• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH A. Kondisi Geografi

E. Gambaran Umum Kondisi Urusan

2) Keluarga Sejahtera

Salah satu masalah penting adalah masih cukup tingginya keluarga Pra KS dan KS I (alasan ekonomi yang termasuk keluarga miskin). Persentase keluarga pra sejahtera dari tahun 2005-2009 mengalami penurunan sangat kecil, namun keluarga KS I justru mengalami peningkatan. Perkembangan keluarga sejahtera dari tahun 2005-2009 adalah sebagai berikut:

Tabel 2.39

Perkembangan Keluarga Pra KS, KS I dan KS II Keatas Kabupaten Kendal Tahun 2005 – 2009 (%)

Keluarga Sejahtera 2005 2006 2007 2008 2009

Keluarga Pr KS 51,20 50,60 45,24 44,25 42,13

Keluarga KS I 27,27 28,62 33,19 33,26 15,27

Keluarga KS II, III keatas 31,53 30,78 31,57 32,49 45,60 Sumber: BPPPAKB Kabupaten Kendal 2009

Program pemerintah Kabupaten Kendal dalam meningkatkan keluarga sejahtera adalah memberikan bantuan bagi Pra KS dan KS I. Persentase keluarga Pra KS dan KS I yang mendapat bantuan UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) dari tahun 2007-2009 meningkat. Pada tahun 2007 persentase Pra KS dan KS I yang mendapat bantuan UPPKS sebesar 65,22% meningkat menjadi 73,74% (2009).

1.4. Sosial

Masalah kemiskinan di Kabupaten Kendal menjadi salah satu masalah yang perlu mendapatkan perhatian dalam pembangunan daerah. Jumlah keluarga miskin pada tahun 2008 sebesar 59.456 KK meningkat menjadi sebesar 62.123 RTM tahun 2009. Perkembangan jumlah penduduk miskin dan keluarga miskin dari tahun 2005-2009 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.40

Jumlah Penduduk Miskin dan Keluarga Miskin di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2009

No. Jumlah Penduduk Miskin dan Kelurga Miskin Satuan 2005 2006 2007 2008 2009

1. Jumlah Penduduk Miskin

a. Pedesaan Orang 169.500 230.248 230.965 204.677 207.767 b. Perkotaan Orang 4.449 13.417 6.660 10.301 6.215

2. Jumlah Keluarga Miskin

a. Pedesaan KK 54.737 61.769 58.654 56.039 58.934 b. Perkotaan KK 2.657 3.596 3.732 3.417 3.189 Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kendal Tahun 2009

Permasalahan sosial yang terjadi di Kabupaten Kendal dalam kurun waktu 2005-2009, berdasarkan jenis PMKS mengalami penurunan sebesar 1,67% per tahun. PMKS yang mengalami penurunan adalah Anak Balita Terlantar sebanyak 838 balita turun menjadi 598 balita, wanita rawan sosial ekonomi (2005) sebanyak 6.745 orang turun menjadi 5.634 orang (2009), Anak Jalanan sebanyak 166 orang turun menjadi 31 orang, Keluarga Berumah Tak Layak Huni (tahun 2005) sebanyak 9.600 KK turun menjadi 7.139 pada tahun 2009). Masalah sosial yang menunjukan peningkatan adalah jumlah anak nakal, keluarga fakir miskin, tuna susila, korban penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (Napza). Tingkat perkembangan penyandang masalah kesejahteraan sosial dikemukakan pada tabel berikut ini:

Tabel 2.41

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2009

No Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial 2005 2006 2007 2008 2009 r rata-rata

1 Penyandang cacat

Cacat tubuh 897 1.242 1.415 1.537 1.552 15,50 Cacat rungu wicara 444 479 507 38 539 5,01 Cacat tuna netra 516 649 673 658 614 5,14 Cacat Mental reterdasi 362 490 529 520 495 9,20 Cacat eks phisikotik 241 263 242 298 364 11,61 Cacat ganda 94 193 226 255 276 35,87

Cacat bibir sumbing 74 66 74 79 - -

Jumlah 2.628 3.382 3.666 3.885 3.840 10,48 2 Jumlah anak terlantar 6.280 6.844 7.099 6.687 6.247 0,08 3 Jumlah anak nakal 503 465 96 567 426 94,71 4 Anak Balita Terlantar 838 1.139 1.038 1.190 598 -2,01 5 anak korban tindak kekerasan 4 4 - 10 - - 6 wanita rawan sosial ekonomi 6.745 6.595 6.747 5.993 5.634 -4,27

No Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial 2005 2006 2007 2008 2009 r rata-rata

7 Anak Jalanan 166 71 96 60 31 -26,96

8 Wanita Korban Tindak Kekerasan 897 - 30 49 - - 9 Lanjut Usia Terlantar 7.840 8.155 8.341 8.238 - - 10 Tuna Susila 288 302 58 297 360 89,34

11 Pengemis 38 40 55 37 35 1,16

11 Gelandangan 6 5 5 11 4 9,92

12 Korban penyalahgunaan Narkotika,

Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) 23 18 1 11 14 227,77 13 Keluarga Fakir Miskin 57.394 65.305 62.386 59.456 62.123 2,28 14 Keluarga Berumah Tak Layak Huni 9.600 6.895 6.849 6.431 7.139 -5,98 15 Keluarga Rentan 607 925 1.032 993 819 10,66

Jumlah 93.857 100.145 97.499 93.915 87.270 -1,67 Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kendal Tahun 2009

Jumlah PMKS yang telah ditangani selama 5 tahun mengalami penurunan sebesar 35,73%, tetapi dilihat dari seluruh PMKS, ternyata PMKS yang ditangani pada tahun 2009 hanya sebesar 15%. Pada tahun 2009 indikator masalah sosial yang telah ditangani Penyandang Cacat (427 orang), Jumlah Anak Terlantar (225 orang), Wanita Rawan Sosial Ekonomi (40 orang), Lanjut Usia Terlantar (20 orang), Tuna Susila (15 orang), Pengemis dan gelandangan (117 orang), Keluarga Fakir Miskin (576 orang) dan Keluarga Berumah Tak Layak Huni (12 orang). Jumlah PMKS di Kabupaten Kendal dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 2.42

Banyaknya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang sudah ditangani di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2009

No. Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial 2005 2006 2007 2008 2009

1 Penyandang Cacat 70 500 347 447 427

2 Jumlah Anak Terlantar 292 290 175 275 225

3 Jumlah Anak Nakal - - - - -

4 Anak Balita Terlantar - - - - -

5 Anak Korban Tindak Kekerasan - - - - -

6 Wanita Rawan Sosial Ekonomi 45 60 - - 40

7 Anak Jalanan - - - - -

8 Wanita Korban Tindak Kekerasan - - - - -

9 Lanjut Usia Terlantar 60 70 - 100 20

10 Tuna Susila - 72 33 44 15

11 Pengemis 120 124 108 118 117

Gelandangan

12 Korban Penyalahgunaan narkotika psikotropikan dan zat adiktif (napza)

- - - - -

13 Keluarga Fakir Miskin 268 232 194 1.244 576

14 Keluarga Berumah Tak Layak Huni - - - - 12

Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kendal Tahun 2009

Penanganan permasalahan PMKS di Kabupaten Kendal belum optimal, hal ini disebabkan terbatasnya SDM aparat dan relawan dan belum optimalnya peran Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS). Potensi dalam bidang kesejahteraan sosial antara lain banyaknya panti sosial adalah 14 buah (tahun 2009). Selain itu PSKS yang dimiliki Kabupaten Kendal adalah Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Wanita Pemimpin Kesejahteraan Sosial (WPKS), jumlah PSM sebanyak 877 orang (2009) dan WPKS jumlah sebanyak 331 pada tahun 2009. Dilihat dari jenis pekejaan PSM mayoritas bekerja sebagai karyawan pemerintah sebanyak 383 orang, sedangkan WPKS mayoritas bekerja sebagai pedagang. Jumlah potensi dan sumber kesejahteraan sosial, adalah sebagai berikut :

Tabel 2.43

Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2009

No. Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial 2005 2006 2007 2008 2009 I Pekerja Sosial Masyarakat (PSM)

1 Laki-laki 724 702 725 697 716 2 Perempuan 146 146 197 153 161 Jumlah PSM 870 848 922 850 877 3 Pekerjaan a. Karyawan Pemerintah 215 326 412 423 383 b. Karyawan Swasta 102 135 175 167 174 c. Buruh 106 28 76 63 87 d. Dagang 56 68 45 46 75 e. Tani/Nelayan - 160 182 140 132 f. Lain-lain 391 131 32 11 26

II Wanita Pemimpin Kesejahteraan Sosial

1 Jumlah WPKS 175 185 222 261 331 2 Pekerjaan a. PNS/ABRI 27 43 47 51 60 b. Kay.Swasta 28 53 55 56 59 c. Tani/Btani 20 32 23 28 39 d. Dagang 22 26 32 41 81

e. Lain-lain dan tidak Bekerja 78 31 65 86 92

3 Latihan

a. Sudah 17 17 23 31 86

b. Belum 158 168 199 230 245

Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kendal Tahun 2009

Perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal terhadap kondisi kesejahteraan sosial yang masih belum optimal, dan bantuan yang disalurkan setiap tahun secara rutin melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi belum cukup menangani permasalahan. Tahun Anggaran 2009 bantuan kepada panti sosial sebesar Rp. 569,40 juta, bantuan untuk 13 (tigabelas) panti sosial anak asuh (PSAA), I (satu) panti sosial lanjut usia terlantar, 2 (dua) panti sosial penyandang cacat dan 2 (dua) panti sosial tuna sosial/karya.

1.5. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Indikator penting untuk mengukur keberhasilan pembangunan yang responsif gender adalah menggunakan Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) dengan skor nilai minimal 40 dan terbesar 80. Keberhasilan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Kendal dapat diketahui dari besarnya nilai Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indek Pembangunan Gender (IDG). Besarnya nilai IPG Kabupaten Kendal tahun 2006 sebesar 62,7 meningkat menjadi sebesar 63,9 pada tahun 2008, meningkat cukup baik. Namun demikian angka IPG tersebut lebih rendah daripada rata-rata Provinsi Jawa Tengah yaitu sebesar 64,6. Rendahnya IPG Kabupaten Kendal disebabkan masih rendahnya tingkat pendidikan perempuan dan rendahnya sumbangan perempuan terhadap ekonomi rumah tangga, lebih rendah dari laki-laki.

Besarnya nilai IDG Kabupaten Kendal tahun 2006 sebesar 55,5, dan 56,9 pada tahun 2008, angka ini termasuk kategori menengah. Dibandingkan dengan rata-rata IDG Propinsi Jawa Tengah tahun 2008 sebesar 59,7, maka IDG Kabupaten Kendal lebih rendah. Meskipun perkembangan IDG selama dua tahun terakhir menunjukkan kenaikan, namun ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian, terutama terkait dengan rendahnya keterwakilan perempuan dalam politik; kualitas SDM perempuan (tingkat pendidikan) dan perbedaan upah perempuan dengan laki-laki. Jumlah anggota DPRD (periode 2004–2009) perempuan hanya 2 orang (4,5%) jumlah perempuan pekerja profesional, teknisi, kepemimpinan dan ketatalaksanaan sebesar 47,54%, persentase angkatan kerja perempuan adalah 36,1%.

Perempuan dan anak yang sering menjadi korban kekerasan baik fisik dan mental perlu memiliki wadah perlindungan untuk menjamin hak-hak dan keselamatan serta memberdayakan mereka. Data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang tercatat di Kabupaten Kendal pada tahun 2006 terdapat 60 kasus; Tahun 2007 terdapat 57 kasus; Tahun 2008 terjadi 102 kasus dan Tahun 2009 terjadi 121 kasus. Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan fenomena gunung es, banyak kasus tidak dilaporkan oleh keluarga korban. Kecenderungan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat dari tahun ke tahun. Maka perlindungan dan kesejahteraan anak semakin diperhatikan oleh pemerintah Kabupaten Kendal sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 23 tahun 2003 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang No. 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Jumlah penduduk tahun 2009 yang termasuk kategori anak (kelompok umur 0-18 tahun) termasuk cukup besar yaitu (anak-anak) di Kabupaten Kendal cukup besar (30,59%) dari jumah penduduk sebanyak 952.011 jiwa.

Terdapat kecenderungan pendidikan anak perempuan masih lebih rendah daripada laki-laki. Pada anak usia sekolah (7-18 tahun) lama tahun sekolah anak laki-laki (7,8 tahun) lebih baik daripada anak perempuan (6,4 tahun). Kondisi ini dapat dimengerti karena budaya patriarkhi yang masih kuat mengakar dalam masyarakat, bahwa menyekolahkan anak laki-laki lebih diprioritaskan dibandingkan menyekolahkan anak perempuan. Kondisi di Kabupaten Kendal menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan (misalnya SMA/SMK/MA) lebih banyak anak laki-laki yang bersekolah daripada anak perempuan. Hal lain yang perlu mendapatkan perhatian adalah pelayanan kesehatan dan perlindungan anak dan perempuan dari kekerasan yang berbasis gender sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 23 tahun 2004 tentang Penanggulangan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

1.6. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Kabupaten Kendal terbagi dalam 265 desa dan 20 kelurahan dengan jumlah penduduk pada tahun 2008 sejumlah 951.388 orang, memerlukan perhatian khusus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan yang dilaksanakan diperlukan adanya lembaga kemasyarakatan yang berfungsi menampung dan menyalurkan aspirasi dan partisipasi masyarakat yang ada. Jumlah lembaga kemasyarakatan di tingkat kelurahan seperti RT, RW ataupun LPMK di Kabupaten Kendal setiap tahun menunjukkan kinerja meningkat. Pada tahun 2008 jumlah RT sebanyak 6.161 dan jumlah RW sebanyak 1.471. Kelembagaan masyarakat di tingkat kelurahan baik RT/RW, LPMK, BKM, PKK, Karang Taruna dan kelompok sosial lainnya belum dapat menjadi pelopor dalam pemberdayaan masyarakat. Hal itu dikarenakan antara lain belum optimalnya kinerja pengurus kelembagaan masyarakat, belum meratanya reward dari pemerintah untuk pengurus lembaga masyarakat. Masalah lain adalah belum optimalnya kelembagaan sosial ekonomi di tingkat kelurahan, seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Usaha Simpan Pinjam, peningkatan keterampilan (life skills) dan penggunaan teknologi tepat guna dalam usaha ekonomi.

Program–program penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat bertumpu pada peran kelembagaan di tingkat desa/kelurahan, baik Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan, pengembangan ekonomi masyarakat nelayan dan pengembangan UKM/ koperasi. Pembentukan lembaga keuangan mikro dikelola oleh koperasi maupun swadaya masyarakat dirasakan manfaatnya bagi kelompok rentan dalam masyarakat, antara lain buruh, nelayan kecil, pengolah ikan dan usaha mikro dan sektor informal. Selain itu dalam rangka pengguliran modal usaha terdapat UED-SP, koperasi simpan pinjam, Badan Kredit Kecamatan (BKK), Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Baitul

Mal Wa`tamwil (BMT) yang dikelola dengan prinsip-prinsip Syariah belum dapat optimal membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya.

1.7. Kebudayaan

Urusan kebudayaan terkait dengan penanaman nilai-nilai budaya, perlindungan dan pemeliharan cagar budaya baik di daratan maupun di bawah air, pembinaan kesenian tradisional dan modern, menjalin kerjasama dengan berbagai daerah dan luar negeri. Gambaran kondisi kebudayaan Kabupaten Kendal adalah sebagai berikut: