• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fokus Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha di SMA

Dalam dokumen SD/MI - SMP/MTs - SMA/MA (Halaman 142-150)

Muatan materi Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha pada tingkat (SMA)/kelas 10, 11 dan 12 memuat lima aspek yang meliputi: aspek Kitab Suci Tipitaka/Tripitaka, aspek Sejarah Agama Buddha, Aspek keyakinan (saddha), aspek ibadah/puja bhakti dan aspek moral (sila). Penjabaran dari kelima aspek tersebut terdapat dalam tema-tema yang disajikan untuk setiap kelas sesuai dengan tingkatannya. Dalam mempelajari materi agama Buddha, Siswa belajar tentang sejarahnya, Tipitaka/Tripitaka sebagai pedoman hidup dan sumber-sumber nilai, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital yang harus sejalan dengan tatanan moralitas Buddhis, penerapan nilai-nilai dharma secara universal untuk membangun keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, peran hukum niyama, pelestarian lingkungan hidup, keteladanan perilaku santun, sikap dan perilaku jujur, kemandirian, tugas dan tanggung jawab, rasa ingin tahu, konsep berpikir kritis, implementasi pentingnya berpikir kritis dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi, hidup berkesadaran, dan cinta tanah air.

Muatan Materi dalam focus Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha tingkat SMA ini, siswa dipandu untuk memahami ajaran Sang Buddha, baik secara tekstual maupun kontekstual. Seluruh aspek tersebut disajikan dalam 16 fokus pembelajaran yang disajikan secara integratif melalui kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Muatan materi pada tiap-tiap kelas dikemas berdasarkan tema-tema yang sesuai perkembangan psikologis peserta didik tiap kelasnya, sebagai berikut:

1. Cakupan Materi Kelas 10

: Kelahiran sebagai manusia adalah berkah, Tipitaka/Tripitaka sebagai sumber nilai, Puja dan Perlindungan kepada Tiratana, Pluralisme, inklusivisme dan toleransi beragama, Peran hukum Niyama dan Pelestarian Dharma

2. Cakupan Materi Kelas11

: Kebenaran hakiki dan kebenaran relatif, Ekosistem saling ketergantungan, Peran hukum Karma, Kemandirian tugas dan tanggung jawab, Cinta tanah air Indonesia dan berwawasan global, dan Keluarga Hita Sukkhaya

3. Cakupan Materi Kelas12

: Keselamatan dengan hidup berkesadaran, Buddha Dhamma kontekstual, Berpikir kritis dan implementasinya, dan Pemanfaatan IPTEK di era revolusi industri dan digital berbasis moral.

Fokus Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Kelas 10 Kelahiran manusia sebagai berkah

[Aspek: Kitab Suci dan Sejarah]

▪ Peserta didik mampu memahami bahwa untuk terlahir sebagai manusia adalah sulit.

▪ Peserta didik mampu mengeksplorasi unsur-unsur Pancakhanda dalam diri manusia.

▪ Peserta didik mampu menjelaskan dasar argument tekstual dan rasional mengenai kelahiran manusia sebagai berkah, kesempatan untuk belajar dharma dan berbuat baik.

▪ Peserta didik memahami bahwa untuk mencapai tujun akhir lebih mudah dicapai di alam manusia.

Sasaran kompetensi yang diharapkan:

❖ Mengetahui alasan terlahir sebagai manusia adalah berkah.

❖ Mengeksplorasi lima unsure dalam pancakhanda

❖ Mengetahui bahwa manusia memiliki kesempatan belajar dharma

❖ Memahami tujuan akhir kehidupan manusia.

Tipitaka/Tripitaka sebagai sumber nilai

[Aspek: Kitab Suci dan Keyakinan (saddha/sradha)]

▪ Melalui proses pembelajaran di kelas dan di luarkelas, peserta didik menyimak uraian guru tentang sejarah penyusunan Tipitaka/Tripitaka/Tripitaka.

▪ Peserta didik memiliki pengetahuan tentang struktur dan isi yang terkandung dalam sumber utama ajaran Buddha, yaitu Tipitaka/Tripitaka.

▪ Peserta didik memahami Tipitaka/Tripitaka sebagai sumber nilai, sumber hukum, sumber peradaban, dan sumber nilai-nilai spiritual.

▪ Peserta didik memiliki pengetahuan tentang makna dari peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah Sang Buddha parinibbana, sejarah Sidang Agung Sangha, dibukukan Kitab Suci Tipitaka/Tripitaka dan pelestariannya.

Sasaran kompetensi yang diharapkan:

❖ Mengetahui sejarah terbukukannya Tipitaka/Tripitaka.

❖ Mengetahui isi yang terkandung dalam Tipitaka/Tripitaka sebagai sumber pedoman dalam kehidupan

❖ Meningkatkan keyakinan kepada ajaran Sang Buddha

❖ Mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah SB parinibbana

❖ Mengetahui cara-cara pelestarian dharma

Puja dan Berlindung kepada Tiratana [Aspek: Ibadah)

▪ Peserta didik menyimak uraian guru tentang sejarah puja dalam Agama Buddha

▪ Peserta didik mampu memahami tentang sejarah Upacara Siripadha dalam Agama buddha

▪ Peserta didik mampu memahami sarana-sarana puja dalam agama Buddha

▪ Peserta didik mampu menjelaskan manfaat melaksanakan puja dalam Agama Buddha Peserta didik memahami pentingnya membaca paritta, sutra dan gatha dalam kehidupan sehari hari.

Sasaran kompetensi yang diharapkan:

❖ Mengetahui sejarah dan makna puja dalam agama Buddha

❖ Mengetahui sarana-sarana puja dan makna yang terkandung

❖ Menimbulkan dan mengembangkan keyakinan kepada Tiratana/Triratna

❖ Menerapkan puja dalam kehidupan sehari-hari

❖ Menyatakan berlindung kepadaTiratana

Pluralisme, Inklusivisme, Toleransi dan Moderasi beragama [aspek: Moral]

▪ Peserta didik menyimak uraian guru tentang dasar-dasar tentang Pluralisme, Inklusivisme, toleransi dan moderasi beragama.

▪ Peserta didik mampu menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga dan mengembangkan perilaku bermoral toleransi dalam kehidupan pluralitas memilki sifat terbuka akan keberagaman (inklusif).

128 | F o k u s P e m b e l a j a r a n P e n d i d i k a n A g a m a B u d d h a

▪ Peserta didik dilandasi hiri dan ottapa mampu mengembangkan kepedulian, kemurahan hati, dan penguasaan diri yang berkharakter Buddhis.

▪ Peserta didik mampu memahami contoh-contoh toleransi sebagaimana dalam Upali Sutta, Kalama Sutta.

Sasaran kompetensi yang diharapkan:

❖ Mengetahui dasar-dasar tentang Pluralisme, Inklusivisme, toleransi dan moderasi beragama

❖ Meningkatkan keyakinan kepada ajaran Buddha

❖ Menerapkan dan mejaga toleransi

❖ Membangun karakter diri dn mengembangkan kepedulian

❖ Berkesadaran dalam berperilaku yang menggambarkan akhlak mulia

Peran Hukum Niyama

[aspek: Kitab Suci dan Moral]

▪ Peserta didik menyimak uraian guru tentang hukum Panca Niyama.

▪ Peserta didik memahami pengertian yang terkandung dari masing-masing hukum dalam Panca niyama.

▪ Peserta didik memahami hakikat yang terkandung hukum dalam Panca niyama

▪ Peserta didik mampu mengeksplor peran masing-masing hukum dalam Panca niyama.

▪ Peserta didik dapat mencontohkan kejadian alam yang termasuk dalam hukum panca niyama

Sasaran kompetensi yang diharapkan:

❖ Mengetahui isi yang terkandung dalam Panca Niyama

❖ Meningkatkan keyakinan pada ajaran Buddha

❖ Mengetahui hakikat masing-masing peran dari Panca Niyama.

❖ Mengeksplor contoh-contoh berlkunya Panca Niyama

Pelestarian Dharma dan Vinaya [aspek: Kitab Suci dan Moral]

▪ Peserta didik mampu mengetahui sejarah Perkembangan Agama Buddha di Indonesia

▪ Peserta didik mampu menjelaskan dasar dasar pokok dalam melestarikan Buddha Dharma.

▪ Peserta didik mampu menyebutkan kegiatan untuk melestarikan Buddha dharma di masa sekarang.

▪ Peserta didik mampu menjelaskan jenis jenis dalam menjaga kelanggengan ajaran Buddha di Tanah air.

▪ Peserta didik mampu meneladani perilaku dan mengikuti nasihat tokoh-tokoh Buddhis dalam pelestrian dharma dan vinaya.

Sasaran kompetensi yang diharapkan:

❖ Mengetahui sejarah perkembangan agama Buddha di Indonesia.

❖ Memahami dasar-dasar tentang pelestarian dharma.

❖ Menyebutkan jenis kegiatan-kegiatan untuk pelestarian dhamma

❖ Mengetahui manusia bertindak sesuai moral

❖ Mengikuti nasihat tokoh dan berperilaku yang menggambarkan akhlak mulia

Fokus Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Kelas 11 Kebenaran Hakiki dan Kebenaran Relatif.

[Aspek: Kitab Suci dan Sejarah]

▪ Peserta didik mampu menemukan sumber-sumber penjelasan tentang kebenaran-kebenaran hakiki dan kebenaran-kebenaran relatif dalam teks Kitab Suci Tipitaka/Tripitaka.

▪ Peserta didik memahami mengidentifikasi esensi kebenaran hakiki dan kebenaran relatif.

▪ Peserta didik mampu mengeksplorasi perbedaan dalam Samutti Sacca dengan Paramatha Sacca

▪ Peserta didik memahami delapan kondisi dunia sebagai kebenaran relative

Sasaran kompetensi yang diharapkan:

❖ Mengetahui tentang dua jenis kebenaran.

❖ Memahami perbedaan dari dua jenis kebenaran

❖ Meningkatkan keyakinan kepada ajaran Sang Buddha

❖ Mengetahui kondisi-kodisi duniawi yang relatif

Ekosistem Saling Ketergantungan [Aspek: Kitab Suci dan Moral]

▪ Peserta didik mampu mengeksplorasi tentang kehidupan yang saling ketergantungan dalam kehidupan.

▪ Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang cara membangun lingkungan hidup dan ekosistem sebagaimana dalam Vanaropa sutta.

▪ Peserta didik mampu merawat menjaga serta melestarikan lingkungan dengan baik seperti menanam pohon (reboisasi), tidak membuang sampah sembarangan.

Sasaran kompetensi yang diharapkan:

❖ Mengetahui ekosistem kehidupan saling ketergantungan.

❖ Mengetahui daar manusia bertindak sesuai moral dalam merawat ekosistem

❖ Melestarikan alam semesta.

❖ Berperilaku yang menggambarkan akhlak mulia seperti bersama-sama meakukan penghijauan.

Peran Hukum Karma

[Aspek: Kitab Sucidan Moral)

▪ Peserta didik mampu memahami dan menjelaskan hukum karma dalam agama Buddha

▪ Peserta didik mengetahui dan memahami peran hukum karma terhadap mahluk-mahluk dalam kehidupannya di alam semesta.

▪ Peserta didik memiliki pengetahuan tentang sebab-sebab perbedaan masing-masing mahluk hidup dalam alam semesta.

▪ Peserta didik memahami instrument keadilan alam dengan berlakunya hukum karma.

Sasaran kompetensi yang diharapkan:

❖ Mengetahui dan memahami hukum karma.

130 | F o k u s P e m b e l a j a r a n P e n d i d i k a n A g a m a B u d d h a

❖ Mengetahui sebab perbedaan mahluk-mahluk

❖ Memahami peran hukum karma

Kemandirian, Tugas dan Tanggung Jawab [aspek: Kitab Suci, Moral dan Sejarah]

▪ Peserta didik mampu mengeksplorasi jenis jenis bacaan-bacaan tentang kemandirian, tugas dan tanggung jawab.

▪ Peserta didik memiliki pengetahuan tentang tanggungjawab pada diri sendiri sebagaimana di Abhinhapacavekhana.

▪ Peserta didik mampu menjaga dirinya lahir dan batin dengan baik (penampilan fisik baik, perilaku baik, adil pada diri sendiri).

▪ Peserta didik mempraktikan kewajiban-kewajiban sebagaimana dalam Sigalovada Sutta.

▪ Peserta didik mampu berpikir cerdas mampu mengelola emosi dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Sasaran kompetensi yang diharapkan:

❖ Memahami Abhinhapacavekkhana, Sigalovada Sutta

❖ Meningkatkan keyakinan kepada ajaran Buddha

❖ Melaksanakan kewajiban-kewajiban

❖ Cerdas mengelola emosi.

❖ Berperilaku yang menggambarkan akhlak mulia

Cinta Tanah Air Indonesia dan Berwawasan Global [aspek: Moral]

▪ Peserta didik memiliki nilai-nilai cinta tanah air dan berwawasan global dalam kehidupan di Indonesia.

▪ Peserta didik bangga terlahir sebagai Bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan keluarga besar bangsa Indonesia.

▪ Peserta didik mencintai tanah air Indonesia dengan berperilaku moral.

▪ Peserta didik memiliki pemahaman bahwa perbedaan adalah keindahan yang dapat dipersatukan melalui Bhinneka Tunggal Ika.

▪ Peserta didik mampu melakukan jenis penghormatan melalui praktik nyata Ulambana, jasa disalurkan kepada para pahlawan bangsa.

▪ Peserta didik mampu membuka diri berbagai informasi yang bermanfaat yang datang dari luar, dan memiliki filter tidak bertentangan dengan budaya bangsa Indonesia, dilandasi dengan pikiran bijaksana,

Sasaran kompetensi yang diharapkan:

❖ Cinta tanah air Indonesia

❖ Mengetahui perbedaan itu indah

❖ Manusia bertindak sesuai moral

❖ Membangun filter dan melimpahkan jasa kebajikan kepad para pahlawan bangsa

❖ Berperilaku membuka diri yang menggambarkan akhlak mulia, melakukan ulambana

Keluarga Hita Sukkhaya [aspek: Moral]

▪ Peserta didik memiliki pengetahuan tentang keluarga hita sukaya dalam agama Buddha

▪ Peserta didik berefleksi diri dan menjadi diri seutuhnya sebagai bagian dari hitta sukkhaya dengan melaksanakan Pancasila Buddhis.

▪ Peserta didik menjalankan penghidupan benar dan menghindari penghidupan salah dengan berpedoman dan berperilaku moral berlandaskan Buddha Dharma.

▪ Peserta didik memahami bahwa dirinya sebagai bagaian dari Keluarga hita sukaya sehingga sadar dan akan menjada terhadap keutuhan keluarga dalam Agama Buddha.

Sasaran kompetensi yang diharapkan:

❖ Mengetahui dan memahami tujuan pembangunan hita sukkhaya.

❖ Mampu menjadi diri yang seutuhnya

❖ Melaksanakan Pancasila Buddhis

❖ Melaksanakan penghidupan benar.

❖ Berperilaku yang menggambarkan akhlak mulia

Fokus Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Kelas 12 Keselamatan Melalui Hidup Berkesadaran

[Aspek: Kitab Suci dan Moral)

▪ Peserta didik memiliki keyakinan bahwa Sang Buddha sebagai dokter penunjuk jalan menuju pembebasan sempurna.

▪ Peserta didik menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya hidup berkesadaran melalui praktik meditasi.

▪ Peserta didik memahami, meyakini dan menerapkan Dharma sebagai satu-satunya jalan keselamatan untuk menuju kebahagiaan.

▪ Peserta didik mampu mengidentifikasi persoalan-persoalan dalam bermeditasi, mengetahui penghambat meditasi dan akibatnya, dalam pelaksanaannya untuk menunjang hidup berkesadaran.

▪ Peserta didik mengetahui jenis-jenis meditasi dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan karakternya.

Sasaran kompetensi yang diharapkan:

❖ Menyakini bahwa Sang Buddha sebagai satu-satunya dokter penyelamat kehidupan untuk mencapai tujuan akhir mahluk.

❖ Mengetahui dan memahami persoalan-persoalan dalam bermeditasi.

❖ Meningkatkan keyakinan dengan praktik meditasi

❖ Hidup berkesadaran dengan bermeditasi.

❖ Berperilaku yang menggambarkan akhlak mulia

Buddha Dharma Kontekstual [Aspek: Kitab Suci dan Moral]

▪ Peserta didik mampu mengidentifikasi terkait dengan kontekstualisasi Buddha Dharma dalam kehidupan sehari-hari.

132 | F o k u s P e m b e l a j a r a n P e n d i d i k a n A g a m a B u d d h a

▪ Peserta didik berlatih berpikir kritis mengeksplorasi permasalahan-permasalah urgen dalam kaitanya dengan Buddha Dharma.

▪ Peserta didik mampu mengkontekstualisasi dalam melihat berbagai permasalahan terkait dengan: politik, manajemen kelembagaan Buddha, teknologi, pelestarian lingkungan cloning, euthanasia, donor organ tubuh, dan lainnya.

▪ Peserta didik mampu mengidentifikasi upaya yang dapat siswa lakukan untuk pencegahan penggunaan obat-obat terlarang.

Sasaran kompetensi yang diharapkan:

❖ Mengkontekstualisasi Buddha Dharma dalam kehidupan sehari-hari.

❖ Mengeksplorasi permasalahan penting dan sekaligus menyelesikan permasalahn yang terjadi.

❖ Mengkontekstualisasi Buddha Dhamma dalam berbagai bidang kehidupan.

❖ Memahami dan melakukan pencegahat terhadap penggunaan obat terlarang.

❖ Mengidentifikasi permasalahan dan upaya penyelesaiannya

Berpikir Kritis dan Implementasinya [Aspek: Moral dan Kitab Suci)

▪ Peserta didik berlatih berpikir kritis dan memahami berlakunya hukum sebab akibat yang saling bergantungan.

▪ Peserta didik mengetahui persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan yang disebabkan oleh perilaku-perilaku kejahatan.

▪ Peserta didik mempraktikan kebajikan-kebajikan untuk mengatasi persoalan-persoalan.

▪ Peserta didik mampu mengidentifikasi upaya yang dapat siswa lakukan untuk pencegahannya.

▪ Peserta didik mampu mengambil keputusan tepat dan baik dalam kehidupan bermasyarakat.

Sasaran kompetensi yang diharapkan:

❖ Memahami berlakunya hukum sebab akibat saling ketergantungan.

❖ Mengetahui persoalan-persoalan dalam kehidupan bermasyarakat.

❖ Mengidentifikasi permasalahan dan upaya penyelesaiannya.

❖ Mengambil sebuah keputusan yang tepat.

❖ Berperilaku yang menggambarkan akhlak mulia.

Pemanfaatan IPTEK di era revolusi industri dan digital berbasis moral [aspek: Moral dan Keyakinan]

▪ Peserta didik menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya memahami IPTEK sebagai sarana dalam menopang kehidupan.

▪ Peserta didik memiliki pengetahuan dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital berbasis moral/sila dan tidak merugikan pihak lain.

▪ Peserta didik memiliki pengetahuan tentang manfaat dari menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital berbasis moral/sila

Sasaran kompetensi yang diharapkan:

❖ Mempunyai pengetahuan dan pemahaman tetang iptek di era modern

❖ Mengetahui kemanfaatan sarana iptek dalam kehidupan untuk mencapai kebahagiaan

❖ Menerapkan iptek sebagai sarana dalam menuju perkembangan batin dengan dilandasi oleh moralitas.

Badan Standar Nasional Pendidikan

Fokus Pembelajaran

Dalam dokumen SD/MI - SMP/MTs - SMA/MA (Halaman 142-150)