• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Penelitian

Penelitian ini berisi tiga rumusan masalah yaitu bagaimana implementasi

penggunaan pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah

dasar negeri di kota Yogyakarta, perbedaan tingkat implementasi penggunaan

demografi jumlah siswa, dan perbedaan tingkat implementasi penggunaan

pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah ditinjau dari faktor

demografi jumlah rekan guru yang menggunakan pembelajaran tematik. Berikut

penjabaran untuk hasil analisis dari ketiga rumusan masalah.

1. Hasil analisis implementasi pembelajaran tematik

Data implementasi pembelajaran tematik yang diperoleh dan diolah

menggunakan distribusi frekuensi (Riduwan, 2008: 70-72). Distribusi frekuensi

memiliki tujuh tahap. Data implementasi pembelajaran tematik dihitung melalui

tujuh tahap distribusi frekuensi. Tahap pertama dengan mengurutkan kategori

dari yang terkecil yang tebesar. Tahap kedua dengan menghitung jarak atau

rentangan (R). Jarak atau rentangan (R) dihitung dengan mengurangkan data

tertinggi dengan data terendah. Hasil yang didapat menunjukkan jarak atau

rentangan (R) sebesar 79 (lampiran 10).

Tahap ketiga dengan menghitung jumlah kelas (K). Jumlah kelas telah

ditetapkan menurut Masidjo (1995: 153). Jumlah kelas tersebut terdiri dari lima

kelas yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah, dan sangat rendah. Tahap

keempat dengan menghitung panjang kelas interval (P). Panjang kelas interval

(P) dihitung dengan membagi rentangan dan jumlah kelas. Panjang kelas interval

diperoleh hasil sebesar 16 (lampiran 10).

Tahap kelima dengan menentukan kelas interval. Kelas interval dapat dilihat

Tabel 4.1

Panjang Kelas Interval

Panjang Kelas Kategori

49 – 64 Sangat Rendah

65 – 80 Rendah

81 - 96 Cukup

97 – 112 Tinggi

113 – 128 Sangat Tinggi

Tahap keenam dengan menghitung urutan interval kelas. Hasil dari

perhitungan tahap keenam dapat dilihat lampiran 11. Tahap ketujuh dengan

memindahkan semua angka distribusi ke dalam hasil akhir. Hasil akhir

perhitungan distribusi frekuensi dapat dilihat pada tabel 4.2.

Tabel 4.2

Hasil Perhitungan Daftar Distribusi Kategori Panjang Kelas Frekuensi Presentase Sangat Tinggi 113 – 128 34 17,99% Tinggi 97 – 112 145 76,72% Cukup 65 – 80 10 5,29% Rendah 81 – 96 0 0% Sangat Rendah 49 – 64 0 0% Total 189 100%

Tabel 4.2 menunjukkan hasil perhitungan daftar distribusi. Hasil yang

diperoleh menunjukkan sebanyak 34 responden masuk ke dalam kategori sangat

tinggi dengan persentase 17,99% untuk pengimplementasian pembelajaran

tematik. Sejumlah 145 responden masuk ke dalam kategori tinggi dengan

persentase 76,72% dalam mengimplementasikan pembelajaran tematik.

Sejumlah 10 responden masuk dalam kategori cukup atau dengan persentase

5,29%. Sebanyak 0% responden masuk ke dalam kategori rendah dan sangat

rendah. Hasil keseluruhan menunjukkan bahwa tingkat implementasi

penggunaan pembelajaran tematik oleh guru pengamppu kelas bawah sekolah

dasar negeri di kota Yogyakarta adalah tinggi. Hasil selengkapnya dapat dilihat

2. Hasil analisis perbedaan tingkat implementasi penggunaan pembelajaran

tematik ditinjau dari faktor demografi jumlah siswa

Data faktor demografi jumlah siswa dibagi menjadi dua kelompok

menggunakan distribusi frekuensi. Data yang ada diolah berdasarkan ketujuh

langkah yang ada. Langkah pertama dengan mengurutkan data faktor demografi

jumlah siswa. Data berjumlah 186 dengan data tertinggi 36 dan data terendah 1,

maka didapatkan jarak atau rentangan sebesar 35. Langkah berikutnya

menentukan jumlah kelas menggunakan rumus Sturges yaitu 2 kelas. Penetapan

kelas berdasarkan atas teori dari Cruickshank (2014) yaitu siswa dengan jumlah

sedikit dan banyak. Data kemudian ditentukan panjang kelas interval dan

didapatkan hasil 17,5 atau dibulatkan menjadi 18. Tahap terakhir dengan

menentukan batas-batas kelas interval dan urutannya. Hasil yang didapat adalah

data dengan jumlah siswa antara 1 sampai 18 siswa masuk ke dalam kategori

sedikit. Jumlah siswa antara 19 sampai 36 masuk ke dalam kategori banyak

(lampiran 12).

Pengolahan data selanjutnya untuk menganalisis data dari tingkat

implementasi penggunaan pembelajaran tematik dan faktor demografi jumlah

siswa. Pengolahan data tersebut bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat

implementasi penggunaan pembelajaran tematik ditinjau dari faktor demografi

jumlah siswa. Data-data yang ada dianalisis menggunakan program SPSS 16.

Pengukuran dilakukan dengan menghitung uji normalitas dan uji homogenitas

dianggap berdistribusi normal atau tidak normal. Setelah uji normalitas

kemudian dilakukan uji homogenitas.

Uji normalitas dilakukan pada data implementasi pembelajaran tematik dan

faktor demografi jumlah siswa. Pengujiam normalitas ini dilakukan pada dua

kelompok data. Kelompok data pertama adalah tingkat implementasi

penggunaan pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah

dasar negeri di kota Yogyakarta dengan jumlah siswa sedikit. Kelompok data

kedua adalah tingkat implementasi penggunaan pembelajaran tematik oleh guru

pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di kota Yogyakarta dengan jumlah

siswa banyak. Santoso (2010: 25) menjelaskan bahwa uji normalitas adalah uji

yang dilakukan untuk mengecek apakah data penelitian kita berasal dari populasi

yang sebenarnya normal. Pengolahan uji normalitas menggunakan program

SPSS 16 dengan Kolmogorov-Smirnov. Uji normalitas terdapat hipotesis nol

(Ho) dan hipotesis alternatif (Ha).

Hipotesis nol (Ho) : Distribusi sampel tidak berbeda secara

signifikan dari distribusi normal (data

berdistribusi normal).

Hipotesis alternatif (Ha) : Distribusi sampel berbeda secara signifikan

dari distribusi normal (data berdistribusi

tidak normal).

Penelitian ini menggunakan dua kriteria pengambilan keputusan di dalam uji

normalitas. Kriteria yang pertama yaitu jika nilai Sig.(2-tailed) ≥ 0,05 maka

distribusi sampel tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data

berdistribusi normal). Kriteria yang kedua adalah jika nilai Sig.(2-tailed) < 0,05

maka dapat dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha gagal ditolak yang berarti

bahwa distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data

berdistribusi tidak normal). Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel 4.3.

Tabel 4.3

Hasil Uji Normalitas Tingkat Implementasi Pembelajaran Tematik Dengan Jumlah Siswa Sedikit

Variabel Asymp. Sig. Keterangan

Jumlah siswa sedikit 0,438 Data berdistribusi normal

Tabel 4.3 menunjukkan hasil uji normalitas data tingkat implementasi

pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di

kota Yogyakarta dengan jumlah siswa sedikit. Uji normalitas data ini

mendapatkan hasil nilai Sig.(2–tailed) sebesar 0,438. Nilai Sig.(2–tailed) sebesar 0,438 ≥ 0,05, yang berarti Ho gagal ditolak dan Ha ditolak yang berarti bahwa distribusi sampel tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data

berdistribusi normal). Hasil SPSS uji normalitas dapat dilihat pada lampiran14.

Uji normalitas juga dilakukan dengan visualisasi grafik P-P Plot. Titik-titik pada

grafik P-P Plot merupakan data data, jika titik-titik tersebut terletak di sekitar

garis maka data normal (Field, 2009: 136). Hasil normalitas dengan P-P Plot

Gambar 4.1 Uji Normalitas P-P Plot Data Implementasi Dengan Jumlah Siswa Sedikit

Gambar 4.1 menunjukkan visualisasi P-P Plot uji normalitas data tingkat

implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah

dasar negeri di kota Yogyakarta dengan jumlah siswa kelompok sedikit.

Titik-titik berlubang pada grafik merupakan data. Titik-Titik-titik berlubang tersebut jika

terletak di sekitar garis maka data normal. Gambar 4.1 menunjukkan bahwa

titik-titik berlubang terletak di sekitar garis, maka data tingkat implementasi

pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di

kota Yogyakarta dengan jumlah siswa kelompok sedikit berdistribusi normal

(lampiran 14). Uji normalitas juga dilakukan dengan melihat histogram dengan

kurva normal. Histogram yang membentuk atau mirip kurva normal maka data

normal (Field, 2009: 136). Hasil analisis uji normalitas dengan histogram dapat

Gambar 4.2 Uji Normalitas Histogram Data Implementasi Dengan Jumlah Siswa Sedikit

Gambar 4.2 menunjukkan visualisasi histogram uji normalitas data tingkat

implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah

dasar negeri di kota Yogyakarta dengan jumlah siswa sedikit. Data dikatakan

normal jika histogram membentuk atau mirip kurva normal (Field, 2009: 136).

Gambar 4.2 menunjukkan bahwa histogram membentuk atau mirip degan kurva

normal. Histogram membentuk atau mirip dengan kurva normal maka data

tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah

sekolah dasar negeri di kota Yogyakarta dengan jumlah siswa sedikit

berdistribusi normal (lampiran 14).

Kelompok data kedua adalah tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh

guru pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di kota Yogyakarta dengan

16 dengan Kolmogorov-Smirnov. Uji normalitas terdapat hipotesis nol (Ho) dan

hipotesis alternatif (Ha).

Hipotesis nol (Ho) : Distribusi sampel tidak berbeda secara

signifikan dari distribusi normal (data

berdistribusi normal).

Hipotesis alternatif (Ha) : Distribusi sampel berbeda secara signifikan

dari distribusi normal (data berdistribusi

tidak normal).

Penelitian ini menggunakan dua kriteria pengambilan keputusan di dalam uji

normalitas. Kriteria yang pertama yaitu jika nilai Sig.(2-tailed) ≥ 0,05 maka

dapat dikatakan bahwa Ho gagal ditolak dan Ha ditolak yang berarti bahwa

distribusi sampel tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data

berdistribusi normal). Kriteria yang kedua adalah jika nilai Sig.(2-tailed) < 0,05

maka dapat dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha gagal ditolak yang berarti

bahwa distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data

berdistribusi tidak normal). Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel 4.4.

Tabel 4.4

Tabel Hasil Uji Normalitas Tingkat Implementasi Pembelajaran Tematik Dengan Jumlah Siswa Banyak

Variabel Asymp. Sig. Keterangan

Jumlah siswa banyak 0,239 Data berdistribusi normal

Tabel 4.4 menunjukkan hasil uji normalitas data tingkat implementasi

pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di

mendapatkan hasil nilai Sig.(2–tailed) sebesar 0,239. Nilai Sig.(2–tailed) sebesar 0,239 ≥ 0,05, yang berarti Ho gagal ditolak dan Ha ditolak yang berarti bahwa distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data

berdistribusi normal). Hasil SPSS uji normalitas dapat dilihat pada lampiran 15.

Uji normalitas juga dilakukan dengan visualisasi grafik P-P Plot. Titik-titik pada

grafik P-P Plot merupakan data data, jika titik-titik tersebut terletak di sekitar

garis maka data normal (Field, 2009: 136). Hasil normalitas dengan P-P Plot

dapat dilihat pada gambar 4.3.

Gambar 4.3. Uji Normalitas P-P Plot Data Implementasi Dengan Jumlah Siswa Banyak

Gambar 4.3 menunjukkan visualisasi P-P Plot uji normalitas data tingkat

implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah

dasar negeri di kota Yogyakarta dengan jumlah siswa kelompok banyak.

Titik-titik berlubang pada grafik merupakan data. Titik-Titik-titik berlubang tersebut jika

terletak di sekitar garis maka data normal. Gambar 4.3 menunjukkan bahwa

pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di

kota Yogyakarta dengan jumlah siswa kelompok banyak berdistribusi normal

(lampiran 15). Uji normalitas juga dilakukan dengan melihat histogram dengan

kurva normal. Histogram yang membentuk atau mirip kurva normal maka data

normal (Field, 2009: 136). Hasil analisis uji normalitas dengan histogram dapat

dilihat pada gambar 4.4.

Gambar 4.4 Uji Normalitas Histogram Data Implementasi Dengan Jumlah Siswa Banyak

Gambar 4.2 menunjukkan visualisasi histogram uji normalitas data tingkat

implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah

dasar negeri di kota Yogyakarta dengan jumlah siswa banyak. Data dikatakan

normal jika histogram membentuk atau mirip kurva normal (Field, 2009: 136).

Gambar 4.2 menunjukkan bahwa histogram membentuk atau mirip degan kurva

normal. Histogram membentuk atau mirip dengan kurva normal maka data

sekolah dasar negeri di kota Yogyakarta dengan jumlah siswa banyak

berdistribusi normal (lampiran 15).

Pengujian normalitas telah dilakukan pada kedua kelompok. Data tingkat

implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah

dasar negeri di kota Yogyakarta dengan jumlah siswa sedikit mendapatkan hasil

data berdistribusi normal. Data tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh

guru pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di kota Yogyakarta dengan

jumlah siswa banyak mendapatkan hasil data berdistribusi normal. Kedua data

dapat disimpulkan data berdistribusi normal, maka selanjutnya dilakukan uji

homogenitas.

Rumusan masalah kedua yang telah di uji normalitasnya dan berdistribusi

normal, selanjutnya di uji homogenitasnya. Data implementasi pembelajaran

tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di kota

Yogyakarta di uji homogenitasnya dengan SPSS 16. Pengujian menggunakan

metode Lavene’s test. Hipotesis dalam uji homogenitas ini adalah:

Hipotesis nol (Ho) : Tidak ada perbedaan varian antara tingkat

implementasi penggunaan pembelajaran oleh

guru pengampu kelas bawah sekolh dasar

negeri di kota Yogyakarta ditinjau dari faktor

jumlah siswa.

Hipotesis alternatif (Ha) : Ada perbedaan varian antara tingkat

implementasi penggunaan pembelajaran

sekolah dasar negeri di kota Yogyakarta

ditinjau dari jumlah siswa.

Terdapat dua kriteria dalam pengambilan keputusan uji homogenitas. Kriteria

pertama apabila harga Sig.(2-tailed) ≥ 0,05, maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak. Artinya tidak terdapat perbedaan varian antara dua kelompok (data

homogen). Kriteria kedua apabila harga Sig.(2-tailed) < 0,05, maka Ho ditolak

dan Ha gagal ditolak. Artinya terdapat perbedaan varian antara dua kelompok

(data tidak homogen). Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel 4.5.

Tabel 4.5

Hasil Uji Homogenitas Tingkat Implementasi Pembelajaran Tematik Ditinjau Dari Jumlah Siswa

Variabel Nilai Keterangan

Tingkat Implementasi pembelajaran tematik

ditinjau dari jumlah siswa 0,005 Ho ditolak

Tabel 4.5 menunjukkan hasil uji homogenitas data tingkat implementasi

pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di

kota Yogyakarta ditinjau dari jumlah siswa. Uji homogenitas data ini

mendapatkan hasil nilai Sig.(2–tailed) sebesar 0,005. Nilai Sig.(2–tailed) sebesar 0,005 < α (0,05), yang berarti ada perbedaan varian antara tingkat implmentasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di

kota Yogyakarta ditinjau dari jumlah siswa (data tidak homogen). Data

implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah

dasar negeri di kota Yogyakarta ditinjau jumlah siswa telah di uji normalitas dan

uji homogenitas. Uji normalitas mendapatkan hasil data berdistribusi normal. Data

juga telah di uji homogenitasnya dan hasilnya data memiliki perbedaan varian

memenuhi syarat untuk melakukan uji statistik parametrik. Hasil selengkapnya

dapat dilihat pada lampiran 18.

Pengolahan data menggunakan pengujian statistik parametrik menggunakan

Independent Sample t-Test. Hipotesis yang diuji dalam pengolahan statistik ini

adalah:

Hipotesis nol (Ho) : Tidak terdapat perbedaan tingkat implementasi

penggunaan pembelajaran tematik oleh guru

pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di

kota Yogyakarta ditinjau dari jumlah siswa.

Hipotesis alternatif (Ha) : Terdapat perbedaan tingkat implementasi

penggunaan pembelajaran tematik oleh guru

pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di

kota Yogyakarta ditinjau dari jumlah siswa.

Uji hipotesis dalam rumusan masalah 2 menggunakan dua kriteria

pengambilan keputusan. Pertama, jika Sig.(2-tailed)≥ 0,05 maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat implementasi penggunaan pembelajaran

tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di kota Yogyakarta

ditinjau dari jumlah siswa atau Ho gagal ditolak dan Ha ditolak. Kedua, jika

Sig.(2-tailed) < 0,05 maka dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan tingkat

implementasi penggunaan pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah

sekolah dasar negeri di kota Yogyakarta ditinjau dari jumlah siswa atau Ho

ditolak dan Ha gagal ditolak. Hasil pengolahan menggunakan Independent Sample

Tabel 4.6

Hasil Uji Independent Sample t-Test Tingkat Implementasi Pembelajaran Tematik Ditinjau Dari Jumlah Siswa

Sig. (2-tailed) Nilai Keterangan

Equal variances not assumed 0,209 Ho gagal ditolak

Tabel 4.6 menunjukkan hasil uji Independent sample t-test mendapatkan

hasil nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,209. Sig.(2-tailed) (0,209) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak. Berarti tidak ada perbedaan tingkat implementasi

penggunaan pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah dasar

negeri di kota Yogyakarta ditinjau dari jumlah siswa. Jumlah siswa dengan

kelompok sedikit dan jumlah siswa dengan kelompok banyak sama-sama

memiliki tingkat implementasi pembelajaran tematik tinggii, maka tidak

dilakukan effect size dan uji koefisien determinasi. Hasil SPSS dari uji

Independent sample t-test selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 20.

3. Hasil analisis perbedaan tingkat implementasi penggunaan pembelajaran

tematik ditinjau dari faktor demografi jumlah rekan guru yang menggunakan

pembelajaran tematik

Data faktor demografi jumlah rekan guru yang menggunakan pembelajaran

tematik dibagi menjadi dua kelompok menggunakan distribusi frekuensi. Data

yang ada diolah berdasarkan ketujuh langkah yang ada. Langkah pertama

dengan mengurutkan data faktor demografi jumlah siswa. Data berjumlah 183

dengan data tertinggi 33 dan data terendah 2, maka didapatkan jarak atau

rentangan sebesar 31. Langkah berikutnya menentukan jumlah kelas

menggunakan rumus Sturges yaitu 2 kelas. Penetapan kelas berdasarkan atas

banyak. Data kemudian ditentukan panjang kelas interval dan didapatkan hasil

15,5 atau dibulatkan menjadi 16. Tahap terakhir dengan menentukan batas-batas

kelas interval dan urutannya. Hasil yang didapat adalah data dengan jumlah

rekan guru antara 2 sampai 17 siswa masuk ke dalam kategori sedikit. Jumlah

rekan guru antara 18 sampai 33 masuk ke dalam kategori banyak (lampiran 13).

Pengolahan data selanjutnya untuk menganalisis data dari tingkat

implementasi penggunaan pembelajaran tematik dan faktor demografi jumlah

rekan guru yang menggunakan pembelajaran tematik. Pengolahan data tersebut

bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat implementasi penggunaan

pembelajaran tematik ditinjau dari faktor demografi jumlah rekan guru yang

menggunakan pembelajaran tematik. Data-data yang ada dianalisis

menggunakan program SPSS 16. Pengukuran dilakukan dengan menghitung uji

normalitas dan uji homogenitas terlebih dahulu. Uji normalitas dilakukan dan

mendapatkan hasil dahwa data dianggap berdistribusi normal atau tidak normal.

Setelah uji normalitas kemudian dilakukan uji homogenitas.

Uji normalitas dilakukan pada data implementasi pembelajaran tematik dan

faktor demografi jumlah rekan guru yang menggunakan pembelajaran tematik.

Pengujiam normalitas ini dilakukan pada dua kelompok data. Kelompok data

pertama adalah tingkat implementasi penggunaan pembelajaran tematik oleh

guru pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di kota Yogyakarta dengan

jumlah rekan guru sedikit. Kelompok data kedua adalah tingkat implementasi

penggunaan pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah

(2010: 25) menjelaskan bahwa uji normalitas adalah uji yang dilakukan untuk

mengecek apakah data penelitian kita berasal dari populasi yang sebenarnya

normal. Pengolahan uji normalitas menggunakan program SPSS 16 dengan

Kolmogorov-Smirnov. Uji normalitas terdapat hipotesis nol (Ho) dan hipotesis

alternatif (Ha).

Hipotesis nol (Ho) : Distribusi sampel tidak berbeda secara

signifikan dari distribusi normal (data

berdistribusi normal).

Hipotesis alternatif (Ha) : Distribusi sampel berbeda secara signifikan

dari distribusi normal (data berdistribusi

tidak normal).

Penelitian ini menggunakan dua kriteria pengambilan keputusan di dalam uji

normalitas. Kriteria yang pertama yaitu jika nilai Sig.(2-tailed) ≥ 0,05 maka

dapat dikatakan bahwa Ho gagal ditolak dan Ha ditolak yang berarti bahwa

distribusi sampel tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data

berdistribusi normal). Kriteria yang kedua adalah jika nilai Sig.(2-tailed) < 0,05

maka dapat dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha gagal ditolak yang berarti

bahwa distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data

berdistribusi tidak normal). Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel 4.7.

Tabel 4.7

Hasil Uji Normalitas Tingkat Implementasi Pembelajaran Tematik Dengan Jumlah Rekan Guru Sedikit

Variabel Asymp. Sig. Keterangan

Tabel 4.7 menunjukkan hasil uji normalitas data tingkat implementasi

pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di

kota Yogyakarta dengan jumlah siswa sedikit. Uji normalitas data ini

mendapatkan hasil nilai Sig.(2–tailed) sebesar 0,030. Nilai Sig.(2–tailed) sebesar 0,030 < 0,05, yang berarti Ho ditolak dan Ha gagal ditolak yang berarti bahwa

distribusi sampel berbeda secara signifikan dari distribusi normal (data

berdistribusi tidak normal). Hasil SPSS uji normalitas dapat dilihat pada

lampiran 16. Uji normalitas juga dilakukan dengan visualisasi grafik P-P Plot.

Titik-titik pada grafik P-P Plot merupakan data data, jika titik-titik tersebut

terletak di sekitar garis maka data normal (Field, 2009: 136). Hasil normalitas

dengan P-P Plot dapat dilihat pada gambar 4.5.

Gambar 4.5 Uji Normalitas P-P Plot Data Implementasi Dengan Jumlah Rekan Guru Yang Menggunakan Pembelajaran Tematik Sedikit

Gambar 4.5 menunjukkan visualisasi P-P Plot uji normalitas data tingkat

implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah

pembelajaran tematik kelompok sedikit. Titik-titik berlubang pada grafik

merupakan data. Titik-titik berlubang tersebut jika terletak di sekitar garis maka

data normal. Gambar 4. menunjukkan bahwa titik-titik berlubang berada tidak di

sekitar garis, maka data tingkat implementasi pembelajaran tematik oleh guru

pengampu kelas bawah sekolah dasar negeri di kota Yogyakarta dengan jumlah

rekan guru yang menggunakan pebelajaran tematik kelompok sedikit

berdistribusi tidak normal (lampiran 16). Uji normalitas juga dilakukan dengan

melihat histogram dengan kurva normal. Histogram yang membentuk atau mirip

kurva normal maka data normal (Field, 2009: 136). Hasil analisis uji normalitas

dengan histogram dapat dilihat pada gambar 4.6.

Gambar 4.6 Uji Normalitas Histogram Data Implementasi Dengan Jumlah Jumlah Rekan Guru Yang Menggunakan Pembelajaran Tematik Sedikit

Gambar 4.6 menunjukkan visualisasi histogram uji normalitas data tingkat

implementasi pembelajaran tematik oleh guru pengampu kelas bawah sekolah

normal jika histogram membentuk atau mirip kurva normal (Field, 2009: 136).

Gambar 4.2 menunjukkan bahwa histogram membentuk atau tidak mirip dengan

kurva normal. Histogram membentuk atau tidak mirip dengan kurva normal

Dokumen terkait