Kitab Bacaan Ibr. 4
Kebenaran Alkitab Yesus telah bangkit dan menjadi Imam Besar kita.
Kita akan diselamatkan bila menaati kebenaran-Nya itu.
Tujuan Pelajaran
Mengulang semua pelajaran terdahulu dan mengingatkan kembali serta menegaskan agar murid-murid tetap bersandar kepada Yesus sebagai Allah yang maha kuasa sekaligus seorang sahabat yang terbaik.
Saat Anda mempersiapkan ulasan tentang semua pelajaran yang telah diterima oleh murid-murid empat bulan lamanya, maka tanyakan kepada diri Anda dan murid-murid, “Apakah makna kebangkitan Yesus bagi Anda maupun murid-murid?” Renung-kan tentang kebangkitan Yesus dan bagaimana dampaknya dalam kehidupan Anda dan murid-murid.
Karena Yesus telah berjalan keluar dari dalam kubur pada pagi hari itu, maka kitapun disanggupkan untuk mengatasi maut. Kita mendapat jaminan dan harapan untuk melampaui maut dan masuk ke dalam kerajaan surga dengan penuh kemenangan.
Kenyataan bahwa Yesus telah bangkit memastikan bahwa kita mempunyai seorang sahabat yang sejati. Ia berada bersama dengan kita dalam setiap pengalaman hidup.
Ia adalah seorang sahabat yang memahami apapun yang kita akan jalani. Ia telah merasakan setiap perasaan dan telah menghadapi semua pencobaan yang sedang kita hadapi. “Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita“ (Ibr. 4:14).
Marilah kita mendekati-Nya sebagai
Lembar Kerja # 1
Banyak Manusia Jadikan Dirinya 'Allah', tetapi Hanya Ada Satu Allah yang Telah Menjadi Seorang Manusia
Sejarah menceritakan betapa banyak orang yang mengaku dirinya sebagai allah. Kita percaya bahwa hanya ada satu Allah yang menjadi seorang manusia, yaitu Yesus Kristus. Hal ini pernah dikatakan-Nya, “Sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada” (Yoh. 8:58). Dengan mengacu pada kalimat tersebut, maka Yesus telah menyatakan bahwa Allah-lah yang sedang berdiri di tengah orang banyak.
Simaklah tokoh-tokoh berikut dalam sejarah yang menginginkan para pengikutnya untuk menyembah mereka sebagai seorang allah atau yang mendapatkan pengakuan yang sedemikian rupa setelah mereka meninggal.
Raja Tutankhamen
Adalah seorang raja Mesir yang telah memerintah sejak masa kanak-kanaknya selama abad ke-14 SM, dan dianggap sebagai allah. Kita tahu banyak tentang dirinya melalui penemuan kuburan emasnya pada tahun 1922. Ia mati pada usia 84 tahun.
Siddhartha Gautama
Orang yang beroleh pencerahan sempurna atau buddha, dilahirkan dalam keluarga kerajaan (tahun 563 – 483 SM). Akan tetapi, ia tinggalkan dunia dengan segala kemewahannya dan menjadi seorang petapa yang mengembara sekaligus mengajarkan tentang Jalan Tengah untuk dapat memandang jauh ke depan dari kondisi manusia yang ada sekarang ini. Setelah kematiannya, Buddha diakui sebagai dewa oleh para pengikutnya yang menyebarkan ajarannya dari India sampai ke selatan dan Asia Tenggara.
Pemahaman
Alkitab
inginkan para rakyatnya untuk membuat pengakuan atas dirinya sama seperti yang mereka lakukan terhadap para dewa orang Yunani, Heracles dan Dionysus. Sebuah penyakit mengakhiri hidupnya pada usia 33 tahun.
Kaisar Yulius
Adalah seorang jendral dan politikus dari Roma, ia mengubah perjalanan dari budaya Graeco-Roman, dengan taklukkan Gaul pada tahun 58 – 50 SM dan menangkan perang saudara Roma pada tahun 49 – 45 SM. Setelah terbunuh pada tahun 44 SM, maka ia dianugerahi gelar seorang dewa.
Raja Herodes Agripa I
Adalah seorang cucu dari raja Herodes Agung, yang membunuh rasul Yakobus dan ingin berbuat hal yang sama terhadap rasul Petrus. Lalu, bawahan raja Agripa yang berada di Tirus dan Sidon, yang karena lelah akan kemarahannya berusaha untuk berdamai dengannya.
Pada saat raja Herodes Agripa I berpidato, maka mereka menyanjungnya dengan meneriakkan: “Inilah suara allah dan bukan suara manusia!” Merasa puas dengan status yang ditinggikan ini, ia menjadi sombong dan membenarkan mereka. Allah menghukum kesombongannya itu hingga ia mati dimakan cacing-cacing (Kis. 12:20-23).
Vladimir Lenin
Seorang militaris penganut paham Marxist yang kuat.
Lenin memimpin revolusi Boshevik pada tahun 1917 dan menjadi pemimpin pertama dari negara Uni-Soviet sebelum pecah. Tulisan-tulisannya segera memotivasi perluasan paham Komunis di seluruh dunia dan ia berharap bahwa tulisannya itu dapat menjadi pemicu bagi gerakan Proletarian. Ia meninggal pada usia 54 tahun setelah mengalami penyakit kelumpuhan yang begitu lamanya. Ia diagungkan seperti seorang dewa oleh masyarakat Uni-Soviet, tubuhnya dipajang sampai saat ini di Moscow.
"Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada
di langit dan yang ada di atas bumi dan
yang ada di bawah bumi."
(Flp. 2:10)
memanipulasi kesempatan dan orang banyak, tetapi usahanya untuk membangun ras unggulan hanya mengakibatkan bencana pembunuhan masal yang keji.
Ia membunuh dirinya sendiri pada tahun 1945.
Hanya Yesus yang adalah Allah
Hanya Yesuslah yang menunjukkan bahwa diri-Nya adalah Allah dengan segala perkataan dan perbuatan-Nya. Ia menyembuhkan yang sakit, membangkitkan yang mati, mengampuni dosa dan hidup sesuai dengan pengajaran yang diajarkan-Nya. Dalam kenyataannya, Ia menggenapi semua nilai kebenaran tanpa pernah berbuat dosa. Terlebih lagi, Ia membuktikan bahwa diri-Nya adalah Allah dengan mengalahkan kematian. Tidak ada tokoh dalam sejarah yang pernah berbuat demikian. Semua manusia, kecuali Yesus, telah jauh dari kemuliaan Allah. Tidak hanya itu, Yesus adalah satu-satunya tokoh dalam sejarah yang kelahiran-Nya, kehidupan-Nya dan kematian-Nya dinubuatkan dengan begitu jelasnya.
Lembar Kerja # 1
Pemahaman
Banyak Manusia Jadikan Dirinya 'Allah', tetapi Hanya Ada Satu Allah yang Telah
Menjadi Seorang Manusia
Lembar Kerja # 2
Dalam 1 Kor. 15, Paulus menuliskan sebuah hal yang besar tentang pentingnya kebangkitan Yesus.
Sebagai contoh:
1. Kebangkitan Yesus diperkuat oleh banyak saksi (1 Kor. 15:6-8).
2. Tanpa kebangkitan Yesus, maka kepercayaan kita terhadap-Nya tidak akan berarti apa-apa (1 Kor.
15:14-19).
3. Karena kebangkitan Yesus, maka kita dapat berpengharapan menerima hidup yang kekal sekaligus beroleh kemenangan atas dosa dan maut (1 Kor. 15:52-58). Betapa indahnya pesan yang harus kita beritakan kepada dunia bahwa Yesus telah bangkit dan memberikan hidup yang kekal terhadap mereka yang percaya kepada-Nya.
Sebelum menutup catur wulan ini, maka kita akan mempelajari beberapa hal yang begitu menarik tentang Yesus yang adalah Imam Besar kita.
Bacalah Ibr. 4
Pastikan murid-murid memahami ketiga hal berikut:
1. Yesus adalah Imam Besar kita yang menjadi perantara Allah dengan manusia. Yesus memahami segala kelemahan kita karena Ia telah menghadapi pencobaan yang sama seperti yang kita hadapi, tetapi Ia tidak pernah menyerah terhadap semua pencobaan itu. Kita dapat menghampiri-Nya dengan keyakinan dan pemahaman akan kemurahan dan kasih setia-Nya (Ibr. 4:16).
2. Saat Yesus menyerahkan diri-Nya dan berkorban bagi segala dosa kita, maka sesungguhnya, Ia telah membuka jalan bagi kita untuk memperoleh keselamatan.
3. Yesus menyerahkan diri-Nya sebagai korban bagi segala dosa kita. Kita patut bersyukur kepada-Nya setiap hari dalam hidup kita.
"Sebab itu marilah kita dengan
penuh keberanian menghampiri takhta
kasih karunia, supaya kita menerima rahmat
dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita
pada waktu."
(Ibr. 4:16)
1. Mengapa Yesus menjadi manusia sama seperti kalian?
(Yesus menjadi sama seperti kita agar Ia dapat mati menggantikan kita, menumpahkan darah-Nya bagi segala dosa kita dan mengaruniakan rahmat serta belas kasihan yang kita butuhkan untuk menghampiri takhta Allah. Karena Yesus telah menjadi manusia, maka Ia memahami diri kita sepenuhnya.)
2. Berikan beberapa bukti bahwa Yesus, yang sepenuhnya Allah, juga sepenuhnya manusia.
(Yesus membutuhkan istirahat, mempunyai perasaan, memerlukan makanan dan minuman, menghadapi pencobaan dan mengalami proses kematian, dan lain sebagainya.)
3. Sebutkan 3 macam pencobaan yang Yesus hadapi?
(Yesus menghadapi keinginan daging, keinginan
Mengenai
Lembar Kerja # 2
Pemahaman
Hanya Yesus yang adalah Allah
Hanya Yesuslah yang menunjukkan bahwa diri-Nya adalah Allah dengan segala perkataan dan perbuatan-Nya. Ia menyembuhkan yang sakit, membangkitkan yang mati, mengampuni dosa dan hidup sesuai dengan pengajaran yang diajarkan-Nya.
Dalam kenyataannya, Ia menggenapi semua nilai kebenaran tanpa pernah berbuat dosa. Terlebih lagi, Ia membuktikan bahwa diri-Nya adalah Allah dengan mengalahkan kematian. Tidak ada tokoh dalam sejarah yang pernah berbuat demikian. Semua ma-nusia, kecuali Yesus, telah jauh dari kemuliaan Allah. Tidak hanya itu, Yesus adalah satu-satunya tokoh dalam sejarah yang kelahiran-Nya, kehidupan-Nya dan kematian-Nya dinubuatkan dengan begitu jelasnya.
Dalam 1 Kor. 15, Paulus menuliskan sebuah hal yang besar tentang pen-tingnya kebangkitan Yesus. Sebagai contoh:
1. Kebangkitan Yesus diperkuat oleh banyak saksi (1 Kor. 15:6-8).
2. Tanpa kebangkitan Yesus, maka kepercayaan kita terhadap-Nya tidak akan berarti apa-apa (1 Kor. 15:14-19).
3. Karena kebangkitan Yesus, maka kita dapat berpengharapan menerima hidup yang kekal sekaligus beroleh kemenangan atas dosa dan maut (1 Kor. 58). Betapa indahnya pesan yang harus kita beritakan kepada dunia bahwa Yesus telah bangkit dan memberikan hidup yang kekal terhadap mereka yang percaya kepada-Nya.
2. Saat Yesus menyerahkan diri-Nya dan berkorban bagi segala dosa kita, maka sesungguhnya, Ia telah membuka jalan bagi kita untuk memperoleh keselamatan hidup kekal.
3. Yesus menyerahkan diri-Nya sebagai korban bagi segala dosa kita. Kita patut bersyukur kepada-Nya setiap hari dalam hidup.
Bacalah Ibr. 4
Ulasan
5. Apakah tujuan utama Yesus dalam kehidupan-Nya?
(Tujuan utama Yesus adalah menyenangkan dan melakukan kehendak Allah. Ia hidup untuk mati di atas kayu salib demi kita.)
6. Berikan contoh di mana Yesus peduli terhadap keluarga-Nya?
(Yesus memperlakukan semua orang sebagai bagian dari keluarga-Nya sendiri. Yesus peduli terhadap ibu-Nya, bahkan saat di atas kayu salib sekalipun. Sebagai seorang anak, Ia memper-lakukan orangtua-Nya dengan penuh kasih, penghargaan dan hormat.)
7. Makna apakah yang terkandung dalam perbuatan kita mempedulikan orang lain?
Apakah makna dari kasih sejati dan belas kasihan itu?
(Kasih sejati merupakan suatu sikap yang tidak mementingkan diri seperti halnya Yesus yang rela berkorban bagi kita di atas kayu salib. Rasa belas kasihan merupakan suatu sikap pemahaman yang mendalam atas kebutuhan-kebutuhan orang lain.
Adalah suatu keinginan untuk memindahkan rasa pemahaman itu kepada rasa kepedulian dan pengorbanan terhadap orang tersebut.)
8. Tuliskan 5 hal yang kalian dapat lakukan untuk m e n o l o n g t e m a n y a n g b e r a d a d a l a m kesusahan?
(Kalian dapat berdoa bagi teman, menemaninya untuk menghibur, mendengarkan, merangkul, dan menolongnya, mengirimkan sebuah surat, meneleponnya, memberikan motivasi yang optimis dan lakukan sesuatu hal secara bersama-sama.) 9. Berikan 3 macam contoh penderitaan yang
Yesus alami bagi kalian sewaktu persidangan dan penyaliban-Nya?
(Yesus diolok-olok dan dipukuli; Ia difitnah oleh
10. Mengapa kalian harus bersukacita bahwa Yesus telah bangkit dan kalahkan maut?
(Kita beroleh keselamatan melalui kematian Yesus.
Kita dapat menghampiri takhta Allah kapanpun kita inginkan dengan keyakinan bahwa Ia akan menerima kita dengan tangan terbuka. Ia ingin dan sanggup memberikan kasih, pengampunan, dukungan dan bantuan yang kita sedang butuhkan.
Ia adalah seorang Imam Besar dan Sahabat terbaik kita.)