• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Penelitian

2. Hasil Observas

a. Hasil observasi subjek 1A

Tabel 5. Hasil Observasi Subyek 1A

No. Panduan Observasi untuk Istri Kriteria Jawaban Ya Tidak 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Istri menunjukkan ekspresi trauma ketika menceritakan pengalaman hamil dan melahirkan? Istri menunjukkan ekspresi wajah yang bahagia saat menyatakan perasaannya setelah menikah?

Istri dapat beradaptasi dengan baik dikeluarga barunya (dengan mertua, kakak dan adik ipar, saudara dari pihak suami, tetangga)?

Istri dapat menjalani tugas sebagai ibu rumah tangga (mengurus rumah, mengurus suami, mengurus anak) dengan baik?

Istri masih sering mengunjungi dan berkumpul dengan teman sebayanya?

Istri dapat mengurus anak (momong, menyiapkan makan, memberi makan, memandikan, melakukan imunisasi, timbangan, melatih respon anak) dengan baik?

Istri mengkomunikasikan masalah rumah tangganya pada suami dengan baik?

Istri dapat mengatur emosinya dengan baik?

Istri dapat meredakan marahnya dan mengungkapkannya dengan cara yang baik?

Istri menunjukkan ekspresi wajah yang positif saat menceritakan pengalamannya menikah muda dan mengarungi bahtera rumah tangga?

11. Keadaan istri secara finansial cukup baik?

Berdasarkan hasil observasi pada subjek 1A, peneliti menyimpulkan bahwa ketika subjek menceritakan tentang perasaannya menikah di usia muda, subjek menujukkan ekspresi wajah yang datar dan ada sedikit raut penyesalan. Hal ini juga diperkuat dengan nada bicaranya yang rendah. Peneliti juga menyimpulkan bahwa subjek dapat beradaptasi dengan baik dikeluarga suaminya. Hal ini ditunjukkan ketika peneliti mendapatkan subjek sedang mengobrol akrab dengan Ayah mertua dan adiknya, selain itu peneliti juga pernah mendapati subjek bergaul akrab dengan tetangganya. Namun dari lima kali observasi peneliti belum mendapatkan subjek ngobrol akab dengan ibu mertuanya, sehingga peneliti menyimpulkan bahwa hubungan subjek dengan ibu mertua kurang akrab.

Kebiasaan subjek dalam mengurus rumah tangga juga termasuk baik. Hal ini dibuktikan dari kondisi rumah yang rapih dan menyiapkan makanan untuk suami dan anak tepat waktu. Selama penelitian, peneliti tidak mendapati subjek berkumpul atau menemui teman-temannya. Ketika menceritakan pengalamannya saat hamil dan keguguran subjek menunjukkan wajah yang sedikit trauma, selain itu nada bicaranya juga rendah yang menunjukkan bahwa ia tidak ingin mengalami hal itu lagi. Keterampilan mengurus anak yang

diperlihatkan subjek sangat baik. Subjek memandikan anaknya dipagi hari lalu menyuapi anaknya untuk sarapan. Anaknya juga terlihat bersih, sehat, aktif, dan terurus. Peneliti juga mendapati subjek pergi ke posyandu untuk menimbangkan anaknya.

Dilihat dari segi ekonomi kebutuhan subjek termasuk selalu terpenuhi. Walaupun subjek termasuk ke dalam keluarga sederhana, namun subjek tidak kekurangan. Hal ini dilihat dari penampilan subjek dan keluarga, serta subjek dapat belanja setiap hari. Subjek juga dapat membicarakan masalah rumah tangganya dengan baik. Hal ini dibuktikan ketika peneliti mendapati subjek mengatakan pada suami tentang undangan pernikahan yang diberikan lebih dari satu orang ditanggal tua dalam waktu bersamaan. Subjek juga dapat mengatur emosi dan marahnya dengan baik. Hal ini dibuktikan ketika peneliti melihat subjek momong anaknya dengan sabar. Subjek juga menunjukkan ekspresi positif ketika menyatakan pendapatnya tentang pernikahan usia muda. Walaupun saat menyatakan perasaannya setelah menikah subjek agak sedikit datar, namun saat menyatakan tentang pernikahan usia muda subjek menunjukkan ekspresi wajah penuh senyum.

b. Hasil observasi subjek 1B Tabel 6. Hasil observasi 1B

No. Panduan Observasi untuk Suami Kriteria Jawaban Ya Tidak 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Suami menunjukkan ekspresi wajah yang bahagia saat menyatakan perasaannya setelah menikah?

Suami dapat beradaptasi dengan baik dikeluarga barunya (dengan mertua, kakak dan adik ipar, saudara dari pihak istri, tetangga)?

Suami dapat menjalani tugas sebagai kepala keluarga (mencari nafkah, mendidik istri dan anak) dengan baik?

Suami masih sering mengunjungi dan berkumpul dengan teman sebayanya?

Suami dapat mengurus anak (momong, menyiapkan makan, memberi makan, memandikan, melakukan imunisasi, timbangan, melatih respon anak) dengan baik?

Suami mengkomunikasikan masalah rumah tangganya pada istri dengan baik?

Suami dapat mengatur emosinya dengan baik?

Suami dapat meredakan marahnya dan mengungkapkannya dengan cara yang baik?

Suami menunjukkan ekspresi wajah yang positif saat menceritakan pengalamannya menikah muda dan mengarungi bahtera rumah tangga?

Keadaan suami secara finansial cukup baik?

Berdasarkan hasil observasi pada subjek 1B, peneliti menyimpulkan bahwa subjek menunjukkan ekspresi wajah yang positif ketika menceritakan perasaannya setelah menikah. Subjek menceritakan perasaannya dengan raut wajah bahagia, penuh senyum, dan ramah. Peneliti juga menyimpulkan bahwa subjek dapat beradaptasi dengan baik khususnya dilingkungan tempat tinggalnya. Sebagai kepala keluarga subjek adalah orang yang bertanggungjawab. Hal ini dibuktikan dengan kegiatannya setiap hari yang bekerja dari pagi sampai sore. Peneliti juga pernah mendapati subjek membantu pekerjaan orangtua di sawah pada waktu luang untuk menambah penghasilan.

Subjek masih suka main dan berkumpul dengan teman- temannya. Peneliti mendapati subjek janjian dengan temannya untuk suatu hal setelah subjek selesai diwawancara. Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan ibu subjek (subjek 1C, Sr) yang menyatakan:

“Kalau sepengetahuan saya menantu saya tidak pernah mba kumpul bareng temannya, tapi saya juga kurang tahu, kalau anak saya masih sering main sama teman-temannya, biasanya kalau main itu malam mba, ya wajarlah mba namanya laki-laki pasti masih ingin ketemu sama teman-temannya apalagi anak saya juga masih muda to mba, pasti masih senang main, asalkan mainnya tidak macem-macem atau berbahaya menurut saya tidak apa-apa mba.” (1C.3.1)

Dalam hal mengurus anak peneliti menyimpulkan subjek masih belum memiliki rasa ngemong terhadap anak. Hal ini dibuktikan ketika peneliti mendapati istri subjek sedang sibuk memasak dipagi hari dan anaknya rewel, namun subjek masih tertidur dan tidak

membantu istri momong anak mereka. Akhirnya istri masak sambil momong anaknya. Subjek kurang dapat mengkomunikasikan masalah rumah tangganya dengan baik. Hal ini dibuktikan ketika peneliti mendapati istri subjek membicarakan tentang undangan pernikahan namun subjek tidak begitu menanggapi. Peneliti juga menyimpulkan bahwa subjek kurang bisa mengatur emosi dan marahnya. Hal ini dibuktikan ketika peneliti mendapati subjek agak marah saat istrinya terus membicarakan masalah undangan pernikahan. Subjek menunjukkan ekspresi wajah yang positif saat menyatakan pendapatnya tentang pernikahan usia muda.

c. Hasil observasi subjek 2A

Tabel 7. Hasil Observasi Subyek 2A

No. Panduan Observasi untuk Istri Kriteria Jawaban Ya Tidak 1. 2. 3. 4. 5.

Istri menunjukkan ekspresi trauma ketika menceritakan pengalaman hamil dan melahirkan? Istri menunjukkan ekspresi wajah yang bahagia saat menyatakan perasaannya setelah menikah?

Istri dapat beradaptasi dengan baik dikeluarga barunya (dengan mertua, kakak dan adik ipar, saudara dari pihak suami, tetangga)?

Istri dapat menjalani tugas sebagai ibu rumah tangga (mengurus rumah, mengurus suami, mengurus anak) dengan baik?

Istri masih sering mengunjungi dan berkumpul dengan teman sebayanya?

6. 7. 8. 9. 10. 11.

Istri dapat mengurus anak (momong, menyiapkan makan, memberi makan, memandikan, melakukan imunisasi, timbangan, melatih respon anak) dengan baik?

Istri mengkomunikasikan masalah rumah tangganya pada suami dengan baik?

Istri dapat mengatur emosinya dengan baik?

Istri dapat meredakan marahnya dan mengungkapkannya dengan cara yang baik?

Istri menunjukkan ekspresi wajah yang positif saat menceritakan pengalamannya menikah muda dan mengarungi bahtera rumah tangga?

Keadaan istri secara finansial cukup baik?

Berdasarkan hasil observasi pada subjek 2A, peneliti menyimpulkan bahwa subjek tidak menunjukkan ekspresi positif saat menceritakan perasaanya setelah menikah. Hal ini dibuktikan ketika subjek menceritakan perasaannya setelah menikah dengan ekspresi wajah yang datar dan nada suara rendah. Subjek juga masih belum bisa beradaptasi dengan baik dikeluarga suaminya khususnya dengan ibu mertua. Hal ini dibuktikan ketika peneliti mendapati subjek hanya diam saja saat ibu mertua menyuruhnya memperhatikan anaknya yang sedang mainan. Walaupun usia subjek masih tergolong sangat muda, namun dalam mengurus anak subjek sangat cekatan. Hal ini dibuktikan dari keadaan anaknya yang sehat, ceria, dan bersih.

Selama penelitian, peneliti tidak pernah mendapati subjek main atau bertemu dengan teman-temannya.

Subjek termasuk berkecukupan dari segi ekonomi, hal ini dibuktikan dari penampilan subjek sehari-hari yang tidak menunjukkan kekurangan dari segi sandang. Selain itu kebutuhan anak juga terpenuhi seperti susu dan makanannya. Subjek menunjukkan ekspresi trauma ketika menceritakan pengalamannya yang melahirkan prematur. Apalagi saat itu anaknya harus dirawat di rumah sakit. Subjek juga dapat mengurus anaknya dengan baik. Hal ini dibuktikan ketika peneliti mendapati subjek sudah memandikan anaknya dipagi hari lalu menyuapi anaknya. Subjek juga tidak terlihat terbebani ketika mengurus anaknya.

Subjek termasuk berkecukupan dari segi ekonomi. Hal ini dibuktikan dari penampilan subjek sehari-hari dalam hal sandang dan pangan yang tidak memperlihatkan subjek mengalami kekurangan. Subjek juga dapat mengkomunikasikan masalahnya dengan baik. Hal ini dibuktikan ketika peneliti mendapati subjek menelpon suaminya saat ada temannya menanyakan barang yang dipinjam. Namun subjek kurang dapat mengatur emosi dan marahnya. Hal ini dibuktikan ketika peneliti mendapati subjek marah dan agak meninggikan nada suaranya saat menelpon suaminya membicarakan masalah dengan temannya. Walaupun subjek menceritakan perasaannya setelah menikah dengan ekspresi wajah yang datar, namun subjek

menyatakan pendapatnya tentang menikah di usia muda dengan ekspresi wajah yang penuh senyum dan ramah.

d. Hasil observasi subjek 2B

Tabel 8. Hasil observasi subjek 2B

No. Panduan Observasi untuk Suami Kriteria Jawaban Ya Tidak 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Suami menunjukkan ekspresi wajah yang bahagia saat menyatakan perasaannya setelah menikah?

Suami dapat beradaptasi dengan baik dikeluarga barunya (dengan mertua, kakak dan adik ipar, saudara dari pihak istri, tetangga)?

Suami dapat menjalani tugas sebagai kepala keluarga (mencari nafkah, mendidik istri dan anak) dengan baik?

Suami masih sering mengunjungi dan berkumpul dengan teman sebayanya?

Suami dapat mengurus anak (momong, menyiapkan makan, memberi makan, memandikan, melakukan imunisasi, timbangan, melatih respon anak) dengan baik?

Suami mengkomunikasikan masalah rumah tangganya pada istri dengan baik?

Suami dapat mengatur emosinya dengan baik?

Suami dapat meredakan marahnya dan mengungkapkannya dengan cara yang baik?

Suami menunjukkan ekspresi wajah yang positif saat menceritakan pengalamannya menikah muda dan mengarungi bahtera rumah tangga?

Keadaan suami secara finansial cukup baik?

Berdasarkan hasil observasi pada subjek 2B, peneliti menyimpulkan bahwa subjek tidak menunjukkan ekspresi positif saat menceritakan perasaanya setelah menikah. Hal ini dibuktikan ketika subjek menceritakan perasaannya setelah menikah dengan ekspresi wajah yang datar dan nada suara rendah. Subjek dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan tempat tinggalnya dan dengan keluarga dari pihak istri. Hal ini dibutikan ketika peneliti mendapati subjek menyambut kedatangan bulik Al dengan ramah dan sopan. Subjek juga dapat menjalani perannya sebagai kepala keluarga dengan baik, yaitu bekerja dan membantu istri jika sedang sibuk.

Subjek masih sering menemui teman-temannya dimalam hari. Hal ini dibuktikan ketika peneliti beberapa kali mendapati subjek bangun kesiangan karena semalam habis main dengan temannya. Walaupun subjek agak sedikit kurang perhatian, namun subjek tidak menunjukkan kesulitan dalam hal mengurus anak. Hal ini dibuktikan ketika peneliti mendapati subjek sedang mengajak anaknya dipagi hari saat istrinya sedang mencuci. Keluarga kecil subjek dan subjek sendiri masuk ke dalam kategori keluarga yang berkecukupan. Hal ini dapat dilihat dari keseharian subjek dalam hal sandang dan pangan yang tidak menunjukkan kekurangan. Subjek juga dapat mengkomunikasikan masalah rumah tangganya dengan baik. Hal ini dibuktikan ketika peneliti mendapati subjek menegur istrinya untuk

merapikan rumah yang terlihat agak berantakan. Subjek juga dapat mengatur emosi dan marahnya dengan baik. Hal ini dibuktikan ketika subjek dapat menahan emosinya saat istrinya agak sedikit marah saat disuruh merapihkan rumah. Namun subjek tidak menunjukkan ekspresi wajah yang positif saat menyatakan pendapatnya tentang pernikahan usia muda. Subjek menunjukkan ekspresi wajah yang agak datar dengan nada suara yang rendah.

D. Pembahasan