GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH A. Kondisi Geografi
E. Gambaran Umum Kondisi Urusan
3) Gambaran Pelayanan Pendidikan Menengah a). Ketersediaan
Selama kurun waktu 2005-2009 jumlah sekolah SMA/MA/SMK di Kabupaten Kendal sedikit meningkat, yaitu 41 unit pada tahun 2009 dari 40 unit pada tahun 2005. Sedangkan jumlah murid SMA/MA/SMK selama kurun waktu yang sama fluktuatif dan jumlah guru selama kurun waktu yang sama meningkat. Perkembangan jumlah sekolah, murid dan guru SMA/MA/SMK terlihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 2.26
Pertumbuhan Jumlah, Murid dan Guru SMA/MA/SMK Kabupaten Kendal Tahun 2005 – 2009
Tahun Jml Sekolah r Jml Murid r Jml Guru r
2005 40 23.099 1.742
2006 40 0,00% 25.358 9,78% 1.798 3,21%
2007 41 2,50% 27.107 6,90% 1.874 4,23%
2008 41 0,00% 27.107 0,00% 1.874 0,00%
2009 41 0,00% 28.305 4,42% 2.054 9,61%
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal 2010
Rasio guru terhadap murid selama kurun waktu 2005-2009 cenderung konstan, namun menunjukkan bahwa ketersediaan guru SMA/SMK/MA di Kabupaten Kendal mencukupi. Secara rinci rasio guru terhadap murid terlihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 2.27
Perkembangan Rasio Guru Terhadap Murid SMA/MA/SMK Kabupaten Kendal Tahun 2005 – 2009
No Tahun Rasio Guru thd Murid (1 dibanding :)
1 2005 13
2 2006 14
3 2007 14
4 2008 14
5 2009 14
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal 2010
b). Keterjangkauan
Salah satu indikator keterjangkauan adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/SMK/MA. APK SMA/SMK/MA selama kurun waktu 2006-2009 menunjukkan kecenderungan meningkat. Pada tahun 2009 APK SMA/SMK/MA sebesar 59,75% angka ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2006 yang sebesar 50,12%. Perkembangan APK SMA/SMK/MA terlihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 2.28
Perkembangan APK SMA/SMK/MA Kabupaten Kendal Tahun 2006 - 2009
Tahun APK (%) r
2006 50,12
2007 55,24 10,22%
2008 53,58 -3,01%
2009 59,75 11,52%
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal 2010
Tabel di atas menunjukkan bahwa keterjangkauan masyarakat untuk sekolah di SMA/SMK/MA masih rendah. Penduduk usia 16-18 yang belum menempuh pendidikan SMA/SMK/MA cukup banyak.
Angka Partisipasi Murni SMA/SMK/MA juga mengalami peningkatan. APM SMA/SMK/MA pada tahun 2009 sebesar 41,24% meningkat dibandingkan dengan tahun 2006. Namun walaupun meningkat APM SMA/SMK/MA termasuk kateogri rendah, karena masih di bawah 50%. Perkembangan APM SMA/SMK/MA terlihat pada tabel sebagai berikut: :
Tabel 2.29
Perkembangan APM SMA/SMK/MA Kabupaten Kendal Tahun 2006 - 2009
Tahun APK (%) r (%)
2006 38,00
2007 39,68 4,42%
2008 39,30 -0,96%
2009 41,24 4,94%
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal 2010
Angka putus sekolah SMA/SMK/MA di Kabupaten Kendal tahun 2009 relatif rendah yaitu 0,72% dibandingkan dengan seluruh murid SMA/SMK/MA. Kondisi ini menggambarkan bahwa kemampuan menyekolahkan anak di tingkat SMA cukup baik.
Tabel 2.30
Angka Putus Sekolah SMA/SMK/MA Kabupaten Kendal Tahun 2006 – 2009
No Tahun Angka Putus Sekolah
1 2006 1,28%
2 2007 1,00%
3 2008 0,89%
4 2009 0,72%
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal 2010
c). Kualitas
Kalitas pendidikan diukur melalui indikator angka kelulusan, SMA/SMK/MA yang terakreditasi, dan jumlah guru layak mengajar. Angka kelulusan SMA/SMK/MA di Kabupaten Kendal cenderung fluktuatif, secara rinci dikemukakan sebagai berikut :
Tabel 2.31
Angka Lulus SMA/SMK/MA Kabupaten Kendal Tahun 2006 – 2009
No Tahun Angka Lulus
1 2006 96,08%
2 2007 97,08%
3 2008 96,03%
4 2009 97,84%
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal 2010
Tabel di atas menunjukkan bahwa angka kelulusan SMA/SMK/MA relatif baik dengan angka rata-rata 96,76%. Rata-rata nilai UN SMA/SMK/MA sebesar 7,27, secara rinci dikemukakan sebegai berikut :
Tabel 2.32
Rata-rata nilai UN SMA/SMK/MA Kabupaten Kendal Tahun 2006 – 2009
No Tahun Rata-rata nilai UN
1 2006 7,24
2 2007 7,00
3 2008 7,46
4 2009 7,40
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal 2010
Persentase guru SMA/SMK/MA layak mengajar cukup besar. Sedangkan guru SMA/SMK/MA yang bersertifikat mengajar relatif cukup besar. Gambaran kualitas guru SMA/SMK/MA terlihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 2.33
Jumlah Guru SMA/SMK/MA Layak mengajar dan bersertifikat Kabupaten Kendal Tahun 2006 – 2009
No Tahun Layak Mengajar Bersertifikat
1 2006 78,26% 0,00%
2 2007 90,00% 10,21%
3 2008 90,00% 30,05%
4 2009 90,81% 42,00%
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal 2010
Jumlah guru SMA/SMK/MA yang bersertifikat di Kabupaten Kendal pada tahun 2009 sebesar 42,00%, hal ini menunjukkan kualitas guru cukup baik. Dalam upaya
meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Kendal maka telah ada RSBI untuk SMP yaitu SMP Negeri 2 Kendal dan SMP Negeri 1 Weleri dan tingkat untuk tingkat SMA yaitu SMA Negeri I Kendal, SMA Negeri I Boja dan SMA Pondok Selamat. Demikian pula dengan jumlah sekolah yang telah dilakukan akreditasi sekolah dari tahun 2005 – 2009 adalah sebagai berikut :
Tabel 2.34
Jumlah Sekolah TK SMA Yang telah Diakreditasi Kabupaten Kendal Tahun 2006 – 2009
No Jenjang Pendidikan 2006 2007 2008 2009 1 TK/RA/BA 50 2 6 4 2 SD 282 259 202 45 3 MI 92 - - 5 4 SMP 24 36 9 14 5 MTs 35 - - 3 6 SMA 8 - 6 7 7 SMK 6 7 14 3 8 MA 9 - 4 3 Jumlah 506 237 86 143
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal 2010
Jumlah sekolah terkareditasi semakin tahun semakin memingkat sejalan dengan komitmen pemerintah Kabupaten Kendal dalam meningkatkan pendidikan yang berlualitas.
1.2. Kesehatan
Berdasarkan data tahun 2005-2009 status kesehatan masyarakat Kabupaten Kendal menunjukkan penurunan, hal ini dapat dilihat meningkatnya indikator Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKABA). Nilai indikator AKB, AKABA, AKI dan UHH dalam kurun waktu tahun 2005-2009. Gambaran menurunnya status kesehatan masyarakat dapat dikemukakan sebagai berikut :
Tabel 2.35
Perkembangan Status Kesehatan Kabupaten Kendal 2005 - 2009
Indikator 2005 2006 r 2007 r 2008 r 2009 r rata-r rata AKB per 1.000 KLH 8,5 5,64 (0,34) 2,18 (0,61) 5,5 1,52 6,7 0,22 0,20 AKABA per 1.000 KLH 1,08 1,27 0,18 2,14 0,69 0,4 (0,81) 8,1 19,25 4,82 AKI per 100.000 KLH 53,57 54,26 0,01 34,93 (0,36) 149,34 3,28 128,23 (0,14) 0,70 UHH (Tahun) 66,7 67,1 0,01 69,49 0,04 67,4 (0,03) tda 0,003
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal 2009
Meningkatnya kematian ibu melahirkan antara lain disebabkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kehamilan masih kurang, sulitnya akses pelayanan kesehatan, penanganan persalinan oleh tenaga non kesehatan dan terlambatnya penanganan rujukan. Sebagian besar kasus kematian ibu melahirkan terjadi di Kecamatan Plantungan dengan wilayah pegunungan dan akses trasnsportasi umum yang terbatas.
Berdasarkan data capaian SPM bidang kesehatan, cakupan kunjungan ibu hamil K4 dari tahun 2005 – 2009 mengalami peningkatan dengan rata-rata kenaikan sebesar 0,05%. Pada tahun 2009 cakupan kunjungan ibu hamil K4 sebesar 91,27%. Capaian ini masih
dibawah target SPM Kesehatan (Permenkes 741/2008) yaitu 95% pada tahun 2015. Sedangkan persentase cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan pada tahun 2009 sebesar 93,46%. Sementara itu cakupan ibu hamil resiko tinggi yang dirujuk hanya 20%. Hal ini mengandung arti bahwa ibu hamil resiko tinggi banyak yang tidak dirujuk. Kondisi ini dapat meningkatkan jumlah kematian ibu melahirkan.
Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat maka salah satu yang dilakukan adalah meningkatkan gizi masyarakat. Dari tahun 2005-2009 jumlah penderita gizi buruk mengalami penurunan, dengan rata-rata penurunan per tahun sebesar 19,17%. Pada tahun 2005 jumlah gizi buruk sebanyak 128 balita turun pada tahun 2009 menjadi 15 balita. Walaupun terjadi penurunan pada balita gizi buruk, namun kondisi ini perlu diwaspadai. Hal ini dikarenakan jumlah balita bawah garis merah mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2005 jumlah balita dengan BGM 1.172 balita meningkat pada tahun 2009 menjadi 1.368 balita.
Deteksi dini gizi buruk dapat dilakukan melalui pemantauan berat badan balita. Berdasarkan hasil pemantauan berat badan balita, persentase balita yang ditimbang berat badannya naik dari tahun 2005-2009 mengalami penurunan, dengan rata-rata penurunan per tahun sebesar 0,03%. Pada tahun 2005 persentase balita yang ditimbang berat badannya naik sebesar 73,73% turun pada tahun 2009 menjadi 73,53%.
Tabel 2.36
Perkembangan Status Gizi Balita Kabupaten Kendal Tahun 2005 - 2009
Uraian 2005 2006 2007 2008 2009 r rata-rata Jumlah balita Bawah Garis Merah (BGM) 1.172 1.267 1.395 1.313 1.368 4,13 Persentase Balita yang ditimbang
berat badannya naik 73,73 73,76 74,05 72,97 73,53 (0,03) Persentase balita gizi buruk 0,61 0,11 0,02 0,01 0,03 (0,34)
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal 2009
Penurunan derajad kesehatan masyarakat yang terjadi di Kabupaten Kendal sedikit banyak berhubungan dengan kejadian penyakit menular yang mengalami peningkatan terutama kasus TB Paru, DBD, Polio dan Diare. Incident rate TB Paru dari tahun 2005 – 2009 cenderung mengalami penurunan, dengan rata-rata penurunan setiap tahunnya sebesar 2,36%. Pada tahun 2005 IR TB Paru per 10.000 penduduk sebesar 115 meningkat pada tahun 2009 menjadi 107 per 10.000 penduduk. Sedangkan penemuan kasus TB Paru (CDR=Case Detection Rate) rata-rata setiap tahunnya mengalami penurunan sebesar 0,03%. Pada tahun 2005 TB Paru 46,05% menurun pada tahun 2009 menjadi sebesar 36,01%. Kondisi ini masih jauh dari target MDGs yaitu CDR TB Paru setiap tahunnya sebesar 90%. Sedangkan kesembuhan TB Paru juga meningkat setiap tahunnya sebesar 0,16 %. Pada tahun 2009 persentase kesembuhan TB Paru mencapai 84,96%.
Beberapa kasus penyakit menular selain TB juga ditemukan mengalami peningkatan di Kabupaten Kendal. Sebagai contoh kasus IR DBD dari tahun 2005–2009 mengalami peningkatan rata-rata sebesar 24,92 % per tahun. Pada tahun 2005 IR DBD sebesar 0,02 per 10.000 penduduk meningkat pada tahun 2009 menjadi 0,06 per 10.000 penduduk. Angka kematian (CFR=Case fatality Rate) DBD juga mengalami penurunan dengan rata-rata penurunan setiap tahunnya sebesar 0,47 %. Pada tahun 2009 CFR DBD sebesar 0,59%. Kasus pneumonia di Kabupaten Kendal mengalami peningkatan setiap tahunnya sebesar 0,79%. Jumlah pneumonia pada tahun 2005 sebesar 811 kasus meningkat pada tahun 2009 menjadi 54 kasus. Angka kematian pneumonia sangat tinggi dibandingkan dengan kasus yang lain. CFR pneumonia pada tahun 2005 sebesar 9,02% meningkat menjadi 59,8%. Sedangkan
kasus AIDS selama tahun 2005–2009 mengalami peningkatan dari 4 kasus pada tahun 2005 menjadi 44 kasus pada tahun 2009. Demikian juga kasus penyakit IMS (Infeksi Melalui Hubungan Seksual) dalam hal ini GO dan Syphilis mengalami peningkatan. Pada tahun 2005 kasus IMS sebanyak 35 kasus meningkat menjadi 954 kasus pada tahun 2009.
Penyakit menular di Kabupaten Kendal belum sepenuhnya dapat ditanggulangi dan penyakit tidak menular menunjukkan peningkatan yang cukup siginfikan. Kasus Diabetes Mellitus mengalami peningkatan cukup tinggi. Pada tahun 2005 kasus Diabetes Mellitus sebanyak 5.643 kasus meningkat pada tahun 2009 menjadi 12.862 kasus. Demikian juga kasus penyakit jantung dan pembuluh darah darah mengalami peningkatan. Kasus penyakit jantung dan pembuluh darah pada tahun 2005 sebesar 14.353 kasus meningkat menjadi 34.391 kasus.
Ketersediaan prasarana dan sarana kesehatan sudah cukup memadai, namun kualitas pelayanan, baik layanan medis, non medis dan penyuluhan cara hidup sehat bagi masyarakat masih kurang. Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) telah tersedia di setiap desa, data tahun 2009 berjumlah 149 unit. Di kecamatan tersedia Puskesmas, baik Puskemas induk sampai Puskesmas Keliling. Jumlah Puskesmas Induk tahun 2009 sebanyak 30 unit, Puskesmas Pembantu sebanyak 52 unit, dan Puskesmas Keliling sebanyak 30 unit. Jumlah rumah sakit sebanyak 3 unit terdiri dari 1 unit RSUD tipe B, 1 unit rumah sakit swasta dan 1 unit rumah sakit khusus. Sedangkan jumlah tenaga kesehatan masih kurang dibandingkan kebutuhan. Berikut ini kebutuhan tenaga kesehatan berdasarkan 100.000 penduduk menurut Kepmenkes No 1202/Menkes/SK/VIII/2003 tentang Indikator Indonesia Sehat 2010, sebagai berikut:
Tabel 2.37
Kebutuhan Tenaga Kesehatan Kabupaten Kendal Tahun 2009
No. Tenaga Kesehatan
Jumlah Tenaga Kesehata Tahun 2009 Jumlah Kebutuhan Nakes per 100.000 Penduduk Kebutuhan Nakes Di Kab Kendal Tahun 2009 Kekurangan Nakes Di Kab Kendal Tahun 2009 1 Dokter Umum 94 40 430 336 2 Dokter Spesialis 29 6 64 35 3 Dokter Gigi 22 11 118 96 4 Perawat 392 117 1259 867 5 Bidan 612 100 1076 464 6 Kesehatan Masyarakat 27 40 430 403 7 Apoteker 8 10 107 99 8 Ahli Gizi 35 35 376 341 9 Ahli Penyehatan Lingkungan 39 40 430 391
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal 2009, diolah
Sejak tahun 2007 Pemerintah Kabupaten Kendal telah mengalokasikan dana untuk pembiayaan pemeliharaan kesehatan dalam rangka menjamin akses masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Dalam pelaksanaan Jamkesmas di Kabupaten Kendal masyarakat miskin yang ditanggung adalah yang terdaftar dalam kepesertaan Jamkesmas sesuai SK Bupati Nomor 440/731/2007 tentang Penetapan Jumlah Peserta Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Kabupaten Kendal. Jumlah kuota peserta jamkesmas Kabupaten Kendal 2006 sebanyak 373.906 orang dengan alokasi dana sebesar Rp. 4,486 juta. Pada tahun 2007 sebanyak 246.666 orang dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 4,198 juta. Pada tahun 2008 sebanyak 246.666 orang dengan alokasi dana sebesar Rp. 954,31 juta dan tahun 2009 sebanyak 246.666 orang dengan dana sebesar 2,959 juta. Pada
tahun 2010 dengan alokasi dana sebesar Rp. 1,548 juta dengan jumlah peserta sebanyak 246.666 orang.
Sedangkan pelaksanaan Jamkesda, masyarakat miskin yang ditanggung adalah yang terdaftar dalam kepesertaan Jamkesda tahun 2008 dengan jumlah sebanyak 91.479 orang dengan dana sebesar 2,192 juta, tahun 2009 sebesar 91.479 orang dengan dana sebesar 6,2275 juta dan kuota peserta Jamkesda Kabupaten Kendal tahun 2010 sebesar 91.479 orang dengan dana sebesar Rp. 7 milyar.
1.3. Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera 1) Keluarga Berencana
Struktur umur penduduk termasuk berusia muda (65,4% penduduk berusia 20-40 tahun). Angka pertumbuhan penduduk tahun 2006-2009 cukup tinggi yaitu sebesar 2,86% per tahun. Lebih tinggi dari pada rata-rata Provinsi Jawa Tengah (2009) sebesar 0,87%. Pertambahan penduduk terutama meningkatnya jumlah kelahiran, dari tahun 2006-2009 rata-rata per tahun sebesar 4,3%. Rata-rata-rata perempuan melahirkan (Total Fertility Rate (TFR) adalah 2,39%. Dengan kata lian rata-rata Pasangan Usia Subur memiliki anak 2 - 3 anak selama umur produktifnya.
Meningkatnya jumlah kelahiran dikarenakan kesadaran masyarakat ber KB masih kurang. Pada tahun 2009 persentase keluarga mengikuti KB sebesar 54,48% menurun dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 54,78%. Selain itu, prevalensi peserta KB aktif hanya 76,96% (2009) dan jumlah peserta KB sebanyak 23.372 orang dan jumlah Drop out KB sebesar 22.227 orang peserta.
Sementara itu, partisipasi laki-laki dalam KB masih sangat kecil (1%). Pada tahun 2007-2009 persentase laki-laki berKB mengalami penurunan dari 1,26% (2007) menjadi 1,19% pada 2009. Sedangkan unmetneed (2009) masih cukup tinggi yaitu mencapai 13,4%.
Tabel 2.38
Pelayanan Keluarga Berencana Kabupaten Kendal Tahun 2007 – 2009
No ( Indikator Kinerja Kunci) 2007 2008 2009 1 Total Fertility rate (TFR) 2,35 2,35 2,39 2 Prevalensi peserta KB aktif (%) 75,74 77,11 76,96
3 % Laki-laki ber KB 1,26 0,5 1,19
4 Persentase Unmetneed (%) 14,73 13,37 13,4 5 Jumlah peserta KB baru (peserta) 19.199 21.687 23.372 6 Jumlah peserta KB Drop Out (peserta) 15.616 133.125 22.227 7 Persentase keluarga ikut KB. (%) - 54,78 54,48 Sumber: BPPPAKB Kabupaten Kendal 2009