• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.2 Kerangka Teori .1 Implementasi .1 Implementasi

2.2.3 Fungsi Manajemen

Dalam setiap pekerjaan, program, organisasi, instansi atau lembaga tentunya harus mempunyai fungsi manajemen agar berjalan dengan baik. Dari beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli tentang fungsi manajemen, pendapat Terry yang lazim digunakan tahun 1987 dalam Latifah & Widiastuti (2018) mengemukakan empat proses manajemen, yang dapat disingkat dengan POAC, yaitu:

1) Perencanaan (Planning) adalah proses kegiatan rasional dan sistematik dalam menetapkan keputusan, kegiatan atau langkah-langkah yang akan dilaksanakan dalam rangka usaha sistematik guna mencapai tujuan dengan cara efektif dan efisien.

Terry (2009: 9) juga mengemukakan tentang pengertian planning (perencanaan) yaitu menentukan tujuan-tujuan yang hendak di capai selama suatu yang akan datang dan apa yang harus di perbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.

Selain itu menurut Robbins & Coulter (2012:37) mengemukakan tentang perencanaan (planning) yaitu manager are that someone, as manager engage in planning, they set goals, establish strategies for archiveng those goals and develop plans to integrate and coordinate activitie yang artinya dalam perencanaan manajer terlibat mereka menetapkan tujuan, menetapkan strategi untuk mencapai tujuan-tujuan itu dan mengembangkan rencana untuk mengintegrasikan dan mengoordinasikan kegiatan.Tujuan Perencanaan menurut Husain (2009:65) untuk standar pegawasan yaitu mencocokkan pelaksanaan dengan perencanaan, mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan, mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya) baik kualifikasinya maupun kuantitasnya, mendapatkan kegiatan yang sistemaatis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan, meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat biaya, tenaga, dan waktu, memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan, menyerasikan dan memadukan beberapa sub-kegiatan, mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui dan mengarahkan pada pencapaian tujuan.

Menurut Handoko dalam Usman (2009:66) mengemukakan sembilan manfaat perencanaan yaitu membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan, membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama, memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran, membantu penempatan

tanggung jawab lebih tepat, memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi, memudahkan dalam koodinasi diantara berbagai bagian organisasi, membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami, meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti dan menghemat waktu,usaha dan dana untuk mencapai tujuan.

Dari beberapa kajian tentang fungsi manajemen yang berfokus pada Perencanaan (Planning) dapat di simpulkan adanya peran kepala sebagai Manajer dalam menentukan serta menetapkan langkah-langkah strategi agar apa yang direncanakan sesuai dengan tujuan kegiatan/program dapat tercapai.

Adapun penegasan dari fungsi manajemen yang berfokus pada Perencanaan (Planning) meliputi tujuan dari masing-masing program, persiapan pelaksanaan program dari mentor, pengelola, guru komite sekolah, pendanaan dari tiap-tiap program 3K (Kebun,Kantin,Koperasi) yang sedang berjalan di TK Marsudirini Fioretti dari pemerintah dan pihak sekolah TK Marsudirni Fioretti setiap masing-masing dan sub-rencana.

2) Pengorganisasian (Organizing) merupakan proses menetapkan secara rapi menggunakan sumber daya dengan menugaskan dan mengkoordinasikan tugas.

Pengorganisasian (Organizing) menurut Terry (2009:9) yaitu mengelompokan dan menentukan berbagai kegiatan penting dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan itu.

Pengorganisasian menurut Handoko dalam Usman (2009:146) ialah penentuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organsasi, lalu proses perancangan dan pengembangan suatu organisasi yang

akan membawa hal-hal tersebut kearah tujuan, penugasan tanggung jawab tertentu, pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Ditambah pula oleh Handoko pengorganisasian ialah pengaturan kerja bersama sumber daya keuangan, fisik dan manusia dalam organisasi. Pengorganisasian merupakan penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimilikinya serta lingkungan yang melingkupinya.

Menurut Malayu (2007:22) mengatakan bahwa fungsi pengorganisasian (organizing=Pembagian Kerja berkaitan erat dengan fungsi perencanaan, karena pengorganisasian pun harus di rencanakan. Pengertian Pengorganisasian (organizing) dan Organisasi (Organization) berbeda, Pengorganisasian adalah fungsi manajemen dan merupakan suatu proses yang dinamis, sedangkan oganisasi merupakan alat/wadah yang statis.

Pengorganisasian dapat diartikan penentuan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan, pengelompokan tugas-tugas dan membagi-bagikan pekerjaan kepada setiap karyawan, penempatan subsistem-subsistem.

Dari beberapa kajian tentang fungsi manajemen yang berfokus pada Pengorganisasian (Organizing) dapat disimpulkan pengorganisasian adalah manajer mengelompokan dan menentukan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimiliki untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan.

Adapun penegasan dari fungsi manajemen yang berfokus pada Pengorganisasian (Organizing) yang berupa penanggung jawab pada

masing-masing program serta tugas pokok dari pengelola sebagai penanggung jawab, guru dan orang tua sebagai pelaksana sedangkan mentor melaporkan dan mengawasi kegiatan masing-masing program 3K (Kebun, Kantin, Koperasi) pada Pemerintah Kabupaten Kupang, pembagian kerja serta jadwal dari kegiatan Program 3K (kebun, Kantin, Koperasi) juga dilakukan pada masing-masing program dan di dukung dengan sarana prasarana pendukung berupa lahan berkebun, alat-alat makan, dan tabungan bagi anak serta buku khas untuk guru.

3) Pelaksanaan (Actuating) adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok atau seluruh orgainasasi. Menurut Terry (2009:10) Pelaksanaan/Pelaksanaan merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan, tugas dan tanggung jawabnya.

Selain itu menurut Robbins & Coulter mengenai Pelaksanaan (Actuating) (2012:37) yaitu when managers motivate subordinates help resolve work group conflict, infuluence individuals or teams as they work, select the most effective communication channel, or deal in any way with employee behavior issue, they’re leading yang artinya ketika manajer memotivasi anggotanya untuk membantu menyelesaikan konflik kelompok kerja, mempengaruhi individu atau tim saat mereka bekerja, memilih

komunikasi yang paling efektif, atau menangani masalah perilaku anggota, dengan cara apa pun mereka inginkan.

Kemudian menurut Arifin, M. (2017:1) Pelaksanaan (actuating) adalah usaha membujuk, mengarahkan dan menggerakkan orang-orang untuk melaksanakan tugas-tugas sebagaimana ditentukan dalam pencapaiantujuan.

Kemampuan pemimpin dalam menggerakkan bawahannya untuk melakukan sesuatu dalam pencapaian tujuan akan terlihat dari sejauhmana lembaga itu mampu meningkat hubungan kerja, membina kerjasama, memberi motivasi kerja maupun menggerakkan sumber daya lembaga

Dari beberapa kajian tentang fungsi manajemen yang berfokus pada Pelaksanaan (Actuating) dapat di simpulkan sebagai usaha atau kemampuan yang yang harus dimiliki oleh kepala sebagai manajer untuk memotivasi anggotanya dalam membantu menyelesaikan konflik kelompok kerja, mempengaruhi individu atau tim saat mereka bekerja serta membangun komunikasi yang baik dalam setiap hubungan kerja.

Adapun penegasan dari fungsi manajemen yang berfokus pada Pelaksanaan (Actuating) dalam kegiatan program 3K (Kebun, Kantin Koperasi) yaitu adanya saling memotivasi dari mentor ke pengelola, pengelola dengan guru dan orang tua dalam pelaksanaan kegiatan menjaga, merawat kebun, menyediakan makanan sehat untuk anak dan mengajarkan anak menabung sejak dini menyisikan iuran setiap bulan agar kebutuhan sekolah dan perangkat sekolah sewaktu-waktu dapat digunakan, untuk itu perlu menjalin koordianasi hubungan kerja sama antara perangkat sekolah dan orang tua serta mentor perlu pada tahap pengorganisasian .

4) Pengawasan (Controling) adalah proses peninjauan hasil kinerja yang telah direncanakan dan dilaksanakan. Menurut Terry (2009:10) Controlling (pengawasan) adalah mengukur pelaksanaan dengan tujuan-tujuan menentukan sebab-sebab penyimpangan-penyimpangan dan mengambil tindakan-tindakan korektif di mana perlu mengambil insiatif dan tindakan perbaikan yang digunakan dikelola dengan cara yang paling efektif dan efesien guna tercapainya sasaran dan tujuan organisasi

Selanjutnya menurut Ernie & Kurniawan (2005:11) mengatakan bahwa Fungsi Pengawasan (Controlling) yaitu mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target kegiatan sesuai dengan indikator yang telah di tetapkan, mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan, melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan tujuan dan target kegiatan.

Dijelaskan oleh Mondy dan Premeaux dalam Rifa'i, Fadhli

& Wijaya, (2013:54) bahwa: ”controlling is the process of comparing actual performance with standards and taking any necessary corrective actions”. Pendapat ini menegaskan bahwa pengawasan adalah proses membandingkan kinerja aktual dengan standar dan keperluan memperbaiki tindakan dalam pelaksanaan tugas. Untuk itu diperlukan pengawasan (control) dari para manajer atau administrator. Proses pengawasan merupakan aktivitas penting dari berbagai kegiatan dan tujuan organisasi.

Dari beberapa kajian tentang fungsi manajemen yang berfokus pada Pengawasan (controlling) dapat di simpulkan bahwa mengontrol pelaksanaan kegiatan dalam pencapaian tujuan dan target kegiatan serta memperbaiki sebab-sebab penyimpangan-penyimpangan dengan menindaklanjuti agar tercapai tujuan organsisasi.

Adapun penegasan dari fungsi manajemen yang berfokus pada Pengawasan (controlling) yaitu pemantauan program kegiatan Program 3K (Kebun, Kantin, Koperasi) di TK Marsudirini Fioretti dalam pelaksanaannya agar mencapai tujuan dari masing-masing program, tujuan program kebun untuk penambahan gizi anak dan biaya berkelanjutan di PAUD HI, kantin tujuannya untuk anak mendapatkan makanan tambahan atau jajanan di sekolah yang bersih, sehat dan sehat. Dari pemantauan program 3K (Kebun, Kantin, Koperasi) kendala-kendala yang terjadi pada setiap program maka akan di tindak lanjut oleh perangkat sekolah dan pemerintah kabupaten kupang yang bertanggung jawab untuk pembenahan program 3K (Kebun, Kantin, Koperasi).

Dokumen terkait