• Tidak ada hasil yang ditemukan

Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH A. Kondisi Geografi

E. Gambaran Umum Kondisi Urusan

3) Sistem Angkutan Umum

3.8. Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Jumlah koperasi primer di Kabupaten Kendal dalam kurun waktu lima tahun (2005-2009) menunjukkan peningkatan dengan rata-rata sebesar 2,46% per tahun, dari sebanyak 447 buah pada tahun 2005 menjadi sebanyak 492 buah pada tahun 2009. Di lihat dari keaktifannya, pada tahun 2009 sebagian besar koperasi di Kabupaten Kendal tergolong aktif (73,28%), dan sisanya tidak aktif (26,22%). Dalam kurun waktu lima tahun jumlah koperasi aktif menunjukkan peningkatan dari sebanyak 316 buah pada tahun 2005 menjadi 363 pada tahun 2009. Jumlah koperasi tidak aktif menunjukkan penurunan dari sebanyak 131 buah pada tahun 2005 menjadi 129 pada tahun 2009. Perkembangan jumlah koperasi di Kabupaten Kendal dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.76

Jumlah koperasi Primer dan Induk Koperasi Di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2009

No. Koperasi 2005 2006 2007 2008 2009

1. Koperasi Primer

Koperasi aktif 316 327 338 338 363

Koperasi tidak aktif 131 126 121 121 129

Jumlah koperasi primer 447 453 459 459 492 Jumlah modal koperasi (milyar rupiah) Tad 107.726 134.332 167.227 267.208 Jumlah anggota (orang) Tad 143.498 143.687 165.879 155.048 2. Jumlah Induk Koperasi

Jumlah induk koperasi 1 1 1 1 1

Sumber: Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Kendal (2005-2009)

Dalam kurun waktu empat tahun (2006-2009) terjadi peningkatan jumlah anggota koperasi rata-rata sebesar 3,02% per tahun, dari sebanyak 143.498 orang pada tahun 2006

menjadi 155.048 orang pada tahun 2009. Seiring dengan peningkatan jumlah anggota tersebut, modal koperasi primer dalam kurun waktu yang sama juga menunjukkan adanya peningkatan. Modal koperasi primer pada tahun 2006 sebesar sebanyak 143,498 milyar rupiah, pada tahun 2009 modal koperasi telah mencapai 155,048 milyar rupiah.

Jumlah pengusaha kecil mengalami peningkatan dari sebanyak 1.256 orang pada tahun 2005 menjadi 4.980 orang pada tahun 2009. Penyerapan tenaga kerja pada usaha kecil dalam kurun waktu lima tahun juga menunjukkan peningkatan, dari sebanyak 3.106 orang pada tahun 2005 menjadi 12.882 orang pada tahun 2009. Perkembangan jumlah pengusaha dan tenaga kerja pada usaha kecil dan menengah dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.77

Jumlah Pengusaha dan Tenaga Kerja pada Usaha Kecil dan Menengah di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2009

No Uraian 2005 2006 2007 2008 2009

1. Jumlah Pengusaha

Pengusaha Kecil 1.256 1.656 4.900 4.900 4.980 Pengusaha Menengah 624 624 624 624 624

2. Jumlah Tenaga Kerja

Usaha Kecil 3.106 3.,899 9.655 9.748 12.882 Usaha Menengah 3.134 3.134 3.134 3.134 3.134 Sumber: Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Kendal (2005-2009)

3.9. Industri

Pada tahun 2006 jumlah perusahaan industri di Kabupaten Kendal sebanyak 17.495 unit dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 63.824 tahun 2006, meningkat menjadi sebanyak 17.558 unit tahun 2008 dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 64.642 orang.

Dilihat dari kelompok industri, sebagian besar adalah industri kecil yang mengolah hasil pertanian (2009) sebanyak 9.715 unit dan menyerap tenaga kerja sebanyak 23.006 orang. Perkembangan jumlah unit usaha dan tenaga kerja yang terserap dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.78

Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Menurut Kelompok Industri Kabupaten Kendal Tahun 2006-2009 (unit)

No Kelompok Industri 2006 Jumlah Perusahaan 2007 2008 2009 2006 Jumlah Tenaga Kerja 2007 2008 2009 1. Industri logam, mesin

dan elektronik a. Besar 6 6 6 6 2.255 2.255 2.255 2.255 b. Kecil 1.472 1.475 1.475 1.475 4.130 4.159 4.159 4.159 2. Industri kimia a. Besar 7 7 7 7 697 697 697 697 b. Kecil 2.851 2.851 2.851 2.851 8.231 8.213 8.241 8.241 3. Industri aneka a. Besar 2 2 2 2 3.086 3.086 3.086 3.086 b. Kecil 3.446 3.474 3.481 3.508 8.366 8.563 8.655 10.270 4. Industri hasil pertanian

a. Besar 21 21 21 21 14.542 14.542 14.543 14.543 b. Kecil 9.690 9.708 9.715 9.729 22.535 22.806 23.006 23.033 Jumlah industri besar 36 36 36 36 20.580 20.580 20.581 20.581 Jumlah industri kecil 17.459 17.508 17.522 17.563 43.262 43.741 44.061 45.703 Jumlah total 17.495 17.544 17.558 17.599 63.824 64.321 64.642 66.284 Sumber: Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Pertambangan Energi (2006-2009)

Dari tabel di atas dapat dihitung tingkat penyerapan tenaga kerja pada masing-masing kelompok industri. Jika diperbandingkan antara jumlah tenaga kerja dengan jumlah industri, maka pada tahun 2009 rata-rata tenaga kerja yang terserap pada industri besar sebanyak 572 orang dan tenaga di sektor industri kecil sebanyak 3 orang setiap unit usaha. Berdasarkan kelompok industri logam, mesin dan elektronik, rata-rata penyerapan tenaga kerja industri besar sebanyak 376 orang dan industri kecil hanya 3 orang/ unit usaha. Pada kelompok industri kimia, rata-rata penyerapan tenaga kerja industri besar sebanyak 100 orang, dan industri kecil hanya 3 orang/ unit usaha. Pada kelompok industri aneka rata-rata penyerapan tenaga kerja industri besar sebanyak 1.543 orang dan industri kecil sebanyak 3 orang per unit usaha. Pada kelompok industri hasil pertanian rata-rata penyerapan tenaga kerja industri besar sejumlah 693 orang dan industri kecil hanya sebanyak 2 orang setiap unit usaha.

Nilai investasi industri di Kabupaten Kendal menunjukkan peningkatan dari sebanyak Rp 7,99 milyar tahun 2006 menjadi sebesar Rp 10,86 milyar pada tahun 2007. Penambahan nilai investasi ini terjadi pada perusahaan industri skala kecil kelompok industri logam, mesin dan elektronik; kelompok industri aneka; dan kelompok industri hasil pertanian. Pada tahun 2008 nilai investasi meningkat menjadi sebesar Rp.10,86 milyar meningkat menjadi Rp.10,86 milyar tahun 2009. Perkembangan nilai investasi dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.79

Nilai Investasi Menurut Kelompok Industri Kabupaten Kendal Tahun 2006-2009 (Rp)

No Kelompok Industri 2006 2007 2008 2009

1. Industri logam, mesin dan

elektronik a. Besar 743.514.482 743.514.482 743.514.482 743.514.482 b. Kecil 3.796.659 453.796.659 453.796.659 453.796.659 2. Industri kimia a. Besar 346.700.000 346.700.000 346.700.000 346.700.000 b. Kecil 3.939.425 3.939.425 3.940.175 3.940.175 3. Industri aneka a. Besar 6.464.110.000 6.464.110.000 6.464.110.000 6.464.110.000 b. Kecil 4.848.703 2.335.263.703 2.335.264.193 2.335.275.721

4. Industri hasil pertanian

a. Besar 408.331.813 408.331.813 408.331.813 408.331.813 b. Kecil 16.266.521 108.689.152 108.691.009 108.692.719 Jumlah industri besar 7.962.656.295 7.962.656.295 7.962.656.295 7.962.656.295 Jumlah industri kecil 28.851.308 2.901.688.939 2.901.692.036 2.901.705.274

Jumlah 7.991.507.603 10.864.345.234 10.864.348.331 10.864.361.569

Sumber: Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Pertambangan Energi (2006-2009)

Nilai produksi industri di Kabupaten Kendal menunjukkan peningkatan dalam kurun waktu empat tahun (2006-2009). Pada tahun 2006 total nilai produksi hanya sebesar Rp.1.958.920.456,00. Pada tahun 2007 nilai produksi mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi sebesar Rp 13.175.709.684,00. Hal ini disebabkan adanya peningkatan produksi secara besar-besaran yang ditunjang oleh peningkatan investasi pada industri skala kecil, khususnya kelompok industri aneka dan industri hasil pertanian. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir (2008-2009) nilai produksi hanya sedikit mengalami peningkatan menjadi Rp.13.175.713.614,00 pada tahun 2008, dan menjadi Rp 13.175.722.187,00 pada tahun 2009. Perkembangan nilai produksi industri di Kabupaten Kendal dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.80

Nilai Produksi Menurut Kelompok Industri Kabupaten Kendal Tahun 2006-2009 (Rp)

No Kelompok Industri 2006 2007 2008 2009

1. Industri logam, mesin dan

elektronik a. Besar 131.132.268 131.132.268 131.132.268 131.132.268 b. Kecil 2.203.052.400 2.332.320.156 2.332.320.156 2.332.320.156 2. Industri kimia a. Besar 85.232.818 85.232.818 85.232.818 85.232.818 b. Kecil 13.607.674 13.607.674 13.608.424 13.608.424 3. Industri aneka a. Besar 1.310.075.725 1.310.075.725 1.310.075.725 1.310.075.725 b. Kecil 23.443.759 2.562.294.928 2.562.296.668 2.562.303.741

4. Industri hasil pertanian

a. Besar 306.382.541 306.382.541 306.382.541 306.382.541 b. Kecil 67.015.147 6.434.663.574 6.434.665.014 6.434.666.514 Jumlah industri besar 1.832.823.352 1.832.823.352 1.832.823.352 1.832.823.352 Jumlah industri kecil 2.307.118.980 11.342.886.332 11.342.890.262 11.342.898.835

Jumlah Total 1.958.920.456 13.175.709.684 13.175.713.614 13.175.722.187

Sumber: Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Pertambangan Energi

Di Kabupaten Kendal memiliki satu kawasan industri, yaitu kawasan industri kaliwungu, dan sentra-sentra industri. Jumlah sentra industri di Kabupaten Kendal sebanyak 50 desa, sampai dengan tahun 2009 telah dikembangkan sebanyak 20 desa (40%). Jumlah sentra industri potensial yang telah dikembangkan dalam kurun waktu empat tahun menunjukkan peningkatan dari sebanyak 3 desa pada tahun 2006, menjadi 4 desa pada tahun 2007, sebanyak 9 desa pada tahun 2008, dan sejumlah 20 desa pada tahun 2009. Penggunaan teknologi industri di Kabupaten Kendal untuk meningkatkan daya saing produk industri masih rendah. Dalam kurun waktu lima tahun (2005-2010) telah dilaksanakan peningkatan kemampuan teknologi industri pada industri kecil, yaitu industri kerajinan tas; industri kerajinan bordir; industri kerajianan bambu; industri kerajinan kapok randu; industri makanan ringan; industri tepung tapioka; industri pande besi; industri gula tebu; dan industri genteng press. Selain itu, dilakukan pengembangan dan pelayanan teknologi industri kecil makanan; dan pelatihan dan alat produksi emping melinjo.

3.10. Perdagangan

Realisasi ekspor non migas dari Kabupaten Kendal dalam kurun waktu lima tahun (2005-2009) mengalami fluktuatif, tahun 2005 realisasi nilai ekspor sebanyak 75.297 juta US dollar, meningkat menjadi 91,120 juta US dollar pada tahun 2005, dan mencapai 198,957 juta US dollar pada tahun 2006. Namun pada tahun 2008 dan 2009 nilai ekspor mengalami penurunan menjadi 162,398 juta US dollar (2008), dan 158.246.059,32 US dollar (2009). Jenis komoditas utama ekspor Kabupaten Kendal adalah furniture dan produk yang terbuat dari kayu olahan, logam, karet dan makanan olahan, terutama tujuan ekspor Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Inggris, Perancis, Australia dan Korea.

Perkembangan usaha perdagangan dari tahun 2005-2009 menunjukkan peningkatan, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4,35% per tahun. Pada tahun 2005 jumlah unit usaha perdagangan sebanyak 985 unit meningkat menjadi 1.167 unit. Dari sebanyak 1.167 unit tahun 2009. Perusahaan yang telah mengurus Surat Ijin Usaha Perdagangan sebanyak 1.128 unit (96,66%), hal ini menunjukkan tingkat ketaatan perijinan usaha tergolong baik. Jumlah tenaga kerja yang terserap dalam usaha perdagangan dari sebanyak 1.970 orang pada tahun 2005 menjadi 2.286 orang pada tahun 2009. Data perkembangan usaha perdagangan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.81

Jumlah Unit Usaha dan Tenaga Kerja pada Usaha Perdagangan Di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2009

No Uriaan 2005 2006 2007 2008 2009

1. Unit Usaha

Perdagangan 985 1.020 1.077 1.148 1.167 2. Tenaga kerja 1.970 2.060 2.154 2.248 2.286 Sumber : Dinas Perdagangan, Perindustrian, Pertambangan dan Energi Kabupaten Kendal (2005-2009)

Sarana dan prasarana perdagangan meliputi pasar tradisional, pasar desa, pasar swalayan, dan pertokoan/warung/kios. Jumlah pasar tradisional sebanyak 11 unit. Sementara itu pasar lokal (desa) hanya sebanyak 23 unit tahun 2005 menjadi 24 unit tahun 2009. Diperlukan penambahan pasar tradisional dan pasar desa di lokasi yang strategis agar dapat menumbuhkan usaha perdagangan, sehingga dapat memacu pertumbuhan wilayah.

Sarana perdagangan lainnya adalah pertokoan/warung/kios. Jumlah toko/warung/kios di Kabupaten Kendal cenderung mengalami peningkatan, dari sebanyak 1.823 unit pada tahun 2005 menjadi 1.834 unit pada tahun 2009. Pertumbuhan perdagangan retail di Kabupaten Kendal tergolong cukup pesat. Dalam kurun waktu tahun 2005-2009 jumlah pasar swalayan mengalami peningkatan dari tahun 2005 sebanyak 1 unit menjadi 22 unit tahun 2009. Perkembangan sarana dan prasarana perdagangan di Kabupaten Kendal dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.82

Sarana Perdagangan di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2009

No Jenis Sarana Perdagangan 2005 2006 2007 2008 2009

1. Pasar Tradisional 11 11 11 11 11

2. Pasar Lokal (Pasar Desa) 23 23 23 24 24

3. Pasar Swalayan 1 1 20 22 22

4. Pertokoan/warung/kios 1.823 1.856 1.921 1.634 1.834

5. Pasar Hewan 4 4 4 4 4

6. Pasar Sepeda 3 3 3 3 3

Sumber : Dinas Perdagangan, Perindustrian, Pertambangan dan Energi Kabupaten Kendal (2005-2009)

Terkait dengan perlindungan konsumen, telah dilakukan pelayanan kemetrologian di 20 kecamatan bekerjasama dengan Balai Metrologi Provinsi Jawa Tengah guna mendukung tertib ukur, tertib niaga dan tertib perlindungan konsumen. Selain itu, dilakukan pula pengawasan terhadap barang dan jasa yang beredar secara berkala, menjelang lebaran, natal dan tahun baru. Pengawasan secara berkala perlu dilakukan apabila ada indikasi barang yang beredar di masyarakat mengandung unsur berbahaya (B3) dan tidak memenuhi standar.