• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL OBSERVASI 1.Secara umum

HASIL ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

A. HASIL ANALISA DATA

1.3. HASIL OBSERVASI 1.Secara umum

Pada awalnya Linda yang agak canggung dan enggan untuk melakukan kontak mata dengan peneliti, akhirnya dapat merasa nyaman dalam melakukan proses wawancara setelah peneliti tidak memaksakan kehendak untuk terus menanyakan hal-hal yang masih enggan dijawab sebelum membangun rapport yang lebih dekat. Reaksi yang agak duduk bersandar ke belakang perlahan menjadi agak condong ke depan dan mempertahankan kontak mata dengan peneliti serta Linda juga ekspresif dan detail dalam menyampaikan ceritanya. Terkadang Linda juga dapat memberikan pandangannya terhadap perempuan lain yang hidupnya normal. Linda terlihat senang ketika dapat berkumpul dengan kedua anak dan ibunya, terlihat senyum bahagia dari cara Linda menyampaikan kedatangan putra pertama dan cucunya untuk menemuinya.

50

tenang dan santai dalam menyampaikan kehidupannya sebagai PSK kepada peneliti. Linda terlihat bersemangat dan bahagia dengan hidupnya yang sederhana bersama dengan keluarga yang dianggap penting dan berharga baginya.

1.3.2. Pertemuan Pertama

Linda sering terlihat menunjukkan reaksi yang enggan seperti kontak mata dengan peneliti sangat jarang, dan posisi duduk Linda yang agak bersandar ke belakang dengan kedua tangan merangkul di depan dadanya. Reaksi ini sering dimunculkan ketika hendak menjawab pertanyaan mengenai masa lalunya. Linda cukup kooperatif dalam memberikan jawabannya dan tidak terlalu bertele-tele. Jawaban yang diberikan jelas dan detail.

Peneliti mengawali dengan pertanyaan sederhana yang terbuka seperti menanyakan keadaan Linda saat ini, dan pekerjaan yang ditekuninya. Ketika Linda menjawab pertanyaan yang sederhana ini, ekspresi wajah Linda datar. Akan tetapi, ketika hendak menjawab pertanyaan mengenai keluarganya terutama apakah mereka mengetahui statusnya, Linda sempat memberikan jedah selama beberapa detik, melihat ke atas, barulah kemudian menjawab dengan cukup lugas. Bola mata berkaca-kaca ketika Linda menceritakan tentang perasaan dan pikirannya selama bekerja sebagai PSK dan menutupi statusnya pada keluarga sendiri. Linda hampir meneteskan air mata, namun berhasil menahan diri. Linda

51

menawarkan diri untuk melanjutkan pembicaraan di waktu lain karena di tempat kerja dia enggan mengutarakannya, apalagi Linda hampir menangis. Karena tidak ingin mengundang perhatian wawancara pun dihentikan dan dilanjutkan ke pertemuan berikutnya di tempat yang menjadi kesepakatan bersama dengan Linda.

1.3.3. Pertemuan Kedua

Linda menyambut kedatangan dengan hangat dan menghidangkan air putih untuk peneliti. Pembicaraan pun dimulai dengan percakapan sederhana dan menanyakan kabar dan perasaan Linda hari ini. Linda tampak lebih ceria pada saat itu dan peneliti bertanya mengenai rasa senangnya Linda, Linda langsung menjawab dengan girangnya dan mengatakan bahwa anak pertama, Hendy bersama dengan istri dan cucuakan mengunjunginya minggu depan.

Bermula dari perasaan senangnya Linda, peneliti bertanya seputar anaknya. Linda mengatakan bahwa anaknya adalah harapan dan alasan dirinya sanggup melewati ini semua. Kemudian Linda menceritakan bagaimana dirinya dengan susah payah membesarkan kedua anaknya. Ekspresi wajah Linda terlihat lebih ceria dan suasana percakapan menjadi lebih terbuka dan santai. Dari nada bicaranya sepertinya suasana hati Linda sangat baik. Setelah itu, Linda mengutarakan betapa dirinya mencintai dan menyayangi kedua anaknya. Peneliti menanyakan mengapa kedua anaknya menjadi alasan dan harapannya untuk hidup. Linda

52

menjawab pertanyaan tersebut sambil tersenyum. Linda menceritakan apa yang terjadi pada dirinya ketika dia masih bersama dengan suaminya. Nada suara Linda sedikit berubah pada saat mendeskripsikan bagaimana perlakuan suaminya terhadap dia, ibunya dan anaknya. Namun, hanya berlangsung sesaat, ketika Linda mengaku telah memaafkan apa yang dilakukan suaminya, nada suaranya kembali seperti semula. Linda memandang ke atas sejenak dan menganggukan kepalanya sekali, kemudian melanjutkan pengutaraannya. Linda tersenyum sampai terlihat lesung pipinya dan mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur atas apa yang terjadi padanya, dia mengucapkan terima kasih pada ibunya dan Tuhan karena telah menyadarkan dirinya sehingga tidak sampai menelantarkan kedua anaknya. Linda pun memberitahu peneliti dengan jelas dan padat. Gestur yang diperlihatkan Linda pada saat menjawab sangat santai, tidak mengkerutkan kening, sesekali melihat ke kiri atas yang menunjukkan Linda bernostalgia kembali masa-masa dirinya dulu. Nada suara yang stabil dan ekspresi wajah yang cenderung senang walaupun konten cerita Linda bervariasi dari mulai sedih, kecewa, marah, gelisah, dan rasa syukur Linda pada ibu dan Bhante sebagai orang yang membuat dirinya ingin hidup lebih baik.

1.3.4. Pertemuan Ketiga

Linda seperti biasa menerima kedatangan tamu dengan hangat. Kali ini Linda berpakaian lebih rapi dan formal. Percakapaan pun dimulai dengan perbincangan mengenai kabar Linda hari ini. Linda pun

53

menjawabnya seperti biasa dan menambahkan bahwa dirinya baru pulang bersama dengan ibunya mencari pekerjaan baru. Linda tidak terihat murung ataupun sedih, walaupun dia mengaku belum mendapat pekerjaan dengan bayaran yang cukup untuk dirinya. Linda menanyakan pendapat kepada peneliti mengenai keinginannya untuk meninggalkan prostitusi. Peneliti hanya mencoba memberikan beberapa saran dan pendapatnya dan semua tergantung pada diri Linda untuk memilih jalan yang menurut dirinya yang terbaik bagi diri dan keluarganya. Linda bercerita bagaimana dia ditawari tetangga dan teman ibunya untuk mencoba beberapa tempat sekaligus sebagai pembantu rumah tangga yang merupakan keterampilan yang dimiliki. Linda tampak tenang dalam memaparkan kondisi yang dihadapinya saat ini. Linda mengaku dirinya sangat sabar dan giat mencari lapangan pekerjaan baru untuk memenuhi harapannya yang baru. Linda menceritakan harapannya yang terbesar selain untuk anak dan keluarganya bahwa dia ingin menggunakan pendapatannya yang halal membeli rumah yang dapat dihuni kedua anak dan keluarganya serta mencoba membangun hubungan baru agar tidak kesepian di hari tuanya. Linda menutup matanya sejenak sambil tersenyum mengatakan hal tersebut. Linda sempat melihat ke bawah dan mengelengkan kepala ketika mengingat dirinya menyesal menjadi PSK dan belum bisa memulai hubungan baru sebelum dia menjadi wanita yang berada di jalur yang benar kembali.

54

1.3.5. Pertemuan keempat

Peneliti mengawali pertanyaan mengenai bagaimana Linda memaknai hidupnya saat ini dengan segala kejadian yang telah menimpanya. Linda dengan senang hati memberikan jawabannya dengan jelas dan padat. Linda juga ingin agar dia bisa menjadi inspirasi bagi ibu-ibu rumah tangga yang mengalami nasib yang serupa agar jangan pernah menyerah, walau butuh waktu yang lama agar bisa melupakan kejadian menyakitkan, namun sadarilah bahwa keluarga pasti memberikan yang terbaik untuk mereka. Linda mengungkapkan bahwa dirinya menjadi PSK tidak lagi menjadi masalah, karena Linda sudah memilih jalan yang akan diambilnya ke depan dan tidak lagi menoleh ke belakang. Perasaan dan pikiran Linda saat ini tenang dan bahagia karena apa yang menjadi hal penting dan berharga tersebut mampu dia lindungi dan pertahankan sampai saat ini. Perasaan takut, cemas, sedih, kecewa, dan marah perlahan telah dikikis sampai ke akarnya sehingga peristiwa tersebut menimbulkan rasa syukur dan terima kasih serta peristiwa tersebutlah membentuk dirinya yang saat ini. Linda terlihat senang dan bahagia agar bisa mewujudkan impiannya menemukan saat yang tepat untuk memulai hubungan yang baru hingga akahir hayatnya.

55

Dokumen terkait