2.2 Kerangka Teori .1 Implementasi .1 Implementasi
2.2.5 Prinsip-prinsip Manajemen
Agar dapat mencapai tujuan lembaga PAUD yang baik, maka pengelolaan lembaga PAUD perlu mendasarkan pada pinsip-prinsip. Fayol dalam Ibnu (2010:30), mengemukakan prinsip-prinsip manajemen yang di bagi menjadi 14 bagian:
1) Division Of Work
Merupakan sifat alamiah yang terlihat pada setiap masyarakat. Tujuan pembagian kerja adalah menghasilkan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih baik dengan usaha yang sama.
2) Authority and Responsibility
Authority (wewenang) adalah hak memberi intruksi-intruksi dan kekuasaan meminta kepatuhan. Responsibility atau tanggung jawab adalah tugas dan fungsi-fungsi yang harus dilakukan oleh seorang pejabat agar dilaksanakan, authority (wewenang) harus diberikan kepadanya.
3) Discipline
Hakikat daripada kepatuhan adalah disiplin, yakni melakukan apa yang sudah di setujui bersama antara pemimpin dengan para pekerja, baik persetujuan tertulis, lisan ataupun berupa peraturan-peraturan atau kebiasaan-kebiasaan.
4) Unity of command
Untuk setiap tindakan, seorang guru harus menerima intruksi-intruksi dari seorang atasan saja, dan tidak boleh dilanggar
5) Unity of Direction
Prinsip ini dapat di jabarkan sebagai one head and plan for a group of activities having the same objective, yang merupakan persyaratan penting untuk kesatuan tindakan, koordinasi dan kekuatan serta memfokuskan usaha.
6) Subardination of individual interest to general interest
Dalam sebuah organisasi, kepentingan seorang guru tidak boleh di dahulukan diatas kepentingan organisasi.
7) Remuneration of personal
Pemimpin harus memperhatikan kesejahteraan guru, baik dalam pekerjaan maupun luar pekerjaan.
8) Centralization
Masalah sentralisasi atau desentralisasi adalah masalah pembagian kekuasaan. Pada suatu organisasi kecil, sentralisasi dapat diterapkan akan tetapi pada organisasi besar harus diterapkan disentralisasi.
9) Scalar chain
Schalar chain (rantai skalar) adalah rantai kewenangan yang tersusun dari tingkat atas sampai pada yang terendah.
10) Order
Untuk ketertiban manusia ada formula yang harus di pegang yaitu suatu tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya masing-masing.
11) Equity
Untuk merangsang pegawai melaksanakan tugasnya dengan ramah dan keadilan. Kombinasi dari keramahtamahan dan keadilan menghasilkan keadilan (equity)
12) Stability of tonure of personnel
Seorang pegawai membutuhkan waktu agar biasa pada suatu pekerjaan baru agar berhasil dalam mengerjakan dengan baik
13) Intiative
Memikirkan sebuah rencana dan meyakinkan keberhasilannya merupakan pengalaman yang memuaskan bagi seseorang. Kesanggupan bagi berpikir dan kemampuan melaksanakan adalah hal yang disebut inisiatif.
14) Esprit de Corps
“Persatuan adalah kekuatan”, para pemimpin organisasi harus berbuat banyak untuk merealisasikan pembahasan itu.
Selanjutnya ada enam Prinsip-prinsip Manajemen menurut Mukminin (2010:14) :
1) Prinsip efisiensi, yakni dengan penggunaan modal yang sedikit dapat menghasilkan hasil yang optimal
2) Prinsip efektivitas, yakni ketercapaian sasaran sesuai dengan tujuan yang diharapkan
3) Prinsip pengelolaan, yakni seorang manajer harus melakukan pengelolaan sumber-sumber- sumber daya yang ada
4) Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan, yakni seorang manajer harus mengutamakan tugas-tugas pokoknya.
5) Prinsip kerjasama yakni seorang manajer hendaknya dapat membangun kerjasama yang baik secara vertikal maupun horizontal.
6) Prinsip kepemimpinan yang efektif, yakni bagaimana seorang manajer dapat memberi pengaruh, ajakan pada orang lain untuk pencapaian tujuan bersama
Selain itu menurut Taylor dalam Husaini Usman (2011:26) empat prinsip dasar manajemen yaitu setiap pekerjaan yang di lakukan oleh seseorang harus diuraikan menurut bagian-bagiannya dan cara ilmiahnya untuk melakukan setiap bagian dari pekerjaan yang ditugaskan kepadanya, harus ada kerja sama yang baik antara manajer dan anggotanya sehingga segala tugas dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana, harus ada pembagian kerja antara manajer dan anggotanya, kemudian manajer harus menjalankan kegiatan supervisi, memberikan perintah dan merancang apa yang harus di kerjakan, sedangkan para anggota harus bebas mengerjakan pekerjaan yang di tugaskan kepada mereka.
Dari beberapa kajian tentang prinsip manajemen dapat disimpulkan prinsip-prinsip manajemen tersebut mempunyai sifat Interdependensi artinya unsur satu dengan yang lain akan lebih mempunyai arti yang signifikan manakala semua unsur itu bersinergis dan mempunyai nilai urgensitas/ keharusan dan menjadi hal
yang sangat penting dalam menentukan suksesnya organisasi atau sebuah kegiatan. Dalam implementasi prinsip-prinsip manajemen tersebut akan mempunyai nilai kurang jika diterapkan secara parsial/keseluruhan, namun implementasi sistem perlu digunakan dalam penerapan unsur-unsur manajemen dalam organisasi atau perusahaan, dan merancang apa yang harus di kerjakan
Adapun penegasan dari prinsip-prinsip manajemen yang diambil terkait dengan program 3K (Kebun, Kantin, Koperasi) disesuaikan dengan kebutuhan dari tahapan fungsi manajemen jadi Perencanaan (Planning) Program 3K (Kebun, Kantin, Koperasi) diterapkan prinsip bagaimana memikirkan sebuah rencana untuk keberhasilan masing-masing program dengan Persatuan antara perangkat sekolah, komite, orang tua dan pemerintah desa dalam mencapai tujuan program, serta kekuatan manajer yaitu pengelola dalam pengelolaan sumber-sumber daya yang ada.
Kemudian Pengorganisasian (Organizing) program 3K (Kebun, Kantin, Koperasi) menggunakan prinsip manajemen perlu pembagian kerja agar menghasilkan pekerjaan lebih banyak dan usaha yang sama dengan ramah dan keadilan maka manajer dalam hal ini pengelola perlu mengutamakan tugas-tugas pokoknya dan pengelola hendaknya dapat membangun kerjasama yang baik secara vertikal maupun horizontal antara guru, orang tua, komite dan pemerintah desa pekerjaan yang di lakukan oleh seseorang harus diuraikan menurut bagian-bagiannya dan cara ilmiahnya untuk melakukan setiap bagian dari pekerjaan yang ditugaskan kepadanya, harus ada kerja sama yang baik antara manajer dan
anggotanya sehingga segala tugas dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana, harus ada pembagian kerja antara manajer dan anggotanya.
Selanjutnya Pelaksanaan (Actuating) program 3K (Kebun, Kantin, Koperasi) prinsip manajemen yang digunakan tentunya harus ada pembagian kerja sehingga mencapai tujuan dari masing-masing program, adanya kesatuan tindakan, koordinasi dan kekuatan serta memfokuskan pada usaha mencapai hasil yang baik di setiap program 3K (Kebun, Kantin, Koperasi) dalam pelaksanaan program kepentingan setiap individu tidak boleh didahulukan untuk itu pengelola sebagai manajer perlu memperhatikan kesejahteraan guru, orangtua dan yang terkait didalam kegiatan program 3K (Kebun, Kantin, Koperasi) ada saling kerjasama antara pengelola, guru, orang tua, komite dan pemerintah desa untuk itu pengelola harus memberi pengaruh, ajakan pada yang lainnya agar dapat tercapai tujuan dari setiap program 3K (Kebun, Kantin, Koperasi).
Lalu Pengawasan (Controlling) Program 3K (Kebun, Kantin, Koperasi) yang terkait dengan program menggunakan prinsip manajemen yaitu pengelola perlu memperhatikan kesejahteraan setiap anggotannya , perlu adanya pembahasan dan tindak lanjut dari setiap permasalahan yang terjadi di masing-masing program 3K (Kebun, Kantin, Koperasi) agar dari setiap sasaran masing-masing program sesuai dengan tujuan yang diharapkan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.
2.2. 6 Konsep Lembaga PAUD
Lembaga PAUD merupakan lembaga pendidikan yang bersifat non formal bagi anak usia dini, mulai dari usia 0-6 tahun. Pada lembaga Pendidikan PAUD memberikan bekal bagi anak untuk menyongsong pendidikan berikutnya melalui
kegiatan bermain yang berorientasi edukasi, menurut Firmansyah dan Wardhana (2016) Lembaga atau entitas PAUD ialah salah satu bentuk layanan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal yang mengutamakan kegiatan bermain sambil belajar. Di Paud, pengajar dapat memiliki berbagai peran yaitu dapat berperan sebagai collaborator, co-learner, facilitator, researcher, dan reflective practitioner. Para pengajar di PAUD juga berperan sebagai pihak yang membantu menumbuhkan kompetensi emosional peserta didik. PAUD ada di seluruh negara baik itu di negara maju dan negara berkembang.
Tujuan dari PAUD adalah membantu perkembangan domain emosi, sosial, fisik, bahasa dan kreativitas dari peserta didik. Penyelenggaraan satuan PAUD dapat dilaksanakan oleh lembaga swasta, pemerintah, organisasi masyarakat maupun perorangan yang memiliki kepedulian terhadap PAUD didaerahnya.
Setiap penyelenggaraan program PAUD baik lembaga maupun perorangan harus memperoleh izin pendirian dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau instansi lain yangditunjuk oleh Pemerintah Daerah setempat Pelaksanaan dan penyelenggaraan PAUD memiliki manfaat yang cukup besar. Suatu konsep pendidikan yang dilaksanakanmelalui lembaga PAUD yang terus berkembang.
Usaha untuk mendorong pengembangan kelembagaan PAUD terusmenjadi perhatian yang cukup besar.Harapan ideal, pemerintah dan masyarakatdapat mengelola kelembagaan PAUD yang mandiri secara baik dan professional.Lembaga PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) menurut &Egi Arvian Firmansyah Wardhana (2016) memiliki peran vital dalam sektor pendidikan suatu bangsa karena merupakan lembaga yang memiliki peran yang paling awal dalam
menanamkan nilai-nilai pendidikan kepada para peserta didik, baik berupa nilai yang bersumber dari agama maupun nilai-nilai universal.
Sebagian besar lembaga PAUD diselenggarakan melalui jalur nonformal dengan berbagai programnya dilakukan secara fleksibel, adaptif dan situasional, sebagai langkah awal dalam pembinaan dan pengembangan pribadi anak, PAUD diselengarakan sebelum jenjang pendidikan dasar, melalui jalur pendidikan Formal, Non Formal dan informal. Pada Jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-Kanak (TK), Raudatul Athal (RA) dan bentuk lain yang sederajat pada jalur nonformal berbentuk kelompok bermain (KOBER), Taman Penitipan Anak (TPA) dan bentuk lain yang sederajat, sedangkan pada jalur informal berbentuk pendidikan keluarga dan pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan apa yang dikemukakan ini sejalan dengan pengelompokan yang dilakukan UNESCO (2005) yaitu Taman Kanak-kanak (TK) dan atau Raudathul Athfal (RA), kelompok bermain (KOBER), Taman penitipan anak (TPA), Pos pelayanan terpadu (Posyandu) dan Bina Keluarga Balita (BKB) menurut Mulyasa (2016:5).
Dari uraian lembaga PAUD diatas dapat disimpulkan bahwa lembaga PAUD yang diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar, melalui jalur pendidikan Formal, Non Formal dan informal. Pada Jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-Kanak (TK), Raudatul Athal (RA) dan bentuk lain yang sederajat pada jalur nonformal berbentuk kelompok bermain (KOBER), Taman Penitipan Anak (TPA) dan bentuk lain yang sederajat, sedangkan pada jalur
informal berbentuk pendidikan keluarga dan pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.
Adapun Lembaga PAUD yang terkait dalam penelitian ini adalah TK Marsudirini Fioretti merupakan lembaga PAUD yang diselenggarakan melalui jalur formal dimana TK Marsudirini Fioretti menjalankan program 3K (Kebun, Kantin, Koperasi).