1. Fokus Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Tingkat 1 (Kelas 1 - 3)
Muatan Pendidikan Agama Kristen kelas 1-3 berfokus pada Tuhan sebagai Pencipta, keluarga, sekolah, keberagaman yang terdapat di sekitar siswa (masyarakat), serta nilai-nilai Kristiani seperti bersikap peduli, mengasihi, menghargai, mandiri, tanggung jawab, dan kejujuran. Muatan-muatan tersebut akan diolah dalam proses pembelajaran yang mendorong siswa terlibat aktif dengan melakukan observasi sederhana, merumuskan dan memecahkan masalah secara sederhana, menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan literasi keagamaan siswa lewat pembacaan teks-teks Kitab Suci dan pujian rohani, serta menerapkan nilai/ajaran iman di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, muatan Pendidikan Agama Kristen tidak hanya membentuk pengetahuan siswa akan nilai/ajaran imannya, tetapi juga membiasakan siswa melakukan penghayatan imannya dalam sikap hidup sehari-hari, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat.
Fokus Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas 1 Tuhan adalah Pencipta alam semesta dan manusia
Di pembelajaran kelas 1, siswa mengenal Tuhan sebagai Pencipta, yang telah menciptakan dirinya dan juga alam semesta.
• Aspek keimanan, siswa meyakini bahwa Tuhan adalah Pencipta alam semesta, termasuk dirinya (manusia). Siswa dapat mengamati keberadaan dirinya sebagai manusia ciptaan Tuhan, dan mengobservasi ciptaan Tuhan di lingkungan sekitarnya.
Atau, siswa menonton video tentang penciptaan alam semesta dan proses terjadinya seorang manusia. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa kagum dan percaya siswa kepada Tuhan Sang Pencipta.
• Aspek kitab suci, siswa mendengar cerita Alkitab yang disampaikan oleh guru tentang Tuhan yang menciptakan manusia dan alam semesta. Cerita Alkitab juga bisa disampaikan lewat video.
• Aspek ibadah, siswa berdoa dan memuji Tuhan, baik secara pribadi maupun bersama di dalam kelas, sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Sang Pencipta.
Ungkapan rasa syukur kepada Tuhan sebagai Pencipta lewat perbuatan sehari-hari Melalui pembelajaran ini, siswa bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakan dengan menunjukkan tanggung jawab atas dirinya dan ciptaan Tuhan yang lain.
• Aspek kitab suci, dengan bimbingan guru, siswa membaca teks-teks Alkitab yang singkat (misalnya 1-2 ayat) tentang tanggung jawab yang Tuhan berikan kepada manusia untuk memelihara alam dan tentang bersyukur atas tubuh yang Tuhan berikan.
• Aspek akhlak mulia/moral, siswa mengidentifikasi contoh-contoh perbuatan yang bertanggung jawab atas tubuh pemberian Tuhan dan alam semesta. Identifikasi dapat dilakukan melalui memilih/mewarnai gambar, pengalaman sendiri, permainan, atau menyanyi. Kemudian, siswa melakukan tindakan sederhana sebagai wujud tanggung jawab atas tubuh pemberian Tuhan atau alam ciptaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Dapat dilakukan dalam pembiasaan selama beberapa waktu, misalnya satu minggu.
Sasaran Kompetensi yang Diharapkan
• mengantarkan siswa untuk mengakui Tuhan sebagai Pencipta, dan bersyukur atas karya Penciptaan Tuhan dengan cara berdoa dan memuji Tuhan.
• mengantarkan siswa untuk melakukan ajaran agamanya, menunjukkan kepedulian, serta pembiasaan hidup bersih dan sehat dengan cara bertanggung jawab atas diri sendiri dan ciptaan Tuhan yang lain.
Fokus Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas 2 Bersyukur atas pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan keluarga
Pada pembelajaran di kelas 1, siswa mengenal Tuhan lewat karya ciptaan-Nya, yakni diri sendiri maupun ciptaan yang lain. Di kelas 2, siswa akan mengenal kasih Tuhan dalam kehidupan keluarga.
• Aspek keimanan, siswa mengimani bahwa keluarga adalah anugerah Tuhan dalam kehidupannya. Perlu ditekankan secara sederhana kepada siswa bahwa keluarga tidak harus selalu terdiri atas ayah, ibu, dan juga anak; mengingat kehidupan keluarga masa kini tidak selalu demikian. Ada siswa yang hanya tinggal bersama ayah atau ibu. Ada juga siswa yang tinggal bersama nenek/kakek atau paman. Apapun bentuk keluarga yang dimiliki, siswa percaya bahwa itu adalah anugerah dari Tuhan.
• Aspek kitab suci dan sejarah, siswa menonton video atau mendengar cerita (yang disampaikan oleh guru) tentang pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan keluarga para tokoh Alkitab. Selain itu, siswa mendengar kisah Alkitab tentang keluarga yang beribadah kepada Tuhan sebagai rasa syukur atas pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan keluarganya.
• Aspek akhlak mulia/moral, melalui gambar/video/kasus/nyanyian, siswa menyebutkan bentuk-bentuk pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan keluarga. Perlu juga diajarkan bahwa pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan keluarga bukan hanya terkait keadaan yang baik, tetapi juga dalam keadaan tidak baik, misalnya ketika ada salah satu anggota keluarga yang sakit. Setelah menyadari kasih Tuhan dalam kehidupan
20 | F o k u s P e m b e l a j a r a n P e n d i d i k a n A g a m a K r i s t e n
keluarga, siswa bersyukur atas keluarganya dengan menerima keberadaan keluarganya secara sukacita.
• Aspek ibadah, siswa menunjukkan rasa syukur atas pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan keluarga dengan cara beribadah. Siswa menceritakan kebiasaan ibadah bersama (dapat berupa berdoa/bernyanyi bersama) yang pernah dilakukan oleh keluarganya. Bersama keluarga, siswa melakukan pembiasaan ibadah keluarga (bisa berupa berdoa/bernyanyi) selama beberapa waktu, misalnya satu minggu.
Keberagaman dalam keluarga serta hidup saling mengasihi dan menghargai
Melalui pembelajaran ini, siswa memahami bahwa Tuhan memberikan keberagaman dalam kehidupan keluarga, baik itu sifat, jenis kelamin, peranan dan tanggung jawab, kebiasaan, dan lainnya. Siswa hidup saling mengasihi dan menghargai di tengah keberagaman keluarga.
• Aspek keimanan, siswa meyakini bahwa perbedaan dan keberagaman (jenis kelamin, sifat, serta peran dan tanggung jawab seluruh anggota keluarga) di dalam keluarga merupakan anugerah Tuhan.
• Aspek kitab suci, siswa mendengarkan cerita Alkitab yang disampaikan oleh guru tentang keberagaman tanggung jawab di dalam kehidupan keluarga. Siswa juga membaca teks-teks Alkitab yang singkat (misalnya 1-2 ayat) tentang pentingnya hidup mandiri, tanggung jawab, menghormati orangtua, dan mengasihi saudara.
• Aspek akhlak mulia/moral, siswa menyebutkan bentuk-bentuk tanggung jawab dari setiap anggota keluarga. (Terkait peran ayah dan ibu, perlu diperhatikan konteks masa kini. Misalnya, yang bekerja tidak hanya ayah, tetapi juga ibu. Melakukan pekerjaan rumah bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga ayah. Penting juga ditanamkan tentang kesetaraan gender. Anak laki-laki maupun perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama. Pekerjaan rumah tangga dapat dikerjakan oleh anak laki-laki dan perempuan.) Siswa melakukan tugas-tugasnya secara jujur, mandiri, dan penuh tanggung jawab. Selain itu, siswa menunjukkan pembiasaan bersikap santun saat berelasi dengan seluruh anggota keluarga, seperti menghormati orangtua, mengasihi saudara, bersikap jujur kepada orangtua dan saudara, bermain dengan baik bersama saudara (tidak culas), dan lainnya. Perlu ditekankan bahwa bersikap santun dalam kehidupan keluarga dapat menciptakan keluarga yang rukun.
Melaksanakan tanggung jawab sebagai siswa serta mengasihi dan menghormati seluruh warga sekolah
Melalui pembelajaran ini, siswa memahami bahwa Tuhan menganugerahkan guru, teman, dan orang-orang yang ada di sekolah dalam kehidupannya. Siswa bersyukur atas pemberian tersebut dengan cara menunjukkan sikap mengasihi dan menghargai orang-orang yang ada di sekolah.
• Aspek keimanan, siswa meyakini bahwa guru, teman, dan orang-orang di sekolah merupakan anugerah Tuhan baginya. Siswa menyebutkan peran guru, teman, dan orang-orang yang ada di lingkungan sekolah bagi kehidupannya. Siswa percaya bahwa komunitas sekolah menolongnya untuk bertumbuh menjadi anak yang baik dan hidup sesuai kehendak Tuhan.
• Aspek kitab suci, siswa membaca teks-teks Alkitab yang singkat (misalnya 1-2 ayat) tentang pentingnya bersikap kritis dan berani bertanya, mengasihi/menghormati guru/teman/warga sekolah lainnya, melaksanakan tanggung jawab sebagai seorang murid.
• Aspek akhlak mulia/moral, siswa menyebutkan tugas dan tanggung jawab siswa/guru/warga sekolah lainnya. Siswa menunjukkan pembiasaan hidup jujur, mandiri, dan bertanggung jawab dalam melakukan tugasnya sebagai seorang siswa.
Siswa menunjukkan sikap kritis dan berani bertanya saat belajar. Selain itu, siswa menunjukkan pembiasaan bersikap santun saat berelasi dengan seluruh warga sekolah, seperti menghormati dan mengasihi guru/teman/tenaga administrasi sekolah/petugas kebersihan/penjaga keamanan sekolah/warga sekolah lainnya, bersikap jujur kepada guru dan teman, bermain dengan baik bersama teman (tidak culas), dan lainnya. Perlu ditekankan bahwa bersikap santun di lingkungan sekolah dapat menciptakan kerukunan/kedamaian.
• Aspek ibadah, siswa mendoakan teman/guru/warga sekolah lainnya sebagai rasa syukur atas keberadaan orang-orang di sekitarnya.
Sasaran Kompotensi yang Diharapkan
• mengantarkan siswa untuk mengimani Tuhan sebagai Pemelihara kehidupan keluarga dan melakukan ajaran ajaran agama, yaitu bersyukur atas pemeliharaan Tuhan dengan cara beribadah dan bersukacita atas keberadaan keluarganya.
• mengantarkan siswa untuk:
- melaksanakan ajaran agama dan melakukan perbuatan akhlak mulia dengan cara melakukan tanggung jawab, bersikap santun, saling mengasihi, dan saling menghargai.
- menunjukkan kebiasaan bersikap jujur saat melaksanakan tugas/tanggung jawab maupun ketika berelasi dengan seluruh anggota keluarga.
• mengantarkan siswa untuk:
- melaksanakan ajaran agama, yaitu menjadi siswa yang bertanggung jawab.
- melakukan perbuatan akhlak mulia dan bersikap jujur saat berelasi dengan orang-orang di lingkungan sekolah.
Fokus Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas 3 Tuhan menganugerahkan keberagaman di Indonesia
Di pembelajaran kelas 2, siswa belajar tentang mengasihi keluarga serta teman dan guru di sekolah. Di kelas 3, siswa belajar tentang konteks yang lebih luas, yaitu mengenali keberagaman yang ada di sekitarnya.
• Aspek keimanan, siswa meyakini bahwa keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama yang ada di Indonesia merupakan anugerah Tuhan.
• Aspek kitab suci, siswa mengeksplorasi teks-teks Alkitab yang menunjukkan bahwa keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama merupakan pemberian Tuhan.
• Aspek sejarah, siswa mengamati keberagaman yang ada di lingkungan sekolah dan juga lingkungan bermain. Siswa juga dapat menggambar keindahan pelangi atau taman bunga yang berwarna-warni untuk menggambarkan keberagaman di Indonesia. Siswa belajar tentang keindahan keberagaman yang ada di Indonesia.