• Tidak ada hasil yang ditemukan

IX. Sistematika Penulisan

2. GBI Glow Fellowship Centre

GBI Glow Fellowship Center (GBI Glow FC) berdiri pada bulan April

2007, dengan gembala sidang pendeta Gilbert Lumoindong. Pada masa awal

lahirnya, GBI Glow FC tidak kesulitan untuk menarik jemaat datang beribadah di

gereja ini. Hal ini disebabkan sang gembala sidang yang sudah cukup terkenal

melalui penginjilannya di media elektronik, seperti radio dan televisi serta KKR

keliling yang sering ia lakukan. Pendeta Gilbert Lumoindong memulai

penginjilannya di layar kaca pada tahun 1992, yaitu dengan menjadi host

sekaligus pengkhotbah di sebuah acara siraman rohani di sebuah stasiun televisi

swasta. Sosok dan figurnya pun menjadi semakin populer. Ia lalu membentuk

badan pelayanannya sendiri, yaitu GL Ministry (Gilbert Lumoindong Ministry).

53

akhirnya pendeta Gilbert Lumoindong memutuskan untuk membentuk gereja

mandiri dan mengangkat diri sebagai pemimpin di gereja ini.

Gereja ini, sama seperti JPCC, menempati sebuah ruangan besar yang

berlokasi di sebuah kompleks apartemen mewah di daerah Jakarta Pusat. Letaknya

yang strategis membuatnya mudah diakses dari segala penjuru Ibukota. Posisinya

yang diapit oleh sebuah mal kelas premium dan sebuah pusat perbelanjaan kelas

menengah, menjadi daya tarik utama para jemaat untuk datang ke gereja ini

karena setelah ibadah, para jemaat akan melanjutkan ’ibadah’ mereka, mencari kepuasan atas hasrat jasmaniah di pusat-pusat perbelanjaan.

Gereja ini berkembang dengan amat pesat. Menurut pengakuan dari

seorang pendeta di gereja ini, terbukti bahwa pada tahun 2012, di usia mereka

yang kelima, mereka mengaku memiliki tiga belas ribu orang yang terdaftar di

gereja ini.3

Dimulai dari penginjilan lewat media khususnya televisi. Waktu itu kami memiliki program di RCTI yang dimulai tahun 1992. Host acara tersebut adalah Pendeta Gilbert Lumoindong. Ini adalah awal dari penginjilan kami. Nah, tahun 1996 kami mulai membuka Ministry dengan nama GL Ministry. Lalu, GL Ministry pun berkembang. Pada April 2007, karena kegiatan penginjilan yang memakan banyak waktu sementara usia kita semakin tua, maka Pendeta Gilbert Lumoindong, setelah berdoa kepada Tuhan, beralih dari seorang penginjil menjadi seorang gembala. ………Jadi, gereja ini bertumbuh seperti sekarang ini selama empat tahun delapan bulan dengan cukup signifikan, yaitu dengan tiga belas ribu orang yang terdaftar di dalam database. Mereka yang bersedia jadi jemaat diharuskan mengisi data berupa formulir. Masih tergolong muda, tapi kami mengalami pertumbuhan yang luar biasa.

3

Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh penulis kepada wakil gembala sidang GBI Glow FC, pendeta Julius Anthony, pada awal tahun 2012. Setelah meneliti gereja-gereja Pentakostal dan Karismatik di Jakarta, penulis berkesimpulan bahwa gereja-gereja ini tidak tertib dan teratur dalam hal administrasi keanggotaan jemaat. Hal ini terbukti dengan begitu mudahnya seseorang mencatatkan diri sebagai anggota jemaat di gereja-gereja beraliran ini. Asalkan mau mengisi formulir keanggotaan, maka secara otomatis gereja akan mencatatnya sebagai anggota tetap, tanpa peduli apakah orang itu sudah menjadi anggota di gereja lainnya atau tidak. Oleh karena itu, penulis yakin ada bias data dalam penyebutan ”tiga belas ribu jemaat yang terdaftar” di atas.

54

Faktor terbesar perkembangan gereja ini, diakui oleh pendeta Julius Anthony,

adalah pada figur sang gembala sidang, pendeta Gilbert Lumoindong yang

merupakan seorang pengkhotbah yang terkenal di media.

Daya tarik utama gereja ini mungkin hasil penginjilan lewat media yang lalu, karena jujur tidak menutup kemungkinan bahwa daya tarik gereja ini hanya di pribadi gembalanya secara personal (Pdt. Gilbert Lumoindong). Pendeta Gilbert Lumoindong termasuk asset negara karena termasuk penginjil yang cukup popular. Makanya, kepanjangan gereja kita adalah Gilbert Lumoindong Over the World (GLOW). Nama ministry-nya adalah Gilbert Lumoindong Ministry. Hal ini biasanya jarang terjadi bahwa ministry yang berbasis nama orang, karena biasanya berbasis nama kota dan tempat atau sejarah.

Popularitas sang gembala sidang di media telah membuat gereja yang

dipimpinnya kedatangan banyak orang yang akhirnya menjadi jemaatnya. Tidak

cukup hanya berlokasi di satu tempat, gereja ini membuka cabang di beberapa

tempat di seputar Jabodetabek dan di beberapa kota-kota besar lainnya di pulau

Jawa juga di luar pulau Jawa. Bahkan, mereka memperkenalkan sebuah konsep

baru dari pengelolaan gereja, yaitu gereja network. Gereja network adalah gereja

yang bergabung di bawah bendera GBI Glow FC, mengikuti visi dan misi serta

tema dari GBI Glow FC, mendapatkan jadwal pengkhotbah yang disusun oleh

gereja pusat, tetapi mandiri secara pengelolaan keuangan dan pengadaan sarana

prasarana. Mereka bebas mengelola keuangan mereka sendiri dan mengatur segala

sarana dan tempat yang hendak digunakan dalam gereja. Sebagai konsekuensi,

maka gereja network harus memberikan ’upeti’ kepada gereja pusat dengan jumlah tertentu setiap bulannya.

Menurut pengamatan penulis, teknologi media dan informasi telah

menjadi korpus di gereja ini. Figur sang gembala sidang sebagai ’artis’ rohani, yang sangat sering tampil di media, membuat gereja ini sangat akrab dengan

media dan teknologi informasi, baik televisi, radio, dan internet. Kedekatan ini

55

dengan sedemikian rupa. Hal ini terlihat dari digunakannya tiga buah layar besar

yang dilengkapi dengan tiga buah proyektor yang berfungsi menampilkan gambar

video ataupun teks dari lagu yang dinyanyikan selama ibadah berlangsung. Sama

seperti tata panggung JPCC, di atas panggung terdapat beberapa lampu sorot

berwarna-warni yang dapat memberikan efek pencahayaan layaknya berada di

atas panggung pertunjukkan. Sound system pun dibuat dengan sedemikian baik

sehingga jemaat yang hadir dan mengikuti ibadah dapat mendengarkan alunan

lagu yang dimainkan oleh pemusik serta khotbah dari sang pengkhotbah. Terlihat

juga sebuah kamera video yang terletak lurus di hadapan panggung yang

berfungsi meliput setiap kegiatan yang ada di atas panggung, yang kemudian

ditampilkan di layar.