• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Penelitian

2. Hasil Analisis Kuantitatif

Responden dalam penelitian ini berjumlah enam orang dan mendapatkan tiga kali pengukuran, yaitu pada prates, paskates, dan tindak lanjut. Ketiga pengukuran tersebut menggunakan skala kualitas hidup dari WHOQOL BREF. Berikut ini merupakan deskripsi data hasil statistik responden:

Tabel 10. Deskripsi Data Skor Kualitas Hidup Kelompok Eksperimen

Nama Prates Pascates Tindak

lanjut Gained score (prates ke pascates) Gained score (prates ke tindak lanjut) TY 231 263 269 32 38 SG 232 250 231 18 -1 YS 257 281 282 24 25

Berdasarkan uraian data di atas, dapat diketahui bahwa terdaat peningkatan skor kualitas hidup pada keempat responden eksperimen. Penurun terjadi kepada satu orang responden yaitu SG di pengukuran tindak lanjut yang dilakukan dua minggu setelah pengukuran pascates. Adapun dua orang lainnya, yaitu TY dan YS, mengalami kenaikan pada skor kualitas hidup. Apabila dilihat secara keseluruhan, dari pengambilan data prates sampai dengan tindak lanjut, penurunan skor hanya terjadi pada klien SG semata (-1), sementara kedua orang lainnya mengalami peningkatan. Kondisi ini disebabkan oleh faktor eksternal seperti kondisi fisik yang menurun dan permasalahan ekonomi dengan keluarga.

Tabel 10.1 Deskripsi Data Skor Kualitas Hidup Kelompok Kontrol

Nama Prates Pascates Tindak

lanjut Gained score (prates ke pascates) Gained score (prates ke tindak lanjut) PR 200 182 169 -18 -31 ID 276 225 181 -51 -95 MD 231 225 213 -6 -18

Tabel di atas menunjukkan jika terjadi penurunan skor kualitas hidup pada semua kelompok kontrol (PR, ID, dan MD) antara pengukuran prates ke paskates dan prates ke tindak lanjut. Menurunnya semua skor paskates dan tindak lanjut dari prates di semua subjek disebabkan oleh berbagai faktor seperti adanya masalah keluarga yang membuat pikiran dan perasaan menjadi tidak tenang (ID), masalah dengan keuangan dan kondisi fisik yang menurun (PR), serta

0 50 100 150 200 250 300

Prates Paskates Tindak Lanjut

Skor Kualitas Hidup

Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol

adanya masalah di lingkungan pekerjaan dan keluarga yang membuat kondisi menjadi kurang baik (MD). Berbagai faktor eksternal yang muncul tersebut menyebabkan terjadinya penurunan skor kualitas hidup pada diri para responden dan hal ini tidak bisa dikontrol oleh peneliti.

Tabel 11. Deskripsi Data Statistik Kualitas Hidup

Eksperimen Kontrol

Min Max Mean SD Min Max Mean SD

Prates 231 257 240 14,7 200 276 237,5 38,2

Pascates 250 281 264,7 15,5 182 225 210,6 24,8

Tindak Lanjut 231 282 260,7 26,5 169 213 187,6 22,7

Grafik 1. Perbandingan Skor Rerata Kualitas Hidup

Grafik di atas menunjukkan jika pada masa prates, kelompok eksperimen memiliki skor rerata sebesar 240 sedangkan kelompok kontrol berada di skor 237,5. Hal ini menunjukkan bahwa untuk prates, kelompok eksperimen memiliki skor yang lebih tinggi dibandingkan kelompk kontrol dengan selisih angka sebesar 2,5. Pada fase paskates, kelompok eksperimen memperoleh peningkatan skor menjadi 264,7, sementara kelompok kontrol memperoleh penurunan skor menjadi 210,6. Selisih angka 54,1 menunjukkan jika skor kelompok eksperimen lebih unggul dibandingkan kelompok kontrol. Pada fase tindak lanjut, kelompok

eksperimen memiliki skor rerata sebesar 260,7 sementara kelompok kontrol memiliki skor sebesar 187,6. Skor tersebut menunjukkan jika kelompok eksperimen memiliki jumlah angka rerata yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol dengan selisi angka sebesar 73.1.

b. Uji Asumsi

Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan non

parametrik-test karena jumlah partisipan yang sedikit dan tidak mencukupi

syarat untuk diukur menggunakan parametrik test. Hipotesis yang diajukan oleh penelitian ini adalah adanya peningkatan dari skor kualitas hidup pada pasien MG yang menjadi kelompok eksperimen setelah diberikan group

positive psychotherapy dibandingkan dengan kelompok kontrol. Metode

yang digunakan adalah analisis Mann Whitney U-Test. Adapun hasil dari pengukuran tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 12. Hasil Uji Beda Skor Kualitas Hidup dalam Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

Variabel Pengukuran Z p

Kualitas Hidup Prates -,443 ,658

Pascates -1,993 ,046

Tindak Lanjut -1,964 ,050

Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan, skor hasil yang di dapatkan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor kualitas hidup pada MG setelah diberikan intervensi group positive psychotherapy dibandingkan dengan kelompok kontrol. Sehingga, hipotesis dalam penelitian ini bisa diterima (p= 0,046 < 0,05). Selanjutnya, perbedaan skor

juga ditunjukkan pada kondisi tindak lanjut selama dua minggu setelah intervensi dilakukan, yaitu p=0,050 < 0,05.

Selain itu, dilakukan juga uji beda tambahan yang mengukur perbedaan pada masing-masing kelompok menggunakan wilcoxon. Selanjutnya, analisis effect size dilakukan untuk meilihat perubahan data yang ada merupakan data dari hasil intervensi tertentu. Hasil dari pengukuran tersebut bisa dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 13. Hasil Uji Beda Skor Kualitas Hidup pada Masing-Masing Kelompok Eksperimen Kontrol Z P d’ Z P d’ Prates – pascates -1,604 ,109 0,65 -1,604 ,109 0,65 Pascates – Tindak lanjut ,000 1,000 0 -1,604 ,109 0,65 Prates – Tindak lanjut -1,069 ,285 0,43 -1,604 ,109 0,65

Berdasarkan tabel hasil tersebut, terlihat bahwa tidak terdapat perbedaan skor kualitas hidup yang signifikan pada kedua kondisi pengukuran, baik di kelompok eksperimen maupun di kelompok kontrol. Hal ini dapat dilihat dari hasil pada kelompok eksperimen di pengukuran prates – pascates (p= 0,109 > 0,05, Z= -1,604) dan untuk effect size pada kondisi ini adalah d’ = 0,65 (kategori large effect). Selanjutnya pada pengukuran pascates – tindak lanjut (p= 1,000 > 0,05, Z=0,000), dengan skor effect size d’ = 0 (tidak memilki efek). Data prates – tindak lanjut (p= 0,285 > 0,05) dan menghasilkan skor effect size d’=0,43 (kategori efect sedang).

Sementara itu di kelompok kontrol juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan skor kualitas hidup di semua pengukuran. Hasil dari pengukuran prates - paskates menghasilkan (p= 0,109 > 0,05) dan skor effect size d’=0,65 (kategori large effect). Kemudian pada pengukuran pascates – tindak lanjut (p= 0,109 > 0,05) dengan skor effect size d’=0,65 (kategori

large effect). Sementara hasil data pengukuran prates – tindak lanjut (p=

0,109 > 0,05) dan skor effect size d’=0,65 (kategori large effect).

Selanjutnya, analisis tambahan dilakukan untuk melihat perbedaan per domain dari variabel kualitas hidup. Terdapat empat buat domain pada alat test WHOQOL BREF dan terdiri dari 26 aitem. Adapun pemaparan analisis tambahan menggunakan Wilcoxon dan Mann Whitney dengan pemaparan sebagai berikut:

Tabel 14. Analisis per domain pada skala WHOQOL BREF dengan analisis Wilcoxon pada masing-masing kelompok

Domain

Pengukuran

Prates – Pascates Prates – Tindak Lanjut

Eksperimen Kontrol Eksperimen Kontrol

Z P d’ Z P d’ Z p d’ Z p d’ 1 -1,414 ,157 0,81 -1,342 ,180 0,77 ,447 ,655 0,25 ,535 ,593 0,34 2 ,816 ,414 0,47 -1,342 ,180 0,77 -1,604 ,109 0,92 -1,604 ,109 0,92 3 -1,342 ,180 0,77 -1,000 ,317 0,57 -1,000 ,317 0,57 -1,342 ,180 0,77 4 -1,342 ,180 0,77 -1,000 ,317 0,57 ,447 ,655 0,25 -1,000 ,317 0,57 Keterangan Domain: 1. Kesehatan fisik 2. Psikologis 3. Hubungan sosial 4. Lingkungan

Keterangan kategori Effect Size (d’) Rosental (1994):

1. d’ = 0,1 – 0,3 : Small effect 2. d’ = 0,3 – 0,5 : Moderate effect

Berdasarkan tabel hasil tersebut, terlihat bahwa tidak terdapat perbedaan skor kualitas hidup yang signifikan pada kedua kondisi pengukuran, baik di kelompok eksperimen maupun di kelompok kontrol. Hal ini dapat dilihat dari hasil pada masing-masing domain pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang angkanya di atas 0,05 (p > 0,05).

Pada kelompok eksperimen, domain pertama yaitu kesehatan fisik di pengukuran prates – pascates menghasilkan angka (p= 0,157 > 0,05, Z= -1,414) dan untuk effect size pada kondisi ini adalah d’ = 0,81 (kategori large

effect). Selanjutnya pada pengukuran prates – tindak lanjut (p= 0,655 > 0,05,

Z=0,447), dengan skor effect size d’ = 0,25 (kategori small effect).

Pada domain kedua, yaitu psikologis, angka yang dihasilkan di pengukuran prates – pascates menghasilkan angka (p= 0,414 > 0,05, Z= 0,816) dan untuk effect size pada kondisi ini adalah d’ = 0,47 (kategori

moderate effect). Selanjutnya pada pengukuran prates – tindak lanjut (p=

0,109 > 0,05, Z=-1,604), dengan skor effect size d’ = 0,92 (kategori large

effect).

Domain ketiga adalah hubungan sosial. Pada domain ini, angka yang dihasilkan pada pengukuran prates – pascates adalah (p= 0,180 > 0,05, Z= -1,342) dan untuk effect size pada kondisi ini adalah d’ = 0,77 (kategori large

effect). Selanjutnya pada pengukuran prates – tindak lanjut (p= 0,317 > 0,05,

Z=-1,000), dengan skor effect size d’ = 0,57 (kategori large effect).

Pada domain keempat, yaitu lingkungan, angka yang dihasilkan di pengukuran prates – pascates menghasilkan angka (p= 0,180 > 0,05, Z=

-1,342) dan untuk effect size pada kondisi ini adalah d’ = 0,77 (kategori large

effect). Selanjutnya pada pengukuran prates – tindak lanjut (p= 0,655 > 0,05,

Z= 0,447), dengan skor effect size d’ = 0,25 (kategori small effect).

Sementara itu di kelompok kontrol juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan skor kualitas hidup di semua pengukuran. Hasil dari pengukuran prates - pascates pada domain pertama, kesehatan fisik, menghasilkan (p= 0,180 > 0,05, Z= -1,342) dan skor effect size d’=0,77 (kategori large effect). Kemudian pada pengukuran prates – tindak lanjut (p= 0,593 > 0,05, Z= 0,535) dengan skor effect size d’=0,34 (kategori moderate effect).

Pada domain kedua di kelompok kontrol, yaitu kondisi psikologis, skor yang dihasilkan adalah (p= 0,180 > 0,05, Z= -1,342) dan skor effect

size d’=0,77 (kategori large effect). Pengukuran prates – tindak lanjut

menghasilkan angka (p= 0,109 > 0,05, Z= -1,604) dengan skor effect size d’=0,92 (kategori large effect).

Domain ketiga adalah hubungan sosial. Pada domain ini, angka pengukuran prates – tindak lanjut yang didapatkan adalah (p= 0,317 > 0,05, Z= -1,000) dan skor effect size d’=0,57 (kategori large effect). Sementara dalam pengukuran prates – tindak lanjut menghasilkan angka (p= 0,180 > 0,05, Z= -1,342) dengan skor effect size d’=0,77 (kategori large effect).

Domain terakhir atau domain keempat, adalah lingkungan hidup. Hasil angka pengukuran prates – tindak lanjut yang didapatkan adalah (p= 0,317 > 0,05, Z= -1,000) dan skor effect size d’=0,57 (kategori large effect). Sementara dalam pengukuran prates – tindak lanjut menghasilkan angka

(p= 0,317 > 0,05, Z= -1,000) dengan skor effect size d’=0,57 (kategori large

effect).

Tabel 15. Analisis per domain pada skala WHOQOL BREF dengan analisis Mann Whitney pada masing-masing pengukuran

Domain

Pengukuran

Prates Pascates Tindak Lanjut

Mean Mean Mean

KE KK p KE KK p KE KK p 1 52 58,3 0,346 56 52 0,317 54 54,3 1,000 2 58,3 60,3 0,637 62,3 54,3 0,376 66,6 43,6 0,077 3 58,3 56,3 0,822 64,6 48 0,068 64,6 48 0,121 4 71,3 60,6 0,487 81,6 56,3 0,046 75 56,3 0,127 Keterangan Domain: 1. Kesehatan fisik 2. Psikologis 3. Hubungan sosial 4. Lingkungan

Berdasarkan dari hasil analisis peraspek menggunakan Mann-Whitney, didapatkan hasil bahwa pada domain pertama, mean dari prates Kelompok Eksperimen = 52, dan Kelompok Kontrol mean = 58,3. Skor ini tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p = 0,346). Pada kondisi pascates, KE mendapatkan skor mean = 56 sementara KK mean = 52. Kedua skor tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,317). Begitu pula dengan hasil tindak lanjut. Skor mean KE adalah 54, sementara KK mean = 54,3. Hal ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p = 1,000).

Domain ke dua pada kondisi prates KE mendapatkan hasil mean = 58,3, sementara mean dari KK = 60.3. Skor tersebut menunjukkan tidak terdapat perubahan yang signifikan (p = 0,637). Pada pascates, skor KE mean = 62,3,

dan skor KK mean = 54,3. Angka tersebut menunjukkan jika tidak terdapat perubahan yang signifikan (p = 0,376). Sementara itu, pada skor tindak lanjut KE mean = 54, dan KK mean = 54,3. Hasil ini menunjukkan tidak terdapat perubahan yang signifikan (p = 0,077).

Pada domain ke tiga, skor pretes KE menunjukkan mean = 58,3, KK mean = 56,3. Skor tersebut menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p = 0,822). Pada hasil skor pascates, KE memiliki mean = 64,6 dan KK memiliki mean = 48. Kedua skor ini menunjukkan jika tidak terdapat perbedaan signifikan diantara keduanya (p = 0,068). Begitu pula dengan skor tindak lanjut, skor KE mean = 64,6 dan KK mean = 48. Keduanya memiliki perbedaan yang tidak signifikan (p = 0,121).

Domain terakhir yaitu domain ke empat, skor KE mean = 71,3 sementara KK = 60,6. Keduanya memiliki perbedaan yang tidak signifikan (0,487). Data pascates menunjukkan KE mean = 81,6 dan KK mean – 56,3, hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p – 0,046). Sementara data tindak lanjut menunjukkan jika KE memiliki mean = 75 dan KK mean = 56,3. Skor tersebut menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan (p = 0,127).

3. Hasil Analisis Kualitatif

Dokumen terkait