• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

E. Pembahasan Hasil Penelitian

2. Hasil Lembar Observasi

30 40 50 60 70 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 Sebelum Intervensi Tindakan Setelah Intervensi Tindakan Gambar 4.1

Grafik Perkembangan Minat Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI-4

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil angket didapatkan bahwa minat belajar siswa dalam pembelajaran akuntansi meningkat dengan melalui metode peer teaching. Sehingga dapat dikatakan tujuan penelitian ini sudah tercapai yaitu peningkatan minat belajar akuntansi siswa. peningkatan minat dari hasil data angket, dapat didukung oleh hasil pengamatan kegiatan siswa yang menyatakan bahwa aktivitas siswa selama proses pembelajaran mengalami peningkatan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada pembahasan di bawah ini.

2. Hasil Lembar Observasi

Berdasarkan hasil dari lembar observasi yang telah disusun dengan memuat aspek-aspek yang berhubungan dengan aktivitas dan minat belajar yang terdiri dari 10 aspek yang diamati yaitu: (a) kesiapan mengikuti pembelajaran, (b) tingkat pemahaman penjelasan guru, (c) menyelesaikan

soal latihan yang diberikan guru, (d) kerjasama dalam kelompok, (e) keaktifak tutor dalam memimpin kelompok, (f) keaktifan bertanya, (g) keaktifan menjawab, (h) keaktifan berpendapat, (i) ketepatan waktu mengumpulkan hasil jawaban dari soal latihan yang diberikan guru, (j) kondusif dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode peer teaching, maka didapatkan hasil bahwa jumlah keterlibatan siswa selalu meningkat untuk tiap pertemuan. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran. Berikut adalah data hasil observasi:

Tabel 4.24. Data hasil observasi Aktivitas Siswa XI-4 Pertemuan Persentase Rata-rata

Aktivitas Siswa Rata-rata Kategori

I 60%

78,25% Baik

II 74%

III 85%

IV 94%

Dari tabel di atas, jelas terlihat peningkatan aktivitas siswa dari setiap pertemuan dalam proses pembelajaran di kelas. Dimana aktivitas belajar akuntansi siswa pada pertemuan I sebesar 60%, pertemuan II sebesar 74%, pertemuan III 85%, dan pertemuan IV sebesar 94%, dengan rata-rata persentase 78,25% berada pada kategori baik. Begitupun juga mengenai aktivitas guru selama mengajar mengalami peningkatan dari setiap pertemuan, dengan rata-rata persentase 89,75% berada pada kategori sangat baik. Untuk lebih jelasnya mengenai hasil persentase dari observasi aktivitas guru dapat dilihat pada tabel 4.25 di bawah ini.

Tabel 4.25 Data hasil observasi Aktivitas Guru Pertemuan Persentase Rata-rata

Aktivitas Siswa Rata-rata Kategori

I 75%

89,75% Sangat Baik

II 89%

III 96%

IV 99%

Setelah mengetahui data dari hasil angket dan lembar observasi yang menyatakan adanya peningkatan minat dalam pembelajaran akuntansi. Untuk menjadikan data ini sebagi data yang akurat, maka peneliti mecantumkan nilai dari hasil latihan dan tugas yang dikerjakan siswa. Karena peningkatan minat juga mengiringi prestasi belajar siswa meningkat dalam pembelajaran akuntansi. Tabel di bawah ini merupakan data nilai siswa selama penelitian berlangsung selama 4 kali pertemuan.

Tabel 4.26 Data Nilai Akuntansi Siswa Kelas XI-4

NO NAMA Nilai Awal Pertemuan I II III IV Latihan 1 PR 2 PR 3 PR 4 1 Achmad Syahirul Alim 60 65 75 70 85 80 100 100 2 Ade Echa Aprilianti 50 65 75 85 100 100 100 100 3 Ade Hasanudin 60 65 70 75 85 95 100 95 4 Adinda Pangestika Putri 65 65 75 90 100 100 100 100 5 Agung Nugroho 40 65 70 70 75 95 95 100 6 A. Muzaki 55 70 80 100 85 100 100 100 7 Anjas Sutrisno 50 65 75 95 85 95 100 95 8 Annisa Nur Lintang 65 70 80 100 100 100 100 100 9 Aulia Fauziah 65 75 80 85 85 95 95 100 10 Baldan Fattulah 65 70 75 75 80 90 95 90 11 Damai Yanwardi 60 70 70 75 75 95 100 95

12 Doni Septiandi 55 65 70 75 75 90 95 100 13 Faisal Alam 50 70 75 80 75 95 100 100 14 Habib Hafidz Maulana 50 65 65 80 85 95 90 95 15 Hamdan Fahmi 55 65 70 75 85 100 95 100 16 Johan Ardiansyah 60 65 75 80 75 100 95 100 17 Khodijah 60 75 80 80 95 100 100 100 18 M. Febrizal Ramadhan 65 75 75 80 75 90 90 95 19 M. Rafli 50 65 65 75 85 100 100 95 20 M. Hasanudin 45 65 70 80 75 85 95 95 21 M. Afwan 50 75 75 85 90 100 100 100 22 M. Al Aziz 55 75 70 75 85 90 95 100 23 M. Fikri Al Fajar 50 65 65 75 85 100 95 100 24 M. Firmansyah 50 65 65 70 75 95 100 100 25 Redika Anjani 60 75 70 80 85 100 95 100 26 Rifky Fadillah 65 75 70 75 80 95 90 100

27 Suci Indah Sari 75 80 85 85 85 100 100 100

28 Syaifulloh 55 65 65 75 80 85 100 95

29 Puput Safitri 70 80 80 85 90 100 100 100

Rata-rata 57,07 69,31 72,93 80,34 83,97 95,34 97,24 98,28

Jumlah Rata-rata 57,07 71,12 82,16 96,29 98,28

Hasil data angket yang menyatakan bahwa adanya peningkatan minat siswa dalam belajar akuntansi, dimana sebelum intervensi sebesar 41,44% dan setelah intervensi menjadi 95,95%. Peningkatan minat dari data angket diperkuat dengan hasil data pengamatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran mengalami peningkatan pada tiap pertemuannya, dimana rata-rata dari 4 pertemuan sebesar 78,25% dengan keterangan aktivitas belajar siswa baik. Kemudian dengan meningkatnya minat siswa yang dilihat dari hasil angket dan observasi, maka prestasi siswapun meningkat yang dapat dilihat dari hasil tugas yang dikerjakan siswa baik di sekolah maupun di rumah.

Meningkatnya minat siswa, akan meningkatkan pula siswa dalam prestasinya. Karena minat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi usaha yang dilakukan sesorang. Minat yang akan

menimbulkan usaha yang gigih, serius, dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan. Jika seorang siswa memiliki rasa ingin belajar, ia akan cepat dapat mengerti dan mengingatnya. Menurut Elizabeth B. Hurlock yang dikutip oleh Abdul Wahid, fungsi minat bagi kehidupan anak yaitu “sebagi pendo ong yang kuat. Minat anak untuk menguasai pelaja an bisa mendorongnya untuk belajar kelompok di tempat temannya meskipun

suasana sedang hujan.”1

Kemudian siswa yang mempunyai minat dalam belajar, maka siswa tersebut akan melakukan hal apapun agar tujuannya tercapai. Hal ini seperti ungkapan oleh Pasaribu dan Simanjutak bahwa “minat adalah suatu motif yang menyebabkan individu berhubungan secara aktif dengan sesuatu yang

mena iknya.”2

Jadi ketika siswa sudah berminat terhadap sesuatu, maka hal apapun akan dilakukannya agar yang menjadi tujuannya itu tercapai. Dimana segala hal yang dilakukan siswa tersebut disertai dengan perasaan senang, adanya perhatian, dan keaktifan berbuat.

Tujuh aspek yang diukur dalam lembar angket minat tidak terlepas dari pengukuran afektif atau tidaknya metode yang diterapkan, dalam hal ini metode peer teaching atau tutor sebaya. Metode peer teaching merupakan metode yang berpusat pada siswa dengan membentuk siswa menjadi beberapa kelompok, dimana terdapat tutor dalam tiap kelompoknya. Jadi dapat dikatakan metode peer tecahing dapat meningkatkan minat belajar akuntansi siswa, dimana siswa menjadi lebih aktif ketika belajar. Sehingga proses pembelajaran di kelas menjadi kondusif.

Dari pembahsan di atas, dapat peneliti simpulkan bahwa hasil penelitian diperoleh pembelajaran akuntansi siswa kelas XI-4 SMA Darussalam Ciputat melalui metode peer teaching dapat meningkatkan minat siswa kelas XI-4 SMA Darussalam untuk belajar akuntansi. Artinya metode peer teaching terbukti dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar, karena metode

1 Abdul Wahid, Menumbuhkan Minat dan Bakat Anak-Anak Dalam Chabib Toha (eds), PBMPAI di Sekolah Eksistensi dan Prose Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam, (Yogyakarta: pustaka pelajar, 1998), h. 109-110

tersebut dapat memudahkan siswa dalam belajar akuntansi. Dimana siswa merasa mudah untuk mengeluarkan pendapat atau pikiran dan kesulitan kepada temannya sendiri ketimbang kepada guru, siswa lebih sungkan dan malu bila bertanya kepada guru. Ini dikarena diantara siswa telah terbentuk bahasa mereka sendiri, tingkah laku, dan juga pertanyaan perasaan yang dapat diterima oleh siswa. Hal ini senada dengan pendapat M. Saleh Muntasir

bahwa “dengan pe gaulan anta a pa a tuto dengan mu id-muridnya, mereka

dapat mewujudkan apa yang te pendam dalam hatinya dan khayalannya.”3 Jadi dengan adanya penerapan metode peer teaching akan membantu siswa yang kurang mampu dan kurang cepat menerima pelajaran dari gurunya, bahkan membantu siswa yang malu bertanya kepada gurunya.

Pada penelitian ini, minat belajar akuntansi siswa mengalami peningkatan yang sangat baik. Hal ini terlihat dari hasil angket pada pra tindakan yang mengalami peningkatan bila dibandingkan hasil angket pada akhir tindakan. Rata-rata minat belajar siswa yang awalnya adalah 41,44% berada pada ketegori kurang baik, pada akhir tindakan menjadi 95,95% berada pada kategori baik. Hasil pengamatan secara umum menunjukkan bahwa siswa mempunyai minat yang tinggi selama pembelajaran, siswa mengungkapkan bahwa mereka senang saat mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode peer teaching, sehingga siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran akuntansi.

Dokumen terkait