• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

6. Hakikat Pembelajaran Akuntansi

Akuntansi berasal dari bahasa inggris to account yang berarti memperhitungkan atau mempertanggung jawabkan. Kata akuntansi sebenarnya diserap dari kata accountancy yang berarti hal-hal yang bersangkutan dengan accountant dengan hal-hal yang dikerjakan oleh akuntan dalam menjalankan profesinya.

Akuntansi menurut alam S. adalah “proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk mungkin dilakukan penilaian serta pengambilan keputusan secara tegas dan jelas bagi pihak yang menggunakan informasi tersebut’.31

Dalam pengertian lain menurut Sofyan Syafri Harahap yang dikutip dari buku A Statment of Basic Accounting theory akuntansi adalah “proses mengidentifikasi, mengukur dan menyampaikan informasi ekonomi sebagai bahan informasi dalam hal pertimbangan dalam mengambil kesimpulan oleh para pemakainya”.32 Sedangkan menurut Supriyono akuntansi adalah “aktivitas yang menghasilkan jasa, dimana mempunyai fungsi untuk menyajikan informasi kuantitatif yang pada

dasa nya be sifat keuangan da i suatu badan usaha atau pe usahaan.”33

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka akuntansi adalah seperangkat pengetahuan dan fungsi yang berkepentingan dengan masalah pemprosesan, penganalisian, penginterpretasian, dan penyajian secara sistematik informasi yang dapat dipercaya dan berdaya guna tentang transaksi yang bersifat keuangan yang

31 Alam S., loc. Cit.

32 Sofyan Syafri Harahap, Auditing Kontemporer, (Jakarta: Erlangga, 1994), cet. 2, h. 1

33 Supriyono, dkk., Akuntansi Keuangan Dasar, (Yogyakarta: Badan Penerbitan STIE YKPN, 1983), cet. 1, h. 2

diperlukan dalam pengelolaan dan pengoperasian suatu unit usaha yang diperlukan untuk dasar penyusunan laporan yang harus disampaikan untuk memenuhi pertanggung jawaban pengurusan keuangan.

Secara umum akuntansi mempunyai tiga kegunaan, yaitu: 1) Untuk mendapatkan informasi ekonomi (informasi keuangan tentang perusahaan yang akurat sehingga pemakai dapat mengambil yang tepat; 2) Untuk memberikan pertanggung jawaban manajemen kepada pemilik perusahaan; 3) Untuk mengetahui perkembangan perusahaan dari tahun ke tahun (maju mundurnya suatu perusahaan.

Menurut Stelling membagi perkembangan akuntansi menjadi tiga tahap, yaitu:34

1) Tahap Pertama

Tahap ini ruang lingkup perusahaan dimana segala pencatatan mengenai perusahaan yang dikerjakan sendiri.

2) Tahap Kedua

Perusahaan yang dikelola sudah besar, sehingga pengurusan dalam perusahaan tidak mungkin lagi di kelola sendiri. Pada tahap ini pencatatan akuntansi mulai diserahkan kepada orang lain yang mengerti tentang akuntansi.

3) Tahap Ketiga

Terjadi pemisahan fungsi secara tegas antara pemilik dan perusahaan. Pencatatan akuntansi mulai berkembang, sehingga timbul akan pertanggung jawaban ini yang dinamakan laporan keuangan.

Setiap bidang ilmu akan menggunakan suatu istilah khusus untuk menyebut beberapa di dalam bidang tersebut. Demikian juga dengan ilmu akuntansi. Akuntansi menggunakan beberapa istilah khusus sebagai suatu kebiasaan yang sering dipakai dalam bidang akuntansi. Walaupun banyak istilah di dalam akntansi, namun istilah-istilah tersebut bukan merupakan kata-kata yang asing bagi masyarakat umum. Namun kata-kata tersebut tetap saja disebut atau digunakan sebagai suatu istilah baku dalam akuntansi.

Untuk mempelajari akuntansi pada tahap awal atau tahap persamaan akuntansi, maka perlu sekali mengenal dan mengetahui bebrapa istilah yang biasa dipakai dalam pembelajaran akuntansi. Beberapa istilah dasar yang biasa digunakan dalam akuntansi antara lain:

1) Kas (Cash) adalah alat pembayaran milik perusahaan yang siap digunakan, seperti kontan, uang tunai (uang kertas dan uang logam).

2) Piutang (Account Recaivable) adalah hak perusahaan yang masih dibawa oleh pihak lain. Seperti tagihan atas penjualan, atau tagaihan kepada karyawan atas pinjamannya ke perusahaan.

3) Perlengkapan kantor (Office Supplies) adalah barang atau bahan pelengkap aktivitas perusahaan yang biasanya berumur pendek (kurang dari satu tahun) dan bisa habis karena pemakaian, seperti kertas, pulpen, tinta, dll.

4) Peralatan kantor (Office Equipment) adalah alat-alat yang dimiliki perusahaan dan digunakan dalam operasi jangka panjang, seperti meja, kursi, komputer, dsb.

5) Kendaraan (Vehicles) adalah alat transportasi yang dimiliki perusahaan dan digunakan dalam operasi.

6) Bangunan (Building) adalah gedung permanen yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan untuk aktivitas usaha rutin.

7) Tanah (Land) adalah lahan berupa tanah kosong atau lahan tempat suatu bangunan berdiri yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan untuk aktivitas usaha rutin.

8) Hutang usaha (Account Payable) adalah kewajiban untuk membayar sejumlah uang, barang atau jasa kepada pihak lain yang timbul akibat transaksi yang dilakukan perusahaan masa lalu.

9) Modal/Modal Saham (Capital/Capital Stocks = Owner’s Equity) menunjukkan setoran harta pemilik kepada perusahaan yang sekaligus sebagau bukti kepemilikan. Setoran harta dapat berupa uang tunai ataupun harta lain seperti mesin, tanah, gedung, dsb.

10) Prive (Drawing/Withdrawals) adalah pengambilan uang perusahaan oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi.

11) Dividen (Dividens) adalah bagian dari laba usaha perusahaan yang dibagikan kepada pemilik perusahaan (pemegang saham) sebagai imbalan atas setoran modal pemilik. Aktivitas pembagian dividen hanya dilakukan di dalam perusahaan berbentuk Korporasi/Perseroan Terbatas (PT). Perusahaan berbentuk perseorangan atau firma, tidak menggunakan akun dividen.

12) Pendapatan (Revenues) adalah kenaikan modal perusahaan yang timbul akibat penjualan produk perusahaan. Istilah pendapatan biasanya digunakan oleh perusahaan jasa, sedangkan perusahaan dagang atau perusahaan manufaktur lebih banyak menggunakan istilah penjualan (sales) untuk mencatat transaksi yang sama.

13) Biaya (Cost) adalah pengorbanan ekonomis untuk memperoleh barang atau jasa, dimana manfaat dari barang atau jasa tersebut dinikmati dalam waktu lebih dari satu tahun (jangka panjang).

14) Beban (Expenses) adalah pengorbanan ekonomis untuk memperoleh barang atau jasa yang manfaatnya dinikmati hanya dalam waktu satu tahun atau satu periode akuntansi saja. Dengan kata lain, beban adalah biaya yang manfaatnya hanya dirasakan dalam waktu satu tahun atau biaya yang tidak memiliki manfaat lagi di masa mendatang.35

b. Tujuan Akuntansi

Tujuan akuntansi menurut Rudianto yaitu:

1) Dapat memberikan informasi keuangan secara jelas mengenai perusahaan tertentu, guru memenuhi keperluan pemakai dalam mengambil keputusan-keputusan ekonomi.

2) Menyajikan informasi yang dapat dipercaya mengenai posisi keuangan dan perubahan-perubahan kekayaan bersih perusahaan.

3) Menyajikan informasi keuangan yang dapat membantu para pegawai dalam menaksir kemampuan memperoleh laba dari perusahaan.

4) Menyajikan lain-lain informasi yang diperlukan mengenai perubahan harta dan kewajiban serta mengungkapkan lain-lain informasi yang sesuai dengan keperluan pemakai.36

e. Jurnal Umum

Pencatatan langsung setiap bukti transaksi ke akun yang terpengaruh memang sangat praktis. Namun banyak mengandung kelemahan-kelemahan, antara lain bila terjadi kesalahan dalam pencatatan sulit untuk ditemukan kesalahan tersebut. Selain itu tidak ada catatan kronologis mengenai terjadinya transaksi dalam suatu perusahaan. Untuk menghindari kelemahan-kelemahan yang mungkin terjadi, maka pencatatan dilakukan secara bertahap. Artinya, sebelum bukti transaksi dicatat ke dalam akun terlebih dahulu dianalisis dan dicatat pada buku jurnal.

Menurut Kardiman Jurnal berasal dari kata jour (bahasa perancis) yang artinya “hari”. Jurnal atau buku harian merupakan “formulir khusus yang dipakai untuk mencatat setiap bukti pencatatan secara kronologis menurut nama akun dan jumlah yang harus di debit dan di kredit. Dalam praktik akuntansi, jurnal adalah tempat pertama kali sebuah transaksi dicatat.”37

Sedangkan jurnal menurut Rudianto diartikan sebagai “aktivitas me ingkas dan mencatat transaksi perusahaan berdasarkan dokumen dasar secara kronologis

bese ta penjelasan yang dipe lukan di dalam buku ha ian”38

Kegiatan penjurnalan merupakan penggolongan semua transaksi ke akun masing-masing. Misalnya toni menyetorkan sejumlah uang sebagai modal pada PT Banyu Biru Abadi. Kegiatan ini akan mempengaruhi dua akun yaitu kas dan modal, masing-masing akan di debit dan di kredit. Jadi menjurnal suatu transaksi, minimal ada dua akun yang terpengaruh dengan jumlah debit harus selalu sama dengan jumlah kredit. Fungsi jurnal menurut kardiman adalah:

“1) Fungsi historis, artinya pencatatan setiap bukti transaksi dilakukan secara kronologis, urut, berdasarkan tanggal terjadinya transaksi. 2) Fungsi mencatat, artinya semua transaksi harus dicatat dalam buku jurnal, jangan sampai ada yang tertinggal, 3) Fungsi analisis, artinya pencatatan dalam jurnal merupakan hasil analisis transaksi berupa pendebitan dan pengkreditan akun-akun yang

36Supriyono, op. cit., h. 3-5

37 Kardiman, dkk., Prinsip-Prinsip Akuntansi, (Jakarta: Yudistira, 2006), h. 44 38 Rudianto, op. cit., h. 64

terpengaruh berikut jumlahnya, 4) Fungsi instruktif, artinya catatan dalam jurnal merupakan perintah untuk mendebit dan mengkredit akun buku besar sesuai dengan catatan dalam jurnal, 5) Fungsi informatif, artinya catatan dalam jurnal memberikan penjelasan mengenai transaksi yang terjadi”.39

Dari pembahasan mengenai fungsi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa jurnal berfungsi mencatat dan meringkas setiap transaksi yang dilakukan perusahaan. Sedangkan akun dan buku besar berfungsi mengelompokkan transaksi perusahaan menurut jenis transaksinya. Jadi disini jurnal bukan berfungsi menggantikan buku besar dan akun, tetapi antara keduanya saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Kemudian transaksi yang sudah dijurnal di buku harian, setiap beberapa waktu misalnya seminggu sekali atau sebulan sekali, maka diposting/dipindahkan ke buku besar sesuai dengan jenis akunnya.

d. Laporan Keuangan

Pada akhir siklus akuntansi, akuntan perusahaan harus membuat laporan keuangan perusahaan untuk berbagai pihak yang membutuhkan. Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringksan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.40 Tujuan laporan keuangan menurut Alam S. yaitu:

“1) Laporan keuangan menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi, 2) Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan oleh manajemen, atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Hal ini trkait dengan keputusan intervensi atau penggantian jajaran manajemen tersebut”.41

Menurut Rudianto, laporan keuangan yang disusun oleh manajemen biasanya terdiri dari:

1) Neraca, yaitu suatu daftar yang menunjukkan posisi sumber daya yang dimiliki perusahaan, serta informasi dari mana sumber daya tersebut diperoleh. Dalam hal ini neraca merupakan laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu.

39 Kardiman, dkk., loc. cit. 40 Zaki Baridwan, loc. cit. 41Alam S., op. cit., h. 169

2) Laporan rugi laba, yaitu laporan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dalam suatu periode akuntansi atau satu tahun. Artinya pelaporan yang menunjukkan hasil usaha dan biaya-biaya selama satu periode akuntansi.

3) Laporan perubahan modal, yaitu suatu laporan yang menunjukkan perubahan modal pemilik atau laba yang tidak dibagikan dalam periode akuntansi akibat transaksi usaha selama periode tersebut.42

4) Laporan perubahan posisi keuangan (statment of changes in financial position), menunjukkan arus dana dan perubahan-perubahan dalam posisi keuangan salama tahun buku yang bersangkutan. (FASB dalam SFAS Nomor 95 menentukan laporan ini diganti dengan laporan aliran kas).43

Penyusunan laporan keuangan dilakukan secara periodik dan periode yang biasa digunakan adalah tahunan yang mulai 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember. Periode ini disebut periode tahun kalender. Selain tahun kalander, periode akuntansi bisa juga dimulai dari tanggal selain tanggal 1 Januari. Istilah periode akuntansi sering juga diganti dengan istilah tahun buku. Walaupun periode akuntansi (tahun buku) yang digunakan itu adalah tahunan, manajemen masih dapat menyusun laporan keuangan untuk periode yang lebih pendek, misalnya bulanan, triwulan atau kuartal. Laporan keuangan yang dibuat untuk periode yang lebih pendek dari satu tahun disebut laporan intern.44

Dokumen terkait