• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fokus Pembelajaran di SMP

Dalam dokumen SD/MI - SMP/MTs - SMA/MA (Halaman 38-43)

Muatan Pendidikan Agama Kristen kelas 7-9 berfokus pada kasih Tuhan terhadap manusia dan seluruh ciptaan-Nya, karya Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya, keberagaman sebagai kekayaan, serta melakukan tugas dan panggilan gereja untuk menjadi saksi Kristus di Indonesia. Muatan-muatan tersebut akan diolah dalam proses pembelajaran yang mendorong siswa terlibat aktif dan kritis dengan melakukan observasi terhadap realitas sosialnya, merumuskan dan memecahkan masalah, menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan literasi, baik literasi keagamaan maupun umum, serta menerapkan nilai/ajaran iman di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, muatan Pendidikan Agama Kristen tidak hanya membentuk pengetahuan siswa akan nilai/ajaran imannya, tetapi juga membiasakan siswa melakukan penghayatan imannya dalam sikap hidup sehari-hari, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat.

Fokus Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas 7

Tuhan adalah Pencipta dan Pemelihara alam semesta serta tanggung jawab manusia pada alam

Melalui pembelajaran ini, siswa menghayati kehadiran Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara alam semesta dan umat manusia dalam seluruh keberadaannya.

• Aspek keimanan, siswa mengimani bahwa Tuhan adalah Pencipta dan Pemelihara alam semesta.

• Aspek kitab suci dan sejarah, siswa melakukan eksplorasi teks-teks Alkitab tentang Allah Pencipta dan Pemelihara alam semesta. Siswa menceritakan beberapa kisah pemeliharaan Allah dalam kehidupan manusia, baik dalam Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, maupun kehidupan di masa kini. Siswa juga menggali teks-teks Alkitab tentang manusia sebagai gambar Allah yang memiliki tugas dan tanggung jawab, yaitu menjaga dan memelihara alam. Perlu diberi pemahaman bahwa penciptaan alam semesta bukan hanya untuk manusia, tetapi bagi seluruh ciptaan. Pemahaman ini perlu diberikan agar siswa bertanggung jawab terhadap alam dan tidak sewenang-wenang.

• Aspek akhlak mulia/moral, siswa menyebutkan kerusakan-kerusakan alam yang terjadi di sekitarnya maupun di dunia, serta menganalisis penyebab dan dampaknya bagi seluruh ciptaan. Siswa melakukan pembiasaan untuk menjaga alam ciptaan Allah dimulai dari lingkungan rumah dan sekolah, serta berani mengajak orang lain (kampanye) agar peduli dan menjaga lingkungan, sebagai respons syukur atas penciptaan dan pemeliharaan Allah. Kampanye dapat dilakukan dengan membuat poster secara cetak maupun digital (diunggah di media sosial). Selain itu, siswa juga menganalisis kehadiran Allah sebagai Pemelihara di tengah kesulitan atau bencana yang terjadi dalam kehidupan umat manusia. Misalnya, setelah bencana alam terjadi, manusia dan alam bisa pulih kembali. Hal itu menjadi tanda bahwa Allah hadir dan terus memelihara kehidupan manusia dan alam. Siswa menunjukkan sikap syukur atas pemeliharaan Allah dalam setiap keadaan.

Hukum Kasih dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari

Melalui pembelajaran ini, siswa memahami ajaran Yesus tentang Hukum Kasih dan men-jadikannya sebagai gaya hidup dalam perbuatan sehari-hari.

• Aspek kitab suci, siswa mengeksplorasi teks-teks Alkitab tentang pandangan orang Israel tentang Hukum Taurat dan ajaran Yesus tentang Hukum Kasih. Hukum Kasih menjadi hukum dasar, yang daripadanya semua hukum bergantung. Untuk mendalami lebih lanjut ajaran Yesus tentang Hukum Kasih, siswa mengeksplorasi teks-teks Alkitab tentang pengajaran Yesus lewat perumpamaan-perumpamaan, seperti perumpamaan orang Samaria yang baik hati, anak yang hilang, dan lain-lain.

• Aspek akhlak mulia/moral, siswa melakukan proyek sosial, seperti melakukan perbuatan baik kepada orangtua, saudara, teman, atau guru selama beberapa waktu, sebagai pembiasaan dari Hukum Kasih dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, bersama guru di kelas, siswa melakukan refleksi terkait pengalamannya (bisa berupa kesulitan dalam melakukan, perasaan ketika melakukan, dan lainnya) saat mengaplikasikan Hukum Kasih dalam kehidupannya.

Menjadi remaja Kristen yang jujur, mandiri, dan bertanggung jawab

Melalui pembelajaran ini, siswa memahami pentingngya berperilaku jujur, mandiri, serta bertanggung jawab dan membiasakan sikap-sikap tersebut di dalam kehidupan sehari-hari.

• Aspek kitab suci, siswa mengeksplorasi teks-teks Alkitab (termasuk tokoh Alkitab) tentang kejujuran dan tanggung jawab.

• Aspek sejarah, siswa melakukan studi literatur (dapat mencari dari internet secara mandiri atau guru yang menyediakan) dan mendiskusikan tentang tokoh sejarah gereja yang menjunjung tinggi kejujuran dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

• Aspek akhlak mulia/moral, siswa melakukan pembiasaan hidup jujur, mandiri, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Berkaitan dengan bersikap jujur dan tanggung jawab, salah satu contoh sikap yang dapat ditekankan adalah penggunaan media sosial secara bertanggung jawab.

Lewat media sosialnya, siswa menyebarkan berita yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan berita yang tidak benar (hoax). Atau, siswa menggunakan media sosialnya untuk menguatkan/memotivasi orang lain, bukan menyakiti.

Sasaran Kompotensi yang Diharapkan

• Topik 1 mengantarkan siswa untuk menunjukkan keimanannya, yaitu mengakui Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara kehidupan, serta melakukan ajaran agamanya dengan bersyukur atas pemeliharaan Allah dan menjaga alam semesta.

• Topik 2 mengantarkan siswa untuk mengamalkan ajaran agama yang dianutnya, yaitu melakukan ajaran Yesus tentang mengasihi sesama di dalam kehidupan sehari-hari.

• Topik 3 mengantarkan siswa untuk menunjukkan kebiasaan berperilaku jujur, mandiri, dan bertanggung jawab sebagai wujud perbuatan akhlak mulia.

Fokus Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas 8 Peranan dan karya Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya

Melalui pembelajaran ini, siswa memahami peranan Roh Kudus di dalam kehidupan orang percaya dan menunjukkan sikap hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus.

• Aspek keimanan, siswa meyakini bahwa Roh Kudus atau Roh Allah menolong umat Allah untuk percaya kepada Yesus, hidup di dalam pertobatan, dan mengalami pertumbuhan iman di dalam kehidupannya.

• Aspek kitab suci, siswa melakukan eksplorasi teks-teks Alkitab tentang pribadi Roh Kudus, peranan dan karya Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

• Aspek akhlak mulia, siswa menjelaskan pekerjaan-pekerjaan Roh Kudus, baik dalam pengalaman kehidupannya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya. Siswa juga dapat mempelajari karya-karya Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya di masa kini lewat

28 | F o k u s P e m b e l a j a r a n P e n d i d i k a n A g a m a K r i s t e n

video, artikel, dan lainnya. Siswa menunjukkan pembiasaan hidup sesuai tuntunan Roh Kudus, yaitu hidup dalam pertobatan dan melakukan kebaikan.

Pelaksanaan ibadah ritual dalam kehidupan orang percaya

Di kelas 7, siswa belajar tentang peranan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya.

Melalui pembelajaran ini, siswa bersyukur atas pertolongan Roh Kudus di dalam kehidupannya dengan melakukan ibadah ritual kepada Allah.

• Aspek kitab suci dan sejarah, siswa mengeksplorasi teks-teks Alkitab tentang praktik ibadah ritual yang dilaksanakan oleh orang percaya, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Siswa melakukan observasi dan studi literatur (bisa lewat internet atau tulisan-tulisan yang disediakan oleh guru) tentang macam-macam praktik ibadah ritual dalam kehidupan masa kini, baik di rumah, sekolah, maupun gereja. Siswa juga melakukan observasi, wawancara (bisa kepada pendeta, aktivis gereja, dan lain-lain), dan studi literatur (bisa lewat internet atau tulisan-tulisan yang disediakan oleh guru) tentang makna dari perayaan ibadah hari-hari raya gerejawi maupun praktik pelaksanaannya.

• Aspek ibadah, siswa membiasakan diri untuk melakukan ibadah ritual, termasuk ibadah hari-hari raya gerejawi, baik di rumah, sekolah, maupun gereja dengan sungguh-sungguh. Secara berkelompok, siswa merancang satu tata ibadah ritual yang sederhana dan mempraktikkannya di sekolah.

Pelaksanaan ibadah aktual dalam kehidupan orang percaya

Melalui pembelajaran ini, siswa mempelajari bahwa penghayatan ibadah dalam iman Kristen tidak hanya bersifat vertikal, tetapi juga memiliki aspek horizontal. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Selain melaksanakan ibadah ritual, siswa juga melakukan ibadah aktual dalam kehidupannya di manapun.

• Aspek kitab suci, siswa mengeksplorasi teks-teks Alkitab tentang ibadah sejati dan pelaksanaannya dalam kehidupan orang percaya. Siswa juga melakukan eksplorasi Alkitab tentang kehidupan tokoh-tokoh Alkitab yang melaksanakan ibadah aktual.

• Aspek ibadah dan akhlak mulia, siswa menjelaskan makna ibadah aktual, alasan orang percaya melaksanakan ibadah aktual, serta macam-macam ibadah aktual yang dapat dilakukan dalam kehidupan orang percaya, seperti pelayanan kepada orang miskin, membela orang yang mengalami ketidakadilan dan diskriminasi, kepedulian terhadap lingkungan hidup, dan lainnya. Kemudian, siswa melakukan satu proyek sosial, misalnya melakukan pelayanan ke panti jompo/panti asuhan, merawat lingkungan rumah/sekolah atau memberi dukungan pada teman mengalami keterpinggiran/ketidakadilan. Setelah itu, bersama guru di kelas, siswa melakukan refleksi terkait pengalamannya (bisa berupa kesulitan dalam melakukan, perasaan ketika melakukan, dan lainnya) ketika melakukan proyek sosial itu.

Sasaran Kompotensi yang Diharapkan

• Topik ini mengantarkan siswa untuk menunjukkan keimanan, yaitu mengakui peranan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya dan bersedia hidup dituntun oleh Roh Kudus di dalam kehidupannya setiap hari.

• Topik ini mengantarkan siswa untuk melaksanakan ajaran agama dengan cara melakukan ibadah ritual.

• Topik ini mengantarkan siswa untuk melaksanakan ajaran agama dan melakukan perbuatan akhlak mulia, yaitu memperjuangkan kebenaran dan kebaikan di dalam kehidupannya sehari-hari sebagai bentuk ibadah kepada Allah.

Fokus Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas 9 Keberagaman sebagai anugerah Allah yang perlu dikelola

Melalui pembelajaran ini, siswa memahami bahwa keberagaman merupakan anugerah Allah. Namun, keberagaman juga dapat menjadi penyebab terjadinya konflik dalam kehidupan manusia. Untuk itu, siswa perlu mengembangkan sikap saling menghargai di tengah keberagaman agar tercipta keadaan yang damai.

• Aspek kitab suci, siswa mengeskplorasi teks-teks Alkitab (ajaran Kristen) yang menunjukkan bahwa keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama merupakan anugerah Tuhan.

• Aspek sejarah, siswa mendiskusikan konflik-konflik SARA yang terjadi di Indonesia. Hal-hal yang didiskusikan dapat berupa masalah yang terjadi, penyebab masalah, reaksi orang-orang yang terlibat dengan masalah, dan solusi-solusi yang mungkin untuk menyelesaikan konflik tersebut. Selain itu, siswa melakukan studi literatur tentang tokoh-tokoh Alkitab, tokoh-tokoh Kristen, maupun tokoh-tokoh agama lain yang meneladankan sikap hidup saling menghargai dalam perjumpaan dengan orang yang berbeda suku, ras, maupun agama (dapat mencari materi dari internet atau guru membawa artikel terkait). Tokoh-tokoh Indonesia yang dapat dipelajari oleh siswa terkait dialog antarumat beragama adalah Gus Dur, Sumartana, Eka Darmaputera, Ulil Absar Abdalla, dan lainnya. Siswa juga dapat melakukan studi literatur tentang daerah-daerah yang dapat mengelola keberagamannya dengan baik, sehingga seluruh warganya dapat hidup bersama dengan rukun (dapat mencari materi dari internet atau guru membawa artikel terkait).

• Aspek akhlak mulia/moral, siswa menceritakan pengalamannya (misal: persepsinya) ketika berjumpa dengan yang berbeda dengan dirinya (beda suku, agama, bahasa, gender). Penting untuk membongkar prasangka siswa terhadap orang-orang yang berbeda dengannya (misalnya, merasa tidak nyaman ketika berinteraksi dengan orang berbeda agama dengan dia, merasa aneh ketika berteman dengan yang beda suku karena perbedaan fisik, dan lainnya). Setelah itu, siswa didorong untuk membiasakan sikap saling menghargai dan pembiasaan nilai-nilai Kristen lainnya tentang kesantunan ketika berinteraksi dengan orang lain (guru atau teman) yang berbeda, agar terciptanya kerukunan dan keharmonisan dalam pergaulan. Selain itu, siswa juga membuat refleksi verbal atau tertulis mengenai pentingnya bersikap inklusif dan pluralis dalam membangun interaksi dengan penganut agama lain.

Keesaan Gereja

Melalui pembelajaran ini, siswa memahami denominasi gereja-gereja di Indonesia serta tugas dan panggilan bersama gereja-gereja sebagai tubuh Kristus.

• Aspek keimanan, siswa mengimani bahwa Yesus Kristus adalah kepala gereja.

• Aspek kitab suci, siswa mengeksplorasi teks-teks Alkitab untuk memahami hakikat gereja, tugas dan panggilan gereja di dunia, serta Yesus adalah kepala gereja.

• Aspek sejarah, siswa melakukan studi literatur tentang sejarah singkat perkembangan denominasi gereja-gereja di Indonesia. Siswa juga menjelaskan tugas panggilan

30 | F o k u s P e m b e l a j a r a n P e n d i d i k a n A g a m a K r i s t e n

bersama gereja-gereja di Indonesia dalam mewujudkan kesatuan gereja sebagai tubuh Kristus (dapat mempelajari dari dokumen-dokumen PGI tentang keesaan gereja – https://pgi.or.id/dokumen-keesaan-gereja-dkg/). Secara berkelompok, siswa mengunjungi dan mengobservasi gereja lain (selain gerejanya sendiri) untuk belajar tentang denominasi gereja-gereja yang ada di Indonesia. Siswa dapat melakukan wawancara kepada para aktivis gereja tersebut (misalnya pendeta, majelis, dan lainnya) tentang upaya-upaya yang dilakukan oleh geraja dalam rangka mewujudkan keesaan gereja-gereja di Indonesia. Setelah itu, siswa mempresentasikan hasil observasinya di dalam kelas, supaya dapat saling belajar tentang denominasi gereja-gereja dan keesaan gereja-gereja di Indonesia.

Menjadi saksi Kristus di tengah kehidupan berbangsa

Melalui pembelajaran ini, siswa memahami makna menjadi saksi Kristus dan mengimplementasikannya di dalam kehidupan sehari-hari.

• Aspek kitab suci, siswa melakukan eksplorasi Alkitab tentang makna menjadi saksi Kristus di dunia.

• Aspek sejarah, siswa melakukan studi literatur tentang tokoh Alkitab, tokoh-tokoh daerah (asal Indonesia), maupun tokoh-tokoh-tokoh-tokoh sejarah gereja (dapat mencari bahan dari internet atau guru membawa artikel terkait) yang memiliki sikap kritis terhadap realitas sosialnya dengan memperjuangkan keadilan, kebenaran, dan kemanusiaan, sebagai wujud dari perbuatan seorang saksi Kristus. Siswa melakukan observasi terhadap diri sendiri apakah dirinya telah menjadi saksi Kristus dan menyebutkan kendala-kendala yang dialami untuk menjadi saksi Kristus. Siswa juga mengobservasi kegiatan-kegiatan di gerejanya, dan menyebutkan dalam hal apa saja gerejanya telah menjadi saksi Kristus di dunia.

• Aspek akhlak mulia/moral, siswa melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya atau belajar dari lagu-lagu untuk mengetahui masalah-masalah sosial, seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan lainnya. Siswa menganalisis terhadap masalah sosial itu dan menyebutkan hal-hal apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Siswa melakukan satu aksi nyata dalam rangka melakukan tanggung jawabnya sebagai remaja Kristen yang bersaksi di Indonesia. Setelah melakukan proyek sosial tersebut, siswa menceritakan pengalamannya di ruang kelas agar setiap siswa dapat saling belajar dalam proses refleksi.

Sasaran Kompetensi yang Diharapkan

• Topik 1 mengantarkan siswa untuk melakukan perbuatan akhlak mulia dan menunjukkan kebiasaan yang santun di tengah keberagaman.

• Topik 2 mengantarkan siswa untuk menunjukkan pemahaman imannya bahwa Yesus adalah kepala gereja-gereja di Indonesia.

• Topik 3 mengantarkan siswa untuk melaksanakan ajaran agama, yaitu menjadi saksi Kristus dalam kehidupannya sehari-hari.

Dalam dokumen SD/MI - SMP/MTs - SMA/MA (Halaman 38-43)