• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH A. Kondisi Geografi

E. Gambaran Umum Kondisi Urusan

3) Sistem Angkutan Umum

3.6. Komunikasi dan Informatika

Jumlah Kantor Pos sebanyak 19 unit yang melayani pengiriman surat, paket ataupun transaksi pos lainnya. Perkembangan pelayanan pos antara lain terlihat dari arus lalu lintas surat masuk kondisinya fluktuatif namun terlihat prospektif, tahun 2005 sebanyak 350.016 surat meningkat hingga mencapai 576.473 surat pada tahun 2007, namun pada tahun 2008 turun menjadi 532.038 surat. Jumlah surat yang dikirim juga terlihat fluktuatif namun rata-rata mengalami peningkatan, pada tahun 2005 sebanyak 247.369 surat meningkat pada tahun 2006 menjadi 264.912 surat dan hingga tahun 2008 telah mencapai 380.730 surat.

Terkait dengan bidang telekomunikasi, jumlah Satuan Sambungan Telepon (SST) sentral mengalami peningkatan walaupun jumlahnya kecil, pada tahun 2005 sebanyak 13.840 SST meningkat menjadi 15.000 SST pada tahun 2007 dan hingga tahun 20009 mencapai 15.300 SST. Kapasitas sentral yang tersedia tersebut diatas semuanya dapat terpasang, sedangkan kapasitas yang terpakai pada tahun 2005 sebanyak 12.914 SST meningkat menjadi 13.127 SST pada tahun 2007, namun hingga tahun 2009 jumlahnya menurun menjadi 13.000 SST. Perkembangan warung telekomunikasi dari tahun ke tahun terus menunjukkan

penurunan, pada tahun 2005 sebanyak 675 unit meningkat menjadi 915 unit pada tahun 2006, namun pada tahun 2007 turun menjadi 695 unit dan hingga tahun 2009 kembali turun menjadi 457 unit. Penurunan jumlah wartel tersebut seiring dengan meningkatnya pemakaian telepon seluler (Fleksi) dimana jumlahnya mengalami peningkatan yang sangat besar. Pada tahun 2005 jumlah pelanggan Fleksi sebanyak 4.956 orang, meningkat menjadi 8.762 orang pada tahun 2006 dan sampai dengan tahun 2008 telah mencapai 171.566 orang. Jumlah tower yang tersedia masih cukup banyak sehingga upaya pemakaian tower bersama harus dapat dilaksanakan dengan secara perlahan mengurangi keberadaan tower yang masih eksis. Pada tahun 2006 terdapat 98 tower bertambah menjadi 114 tower pada tahun 2007 dan di tahun 2008 telah mencapai 125 tower. Pemakaian layanan internet beberapa tahun terakhir berkembang sangat pesat, hal ini didukung dengan jumlah penyedia jaringan internet (Internet Service Provider) yang selalu bertambah setiap tahunnya. Pada tahun 2005 hanya tersedia 19 ISP, memasuki tahun 2007 telah bertambah menjadi 35 ISP dan sampai tahun 2008 menjadi 121 ISP. Jumlah warnet tampak berkembang positif, pada tahun 2005 terdapat 4 warnet, hingga tahun 2009 suah mencapai 17 warnet.

Pada tahun 2008 telah terbit UU No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), maka setiap badan publik memiliki kewajiban menyediakan, memberikan dan atau menerbitkan informasi publik yang akurat, benar dan tidak menyesatkan kepada pemohon informasi publik. Untuk melaksanakan kewajiban tersebut diatas maka Badan Publik harus membangun dan mengembangkan sistem Informasi dan dokumentasi untuk mengelola informasi publik secara baik dan efisien sehingga dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Dalam undang-undang tersebut juga diamanatkan bahwa kabupaten memiliki kewajiban membentuk Komisi Informasi Daerah (KID), namun di Kabupaten Kendal saat ini belum terbentuk KID sehingga pengawasan terhadap informasi yang disediakan oleh badan publik serta informasi yang diminta oleh masyarakat belum dapat dilaksanakan secara optimal. 3.7. Pariwisata

Di Kabupaten Kendal terdapat obyek wisata alam berupa Pantai Sendang Sikucing, air terjun Curugsewu Patean, Curug Panglebur Gongso, Pemandian Air Panas Gonoharjo, Pantai Jomblom Cepiring, dan Goa Kiskendo Singorojo, Pantai Muara Kencan Cepiring dan Perkebunan Teh Medini Singorojo. Terdapat pula obyek wisata buatan antara lain seperti: obyek wisata Kolam Rengang Tirtoarum, kolam renang Boja, Kampoeng Jowo Sekatul Limbangan, Agrowisata Plantera, Ngebruk Patean, Pelabuhan Mororejo Kaliwungu, dan Tirta Nusantara.

Sampai dengan tahun 2009 obyek wisata yang telah dikelola oleh pemerintah daerah Kabupaten Kendal sebanyak 3 buah, yaitu Curugsewu, Sendang Sikucing dan Kolam Renang Boja. Dari kedua obyek wisata tersebut, Curugsewu merupakan obyek wisata yang menjadi pilihan favorit masyarakat dengan jumlah pengunjung mencapai 149.660 orang (tahun 2009). Jumlah kunjungan wisata cenderung meningkat, dari sebanyak 106.543 orang (tahun 2006) menjadi 149.660 orang pada tahun 2009. Jumlah wisatawan nusantara di Kabupaten Kendal tahun 2006 sebanyak 63.960 orang, tahun 2007 menurun 64.327 dan tahun 2008 menjadi sebesar 68.327 orang dan tahun 2009 sebanyak 68.015 orang dengan rata-rata lama tinggal dari tahun 2006 – 2009 selama 1,5 hari.

Perkembangan jumlah pengunjung dan retribusi daerah dari tahun 2006-2009 sebagai berikut:

Tabel 2.74

Jumlah Pengunjung dan Pemasukan Obyek Wisata Di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2009

No Uraian 2006 2007 2008 2009

a Sendang Sikucing

Pengunjung (orang) 48.603 52.706 51.963 59.660 Sepeda Motor (unit) 9.742 3.361 3.887 4.127 Pendapatan dari pengunjung (rupiah) 72.904.500 79.148.590 86.900.000 90.723.000 Pendapatan Kendaraan (rupiah) 77.775.500 81.185.590 88.843.500 2.063.500

Curugsewu

b Pengunjung (orang) 106.543 135.118 131.476 149.660

Mobil (unit) 1.499 1.649 1.289 1.879

Sepeda Motor (unit) 9.061 10.376 9.907 11.036 Pendapatan dari pengunjung (rupiah) 159.814.500 202.679.500 260.150.000 259.285.000 Pendapatan Kendaraan (rupiah) 6.779.000 7.661.500 6.887.000 8.336.500 Kolam Renang Boja

c Pengunjung (orang) 40.726 41.891 42.240 43.529 Pendapatan dari pengunjung (rupiah) 101.815.000 104.725.500 105.601.300 107.020.700 Total Jumlah pengunjung 195.872 229.715 225.679 252.849 Total Pendapatan dari pengunjung

dan kendaraan 346.184.000 395.895.590 451.030.800 467.428.700 Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (2006-2009)

Kabupaten Kendal memiliki atraksi pariwisata, antara lain : Hari Jadi Kota Kendal, Besaran Mororejo, Pesta Laut Tawang dan Sendang Sikucing, Pesta Laut Tanggul Malang, dan Syawalan Kaliwungu. Selama ini penyelenggaraan event-event pariwisata belum mampu menarik pengunjung wisata dari kabupaten/kota lain dalam jumlah yang besar. Kondisi demikian disebabkan belum adanya penetapan tanggal penyelenggaraan event (kalender of event). Partisipasi dalam event/pameran pariwisata ditingkat provinsi dan nasional kuantitasnya juga masih sangat terbatas. Dalam kurun waktu empat tahun (2005-2008) keikutsertaan dalam pameran pariwisata di tingkat provinsi dan tingkat nasional masing-masing hanya satu kali per tahun.

Kabupaten Kendal memiliki kerajinan dan makanan khas yang dapat dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata, diantaranya kerajinan bambu (perahu layar), miniatur mobil dari kayu, dawet gempol, kerupuk petis, kripik paru, momoh jerohan, gula aren, dan kerupuk rambak. Diperlukan pengembangan pemasaran hasil industri makanan dan kerajinan khas daerah tersebut di sekitar obyek-obyek wisata di Kabupaten Kendal, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Jumlah pelaku tenaga pengelola obyek wisata di Kabupaten Kendal sebanyak 59 orang, tidak mengalami peningkatan dari tahun 2006-2009. Jumlah pedagang di sekitar obyek wisata menunjukkan relatif tetap dan jumlah hotel dan penginapan sebanyak 16 unit hotel melati. Jumlah pengunjung hotel ini tidak semuanya wisatawan, tetapi juga berasal dari para pelaku usaha perdagangan.

Tabel 2.75

Jumlah Tenaga Kerja, Pedagang dan Jasa Pariwisata di Sekitar Obyek Wisata di Kabupaten Kendal Tahun 2006-2009

No Uraian 2006 2007 2008 2009

1 Tenaga Kerja Pengelola dan pedagang di sekitar Obyek Wisata

a Sendang Sekucing

Tenaga Kerja Pengelola obyek pariwisata 17 17 17 17

Pedagang 24 26 21 21

Jasa Pariwisata - - - -

b Curug Sewu

Tenaga Kerja Pengelola obyek pariwisata 34 34 34 34

Pedagang 36 36 35 35

Jasa Pariwisata - - - -

c Kolam Renang Boja

Tenaga Kerja Pengelola Obyek Pariwisata 8 8 8 8

Pedagang 13 15 16 16

Jasa Periwisata - - - -

Jumlah Pengelola obyek wisata 59 59 59 59

Jumlah Pedagang 73 77 72 72

2 Jumlah Hotel dan Penginapan

Jumlah Hotel dan Penginapan (unit) 16 16 16 16

Penginap (orang) - - - -

3 Jumlah Rumah Makan dan Restoran 121 125 125 125 Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (2006-2009)