GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH A. Kondisi Geografi
E. Gambaran Umum Kondisi Urusan
2) Gambaran Pelayanan Pendidikan Dasar a). Ketersediaan
Ketersediaan sarana dan prasarana untuk pendidikan dasar di kabupaten Kendal relatif memadai. Jumlah SD di Kabupaten Kendal sebanyak 660 unit pada tahun 2009. kondisi ini menurun dibandingkan tahun 2005. Jumlah SD pada tahun 2005 sebesar 671 unit. Jumlah murid SD/MI selama kurun waktu 2005 – 2010 cenderung menurun. Jumlah Murid SD/MI tahun 2009 sebesar 105.627 orang dan jumlah guru sebesar 5.704 orang. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan tahun 2008 yaitu sebesar 109.191 orang dan jumlah guru sebesar 5.407 orang.
Jumlah SMP/MTs di Kabupaten Kendal sebanyak 127 unit pada tahun 2009. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2008 yang berjumlah sebesar 122 unit. Kondisi ini menunjukkan perkembangan jumlah SMP/MTs di Kabupaten Kendal cukup tinggi. Sedangkan jumlah murid dan guru selama kurun waktu 2005–2009 menunjukkan kecenderungan meningkat. Pada tahun 2009 jumlah murid SMP/MTs sebanyak 48.757 orang dan jumlah guru sebanyak 2.751 orang. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu sebesar 48.647 orang dan jumlah guru sebanyak 2.717 orang.
Rasio guru terhadap murid untuk jenjang pendidikan SD/MI dan SMP/MTs terlihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 2.16
Perkembangan Rasio Guru Terhadap Murid SD/MI dan SMP/MTs Kabupaten Kendal Tahun 2005 – 2009
No Tahun Rasio Guru thd Murid SD/MI Rasio Guru thd Murid SMP/MTs
1 2005 1:23 1:18
2 2006 1:20 1:18
3 2007 1:20 1:18
4 2008 1:20 1:18
5 2009 1:19 1:18
Sumber: Disdikpora Kab. Kendal 2010
Tabel di atas menunjukkan bahwa untuk jenjang pendidikan SD/MI jumlah guru relatif memadai yaitu seorang guru membina 19-23 orang murid. Sedangkan untuk jenjang pendidikan SMP/MTs jumlah guru juga memadai. Secara kuantitatif memang jumlah guru memadai, namun apabila dilihat persebaran guru, maka data pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kendal terdapat beberapa daerah kekurangan guru dan beberapa daerah justru kelebihan guru.
b). Keterjangkauan
Indikator keterjangkauan pelayanan pendidikan adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM). APK SD dari Tahun 2006-2009 mengalami peningkatan tahun 2006 APK SD sebesar 96,76%, meningkat tahun 2009 menjadi 102,20%. Untuk tingkat SMP mengalami penurunan tahun 2007 sebesar 103,85% menurun tahun 2009 menjadi 98,37%. APK Kabupaten Kendal selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 2.17
Angka Partisipasi Kasar Menurut Jenjang Pendidikan Di Kabupaten Kendal Tahun 2006-2009 (%)
Jenjang Pendidikan 2006 2007 2008 2009
SD/MI 96,76 100,43 102,37 102,20
SMP/MTs 85,75 103,85 100,15 98,37
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal Tahun 2010
Untuk APM SD/MI tahun 2006-2009 menunjukan peningkatan. Tahun 2006 sebesar 79,57% meningkat tahun 2009 menjadi 84,52%. APM SMP tahun 2006 sebesar 64,76% meningkat menjadi 72,54% tahun 2009. Selengkapnya dapat dilihat tabel sebagai berikut :
Tabel 2.18
Angka Partisipasi Murni Menurut Jenjang Pendidikan Di Kabupaten Kendal Tahun 2006 – 2009 (%)
Jenjang Pendidikan 2006 2007 2008 2009
SD/MI 79,57 79,16 85,22 84,52
SMP/MTs 64,76 80,64 79,92 72,54
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal Tahun 2010
Selain APK dan APM, Angka putus sekolah dan angka melanjutkan menjadi salah satu indikator keterjangkauan. Angka putus sekolah untuk jenjang pendidikan SD/MI dan SMP/MTs selama kurun waktu 2006-2009 cenderung mengalami peningkatan. Untuk jenjang pendidikan SD/MI angka Putus sekolah termasuk kategori rendah. Angka Putus sekolah untuk jenjang pendidikan SMP/MTs termasuk katogori tinggi, karena diatas target angka putus sekolah Provinsi Jawa tengah yaitu 0,22%. Gambaran pertumbuhan angka putus sekolah untuk jenjang pendidikan dasar adalah sebagai berikut:
Tabel 2.19
Angka Putus Sekolah Menurut Jenjang Pendidikan Di Kabupaten Kendal Tahun 2006 – 2009 (%)
Jenjang Pendidikan 2006 2007 2008 2009
SD/MI 0,63% 0,37% 0,08% 0,08%
SMP/MTs 1,36% 0,81% 0,52% 0,67%
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal Tahun 2010
Pertumbuhan Angka melanjutkan ke SMP/MTs fluktuatif. Angka melanjutkan ke SMP/MTs pada tahun 2009 sebesar 98,95% sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun 2008 sebesar 98,90%. Sedangkan angka melanjutkan ke SMA/SMK/MA relatif lebih rendah dibandingkan dengan angka melanjutkan ke SMP/MTs. Angka melanjutkan ke SMA/SMK/MA sebesar 79,00% pada tahun 2009 lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 77,00%. Perkembangan angka melanjutkan terlihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 2.20
Angka Melanjutkan Ke SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Kabupaten Kendal Tahun 2006 – 2009
No Tahun Melanjutkan ke SMP/MTs Melanjutkan ke SMA/SMK/MA
1 2006 97,36% 71,00%
2 2007 95,70% 72,90%
3 2008 98,90% 77,00%
4 2009 98,95% 79,00%
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal 2010
c). Kualitas
Kualitas pendidikan diukur melalui indikator angka kelulusan, SD/MI dan SMP.MTs yang terakreditasi, dan jumlah guru layak mengajar. Angka kelulusan SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Kendal cenderung fluktuatif. Gambaran Angka lulus tingkat SD/MI dan SMP/MTs terlihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 2.21
Angka Lulus UASBN SD dan UN SMP/MTs Kabupaten Kendal Tahun 2006 – 2009
No Tahun UASBN SD UN SMP/MTS
1 2006 98,55% 89,65%
2 2007 99,98% 94,00%
3 2008 99,55% 93,23%
4 2009 99,89% 92,37%
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal 2010
Tabel di atas menunjukkan bahwa angka kelulusan SD (UASBN) relatif baik selama kurun waktu 2005-2009 dengan angka rata-rata 99,13%. Sedangkan untuk angka lulus UN untuk jenjang SMP/MTs dengan rata-rata sebesar 92,41%. Rata-rata nilai UN SMP/MTs selama kurun waktu 2005-2009, sebagai berikut:
Tabel 2.22
Rata-rata nilai UN SMP/MTs Kabupaten Kendal Tahun 2006 – 2009
No Tahun UN SMP/MTS
1 2006 6,00
2 2007 6,67
3 2008 6,26
4 2009 6,67
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal 2010
Kualitas pendidikan juga diukur dari pendidik atau guru yang layak mengajar dan yang bersertifikat. Gambaran kualitas guru SD/MI dan SMP/MTs, sebagai berikut:
Tabel 2.23
Jumlah Guru Layak mengajar Jenjang Pendidikan SD/MI dan SMP/MTs Kabupaten Kendal Tahun 2006 – 2009
No Tahun SD/MI SMP/MTS
1 2006 14,99% 70,22%
2 2007 17,65% 80,00%
3 2008 19,90% 80,00%
4 2009 20,34% 79,84%
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal 2010
Jumlah guru SD/MI yang bersertifikat di Kabupaten Kendal pada tahun 2009 sebesar 20,00% dan guru SMP/MTs yang bersertifikat sebesar 37,00%. Gambaran persentase guru bersertifikat dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 2.24
Jumlah Guru Bersertifikasi Jenjang Pendidikan SD/MI dan SMP/MTs Kabupaten Kendal Tahun 2005 – 2009
No Tahun SD/MI SMP/MTS
1 2005 0,15% 1,45%
2 2007 7,23% 8,04%
3 2008 14,00% 20,71%
4 2009 20,00% 37,00%
Kualitas sekolah terutama kualitas kelas mendukung proses pembelajaran. Kondisi ruang kelas SD/MI dan SMP/MTs relatif cukup baik. Persentase ruang kelas SD dalam kondisi baik sebesar 62% pada tahun 2009. Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 51%.
Tabel 2.25
Kondisi Ruang Kelas SD/MI dan SMP/MTs Kabupaten Kendal Tahun 2005 – 2009 (%)
No Kondisi Ruang Kelas 2005 2006 2007 2008 2009
1 SD Baik 40 45 42 51 62 Rusak Ringan 37 31 29 25 22 Rusak Berat 23 24 29 24 16 2 MI Baik 44 49 47 46 47 Rusak Ringan 33 35 32 35 37 Rusak Berat 23 16 21 19 16 3 SMP Baik 87 88 89 83 86 Rusak Ringan 10 7 8 13 10 Rusak Berat 3 5 3 4 4 4 MTs Baik 80 75 77 79 76 Rusak Ringan 16 15 16 14 17 Rusak Berat 4 10 4 9 4
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal 2010
3) Gambaran Pelayanan Pendidikan Menengah