• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH A. Kondisi Geografi

E. Gambaran Umum Kondisi Urusan

5) Sub Bidang Persampahan

Volume sampah di Kabupaten Kendal dari Tahun 2006 yang semula sejumlah 351,80 m3 sampai dengan Tahun 2008 mengalami peningkatan yang signifikan sejumlah 646,5 m3. Tetapi sampai dengan akhir Tahun 2009 mengalami penurunan cukup banyak hanya sejumlah 247,20 m3. Dari jumlah volume sampah tersebut, jumlah volume sampah terangkut pada tahun 2006 sejumlah 241 m3 mengalami peningkatan cukup besar sampai tahun 2008 menjadi 517,20 m3, tetapi mengalami penurunan cukup signifikan pada akhir tahun 2009 hanya sejumlah 210 m3. Persentase sampah yang terangkut dan dibuang ke TPA di Kabupaten Kendal pada tahun 2006 hanya sejumlah 68,31%, pada tahun 2009 meningkat menjadi 85%, seperti terlihat pada tabel berikut ini.

Tabel 2.64

Jumlah Volume Sampah, Volume Sampah Terangkut dan Persentase Sampah Terangkut dan Dibuang ke TPA di

Kabupaten Kendal Tahun 2006-2009

No Indikator 2006 2007 Tahun 2008 2009

1 Volume Sampah (m3) 352,80 353,30 646,50 247,20 2 Volume Terangkut (m3) 241,00 242,00 517,20 210,00 3 Persentase Terangkut (%) 68,31 68,50 80,00 85,00 Sumber: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kendal, 2009

Komposisi sampah yang dihasilkan Kabupaten Kendal sangat beragam, tetapi jumlah terbanyak adalah jenis sampah organik, dan jumlahnya terus meningkat. Pada tahun 2006 volume sampah di Kabupaten Kendal hanya 55,06 m3 per hari pada tahun 2009 meningkat menjadi 63 m3 per hari. Sementara komposisi sampah terkecil adalah Karet, tetapi jumlahnya juga terus meningkat dari tahun 2006 hanya sejumlah 1 m3

meningkat pada tahun 2009 sejumlah 7 m3, seperti terlihat pada tabel berikut : Tabel 2.65

Komposisi Sampah di Kabupaten Kendal Tahun 2006-2009

No. Komposisi Sampah 2006 2007 Presentase (%) 2008 2009

1 Kertas 8,04 7 7 10 2 Kayu 23,15 22,13 22 24 3 Kain 1,00 1 1,05 8 4 Karet/kulit 1,00 1 1,05 7 5 Plastik 7,15 8,19 9 15 6 Metal/Logam 0,95 0,96 1,01 6 7 Gelas/Kaca 0,90 0,92 1,05 21 8 Organik 55,06 56,11 57,2 63 9 Lain-lain 2,75 3,12 1,04 9

Sumber: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kendal, 2009

Sarana pengumpul sampah di Kabupaten Kendal berupa truk sampah, truk kontainer, kontainer, gerobak sampah, TPS, TPA, Truk Tinja, Transfer Depo. Jumlahnya dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2009 hampir tidak mengalami perubahan yang berarti, seperti terlihat pada tabel berikut:

Tabel 2.66

Jumlah Fasilitas dan Sarana Pengumpul Sampah di Kabupaten Kendal Tahun 2006-2009

No. Fasilitas Sarana dan Pengumpul Sampah 2006 2007 Jumlah (Unit) 2008 2009

1 Truk sampah 5 5 6 6

2 Truk container 5 5 5 5

3 Container 20 21 22 17

4 Gerobak sampah 20 40 40 10

5 Tempat pembuangan sementara 133 139 200 60

6 Tempat pembuangan akhir 4 4 3 3

7 Truk tinja 0 0 0 0

8 Transfer depo 3 3 3 3

9 Instalasi pengolahan limbah tinja 0 0 0 0 Sumber: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kendal, 2009

Di wilayah Kabupaten Kendal sampai saat ini terdapat 3 (tiga) TPA yang masih aktif, yaitu TPA Cebag, TPA Jatirejo dan TPA Pagergunung. Sampai saat ini sistem pengelolaannya masih menggunakan Sistem Open Dumping, dengan luasan lahan, kapasitas volume, jumlah timbulan sampah dan jumlah timbulan terangkut seperti dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 2.67

Kondisi TPA di Kabupaten Kendal Tahun 2009

No Uraian Keterangan Cebag Nama TPA Jatirejo Pagergunung

1 Lokasi Desa Pageruyung

Kec. Pageruyung Kec. Ngampel Desa Jatirejo Desa Pagergunung Kec. Pagergunung 2 Sistem Pengelolaan Open Dumping Open Dumping Open Dumping

3 Luas Lahan (ha) 0,95 1,17 1,26

4 Kapasitas volume (m3) 28.500,00 11.743,00 37.965,00

5 Tahun Mulai Operasional 1996 1992 1999

6 Jumlah Timbunan Sampah (m3/hari) 39,00 39,00 40,00

7 Jumlah Terangkut (m3/hari) 24,001,17 24,00 22,00

Sumber: Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kendal, 2009

3.2. Perumahan

Perumahan merupakan kebutuhan primer selain sandang dan pangan bagi seluruh masyarakat. Permintaan unit rumah di Kabupaten Kendal yang akan dibangun terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk. Dilain pihak, keterbatasan lahan untuk permukiman menjadi kendala besar bagi sebagian masyarakat.

Sampai dengan akhir tahun 2009, Jumlah rumah yang ada di Kabupaten Kendal mencapai 239.305 unit. Jumlah ini meningkat cukup tajam sejak Tahun 2005. Dari sejumlah rumah tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut :

1. Jumlah rumah berdasarkan kondisi rumah, terdiri dari rumah permanen sebanyak 70.790 unit, rumah semi permanen sebanyak 41.607 unit, rumah berdinding papan merupakan kondisi rumah terbanyak yang ada di Kabupaten Kendal sebanyak 101.694 unit dan jumlah terkecil adalah rumah berdinding bambu/sirap sebanyak 25.214 unit.

2. Jumlah rumah berdasarkan type rumah, terdiri dari : rumah type A dengan luas lahan lebih dari 200 m2 sebanyak 52.726 unit dan merupakan jumlah type rumah terkecil di Kabupaten Kendal, rumah type B dengan luas lahan antara 90-200 m2 sebanyak 72.861 unit serta rumah type C dengan luas lahan kurang dari 90 m2 dan merupakan type rumah sederhana sehat dengan jumlah terbesar yang ada di Kabupaten Kendal, sebanyak 113.718 unit.

3. Jumlah rumah berdasarkan status kepemilikan, terdiri dari rumah milik sendiri dengan jumlah terbesar di Kabupaten Kendal sebanyak 186.209 unit dan rumah sewa sebanyak 250 unit.

4. Jumlah rumah berdasarkan kelengkapan sanitasi, terdiri dari rumah yang mendapatkan pelayanan air bersih secara maksimal sebesar 68.251 unit, serta rumah yang telah memiliki jamban keluarga dilengkapi dengan septictank permanen sebanyak 54.364. Jika dibandingkan dengan jumlah rumah yang ada, kelengkapan sanitasi yang telah dipenuhi oleh perumahan di Kabupaten Kendal sekitar 25% saja.

Tabel 2.68

Sebaran Sarana Perumahan Di Wilayah Kecamatan Kabupaten Kendal Tahun 2005-2009

No Perumahan 2005 2006 Jumlah (Unit) 2007 2008 2009

1 Status Kepemilikan 181.011 182.076 183.257 184.342 186.459

a. Rumah Milik Sendiri 180.896 181.959 183.042 184.114 186.209

b. Rumah Sewa 115 117 209 228 250 2 Penyediaan Rumah 1.628 928 1.557 1.735 1.702 a. Perumnas 407 538 1.100 1.210 1.338 b. KPR/BTN 154 390 400 490 364 c. Real Estate 561 d. Perorangan 506 57 35 3 Kebutuhan Rumah 1.628 1.638 1.647 1.667 1.667 4 Kondisi Rumah 212.254 215.664 219.521 237.666 239.305 a. Permanen 57.215 61.014 63.557 70.090 70.790 b. Semi Permanen 36.000 35.687 36.718 41.298 41.607 c. Papan 103.543 104.284 104.824 101.189 101.694 d. Bambu/Sirap 15.496 14.679 14.422 25.089 25.214 5 Type Rumah 215.664 219.521 237.666 239.305 a. Type A 47.970 49.102 52.351 52.726 b. Type B 65.328 65.910 71.161 72.861 c. Type C 102.366 104.509 113.154 113.718 6 Kelengkapan Sanitasi

a. Kebutuhan Air Bersih 51.058 55.609 59.082 66.258 68.251

b. Jamban dan Septictank 42.231 45.112 47.929 52.856 54.364 Sumber: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kendal, 2010

Jika dilihat dari pemenuhan rumah, upaya pemenuhan kebutuhan rumah yang diusahakan sendiri secara perorangan jumlahnya dari tahun ke tahun semakin menurun. Sebaliknya upaya pemenuhan dan pembangunan perumahan yang dilakukan secara kelompok melalui developer/pengembang perumahan semakin meningkat. Hanya saja daya jangkau masyarakat untuk membeli rumah melalui developer/pengembang, jumlahnya juga tidak mengalami kenaikan secara signifikan. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, sebagai berikut : 1. Bagi sebagian masyarakat, rumah type sederhana sehat terlalu sederhana, belum

memenuhi kebutuhan fungsi ruangan dalam rumah tinggal secara maksimal, dan dibangun dengan material yang memiliki kualitas kurang bagus.

2. Luasan rumah type sederhana terlalu kecil, sehingga masyarakat/konsumen kesulitan untuk mengembangkannya, kecuali dengan model pengembangan vertikal/ditingkat. 3. Dari sisi biaya, uang muka dan cicilan rumah setiap bulan masih dianggap terlalu

memberatkan masyarakat kecil. 3.3. Penataan Ruang

Dalam mengalokasikan pemanfaatan ruang-ruang yang ada di wilayah Kabupaten Kendal, dibagi menjadi dua besar arahan pemanfataan ruang, yaitu kawasan lindung dan kawasan budidaya. Kawasan lindung, merupakan kawasan yang berfungsi untuk melindungi

fungsi-fungsi wilayah yang ada disekitarnya, sumber daya alam dan buatan serta nilai budaya dan sejarah bangsa. Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dialokasikan untuk dapat mendukung aktivitas-aktivitas masyarakat yang dilakukan di atas wilayah Kabupaten Kendal. Untuk beberapa jenis penggunaan lahan yang diklasifikasikan menurut fungsinya sebagai kawasan lindung dan budidaya di wilayah Kabupaten Kendal antara lain adalah sebagai berikut: