013 sempat mengalami sedikit penurunan jumlah pengunjung. Hal ini tentu saja tidak luput dari berbagai strategi yang dilakukan oleh PR Wisata Agro Tambi. Akan tetapi, meskipun jumlah pengunjung mengalami peningkatan setiap tahunnya Wisata Agro Tambi masih harus mempersiapkan berbagai strategi untuk terus menciptakan citra positif perusahaan dan mempertahankan keberlanjutan Wisata Agro Tambi.

Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Oktaviara (2011), citra positif perusahaan dapat dibentuk dengan adanya pengaruh peranan PR perusahaan. Untuk itu, perlu adanya usaha yang harus dilakukan oleh Wisata Agro Tambi untuk memaksimalkan dan memperhatikan peran PR. Selain itu, menurut penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Prafitri (2008), wisata agro dapat menjaga eksistensimya dengan melakukan peran PR secara maksimal dengan memperhatikan faktor internal dan eksteranal perusahaan Wisata Agro. Selain keunikan dan kekhasan wisata agro, eksistensi wisata agro dapat tercipta dengan adanya produktivitas perusahaan yang semakin meningkat, terciptanya kepercayaan publik dan terwujudnya tanggung jawab sosial perusahaan. Ketiga hal tersebut dapat tercipta dengan adanya peranan PR yang baik yang berhubungan langsung dengan pengunjung maupun pihak internal perusahaan.

Oleh karena itu, PR pada perusahaan wisata agro dituntut secara aktif melakukan strategi untuk membentuk citra positif. Akan tetapi, peranan PR tidak hanya berhenti pada terciptanya citra positif perusahaan. Peranan PR juga diharuskan dapat menjaga keberlanjutan perusahaan wisata agro. Oleh karena itu, penelitian mengenai peran PR dalam mempertahankan keberlanjutan perusahaan wisata agro menjadi relevan untuk dikaji.

(20)

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, terdapat hubungan peranan PR dalam menjaga keberlanjutan Wisata Agro Tambi. Oleh karena itu, dapat ditarik beberapa permasalahan yang dapat diangkat dalam topik penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Meningkatnya pengunjung Wisata Agro Tambi (berdasarkan data pengunjung Wisata Agro Tambi Tahun 2015) ditentukan oleh beberapa hal, seperti: fasilitas, pelayanan, paket wisata, lokasi Wisata Agro Tambi, dan penilaian pengunjung terhadap wisata ini. Sikap dan tindakan seseorang terhadap suatu obyek akan ditentukan oleh citra obyek tersebut (Ruslan 2003), sehingga perlu diteliti lebih lanjut bagaimana citra Wisata Agro Tambi?

2. Citra yang diberikan oleh pengunjung bergantung pada peranan PR dalam memberikan berbagai usaha dan strategi kepada pengunjung wisata. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan Oktaviara (2011), citra positif perusahaan dapat dibentuk dengan adanya pengaruh peranan PR perusahaan. Selain peranan PR, karakterisitik pengunjung juga memiliki pengaruh terhadap pembentukan citra. Untuk itu, perlu diteliti bagaimana pengaruh karakteristik pengunjung dan peranan PR terhadap pembentukan citra Wisata Agro Tambi?

3. Berbagai perusahaan dituntut untuk terus menunjukkan keberlanjutan dari perusahaannya, tidak terkecuali perusahaan wisata. Keberlanjutan merupakan kondisi ketika ia dapat hidup lebih lama, tetap melakukan, dan bertahan dari waktu ke waktu (Thiele 2013). Setelah dilakukan penelitian pada beberapa tempat wisata menunjukkan bahwa wisata yang telah berdiri cukup lama memiliki citra yang positif. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis mengenai bagaimana hubungan citra perusahaan dengan keberlanjutanWisata Agro Tambi?

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Menganalisis citra Wisata Agro Tambi.

2. Menganalisis pengaruh karakteristik pengunjung dan peranan PR Wisata Agro Tambi terhadap citra Wisata Agro Tambi.

3. Menganalisis hubungan citra Wisata Agro Tambi dengan

KeberlanjutanWisata Agro Tambi.

Manfaat Penelitian

(21)

perkebunan teh Tambi. Secara lebih spesifik, diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat bagi beberpaa pihak, yakni:

1. Bagi perusahaan Agrowisata PT Perkebunan Tambi, penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak pengelola untuk menambah informasi mengenai peran public relations dalam membentuk citra agrowisata dan sustinability perusahaan.

2. Bagi peneliti dan civitas akademik, penelitian ini diharapkan menjadi proses belajar untuk lebih kritis dalam mengetahui bagaimana peran public relations dalam mempertahankan keberlanjutan perusahaan agrowisata.

Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini menganalisis mengenai keberlanjutan Wisata Agro Tambi dengan menggunakan konsep 3P, yakni: profit, people, dan planet. Profit

diidentifikasi melalui rekomendasi yang diberikan oleh pengunjung kepada pihak lain. Nilai rekomendasi akan memperlihatkan besarnya keinginan pengunjung untuk berkunjung kembali ke Wisata Agro Tambi, sedangkan people dan planet

(22)
(23)

PENDEKATAN TEORITIS

Tinjauan Pustaka

Public Relations (PR)

Public realtions (PR) merupakan salah satu bentuk dari komunikasi. Pada prinsipnya, komunikasi adalah aktivitas timbal balik antara komunikan dan komunikator untuk menyampaikan pesan dengan tujuan dapat diperoleh kesamaan maksud, persepsi, dan pandangan. Komunikasi dapat berlangsung secara personal, kelompok, dan melalui media massa.

Definisi PR dikemukakan oleh banyak ahli dalam beberapa versi. Secara sederhana PR merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu organisasi untuk mempengaruhi persepsi, opini, keyakinan dan sikap berbagai kelompok terhadap organisasi tersebut. Menurut Nur (2013) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa public relation merupakan salah satu cabang dari ilmu komunikasi yang berorentasi untuk mewujudkan hubungan yang baik dan harmonis antara publik internal maupun eksternal menjadi sasaran utama dalam mewujudkan jalinan hubungan tersebut. Ringkasnya, PR adalah jembatan yang menghubungkan perusahaan dan publik untuk mewujudkan keuntungan yang sama diantara kedua belah pihak.

Pengertian lain mengenai PR disampaikan oleh kesepakatan beberapa ahli dalam International Public Relations Association (IPRA) menyatakan bahwa PR adalah fungsi manajemen yang direncanakan dan dijalankan secara berkesinambungan untuk membina saling pengertian, simpati dan dukungan dari khalayaknya. Hubungan yang terjalin antara khalayak dan organisasi dimaksudnkan dapat saling berhubungan timbal balik, saling percaya, sehingga tujuan kedua pihak dapat tercapai.

Menurut Gruning et al. seperti dikutip oleh Sukoco (2011) public relations

ditempatkan sebagai fungsi pendukung pemasaran yang membantu pemasaran melalui publisitas media atau dengan mengkombinasikan bersama iklan untuk mendukung program komunikasi pemasaran terpadu, dan publik dapat dipersuasi dan dikendalikan melalui pesan. Asumsi yang kemudian muncul adalah public relations bekerja untuk membangun image atau citra organisasi atau perusahaan. Grunig dan Hunt (1984) memperkenalkan empat model komunikasi yang diterapkan dalam perkembangan praktek public relations yakni Press agentry/publicity model, Public information model, Two way asymmetric model,

dan Two way symmetric model.

Press agentry/publicity model merupakan model komunikasi public relations dimana informasi bergerak satu arah (one-way communication) dari organisasi kepada publiknya. Dalam model ini, PR lebih banyak melakukan propaganda dan kampanye untuk tujuan publisitas yang menguntungkan sepihak.

(24)

untuk mengumpulkan informasi tentang publik untuk pengambilan keputusan manajemen, namun pesan organisasi lebih banyak berusaha agar publik beradaptasi dengan organisasi. Berbeda dengan ketiga model lainnya, komunikasi

two way symmetric model sudah terjadi secara timbal balik, organisasi dan publik berupaya untuk mengadaptasikan dirinya untuk kepentingan bersama.

Peranan PR

PR merupakan bagian keseluruhan kegiatan bisnis perusahaan seperti fungsi perencanaa, finance, produksi, dan pemasaran. PR dapat berfungsi secara efektif apabila kegiatannya dikaitkan dengan kualitas product, customer service

dan corporate identity. Selain hal tersebut, PR memiliki peran dan fungsi utama sebagai image maker, communication/mediator, dan back-up management.

Image maker merupakan peranan PR dalam menciptakan, memelihara dan meningkatkan citra positif. Communicator/Mediator sebagai pelaksana kegiatan komunikasi dua arah bagi stakeholders lembaga yang berdimensi vertikal, horizontal, internal dan eksternal, sehingga terbina hubungan yang harmonis/ serasi antara organisasi dan publiknya. Back-up management merupakan peran utama PR dalam memberikan dukungan dan menunjang kegiatan setiap departemen dalam perusahaan untuk mencapai misi atau sasarannya.

Selain memiliki peran utamanya, dalam penelitian Lianty dan Wisayatmoko (2011) public relations juga memiliki empat peran lainnya. Pertama, penasehat ahli (Expert Prescriber) yang memiliki otoritas untuk menentukan bagaimana cara mengerjakan segala sesuatu untuk mencapai tujuannya. Kedua, fasilitator komunikasi (Communication Fasilitator) yang mengutamakan hal-hal mengenai kejelasan informasi, penyampaian informasi, bahasa yang digunakan, sikap dalam penyampaian informasi, penanggapan keluhan, keefektifan pelayanan, upaya komunikasi, dan kelengkapan penjelasan yang dilakukan dalam membina hubungan dengan konsumen. Ketiga, fasilitator pemecahan masalah (Problem Solving Process Fasilitator) yang meliputi hubungan dengan tim manajemen, cara pengambilan keputusan, dan kerjasama dengan divisi lain untuk memecahkan masalah dengan konsep kolaborasi dan musyawarah. Keempat, teknisi komunikasi (Communication Technician) yang memberikan kecekatan pelayanan, pola komunikasi yang diterapkan, keahlian komunikasi dan jurnalistik.

(25)

Citra Perusahaan

Citra merupakan tujuan utama dan merupakan reputasi dan prestasi yang hendak dicapai bagi dunia hubungan mayarakat atau PR. Citra sendiri memiliki pengertian sebagai sesuatu yang abstrak (intengible) dan tidak dapat diukur secara matematis, tetapi wujudnya bisa dirasakan dari hasil penilaian baik atau buruk. Tanggapan baik positif maupun negatif yang datang dari publik dan masyarakat luas pada umumnya. Landasan dari citra berakar dari “nilai dan kepercayaan yang diberikan secara individual dan merupakan pandangan atau persepsi. Akumulasi dari amanah yang diberikan oleh individu-individu secara cepat atau lambat dapat membentuk suatu opini publik yang luas yang dinamakan dengan citra.

Citra dalam penelitian Oktavira (2014) merupakan sebuah tolok ukur kemajuan dan keberhasilan perusahaan. Citra positif akan memberikan keuntungan dan keberlangsungan suatu perusahaan. Berdasarkan penelitian Yusuf (2011), cara PR dalam meningkatkan citra perusahaan dilakukan dengan komunikasi antara pihak internal dengan pihak eksternal perusahaan. PR diharuskan memiliki strategi khusus untuk mencapai pembentukan citra positif perusahaan. Dalam hal ini, PR dapat melakukannya dengan melakukan kegiatan

teleconference maupun press release atau menggunakan media. Lebih lanjut, penelitian Lianty dan Wijatmiko (2013) mengungkapkan bahwa citra perusahaan terbentuk karena adanya pelayanan PR terhadap publik. Pelayanan PR terhadap publik tersebut meliputi beberapa hal, yakni (1) ketersediaan turut memikul tanggung jawab sosial, (2) inovatif, (3) siap membantu, dan (4) bervariasi dalam produk.

Jefkins (1992), memaparkan bahwa citra dari sesuatu hal tidak mencerminkan kenyataan yang sesungguhnya, citra terbentuk berdasarkan informasi yang ada. Citra yang terbentuk dipengaruhi oleh informasi yang benar, akurat, tidak memihak, langkap, dan memadai. Variasi informasi mengakibatkan variasi citra walaupun objeknya sama. Variasi citra dapat digolongkan menjadi positif dan negatif. Idealnya, variasi citra tersebut merupakan sebuah impresi atau kesan yang benar berdasarkan pengalaman, pengetahuan, serta pemahaman atas kenyataan yang sesungguhnya.

Afdhal (2004) menjabarkan bahwa bagian terpenting dari perusahaan adalah kepribadian (keadaan perusahaan yang sebenarnya), identitas (apa yang disampaikan oleh perusahaan), dan citra (bagaimana masyarakat melihatnya). Membangun citra perusahaan dapat dilakukan dengan membuat dan meningktakan loyalitas konsumen. Hal ini memperlihatkan adanya kaitan erat antara citra dan loyalitas.

Keberlanjutan Perusahaan

(26)

mengorbankan masa depan dengan cara memuaskan kesejahteraan melalui pengejaran yang seimbang terhadap kesehatan ekologi, kesejahteraan ekonomi, pemberdayaan sosial, dan kreativitas budaya. Keberlanjutan perusahaan juga dinilai dari bagaimana perusahaan dapat memberikan tanggung jawab terhadap tiga P, yakni (planet, profit, people). Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang bekelanjutan memiliki tanggungjawab terhadap ekonomi, lingkungan, dan masyarakat sekitar.

Konsep sustainability business (keberlanjutan bisnis) merupakan sebuah konsep yang menunjukan keberhasilan sebuah perusahaan untuk dapat tetap eksis dan memiliki daya saing yang kuat dan tahan terhadap goncangan yang mempengaruhi kinerjanya. Berkesinambungannya perusahaan (Living Company) sangat ditentukan oleh bagaimana perusahaan tersebut mengelola dan mengimplementasikan konsep-konsep bisnisnya. Namun demikian, beberapa identifikasi menunjukan bahwa terdapat empat faktor kunci yang menjadi penyebab berkesinambungannya sebuah perusahaan (De Geus 1997) yaitu : 1. Perusahaan yang berumur panjang (berkesinambungan) adalah perusahaan

yang memiliki sensitivitas terhadap lingkungan. Meskipun perusahaan yang bersangkutan melakukan pengkajian dan pengembangan teknologi, atau memiliki sumberdaya alam yang banyak mereka akan tetap menjaga harmonisasi dan kestabilan lingkungan.

2. Perusahaan yang berkesinambungan adalah perusahaan yang menjaga nama besar serta memiliki kohesivitas/keterikatan yang kuat terhadap identitasnya. Tidak peduli berapa luasnya diversifikasi usaha yang dijalankan perusahaan, manajemen, karyawan bahkan mitra bisnisnya merasakan berada dalam satu entitas. Tiap generasi (pengelola perusahaan) merasa dihubungkan oleh rantai kesehatan perusahaan. Keanekaragaman yang terdapat dalam lingkungan internal dan eksternal perusahaan telah dapat dikelola dengan baik

3. Perusahaan yang berkesinambungan memiliki toleransi dan menghindari suatu kontrol yang terpusat, ditangan satu orang entah itu eksekutif maupun

owner, melainkan selalu berusaha mengembangkan desentralisasi dan pembagian wewenang sesuai konsep bisnis yang dikembangkannya.

4. Perusahaan yang berkesinambungan adalah perusahaan yang memiliki sikap konservatif terhadap aspek keuangan. Perusahaan model ini memiliki pertimbangan bahwa jika mereka memiliki uang di kas, mereka akan dapat beraktivitas secara fleksibel dan akan lebih banyak mengajukan pilihan dalam berbisnis dibandingkan pesaingnya. Artinya mereka tidak menngatur resiko keuangan jika tidak perlu sama sekali.

Pariwisata

(27)

pariwisata. Jenis pariwisata berdasarkan motif tujuan perjalanan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis paariwisata (James 1987), yakni pleasure tourism (wisata untuk menikmati perjalanan), recreation tourism (wisata rekreasi untuk memanfaatkan hari libur), cultural tourism (pariwisata untuk kebudayaan), dan

sports tourism (pariwisata olahraga). Orang-orang yang melakukan kegiatan pariwisata disebut dengan wisatawan.

Wisata Agro

Wisata agro merupakan salah satu bentuk usaha agribisnis agronomi yang dijadikan sebagai objek wisata dengan tujuan memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian (Deptan 2005). Selain itu, didukung dengan SK Bersama Menteri Pertanian dan Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi No. KM 47/PW.DVM/MPPT.88 dan No. 204/KTSP/HK.050/4/189 wisata agro disebutkan sebagai gabungan dari kegiatan budidaya pertanian dan pariwisata yang dikemas dalam suatu paket wisata.

Lebih lanjut, wisata agro didefinisikan sebagai perjalanan wisata yang memanfaatkan lokasi atau sektor pertanian mulai dari awal produksi hingga diperoleh produk pertanian. Selain hal itu, wisata agro dimaksudkan sebagai sarana untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya pelestarian sumberdaya lahan pertanian. Adapun potensi wisata agro dapat dimiliki oleh sebuah pedesaan dengan kepemilikan budaya pertanian yang masih melekat erat pada kehidupan masyarakatnya. Menurut Subowo (2002) dalam Budiarti, Suwarto, Muflikhati (2013), pengembangan kegiatan wisata agro dapat melestarikan sumber daya, melestarikan kearifan dan teknologi lokal, dan meningkatkan pendapatan petani atau masyarakat sekitar wisata agro.

Kerangka Pemikiran

(28)

profit). Akan tetapi pada penelitian ini hanya berfokus pada keberlanjutan wisata agro dari sisi profit atau keuntungan yang diperoleh oleh Wisata Agro Tambi.

Profit diidentifikasi melalui rekomendasi yang diberikan oleh pengunjung kepada pihak lain. Nilai rekomendasi akan memperlihatkan besarnya keinginan pengunjung untuk berkunjung kembali ke Wisata Agro Tambi.

Gambar 2 Kerangka Pemikiran Peranan Public Relations dalam Mempertahankan Keberlanjutan Wisata Agro Tambi

Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. diduga karakteristik pengunjung mempengaruhi citra Wisata Agro Tambi; 2. diduga peranan PR mempengaruhi citra Wisata Agro Tambi; dan

3. diduga terdapat hubungan antara citra perusahaan dengan keberlanjutan Wisata Agro Tambi.

Definisi Operasional

Definisi operasional untuk masing-masing variabel sebagai berikut:

Karakteristik pengunjung merupakan faktor-faktor yang terdapat dalam diri pengunjung wisata agro dan berkaitan langsung dengan dirinya.

(29)

2. Usia merupakan lama hidup responden saat penelitian dilakukan yang dihitung sejak hari kelahiran responden dan dinyatakan dalam satuan tahun. Usia responden digolongkan ke dalam beberapa kategori berdasarkan rentang usia Havighurst (1950) seperti yang dikutip oleh Mugniesyah (2006). Jenis data dari variabel usia adalah ordinal.

a. Masa dewasa : 18-29 tahun b. Usia pertengahan : 30-50 tahun c. Usia Tua : >50 tahun

3. Tingkat pendidikan merupakan jenjang pendidikan formal terakhir yang pernah ditempuh oleh responden. Variabel tingkat pendidikan termasuk data interval.

a. Rendah : tamat SD dan SMP b. Sedang : tamat SMA dan diploma c. Tinggi : tamat Sarjana dan Pascasarjana

4. Tingkat pendapatan adalah rata-rata jumlah penerimaan yang diterima oleh responden dalam setiap bulannya.

a. Rendah : <Rp 1500000

b. Sedang : Rp 1500000 – Rp 5000000 c. Tinggi : >Rp 5000000

5. Motivasi merupakan alasan yang mendorong responden untuk berkunjung ke Wisata Agro. Variabel ini dikelompokkan ke dalam beberapa kategori dengan ketentuan setiap responden boleh memiliki lebih dari satu motivasi untuk berkunjung ke wisata agro.

a. Rekreasi

b. Menghilangkan jenuh

c. Menikmati udara pegunungan yang sejuk d. Mengikuti acara dari perusahaan

e. Tertarik dengan edukasi perkebunan teh f. Melakukan kunjungan perusahaan g. Melakukan pekerjaan

Jenis data yang akan diuji adalah data interval yang ditentukan oleh banyaknya motivasi yang dimiliki oleh responden. Adapun pengkategorian hasil uji dilakukan sebagai berikut:

a. Rendah : skor 1-2 b. Sedang : skor 3-5 c. Tinggi : skor 6-7

Peranan PR dalam penelitian ini merupakan posisi atau tugas yang dilakukan oleh seluruh Karyawan Wisata agro Tambi untuk mencapai keberlangsungan, keberlanjutan, dan tujuan perusahaannya. Karyawan wisata agro yang dimaksudkan adalah karyawan yang terdapat pada lokasi penelitian. Adapun peranan PR adalah sebagai informator dan fasilitator.

(30)

Rendah : skor 7-8 Sedang : skor 9-10 Tinggi : skor 11-12

2. Fasilitator merupakan peranan PR wisata agro dengan memberikan fasilitas, sarana prasarana yang dapat digunakan dan dinikmati oleh pengunjung wisata agro. Jenis data interval, dengan pengkategorian sebagai berikut:

Rendah : skor 1-2 Sedang : skor 3-4 Tinggi : skor 5-6

3. Pelayanan merupakan peranan PR wisata agro dalam memberikan pelayanan terhadap pengunjung, berupa penyedia fasilitas dan pemberi pelayanan secara santun, menarik, informatif, luwes, dan enerjik (SMILE) kepada publiknya. Jenis data interval, dengan pengkategorian sebagai berikut:

Rendah : skor 8-12 Sedang : skor 13-16 Tinggi : skor 17-20

Citra merupakan kesan pengunjung terhadap wisata agro PTPerkebunan Tambi sebagai hasil dari pengetahuan dan pengalamannya. Pengukuran dari citra wisata agro dilakukan dengan memberikan beberapa pernyataan dan skoring pada kuesioner yang diberikan pada responden. Adapun skoring dilakukan dengan menggunakan skala likert yakni sangat tidak setuju (STS). Tidak Setuju (TS), setuju (S), sangat setuju (SS). Penilaian terhadap postif atau negatif perusahaan dilakukan dengan penyajian data interval. Data yang digunakan adalah total skor dari citra yang terbentuk dengan menggunakan uji regresi.

a. Positif apabila total skor : 18-24 b. Negatif apabila total skor : 11-17

Keberlanjutan Wisata Agro Tambi diukur dari keberadaan pengunjung wisata agro pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Indikator dari keberlanjutan adalah rekomendasi kepada pihak lain. Pengukuran variabel dengan menggunakan skala likert 1-10 dengan jenis data interval. Penilaian ini dilakukan dengan adanya rekomendasi pada pihak lain. Rekomendasi kepada pihak lain merupakan kemampuan dan keinginan responden untuk memberikan rekomendasi kepada orang lain untuk berkunjung ke wisata agro. Jenis data interval, dengan pengkategorian sebagai berikut:

(31)

PENDEKATAN LAPANG

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode survey dengan menggunakan dua jenis data yakni kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data kepada responden terpilih. Pendekatan kualitatif yang digunakan yakni melalui proses wawancara mendalam kepada informan dengan menggunakan panduan pertanyaan untuk memahami secara mendalam dan rinci mengenai Wisata Agro Tambi, PT Perkebunan Tambi. Informasi yang diperoleh melalui data kualitatif digunakan sebagai interpretasi terhadap data yang didapatkan dari pendekatan kuantitatif.

Lokasi dan Waktu

Lokasi penelitian ini dilakukan di Wisata Agro Tambi yang terletak di Wonosobo. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Pemilihan lokasi tersebut sesuai dengan kriteria penelitian, yakni:

1. PT Perkebunan Tambi merupakan salah satu perkebunan teh terbesar di Indonesia yang berstatus PBSN (Perkebunan Besar Swasta Nasional) dan telah berdiri sejak tahun 1957

2. Perkebunan Tambi juga memanfaatkan perkebunannya sebagai lokasi wisata agro sejak tahun 2001

3. Perkebunan Tambi memiliki misi sosial untuk melaksanakan konservasi alam dengan memanfaatkan tanaman teh sebagai lini kedua setelah kehutanan.

Penelitian ini akan dilakukan dalam selama enam bulan, terhitung mulai bulan Januari 2015 hingga Agustus 2015. Kegiatan penelitian meliputi penyusunan proposal skripsi, kolokium, pengambilan data lapangan, penulisan draft skripsi, sidang skripsi, dan perbaikan laporan skripsi.

Teknik Pengumpulan Data

(32)

Teknik Penentuan Sampel

Unit analisis dari penelitian ini adalah individu, dengan populasi pengunjung Wisata Agro Tambi. Pengambilan sample dari penelitian ini menggunakan teknik “proportional random sampling”. Teknik ini dilakukan dengan memperhatikan pertimbangan unsur-unsur atau kategori dalam populasi penelitian (Sugiyono 2003). Alasan pemilihan metode proportional random sampling adalah calon pengunjung wisata agro merupakan pengunjung dengan kedatangan secara kelompok. Responden ditentukan berdasarkan jumlah pengunjung dan rombongan pengunjung secara proporsional. Dalam penelitian ini, jumlah populasi pengunjung Wisata Agro Tambi dapat dilihat dari data calon pengunjung yang sudah tercatat pada administrasi wisata agro (lihat tabel 2). Jumlah responden yang dipilih sebanyak 40 responden dalam kurun waktu tiga minggu. Jumlah responden tersebut ditentukan berdasarkan pada jumlah minimum pengambilan responden dalam penelitian sosial, yakni minimal 30 responden. Karakteristik responden yang terpilih adalah amggota rombongan yang ikut serta dalam pengambilan keputusan untuk berkunjung ke Wisata Agro Tambi.

Adapun cara pengambilan sampel dengan melakukan perhitungan proporsional agar didapatkan jumlah responden yang sama, sesuai dengan perbandingan ,jumlah pengunjung dalam kelompok. Jumlah responden dihitung dengan berdasarkan perbandingan jumlah pengunjung per kelompok dan jumlah seluruh perngunjung dalam kurun waktu tiga minggu dikalikan jumlah calon responden. Secara matematis dilakukan perhitungan sebagai berikut:

Jumlah pengunjung Wisata Agro Tambi yang telah terdata per minggu pertama hingga minggu ketiga Maret tahun 2015 adalah 465 orang pengunjung dengan jumlah kelompok sebanyak delapan kelompok. Berdasarkan rumus matematis diatas, maka jumlah responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 2.

(33)

Informan dari penelitian ini adalah pihak PR internal perusahaan pengelola Wisata Agro Tambi dan masyarakat sekitar perkebunan.

Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Penelitian ini memiliki dua data yang harus dianalisis, yakni data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diolah dengan melakukan beberapa langkah. Pertama, melakukan pengkodean pada pertanyaan dan pernyataan yang telah diajukan, kemudian memasukkan data ke buku kode atau lembar data (code sheet). Kedua, membuat Tabel frekuensi. Ketiga, mengoreksi kesalahan-kesalahan yang ditemui setelah membaca Tabel frekuensi saat melakukakan pengisisan kuesioner, pengkodean, atau pemindahan data dari lembar kode ke komputer (Singarimbun dan Effendi 2006). Data hasil kuesioner kemudian diolah dengan menggunakan Microsoft Excel 2007, dan SPSS (Stastical Package for Social Science)16.0.

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis uji statistik Regresi Linier. Statistik deskriptif juga digunakan dalam pengolah data, yakni statistik yang menggambarkan sekumpulan data secara visual baik dalam bentuk gambar maupun tulisan yang digunakan untuk menggambarkan data berupa tabel frekuensi. Selain uji regresi, uji korelasi juga digunakan untuk melihat hubungan antara citra wisata agro yang terbentuk dengan keberlanjutan wisata agro. Uji korelasi dalam penelitian ini mengunakan uji Rank Spearman.

Sebelum melakukan tahap pengujian Regresi Linear Berganda, dilakukan Uji realibilitas. Hasil dari Uji realibilitas terhadap pertanyaan kuesioner menyatakan bahwa pada penelitian ini memiliki realibilitas instrumen penelitian sebesar 0.771. Angka validitas dari korelasi pertanyaan kuesioner penelitian dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3 Kisaran nilai koefisien korelasi pertanyaan dalam satu peubah

Peubah Kisaran Koefisien Korelasi

Motivasi Berkunjung 0.387*s/d0.687**

Informator 0.389*s/d 0.742**

Fasilitator 0.332*s/d 0.767**

Pelayanan 0.666**s/d0.836**

Citra 0.582**s/d 0.763**

(34)
(35)

GAMBARAN LOKASI PENELITIAN

Lokasi penelitian ini adalah salah satu Wisata Agro yang dikelola oleh PT Perkebunan Tambi yang terletak di Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Wisata Agro ini selain merupakan wisata kebun teh juga memiliki homestay sebagai pendukung fasilitas wisata agro.

Sejarah dan Perkembangan Wisata Agro Tambi4

PT Perkebunan Tambi merupakan perkebunan peninggalan zaman penjajahan Belanda. Pada masa penjajahan Hindia Belanda tahun 1865 perusahaan Perkebunan Tambi adalah salah satu perusahaan milik Belanda. Nama dari periusahaan perkebunan Tambi ini adalah “Bagelen Thee & Kina Maatschaappij” yang berkantor pusat di Netherland. Perusahaan perkebunan teh ini di Indonesia dikelola oleh NV. John Peet yang berkantor di Jakarta.

Terjadinya revolusi kemerdekaan merupakan salah satu kesempatan Pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil alih perusahaan perkebunan teh tersebut. Para pekerja perkebunan teh kemudian diangkat menjadi Pegawai Perusahaan Perkebunan Negara (PPN). Kemudian, terjadinya konferensi Meja Bundar pada tahun 1950 perusahaan diserahkan kembali kepada pemilik semula yaitu Bagelen Thee & Kina Maatschappij. Keadaan perusahaan yang tidak menentu pada tahun 1954 mengakibatkan perusahaan dijual kepada NV. Eks PPN Sindoro Sumbing, perusahaan yang didirikan oleh Eks Pegawai Perusahaan Perkebunan Negara.

Pada tahun 1957 NV. Eks PPN Sindoro Sumbing bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Wonosobo mendirikan sebuah perusahaan baru dengan nama NVTambi. Perusahaan ini melanjutkan perkebunan teh NV Tambi dan hingga sekarang perusahaan perkebunan berganti nama dengan PT Perkebunan Tambi. Seiring dengan perkembangannya, pada tahun 2010 saham PT Perkebunan Sindoro Sumbing dibeli oleh PT Indo Global Galang Pamitra.

Awalnya, perkebunan ini hanya memiliki sektor indutri perkebunan dan pabrik teh. Pada tahun 2000, terdapat peraturan dari kementrian yang menyatakan bahwa setiap perkebunan harus memiliki second income sebagai penambahan penilaian perkebunan. Penilaian perkebunan merupakan kelanjutan sertifikasi HGU setiap tiga tahun sekali, guna meningkatkan standar dari perkebunan nasional. Tahun 2001, PT Perkebunan Tambi kemudian mendirikan sebuah wisata agro dibawah kepemimpinan manager pertama Wisata Agro Tambi. Perkembangan wisata agro dimulai dari pengembangan pondok wisata dengan pembangunan unggulan front office.

Pembangunan Wisata Agro Tambi ini mendapatkan dana hibah dari Gubernur sebanyak dua ratus juta rupiah. Dana tersebut selain sebagai pembangunan pondok wisata juga digunakan untuk perbaikan lahan perkebunan guna mendukung paket wisata. Paket-paket wisata awalnya merupakan inisiasi

4

(36)

manager pertama Wisata Agro Tambi. Paket wisata yang ditawarkan adalah paket

tea walk dan standart package. Usaha yang dilakukan pertama kali dalam kegiatan promosi Wisata Agro merupakan penyebaran informasi melalui kerabat, biro perjalanan, dan Dinas Pariwisata Wonosobo.

Wisata Agro ini kemudian dikembangkan dengan memanfaatkan perkebunan dan pabrik teh unit perkebunan. Pada tahun 2002, paket wisata agro mendapatkan penambahan paket wisata pendidikan yang ditujukan untuk anak-anak sekolah. Semenjak adanya beragam paket wisata, pondok wisata, dan meningkatnya minat masyarakat untuk berkunjung ke wisata agro ini, kemudian pembangunan wisata agro terus dilakukan. Pada tahun-tahun berikutnya yakni 2004 hingga 2014 dilakukan pengembangan-pengembangan pondok wisata. Saat ini, dengan kepemimpin baru Wisata Agro Tambi dalam proses pengembangan jaringan paket wisata dengan bermitra bersama beberapa agen wisata dan objek wisata lainnya, seperti pengadaaan paket wisata Tour d’ Dieng, rafting, dan 4WD

Adventure.

Perkembangan Wisata Agro Tambi merupakan salah satu inisiasi yang selalu dilakukan oleh manager beserta staff Wisata agro Tambi. Setiap kepemimpinan baru, manager Wisata Agro Tambi bertanggungjawab untuk kreatif dalam mengembangkan paket wisata, menarik minat pengunjung, dan penyebaran informasi mengenai Wisata Agro Tambi.

Profil Wisata Agro Tambi

Wisata Agro Tambi merupakan salah satu wisata agro yang dikelola oleh PT Perkebunan Tambi. PT perkebunan ini memiliki tiga unit perkebunan dengan dua wisata agro dengan segmentasi berbeda. Wisata Agro Tambi memiliki paket wisata dengan mayoritas ditujukan untuk wisatawan dalam group atau rombongan untuk menikmati paket wisata yang ditawarkan. Namun tentu saja hal ini berbeda untuk jasa homestay yang tidak dibatasi jumlah wisatawan setiap kunjungannya. Wisata Agro lainnya yang dimiliki PT Perkebunan Tambi adalah Wisata Agro Tanjung Sari yang memiliki fokus wisatawan pada individu. Wisata agro ini berbeda dengan Wisata Agro Tambi karena memberikan pelayanan wisata tanpa paket wisata. Artinya, wisatawan dapat masuk lokasi wisata agro dengan satu tiket untuk menikmati wahana yang disediakan di wisata agro ini.

Wisata Agro Tambi terletak di Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Luas perkebunan Tambi 256,43 ha terletak pada ketinggian 1.250-2.000 m dpl, dengan kelembaban udara 70% - 90% dan curah hujan sebanyak 3.000-3.500 mm per tahun. Wisata Agro ini selain memiliki fokus pada perkebunan teh juga berfokus pada pabrik teh yang terletak tidak jauh dari lokasi pondok wisata. Pabrik teh unit perkebunan Tambi memiliki luas area seluas 1,66 ha dengan kapasitas mesin 30.000kg per hari pucuk basah dan 6.450 per hari teh kering.

(37)

agro ini terdapat 18 homestay dengan jumlah kamar yang berbeda setiap

homestaynya dan 3 buah ruang rapat.

Jumlah karyawan pada Wisata Agro Tambi sebanyak 17 orang. Pada Wisata Agro Tambi, setiap karyawan diwajibkan untuk menjadi PR wisata wisata agro yang mengerti, memahami, dan dapat menjelaskan kepada pengunjung mengenai Wisata Agro Tambi.

Visi dan Misi Wisata Agro Tambi

Wisata Agro Tambi merupakan salah satu anak produksi dari PT Perkebunan Tambi dan masih berada di bawah naungan tanggung jawab PT Perkebunan pusat. Visi dan misi dari wisata agro ini belum berdiri sendiri, masih berada dibawah naungan PT Perkebunan Tambi.

Visi dari PT Perkebunan Tambi adalah mewujudkan perusahaan perkebunan teh yang berproduksi tinggi, ramah lingkungan, kualitas sesuai dengan selera konsumen, kokoh, dan lestari.

Misi dari PT Perkebunan Tambi memiliki dua poin misi yakni bisnis dan sosial. Misi bisnis yakni dengan mewujudkan pendapatan devisa negara. Misi sosial PT Perkebunan Tambi meliputi empat poin yaitu 1) melaksanakan konservasi alam dengan memanfaatkan tanaman teh sebagai lini kedua setelah kehutanan. Konservasi alam meliputi: mencegah erosi, mengatur tata guna air (daerah tangkapan air hujan); 2) mengatur iklim mikro (menjaga suhu dan kelembaban); 3)menyerap tenaga kerja di lingkungan perkebunan sesuai dengan ratio kebutuhan; dan 4) menyediakan tercukupinya minuman teh untuk masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia.

Struktur Organisasi Wisata Agro Tambi PT Perkebunan Tambi

Struktur organiasi Wisata Agro Tambi tidak berdiri sendiri, Wisata Agro Tambi adalah bagian dari Unit Perkebunan Tambi PT Perkebunan Tambi. Manager Wisata Agro Tambi memiliki tanggung jawab untuk pengembangan Wisata Agro Tambi kepada Pimpinan Unit Perkebunan Tambi. Hal ini terjadi karena Wisata Agro Tambi masih terintegrasi dengan unit bagian PT Perkebunan Tambi. Sehingga, segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Wisata Agro Tambi baik mengenai kegiatan kunjungan, penambahan paket wisata, hingga perbaikan sarana prasarana perlu melakukan diskusi dengan unit perkebunan. Kegiatan ini dilakukan untuk mempermudah koordinasi kondisi lapang untuk beberapa paket wisata, seperti plantation tour dan factory tour.

(38)

Tambi adalah memberikan informasi secara menyeluruh kepada pengunjung, baik mengenai paket wisata, penelitian, hingga memandu paket wisata plantation tour

dan factory tour. Selain itu, PR juga bertugas untuk menentukan dan mengembangkan paket wisata dengan mengembangkan jaringan pariwisata dengan wisata lain di daerah Wonosobo dan biro perjalanan.

.

Jumlah sumberdaya manusia pada wisata agro ini adalah 17 orang karyawan tetap dan 4 orang karyawan tambahan. Sistem kerja untuk karyawan menggunakan sistem kerja total manajemen. Total manajemen merupakan kinerja karyawan yang diharuskan untuk dapat menguasai segala bidang pekerjaan di wisata agro. Misalnya, seorang satpam di Wisata Agro Tambi ini tidak hanya bekerja sesuai dengan pekerjaan utamanya sebagai penjaga keamanan, namun juga harus mampu menerima tamu dan menjelaskan paket-paket wisata yang ditawarkan pada wisata agro ini, begitu juga dengan karyawan dengan pekerjaan utama lainnya. Total manajemen dilakukan di wisata agro ini dengan mempertimbangkan beberapa alasan, yakni tenaga kerja yang sedikit, memaksimalkan potensi SDM, meminimalkan anggaran dana, dan sebagai bentuk pertahanan diri perusahaan dari persaingan wisata.

Alasan jumlah karyawan yang sedikit karena pada dasarnya setiap karyawan pada Wisata Agro Tambi harus tahu segala hal mengenai teh. Karyawan Wisata Agro Tambi merupakan karyawan yang telah bekerja di PT Perkebunan Tambi sebelumnya di bagian perkebunan maupun pabrik teh. Setiap karyawan \diharapkan dapat menjadi pemandu wisata, sehingga diutamakan karyawan wisata agro adalah karyawan lama dari PT Perkebunan Tambi.

(39)

Daya Tarik Wisata Agro Tambi

Wisata Agro Tambi memiliki objek wisata yang paling utama kebun teh dengan areal seluas 256.43 ha. Kebun teh ini memiliki beberapa paket wisata yang dapat dinikmati oleh pengunjung Wisata Agro. Adapun paket dan objek wisata yang dapat dinikmati terdiri dari beberapa paket wisata, yakni sebagai berikut5: 1. Plantation Tour

Plantation Tour merupakan paket wisata yang dilakukan dengan berjalan-jalan di perkebunan teh. Istilah lain dari plantation tour adalah tea walk. Wisata ini dilakukan dengan seorang pemandu wisata yang mengajak wisatawan menyusuri perkebunan teh dengan memberikan penjelasan mengenai teh. Penjelasan mengenai teh dimulai dari penanaman, pemeliharaan, pemetikan, dan kegiatan re-planting. Dalam memandu wisatawan, pemandu tidak hanya melakukan penjelasan satu arah, tetapi juga ada komunikasi dua arah, yakni wisatawan diberikan waktu untuk mengajukan pertanyaan.

2. Factory Tour

Factory tour merupakan paket wisata yang dilakukan untuk melihat proses pembuatan teh. Kegiatan ini dilakukan dengan berjalan-jalan di sekitaran pabrik melihat proses pembuatan teh dari mulai proses pelayuan, pengeringan, sortasi, hingga pemilihan produk teh dan cara penyeduhan teh yang baik. Pada wisata ini tidak jauh berbeda dengan plantation tour, yakni dilakukan dengan seorang pemandu wisata dan wisatawan diperbolehkan untuk mengajukan pertanyaan.

5

Berdasarkan leaflet dan hasil wawancara dengan Manager dan Pemandu Wisata (PR) Wisata Agro Tambi

Gambar 4 Wisata Agro Plantation tour

(40)

3. Outbond

Outbond merupakan salah satu paket wisata yang dilakukan oleh wisatawan secara rombongan. Kegiatan ini dilakukan dengan pemandu outbond yang tergantung dengan permintaan rombongan. Wisata Agro Tambi menyediakan fasilitator outbond untuk rombongon, akan tetapi jika rombongan menginginkan fasilitator outbond dari rombongan maka Wisata Agro memberikan fasilitas lapang, dan alat-alat oubond saja.

4. Tour Dieng Plateau

Tour Dieng Plateau merupakan salah satu paket Wisata Agro yang dikembangkan sejak 2014. Wisata ini merupakan hasil kerja sama dari wisata agro dan pihak pariwisata Dieng. Tour Dieng Plateau terdiri dari kunjungan ke beberapa tempat wisata unggulan Dieng Plateau, meliputi Candi Dieng, Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Rafting, dan 4WD Adventure. 5. Genen

Genen merupaakan paket wisata yang diberikan kepada pengunjung dengan rombongan yang menginap di homestay wisata agro. Kegiatan ini dilakukan pada malam hari dengan menyalakan api unggun yang diiringi dengan orkes atau organ tunggal.

6. Tea Service

Tea service merupakan pelayanan yang diberikan kepada wisatawan untuk menikmati secangkir teh hangat dari perkebunan teh Tambi dengan beberapa makanan lokal. Makanan lokal yang disajikan seperti mendoan atau “tempe kemul”, ubi goreng, singkong goreng, dan beberapa camilan lainnya. Teh yang diseduh merupakan teh yang berbeda dengan teh yang dijual dipasaran karena memiliki cita rasa teh asli yang belum diberikan campuran berbagai material lainnya. Selain hal tersebut, teh Tambi tidaklah mudah didapatkan di berbagai toko. Hasil produksi teh Tambi diekspor ke berbagai negara sebanyak 80% hasil produksi, sedangkan 20% digunakan untuk memenuhi kebutuhan lokal Kabupaten Wonosobo.

Fasilitas Wisata Agro Tambi

Selain memberikan objek wisata yang dapat dinikmati oleh pengunjung, Wisata Agro juga memiliki fasilitas yang dapat dinikmati oleh pengunjung dengan menyediakan fasilitas sebagai berikut:

1. Homestay

Homestay dari Wisata Agro merupakan salah satu sarana pendukung berkembangnya Wisata Agro Tambi. Homestay yang dimiliki oleh wisata agro ini sejumlah 18 pondok dengan beragam jumlah kamar.

2. Meeting room

(41)

Paket Wisata Wisata AgroTambi

Paket wisata yang ditawarkan oleh Wisata Agro Tambi ditujukan untuk pengunjung Wisata Agro dengan berkelompok maupun tidak. Calon pengunjung Wisata Agro dapat memilih paket-paket yang ditawarkan oleh Wisata Agro Tambi. Adapun paket yang ditawarkan adalah standard packages, exclusive packages, dan exclusive order packages. Pengunjung yang akan menikmati atau memilih untuk tinggal di homestay yang disediakan oleh Wisata Agro secara otomatis akan mendapatkan paket wisata standart packages.

Paket wisata tersebut dikemas dengan beberapa objek wisata unggulan yang disediakan oleh Wisata Agro Tambi. Paket wisata yang ditawarkan adalah sebagai berikut:

1. Standard Packages

Standard Packages dilakukan selama dua jam dengan fasilitas objek wisata yang diberikan sebagai berikut:

Plantation Tour Factory Tour Tea Service

Paket wisata Standard Packages, mempunyai syarat minimal jumlah calon pengunjung untuk pengunjung yang tidak menginap. Jumlah calon pengunjung pada paket ini terdiri dari satu grup dengan jumlah minimal 10 pax.

2. Exclusive Packages

Exclusive packages dilakukan selama tiga jam dengan fasilitas objek wisata yang diberikan sebagai berikut:

Plantation Tour Factory Tour Tea Service Luncheon

Paket wisata Exclusive Packages, mempunyai syarat minimal jumlah calon pengunjung untuk pengunjung yang tidak menginap maupun pengunjung menginap. Jumlah calon pengunjung pada paket ini terdiri dari satu grup dengan jumlah minimal 20 pax (orang).

3. Exclusive Order Packages

Exclusive Order packages dilakukan selama lima jam dengan fasilitas objek wisata yang diberikan sebagai berikut:

Plantation Tour with “OUTBOND” games

Factory Tour Tea Service

Paket wisata Exclusive Order Packages, mempunyai syarat minimal jumlah calon pengunjung untuk pengunjung yang tidak menginap maupun pengunjung menginap. Jumlah calon pengunjung pada paket ini terdiri dari satu grup dengan jumlah minimal 20 pax (orang).

4. Guest room/home stay

(42)

packages pengunjung juga mendapatkan breakfast, tea service + local meal, insuransi, tax, dan service charge.

Peranan Public Relations Wisata Agro Tambi

Peranan PR dilakukan oleh seluruh karyawan Wisata Agro Tambi baik secara langsung maupun tidak langsung kepada pengunjung. Sistem kerja yang “total managament” mengharuskan seluruh karyawan mengerti, memahami, dan menjalankan segala aktivitas yang berhubungan dengan pengunjung. Meskipun, sebagian besar tugas PR didominasi oleh manager dan fasilitator wisata agro. Tiga orang staff, yakni manajer dan dua orang fasilitator memiliki tugas penting dalam menentukan dan mengembangakan paket wisata, memandu wisata, menyediakan kebutuhan wisata, pelayanan terhadap pengunjung, dan publikasi. Beberapa peranan yang dilakukan oleh karyawan Wisata Agro Tambi adalah sebagai berikut:

1. Peranan sebagai informator

Perananan ini dilakukan oleh PR Wisata Agro Tambi untuk memberikan informasi kepada pengunjung. Beberapa informasi yang disampaikan oleh karyawan wisata Agro Tambi adalah sebagai berikut:

a. Informasi mengenai lokasi-lokasi di sekitar wisata agro, seperti lokasi kamar homestay, toilet, jalan menuju perkebunan teh, kantin, koperasi, dan lokasi-lokasi lainnya di sekitar Wisata Agro Tambi.

b. Informasi mengenai paket wisata dan homestay. Pada kondisi lapangan, pengunjung yang baru datang biasanya menanyakan mengenai paket wisata dan paket homestay dari gerbang masuk wisata agro dan di lokasi front office. Selain informasi secara langsung, biasanya pengunjung juga menanyakan informasi mengenai paket wisata dan informasi lainnya via telepon kepada karyawan Wisata Agro Tambi.

c. Informasi mengenai perkebunan teh, mulai dari proses penanaman, perawatan, pemetikan, hingga proses pembuatan teh. Informasi ini diberikan pada saat pengunjung menikmati paket wisata plantation tour

dan factory tour.

d. Informasi mengenai perizinan penggunaan lokasi wisata agro sebagai tempat pertemuan, kunjungan perusahaan, dan penelitian. Keunggulan dari karyawan Wisata Agro Tambi, karawan dapat memberikan informasi lebih dari kepentingan wisata agro saja. Informasi yang diberikan kepada pengunjung untuk penelitian dapat mencakup seluruh kegiatan PT Perkebunan Tambi dari mulai perkebunan, pabrik, dan kegiatan sosial lainnya seperti CSR perusahaan.

2. Peranan sebagai fasilitator

(43)

lapangan outbond yang berada di luar wisata agro, seperti lapangan sepak bola, fasilitas shuttle bis untuk pengunjung yang ingin menkmati wisata di sekitar Dieng Plateau.

3. Peranan sebagai pelayanan

Peranan ini dilakukan oleh seluruh karyawan Wisata Agro Tambi untuk memberikan pelayanan kepada pengunjung. Pelayanan ini selalui dilakukan dengan prinsip SMILE (santun, menarik, informatif, luwes, dan enerjik). Pelayanan yang diberikan kepada setiap pengunjung dilakukan dengan baik dan ramah.

KeberlanjutanWisata Agro Tambi

(44)
(45)

KARAKTERISTIK PENGUNJUNG WISATA AGRO TAMBI

Karakteristik pengunjung Wisata Agro Tambi terdiri dari jenis kelamin, usia, tiingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan banyaknya motivasi berkunjung yang dipilih oleh pengunjung Wisata Agro Tambi. Hasil penelitian yang dilakukan pada 40 pengunjung Wisata Agro Tambi diperoleh data pada Tabel 4 berikut ini:

Tabel 4 Jumlah dan peresentase Karakteristik Pengunjung Wisata Agro Tambi

Jenis Kelamin

Pengunjung Wisata Agro Tambi dalam penelitian ini terdiri dari dua kelompok jenis kelamin yakni perempuan dan laki-laki. Berdasarkan pada data yang dikumpulkan terdapat 24 responden laki-laki dan 16 reponden perempuan. Pengunjung Wisata Agro didominasi oleh pengunjung laki-laki dengan perbandingan persentase 3:2. Hal ini disebabkan oleh kegiatan kunjungan atau wisata yang dilakukan oleh pengunjung Wisata Agro adalah kunjungan kelompok (rombongan), mulai dari keluarga, institusi, hingga perusahaan yang tidak dibatasi oleh jenis kelamin.

Kecenderungan pada pengunjung berjenis kelamin laki-laki karena sebagian besar pengunjung Wisata Agro Tambi berupa rombongan dari perusahaan yang mayoritas pekerjanya laki-laki. Pada saat penelitian berlangsung, rombongan yang datang terdiri dari rombongan perusahaan yang memiliki latar belakang pekerja umum seperti dari Dinas Pekerjaan Umum, karyawan pabrik rokok, Dharma Wanita, dan kedokteran.

Karakteristik Kategori Jumlah Persentase

Jenis

Usia Pertengahan (30-50 tahun) 30 75.0

Usia Tua (>50 tahun) 3 7.5

Tingkat Pendidikan

Rendah (tamat SD dan SMP) 1 2.5

Sedang (tamat SMA dan Diploma) 22 55.0

Tinggi (tamat Sarjana dan Pasca Sarjana) 17 42.5 Tingkat

Pendapatan

Rendah ( <1500000) 10 25.0

Sedang (1500000-5000000) 27 67.5

Tinggi (> 5000000) 3 7.5

Motivasi

Rendah (1-2) 16 40.0

Sedang (3-5) 23 57.5

(46)

Usia

Pada penelitian ini, usia merupakan lama hidup dari responden pada saat mengunjungi Wisata Agro Tambi. Data yang diperoleh dari 40 orang responden menunjukkan bahwa pengunjung Wisata Agro didominasi oleh responden pada kategori usia pertengahan yakni usia 30-50 tahun. Persentase tertinggi dari karakteristik pengunjung berdasarkan usia pada pengunjung Wisata Agro Tambi adalah pada rentang usia pertengahan dengan jumlah persentase sebesar 75.0 persen atau sebanyak 30 reponden dari seluruh responden pada penelitian ini.

Pengunjung dengan usia pertengahan memiliki jumlah yang paling banyak karena rata-rata pengunjung adalah rombongan dari suatu perusahaan tertentu dengan dominasi karyawan yang memiliki umur pertengahan. Jenis Wisata Agro Tambi yang memiliki suhu dingin, perkebunan teh yang luas, dan paket wisata lainnya yang lebih cocok untuk pengunjung usia pertengahan. Selain hal tersebut, Wisata Agro Tambi merupakan wisata agro yang tidak memberikan batasan usia kepada pengunjung. Usia tua memiliki persentase paling rendah yakni hanya 7.5 persen dalam penelitian ini. Hal ini terjadi karena pengunjung berusia tua rata-rata pernah mengunjungi tempat wisata ini sebelumnya lebih dari sekali, seperti yang dikatakan oleh salah satu responden sebagai berikut (lampiran 6):

Saya pernah kesini sebelumnya tiga kali, pertama kali saya kesini wisata agro ini belum memiliki banyak homestay seperti sekarang ini. Waktu itu, kalau tidak salah saya masih berusia sekitar 50an

tahun dik” (HD, 70 tahun)

Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan merupakan jenjang pendidikan terakhir yang ditempuh oleh responden. Tingkat pendidikan dibagi atas tiga kategori, yakni rendah (untuk kategori pendidikan terakhir SD dan SMP), sedang (untuk jenjang pendidikan SMA dan Diploma), tinggi (untuk jenjang pendidikan Sarjana dan Pascasarjana). Hasil penelitian yang dilakukan pada pengunjung Wisata Agro Tambi dengan 40 orang responden diperoleh data bahwa responden dalam penelitian ini memiliki tingkat pendidikan kategori sedang, yakni memiliki jenjang pendidikan SMA dan Diploma.

Gambar

Tabel 1  Lokasi Wisata Agro di Jawa Tengah
Gambar 1  Grafik jumlah pengunjung Wisata Agro Tambi
Gambar  2    Kerangka  Pemikiran  Peranan  Public  Relations  dalam  Mempertahankan Keberlanjutan Wisata Agro Tambi
Tabel 2   Populasi dan Sampel Penelitian  Rombongan  Jumlah
+7

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah pengeluaran kegiatan program sarjana (rutin &amp; Non Rutin) untuk masa Tahun Akademik 2014/2015 dan 2013/2014 (periode 1 September 2014 sampai dengan 31 Agustus 2015 dan

BNI Syariah Kantor Cabang Banda Aceh, seperti pengelolaan manajemen, keramahan pegawainya pada saat melayani nasabah, komunikasi yang baik, kerja sama tim yang baik,

Berdasarkan temuan penelitian maka pada bagian ini, diuraikan pembahasan berdasarkan temuan penelitian yang mencakup (1) bentuk tindak tutur deklarasi pedagang Kaki Lima dalam bahasa

Dalam akhir kegiatan pembelajaran seorang guru menyampaikan tugas yang harus dikerjakan dirumah melalui LCD dan berusaha memastikan peserta didik paham dengan

Untuk melaksanakan perubahan dalam bidang pendidikan ter sebut, Mulyasa (2013) “mengacu pendapat UNESCO ada dua basi s landasan pendidi kan: per tama; pendidikan

Metode ini belum dapat memprediksi kapan berakhirnya pandemi di Pulau Jawa disebabkan data aktual memiki pola eksponensial yang kenaikannya bertahap terus menerus secara

Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari. bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama

Tujuan penelitian penciptaan seni ini adalah untuk menghasilkan kreasi baru motif batik yang sumber inspirasinya diambil dari seni budaya daerah setempat, sehingga