• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fokus Layanan Urusan Pilihan 1. Kelautan dan perikanan

Dalam dokumen RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (Halaman 80-88)

BAB 2 EVALUASI HASIL PELAKSANAAN

C. Fokus Layanan Urusan Pilihan 1. Kelautan dan perikanan

Produksi perikanan budidaya menunjukkan peningkatan dari sebesar 8.019,90 ton pada tahun 2012 menjadi sebesar 25.329,63 ton pada tahun 2016, terlihat capaian tersebut lebih tinggi dari target pada tahun 2016 sebesar 20.254,07 ton. Namun demikian cakupan bina kelompok pembudidaya ikan pada tahun 2016 sebesar 25,86 % menurun dari capaian tahun 2014 sebesar 54,20%, dan Produksi perikanan kelompok pembudidaya ikan tangkap capaiannya pada tahun 2016 sebesar 1.201,8 ton lebih rendah dari target tahunan yaitu sebesar 1.387,90 ton. Hal ini disebabkan karena iklim dan kondisi perairan umum yang kurang memungkinkan bagi perkembangan ikan.

Selain itu masih terdapat beberapa kendala dalam sektor ini antara lain:

 Permasalahan dalam perbenihan yang berhubungan dengan mutu benih muncul pada saat proses produksi benih, prosesing, penyimpanan dan pada proses pengujian mutu benih.

 Beberapa unit kolam pada balai benih ikan mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan.

 Induk ikan pada balai benih ikan sudah saatnya diremajakan karena sudah tua dan tidak produktif lagi.

Secara akumulatif dari sejumlah empat indikator yang ditargetkan pada tahun 2016, sejumlah tiga indikator telah mencapai target tahun 2016 dan satu indikator belum mencapai target tahun 2016. Secara rinci kinerja pembangunan urusan kelautan dan perikanan dapat dilihat dari tabel dibawah ini.

Tabel 2.32.

Capaian Target Kinerja Kabupaten Banjarnegara Urusan Kelautan dan Perikanan

No Indikator Kinerja Satuan

Target Pencapaian Kinerja Status Capaian

2016

2015 2016 2015 2016

1. Produksi perikanan ton 16.453,66 20.254,07 17.874,44 25.329,63

2. Konsumsi ikan kg/ Kap/thn 14,88 15,77 17,74 17,74* 3. Cakupan bina kelompok pembudi daya ikan % 24,00 24,00 16,70 25,86 4. Produksi perikanan kelompok pembudi daya ikan tangkap

ton 1.360,70 1.387,90 1.250,0 1.201,8

Keterangan

status : Target Telah Tercapai Target Tidak Tercapai Sumber : Distankan, Kab. Banjarnegara

2. Pariwisata

Persentase kunjungan wisata sebesar 109,09% dari target sebesar 100%. pendapatan sektor pariwisata juga 107,68% dari target sebesar 100%. Capaian kinerja pada tahun 2016 menunjukkan hasil yang baik. Dibandingkan dengan target, dari sejumlah 2 indikator tersebut semuanya berstatus telah tercapai.

Peningkatan yang cukup signifikan di tahun 2016 didukung dengan adanya beberapa event wisata yang berskala regional, nasional, dan internasional antara lain:

 Dieng Culture Festival, event tradisi pemotongan rambut gembel. Event ini bahkan telah mendapatkan perhatian secara internasional.

 Nyadran Gedhe Susukan, event tradisi ziarah kubur menjelang bulan Romadhon.

 Kuduran budaya di Wanayasa merupakan event potensi lokal daerah.

 Boyong Oyot Genggong di Kecamatan Banjarmangu, event budaya yang merupakan simbolis kepindahan pemerintahan Kecamatan Banjarmangu.

 Baritan di Dieng merupakan acara budaya akhir bulan syawal berupa acara sedekah bumi.

 Di pusat kota Banjarnegara dilaksanakan berbagai event seperti: parade budaya, festival aplang, festival ebeg dan kirab lambang daerah pada HUT Banjarnegara.

Walaupun capaiannya telah mencapai target, namun ke depan perlu tetap adanya peningkatan pembangunan destinasi unggulan dan mengembangkan potensi usaha jasa wisata agar kunjungan wisata di Kabupaten Banjarnegara semakin meningkat. Secara rinci kinerja pembangunan urusan pariwisata dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 2.33.

Capaian Target Kinerja Kabupaten Banjarnegara Urusan Pariwisata

No Indikator Kinerja Satuan Target Pencapaian Kinerja Capaian Status 2016 2015 2016 2015 2016 1. Kunjungan wisata (%) (%) 100 100 (161%) 884.091 pengunjung (195,77%) 1.076.735 pengunjung 2. Pendapatan sektor pariwisata (%) (%) 100 100 118,81 110,22 Keterangan

status : Target Telah Tercapai Target Tidak Tercapai Sumber : Disparbud Kab. Banjarnegara

3. Pertanian

Produktivitas padi pada tahun 2016 baru mencapai 52,36 kw/ha menunjukkan capaian yang belum optimal karena masih dibawah target tahun 2016 sebesar 62,47 kw/ha. Hal ini di sebabkan

karena kurangnya paparan sinar matahari karena sering hujan dan mendung, mengakibatkan kurang maksimalnya proses pengisian bulir padi. Adanya serangan OPT di tahun 2016, diantaranya Penggerek Batang (Kecamatan Sigaluh, Mandiraja, Purwanegara, dan Wanadadi); WBC (Kecamatan Bawang di Sepdes); serangan tikus di kecamatan Susukan hampir merata sd puso seluas 7 ha di usia 40-50 hst karena ada percepatan tanam, yang mestinya tidak tanam, adanya serangan blast di Mandiraja, Susukan, Purwanegara dan Wanadadi hampir merata di SR 2. Di Kecamatan Bawang dari luasan panen 1.072 ha dapat ubinan sampel 4 plot di desa Majalengka (masyarakat secara ekonomi dan SDM petani rendah, pengunaan saprodi minim terutama pupuk) dimana lokasi tersebut merupakan irigasi pedesaan dan tadah hujan yang hasil produksinya rendah ditambah terkena serangan OPT diantaranya Busuk Leher dan Kresek. Begitu pula dengan Produktivitas jagung yang baru mencapai 41,41 kw/ha dari target 48,20 kw/ha di tahun 2016. Hal ini disebabkan karena komoditas jagung terkena serangan OPT diantaranya di dataran rendah yang menggunakan varietas pioneer banyak yang terserang bule, mayoritas terkena busuk batang, penggerek tongkol dan terkena jamur dikarenakan curah hujan yang tinggi; di dataran tinggi varietas yang digunakan kebanyakan lokal diantaranya kecamatan karangkobar, Pagentan, Wanayasa, Kalibening dan Pandanarum. Produktivitas kedelai yang baru mencapai 11,84 kw/ha dari target 12,20 kw/ha tahun 2016. Hal ini disebabkan karena iklim cukup mendukung, sinar matahari cukup, di tahun 2015 mayoritas di tanam SR 3 terkena hujan sehingga banyak terkena OPT terutama ulat.

Produktivitas Tanaman Hortikultura untuk salak pada tahun 2016 baru mencapai 12 kg/ pohon dari target 16,30. Hal ini disebabkan karena terlalu banyak curah hujan sehingga bunga salak menjadi rontok dan menurunkan produksi/produktivitas. Sedangkan produktivitas tanaman holtikultura kentang sampai dengan tahun 2016 baru mencapai 145 kw/ha dari target 200,16 kw/ha, hal ini disebabkan karena Penurunan produktivitas disebabkan oleh banyaknya serangan OPT (organisme pengganggu tanaman), baik

layu fusarium, NSK dan keterbatasan bibit unggul serta degradasi lahan karena cuaca buruk (terlalu banyak hujan.

Populasi hewan ternak juga banyak yang belum memenuhi target, seperti Sapi, Sapi Perah, Kambing, dan Domba. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya yaitu lebih banyak jumlah ternak keluar Kabupaten Banjarnegara dibandingkan dengan jumlah kelahiran ternak di Kabupaten Banjarnegara dan juga tingkat pemotongan sapi tinggi (7.057 ekor). Keberhasilan inseminasi buatan juga masih belum sesuai target, terlihat dari indikator Perbandingan Jumlah Kelahiran dengan Pemakaian Semen yang baru mencapai 69,03% dari target sebesar 72,7%. Secara akumulatif dari sejumlah 24 indikator yang ditargetkan pada tahun 2016, sejumlah 9 indikator telah mencapai target tahun 2016, 11 indikator belum mencapai target tahun 2016, dan 4 indikator belum diketahui capaiannya karena data belum tersedia sampai dengan tahun 2016. Secara rinci kinerja urusan pertanian dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 2.34.

Capaian Target Kinerja Kabupaten Banjarnegara Urusan Pertanian

No Indikator Kinerja Satuan Target

Pencapaian Kinerja Status Capaian 2016 2015 2016 2015 2016

Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per hektar

1. - Produktivitas padi kw/ ha 62,12 62,47 61,19 52,36 2. - Produktivitas Jagung kw/ ha 47,5 48,20 51,25 41,41 3. - Produktivitas Kedelai kw/ ha 12,2 12,20 7,81 11,84 Produktivitas Tanaman Hortikultura 4. - Durian kg/ pohon 38 43.69 159,00 47 5. - Salak kg/ pohon 16,14 16,30 22,00 12 6. - Pisang kg/ pohon 46,18 48,95 75,00 50 7. - Kentang kw/ ha 190,63 200,16 155,77 145 8. Kontribusi sektor pertanian/ peternakan/ perikanan terhadap PDRB % 34,19 33,85 32,99 N.A.

9. Kontribusi sektor pertanian (tabama) terhadap PDRB sektor pertanian

No Indikator Kinerja Satuan Target

Pencapaian

Kinerja Capaian Status 2016 2015 2016 2015 2016

Jumlah Populasi Ternak

10. - Sapi ekor 36.426 36.972 28.934 30.505

11. - Sapi Perah ekor 3.043 3.089 1.500 1.352

12. - Kambing ekor 200.311 204.317 178.924 194.198 13. - Domba ekor 113.337 114.471 68.005 65.221 Persentase Keberhasilan Inseminasi Buatan 14. - Perbandingan Jmlh Kelahiran dengan Pemakaian Semen % 59,72 72,7 42,53 69,03 15. Kontribusi sektor perkebunan (tanaman keras) terhadap PDRB % 4,50 4,60 N.A. N.A. Produktivitas perkebunan

16. Kopi Robusta (ton/ha) ton/ ha

0,5 0,55 0,46 0,46

17. Kopi Arabika (ton/ha) ton/

ha 0,35 0,4 0,31 0,32

18. Kelapa Dalam (ton/ha) ton/ ha

0,76 0,78 0,75 0,78

19. Kelapa Deres (ton/ha) ton/ ha

8,6 8,8 6,6 6,67

20. Teh (ton/ha) ton/

ha 1,3 1,4 1,1 1,1

21. Karet (ton/ha) ton/

ha

0,26 0,31 0 0

22. Tebu (ton/ha) ton/

ha 80 80 58,99 65,07

23. Kontribusi Produksi kelompok petani terhadap PDRB (%)

% 84,41 86,10 NA NA

24. Cakupan bina kelompok petani

% 22,86 25,45 25,00 39,2

Keterangan

status : Target Telah Tercapai Target Tidak Tercapai Sumber : Distankan, dan BPS Kab. Banjarnegara

4. Perdagangan

Pencapaian target pembangunan pada urusan ini tergolong cukup baik, ditunjukkan dengan Ekspor Bersih Perdagangan sebesar 62.577 juta rupiah dari target sebesar 28.722 juta rupiah; dan Cakupan bina kelompok pedagang/usaha informal sebesar 14.025 kelompok dari target sebesar 11.753 kelompok. Namun demikian ada satu indikator yang di tahun 2016 tidak dapat diketahui capaiannya

yaitu kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB. PDRB tahun 2016 baru akan diterbitkan setelah pertengahan tahun 2017.

Secara akumulatif dari sejumlah 3 indikator, terdapat 2 indikator yang berstatus telah tercapai dan satu indikator yang tidak dapat diukur. Secara rinci capaian kinerja pembangunan urusan perdagangan bisa dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 2.35.

Capaian Target Kinerja Kabupaten Banjarnegara Urusan Perdagangan

No Indikator Kinerja Satuan Target

Pencapaian

Kinerja Capaian Status 2016 2015 2016 2015 2016 1. Kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB % 13,76 13,82 14,35 na 2. Ekspor Bersih Perdagangan Rp 000.000 27.885 28.722 65.267 62.577

3. Cakupan bina kelompok pedagang/usaha informal

kelompok 11.193 11.753 11.860 14.025

Keterangan

status : Target Telah Tercapai Target Tidak Tercapai Sumber : Disperindagkop UKM Kab. Banjarnegara

5. Perindustrian

Pembangunan urusan perindustrian menunjukkan pertumbuhan industri sebanyak 22.367 unit pada tahun 2016 dari target sebanyak 20.663 unit. Kontribusi sektor Industri terhadap PDRB juga pada tahun 2015 sebesar 14,08%, namun pada tahun 2016 tidak ada data capaiannya hal ini disebabkan karena pada PDRB tahun 2016 dijadwalkan terbit pada tahun 2017. Indikator yang tidak dapat terisi capaiannya yaitu Kontribusi industri rumah tangga terhadap PDRB sektor Industri.

Secara akumulatif, pada urusan perindustrian apabila dibandingkan antara realisasi tahun 2016 dengan target tahun 2016 ada sebanyak dua indikator berstatus telah tercapai dan dua indikator berstatus tidak tercapai. Pengembangan industri pengolahan tentunya perlu terus dilakukan agar mampu memberikan konstribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Secara rinci kinerja urusan pembangunan urusan perindustrian dapat dilihat pada tabel di berikut ini:

Tabel 2.36.

Capaian Target Kinerja Kabupaten Banjarnegara Urusan Perindustrian

No Indikator Kinerja Satuan Target Pencapaian Kinerja Capaian Status 2016 2015 2016 2015 2016

1. Kontribusi sektor

Industri terhadap PDRB % 12,78 12,79 14,08 NA

2. Kontribusi industri rumah tangga terhadap

PDRB sektor Industri %

3,16 3,46 NA NA

3. Pertumbuhan Industri

Unit 20.385 20.663 22.108 22.367

4. Cakupan bina kelompok

pengrajin Kelompok 12.167 13.870 13.555 13.870

Keterangan

status : Target Telah Tercapai Target Tidak Tercapai Sumber : Disperindagkop UKM Kab. Banjarnegara

6. Transmigrasi

Kinerja pembangunan urusan ketransmigrasian menunjukkan kinerja yang kurang baik, terlihat 1 indikator yang ditargetkan pada tahun 2016 kinerjanya belum tercapai di tahun 2016. Indikator tersebut yaitu indikator Jumlah transmigran yang ditempatkan. Penyebab pencapaian kinerja yang rendah karena jumlah quota transmigran ditentukan oleh Pemerintah Pusat melalui Disnakertrasnduk Propinsi Jawa Tengah. Melihat kondisi tersebut, maka diperlukan upaya koordinasi dan kerjasama dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan daerah calon penempatan transmigrasi. Secara rinci kinerja pembangunan urusan transmigrasi dapat dilihat dari tabel berikut ini.

Tabel 2.37.

Capaian Target Kinerja Kabupaten Banjarnegara Urusan Transmigrasi

No Indikator Kinerja Satuan Target

Pencapaian

Kinerja Capaian Status 2016 2015 2016 2015 2016

1 Jumlah transmigran yang

ditempatkan KK 35 35 5 15

Keterangan

status : Target Telah Tercapai Target Tidak Tercapai Sumber : Disnaker Kab. Banjarnegara

D. Fokus Layanan Urusan Pemerintah Fungsi Penunjang

Dalam dokumen RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (Halaman 80-88)